A. DEFINISI
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ketidakmampuan mengidentifikasi, mengelola, dan/atau mencari bantuan kesehatan untuk mempertahankan kesehatan.
NANDA International Ketidakmampuan mengidentifikasi, mengelola, dan/atau mencari bantuan untuk mempertahankan kesejahteraan.
Nola J. Pender (Health Promotion Model) Kegagalan dalam mengintegrasikan perilaku promosi kesehatan ke dalam gaya hidup sehari-hari akibat kurangnya komitmen terhadap rencana tindakan atau rendahnya efikasi diri dalam menghadapi hambatan yang dirasakan.
World Health Organization (WHO) Suatu kondisi di mana individu atau komunitas tidak memiliki literasi kesehatan yang memadai serta akses yang diperlukan untuk mengontrol dan meningkatkan determinan kesehatan mereka sendiri.
Carpenito-Moyet Suatu keadaan di mana individu atau kelompok mengalami atau berisiko mengalami gangguan kesehatan karena kurangnya pengetahuan mengenai pencegahan penyakit, manajemen perawatan mandiri, atau ketidakmampuan untuk mengakses sumber daya kesehatan yang tersedia.
B. ETIOLOGI
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya masalah ini meliputi:
- Hambatan Kognitif dan Psikologis: Ketidakmampuan membuat penilaian yang tepat, gangguan persepsi, atau proses berduka yang tidak tuntas.
- Keterbatasan Sumber Daya: Kurangnya dukungan finansial, keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan, atau ketidakcukupuan sistem pendukung sosial.
- Hambatan Komunikasi dan Motorik: Ketidakadekuatan keterampilan berkomunikasi atau gangguan fungsi motorik yang menghalangi pelaksanaan perilaku sehat.
- Faktor Perkembangan: Tidak terpenuhinya tugas perkembangan yang sesuai dengan tahapan usia.
C. MANIFESTASI KLINIS
Diagnosis ini ditegakkan apabila ditemukan data objektif sebagai berikut:
- Kegagalan dalam menunjukkan perilaku adaptif terhadap perubahan lingkungan atau status kesehatan.
- Defisit pemahaman mengenai perilaku hidup sehat.
- Ketidakmampuan secara konsisten dalam menjalankan protokol atau perilaku kesehatan yang telah ditetapkan.
D. LUARAN KEPERAWATAN
Tujuan utama intervensi adalah mencapai Pemeliharaan Kesehatan Meningkat. Kriteria keberhasilan secara ilmiah diukur melalui:
- Peningkatan perilaku adaptif secara signifikan.
- Verbalisasi pemahaman mengenai perilaku sehat yang meningkat.
- Kemampuan mendemonstrasikan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.
E. INTERVENSI KEPERAWATAN
Rencana asuhan keperawatan disusun untuk memitigasi faktor penyebab melalui tindakan berikut:
Edukasi Kesehatan:
- Mengidentifikasi kesiapan kognitif dan motivasi pasien.
- Menyampaikan strategi pengelolaan faktor risiko secara sistematis.
Kontrak Perilaku Positif:
- Melakukan negosiasi kesepakatan tertulis untuk memperkuat komitmen perubahan perilaku.
- target jangka pendek dan panjang yang realistis.
Penentuan Tujuan Bersama:
- Melibatkan pasien secara aktif dalam menyusun prioritas perawatan guna meningkatkan kemandirian.
Promosi Perilaku Upaya Kesehatan:
- Mendorong adopsi kebiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti penggunaan air bersih, aktivitas fisik, dan nutrisi seimbang.
F. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Kondisi kronis (mis. sklerosis multipel, arthritis, nyeri kronis)
- Cedera otak
- Stroke
- Paralisis
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito-Moyet, L. J. (2021). Handbook of Nursing Diagnosis (16th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.
NANDA International. (2021). Nursing Diagnoses: Definitions and Classification 2021-2023 (12th ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.
Pender, N. J., Murdaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2018). Health Promotion in Nursing Practice (8th ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
World Health Organization (WHO). (2022). Health Promotion Glossary of Terms 2021. Geneva: World Health Organization.




