Tentang NGO
Konsep Non Government Organization

Pengertian NGO, Sejarah, Manfaat Dan Jenis

Diposting pada

Non Govermental Organization atau NGO, banyak berdiri di Indonesia baik dalam skala Nasional maupun Internasional. apakah Pengertian NGO, Sejarah, Jenis dan Manfaatnya?

I & W Organon, Organisasi.co.id

Tidak semua organisasi dalam sebuah negara bergerak terkendali oleh pemerintah. Terdapat organisasi formal tidak berada pada payung birokrat. Inilah yang menjadi alasan pembuatana artikel ini.

Wadah ini bergerak tanpa kebergantungan dengan pemerintah, memiliki independensi yang tinggi. Sehingga tidak bisa di intervensi oleh instansi plat merah. Apakah kepanjangan atau singkatan darimanakah itu NGO.

Pengertian NGO

Pengertian NGO
Foto: Jsi.web.id

Untuk lebih awal, akan dikupas tentang pengertian dari NGO. NGO adalah Non Govermental Organization. Merupakan sebuah wadah yang secara operasional organisasi dalam kaitannya dengan pembiayaan. Bersifat independen, atau tidak menunggu penganggaran dan pemerintah.

Sebuah organisasi swasta menjalankan aktifitas untuk meringankan penderitaan. Mengentaskan kemiskinan. Memelihara lingkungan hidup. Menyiapkan layanan sosial dasar maupun kegiatan pengembangan masyarakat.

Definisi NGO Menurut WHO

Dalam menjalankan aktifitas dan program kerja, maka NGO lebih mengutamakan nilai. Atau institusi berbasi nilai (value-based organizations). Dalam hal pembiayaan bergantung pada donasi amal (charitable donations) dan layanan sukarela (voluntary service).

Organisator lain baca ini: Organisasi Pemerintahan RI Dan NGO Di Indonesia

Banyak pakar yang menyebut bahwa istilah NGO terlalu luas, sebab Non Goverment (Bukan Pemerintah). Tidak hanya pada organisasi sosial masyarakat, tapi juga mencakup usaha ekonomi.

Namun apapun perdebatan definisi mengenai NGO, tapi NGO menempatkan diri sebagai sebuah lembaga berdiri sendiri. Mengidentifikasi diri sebagai organisasi yang tidak akan bergantung pada pemerintah.

Pengertian Dan Makna NGO Menurut Para Ahli

Abdul Hakim G. Nusantara menyatakan bahwa secara sederhana NGO dapat diartikan sebagai suatu gerakan yang tumbuh berdasarkan atas nilai-nilai kerakyatan.

Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran serta kemandirian masyarakat, agar dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurut seorang pakar dari Australia yang bernama Peter Hannan (1988), mengatakan bahwa pengertian dari NGO atau LSM ialah suatu organisasi yang memiliki tujuan untuk mengembangkan suatu pembangunan di tingkat grassroots.

Pembangunan tersebut dilakukan melalui penciptaan serta dukungan terhadap kelompok-kelompok yang berasal dari swadaya lokal. 

Kelompok-kelompok tersebut biasanya memiliki 20 hingga 50 anggota. Sasarannya adalah untuk menjadikan setiap kelompok tersebut berswadaya pada saat proyeknya berakhir.

Istilah Lain dari NGO

Istilah lain dari NGO adalah Organisasi Non Pemerintah (Ornop/ONP) dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

NGO, Ornop dan LSM. Pada hakikatnya hanya penyebutan yang berbeda. Namun hakikatnya sama, yakni sebuah lembaga yang secara konstitusi mengatur diri sendiri. Tanpa bergantung pada pemerintah.

Menjaga independensi dalam program yang mereka kerjakan dengan mengandalkan aspek nilai dan kemandirian yang mereka miliki.

Di Indonesia, NGO disejajarkan atau bahkan disamakan dengan Yayasan. Padahal kedua lembaga tersebut berbeda. Adapun pensejajaran keduanya, mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Semata-mata persamaan tersebut, karena prasyarat pendirian antara LSM dan Yayasan sama.

Namun Yayasan dan LSM berbeda, sebab Yayasan pada dasarnya adalah mayoritas telah menjadi “Usaha Keluarga” yang bisa di wariskan kepada keturunan.

Sementara NGO atau LSM bukanlah sebuah wadah berbadan hukum yang bisa diwariskan, melainkan hanya diurusi oleh pengurus. Dan pergantian pengurus tidak bergantung pada garis keturunan sebagaimana yayasan.

Persamaan dari keduanya yaitu sama-sama organisasi berbasis masyarakat, serta berada di luar struktur pemerintahan pusat maupun daerah.

Organisator lain baca ini: Lembaga Modern: Sejarah, Ciri dan Bentuknya

Sejarah NGO

Pengertian NGO
Foto: Klikanggaran.com

Istilah Non Govermen Organization telah dikenal sejak berdirinya Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 1945.

Dalam perkembangannya NGO berdiri diberbagai negara di Eropa, sebagai upaya untuk melakuan penselarasan kehidupan masyarakat. Perubahan masyarakat sosial dari alam yang primitive menuju masyakarat industri yang mengalami berbagai efek dimensi kehidupan masyarakat.

Berpola sebagai as a counter-weights to state power atau sebuah kekuatan penyeimbang terhadap pemerintah Amerika Serikat pada awal abad ke XIX (19).

Sebab pemerintah telah melakukan berbagai upaya penyelenggaraan sistem pemerintahan. Dengan mengabaikan aspek hak asasi manusia, kesehatan lingkungan dan lain sebagainya.


Maka pada tahun 1930, mulai melahirkan semangat para relawan (volunter) untuk masuk bergabung dalam lembaga-lembaga mandiri. Memperjuangkan diri sendiri dan lingkungan serta orang lain, dalam hal hak asasi manusia.

DI Indonesia, NGO atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mulai dikenal sejak tahun 1976 dengan nama Ornop (organisasi non pemerintah).

Tujuan dan Ciri Khas NGO:

Dalam melakukan berbagai upaya advokasi, maka Ornop melakukan berbagai upaya:

a. Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur

NGO memiliki peran penting dalam usaha menyediakan infrastruktur, pembangunan rumah, sumur, toilet umum, dan lain sebagainya.

b. Memfasilitasi Komunikasi

NGO dapat berperan sebagai penyambung lidah, baik itu dari pemerintah ke masyarakat ataupun sebaliknya. 

Komunikasi pemerintah ke masyarakat meliputi pemberian informasi yang terkait dengan rencana dan juga proyek pemerintah.

Komunikasi dari masyarakat ke pemerintah meliputi pemberian informasi yang terkait dengan apa yang masyarakat rasakan, pikirkan serta lakukan.

NGO juga memberikan informasi dengan membentuk jaringan organisasi lainnya yang bergerak di bidang yang sama.

c. Mendukung Ujicoba, Inovasi serta Proyek Percontohan

NGO memiliki kelebihan di dalam perencanaan dan penyelenggaraan dari proyek yang inovatif, dan juga menyanggupi waktu saat berpartisipasi dalam penyelenggaraan proyek tersebut.

NGO juga mendukung dalam pengerjaan proyek percontohan seperti proyek besar dari pemerintah.

d. Bantuan Teknis serta Pelatihan

Institusi pelatihan dan juga lembaga NGO bekerja sama dalam menyusun dan juga memberikan pelatihan serta memberikan bantuan teknis yang lainnya untuk organisasi masyarakat dan  pemerintah.

e. Penelitian, Monitoring serta Evaluasi

Monitoring serta evaluasi yang efektif atas sifat partisipatif di suatu proyek akan memberikan hasil yang baik bagi masyarakat dan para staf proyek.

f. Advokasi bagi Masyarakat Miskin

NGO berperan sebagai pembicara dan juga perwakilan dari masyarakat miskin dalam upaya mempengaruhi kebijakan serta program dari pemerintah.

Maka dari itu, NGO juga bisa berperan sebagai tim advokasi bagi masyarakat miskin hingga ikut serta dalam implementasi program pemerintah.

Karya Spektakuler NGO

NGO sebagai aktor vokal dalam berbagai agenda advokasi yang dilakukannya. Melalui berbagai macam media seperti 

publikasi, penelitian, dan kampanye, NGO telah melakukan advokasi antar lintas batas negara dan juga banyak mengusung masalah minor yang juga mereka “perjuangkan”. 

Perkembangan yang begitu pesat dari aktor NGO telah melahirkan berbagai jenis NGO di berbagai ruang lingkup, yang meliputi HAM (Hak Asasi Manusia), pendidikan, kesehatan, lingkungan dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa karya spektakuler NGO :

1. Pendidikan dan juga pengembangan kesehatan bagi masyarakat.

Memberikan pendidikan tentang kesehatan umum, seks dan kontrasepsi, vaksinasi, pembuangan limbah atau sampah, penggunaan air, dan juga pelayanan konsultasi remaja.

2. Membantu penanganan kesehatan khusus.

penanganan terhadap pemulihan kecanduan obat, penyakit HIV/AIDS dan juga Hepatitis B.

3. Membantu mengatasi masalah sosial di masyarakat.

Kenakalan atau kejahatan yang terjadi pada remaja, anak jalanan, remaja yang pergi dari rumah, dan prostitusi.

4. Lingkungan hidup.

Membantu memberikan pendidikan tentang penggunaan energi dan udara, serta pelestarian gunung dan juga hutan.

5. Ekonomi.

Membantu memberikan pinjaman dan juga usaha mikro, mengadakan pelatihan keahlian (menjahit, komputer, teknisi, dan lain sebagainya), promosi dan distribusi suatu produk (bazaar, dan lain-lain), koperasi, konsultasi keuangan, dan juga pengembangan karir, serta membantu dalam mencari kerja.

6. Pengembangan

Pembangunan infrastruktur, pembangunan sekolah, bantuan ahli untuk bidang pertanian dan kelautan, serta pembangunan dan juga operasional pusat budaya.

7. Isu perempuan

Memperjuangkan hak anak dan juga perempuan, pusat bantuan bagi perempuan yang mengalami tidak kekerasan, terapi bagi kelompok perempuan yang mengalami tindakan pelecehan seksual, konseling secara hotline (konseling via telepon dikhususkan bagi perempuan), bantuan hukum bagi perempuan, memberikan dorongan terkait minat baca dan juga tulis.

Pengertian Konsep NGO; Kategori dan Jenis

Sesuai dengan pengertian NGO yang telah di bahas di atas, organisasi ini bergerak independen tanpa campur tangan dari pemerintah pusat maupun daerah. Karena ornop ini merupakan salah satu perusahaan nirlaba, maka mereka bergerak secara kooperatif daripada komersial. 

Lembaga yang tergolong dalam ornop adalah lembaga yang tidak mempunyai hubungan maupun perintah dari pemerintah suatu negara dan lebih kepada non profit dan juga non kriminal. Lembaga ini lebih mengedepankan kepentingan lingkungan sosial.

Berikut ini kategori LSM (NGO) menurut World Bank:

NGO Operational

Ornop ini memiliki tujuan untuk merancang dan menerapkan proyek pegembangan. Berbagai sumber daya akan dimanfaatkan agar bisa menjalankan proyek serta programnya.

Jenis NGO kategori ini terbagi lagi menjadi 3 kelompok, yaitu organisasi nasional, organisasi internasional dan organisasi berbasis masyarakat.

NGO Advokasi

Ornop ini bertujuan untuk mempertahankan dan memelihara suatu masalah yang khusus dan juga bergerak untuk mempengaruhi suatu kebijakan serta tindakan pemerintah mengenai masalah tersebut.

NGO ini akan berusaha keras demi meningkatkan kesadaran dan juga pengetahuan bagi masyarakat dengan melakukan suatu lobi, kegiatan pers, serta berbagai aktivitas yang lainnya.

Jenis-Jenis NGO

Pengertian NGO
Foto: Cerdika.com

NGO ialah suatu lembaga dengan berbagai jenis orientasi. Dikutip dari Gdrc, NGO terbagi atas 4 jenis, yaitu:

1. Charitable Orientation 

Merupakan salah satu jenis NGO yang kegiatannya lebih diarahkan demi memenuhi keperluan dari masyarakat miskin.

2. Service Orientation

Jenis NGO ini berbasis pada layanan bagi masyarakat, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, dan juga perencanaan suatu keluarga.

3. Participatory Orientation

NGO jenis ini memiliki ciri-ciri yaitu sebagai pelaksana proyek swadaya yang memiliki keterlibatan langsung dari masyarakat, contohnya seperti proyek donasi berupa uang, tanah, peralatan, dan tenaga kerja.

4. Empowering Orientation

Jenis NGO (ornop) ini fokus pada pengembangan suatu pemahaman yang jelas terkait pada faktor sosial, ekonomi, serta politik yang sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat.

Organisator lain baca ini: Struktur Organisasi

Pembagian NGO

NGO terbagi lagi menjadi 4 bagian berdasarkan dengan tingkat operasionalnya, yaitu:

Community Based Organizations (CBOs)

Jenis ornop ini hadir dan juga berkembang berdasarkan pada inisiatif berbagai komunitas, yaitu seperti organisasi pendidikan, organisasi wanita, organisasi klub olahraga, dan lain-lain

Citywide Organizations

Ornop ini merupakan salah satu lembaga yang menyediakan bantuan bagi setiap komunitas yang berada dalam suatu kota. Namun, mereka lebih fokus dalam memberikan pelayanan kepada golongan masyarakat miskin pada komunitas tersebut.

NGO Nasional

LSM jenis ini merupakan berbagai jenis organisasi yang mempunyai cakupan luas yang tersebar di dalam negeri, contohnya seperti PMI (Palang Merah Indonesia) dan lembaga layanan profesional yang lainnya.

NGO internasional

NGO ini lebih fokus dalam upaya membantu seluruh komunitas di seluruh dunia serta memberikan wawasan bagi NGO yang masih kecil dari mereka. Beberapa contoh dari NGO internasional adalah WWF dan Greenpeace.

Demikian pembahasan mengenai NGO, semoga memberikan Manfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *