A. DEFINISI
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI): Berisiko mengalami penurunan sirkulasi arteri koroner yang dapat mengganggu metabolisme miokard.
NANDA International: Kerentanan terhadap penurunan sirkulasi koroner yang dapat menghambat metabolisme seluler, yang mungkin dapat mengganggu kesehatan.
Black & Hawks: Suatu keadaan di mana terdapat ancaman terhadap keadekuatan aliran darah melalui pembuluh darah koroner untuk memberikan oksigen dan nutrisi ke otot jantung guna mempertahankan fungsi kontraktilitas.
Brunner & Suddarth: Suatu risiko ketidakmampuan untuk mempertahankan perfusi yang adekuat ke jaringan jantung akibat penyempitan lumen pembuluh darah, spasme, atau obstruksi yang mengganggu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.
American Heart Association (AHA): Kondisi kerentanan miokardium terhadap peristiwa iskemik yang disebabkan oleh disfungsi mikrovaskular atau penyakit arteri koroner epikardial, yang memerlukan manajemen faktor risiko secara agresif untuk mencegah nekrosis jaringan.
B.FAKTOR RISIKO
Penegakan diagnosis risiko ini didasarkan pada adanya satu atau lebih faktor predisposisi, di antaranya:
a. Kondisi Metabolik & Vaskular: Hipertensi, hiperlipidemia, hiperglikemia (diabetes melitus), dan obesitas.
b. Gaya Hidup: Merokok, gaya hidup sedenter (kurang gerak), dan penyalahgunaan zat.
c. Faktor Klinis Akut: Spasme arteri koroner, tamponade jantung, hipoksia, hipoksemia, atau kekurangan volume cairan.
d. Riwayat & Prosedur: Riwayat penyakit kardiovaskular pada keluarga atau baru menjalani pembedahan jantung.
e. Biomarker: Peningkatan kadar protein C-reaktif (CRP) yang menunjukkan adanya inflamasi vaskular sistemik.
C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Perfusi Miokard Meningkat (L.02011) dengan kriteria hasil:
a. Gambaran EKG iskemia, injuri, atau infark menurun.
b. Nyeri dada (angina) menurun atau tidak ada.
c. Arteri apikal dan tekanan darah membaik ke rentang normal.
d. Nilai fraksi ejeksi (ejection fraction) membaik.
e. Keluhan mual, muntah, dan diaforesis (keringat dingin) menurun.
D. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
Tindakan yang dilakukan bertujuan untuk memantau status hemodinamik dan meminimalkan beban kerja jantung:
Manajemen Aritmia (I.02035)
Observasi: Periksa onset dan pemicu aritmia; monitor frekuensi serta irama jantung.
Terapeutik: Berikan lingkungan yang tenang; pasang jalan nafas buatan jika perlu.
Kolaborasi: Pemberian agen anti-aritmia sesuai indikasi.
Perawatan Jantung (I.02075)
Observasi: Monitor tekanan darah, saturasi oksigen, dan EKG 12 sadapan secara berkala; monitor enzim jantung (mis. Troponin, CK-MB).
Terapeutik: Posisikan pasien semi-Fowler atau Fowler; berikan diet jantung yang tepat (rendah garam, rendah kolesterol).
Edukasi: Anjurkan segera melaporkan jika merasakan nyeri dada; ajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan.
Manajemen Syok Kardiogenik (I.02051)
Melakukan pemantauan status cairan dan oksigenasi secara ketat untuk mencegah kegagalan pompa jantung sistemik.
E. PERSPEKTIF PAKAR
Menurut American Heart Association (AHA), pengelolaan risiko perfusi miokard sangat bergantung pada pengendalian faktor risiko yang dapat dimodifikasi, terutama hipertensi dan merokok, yang menyumbang lebih dari 90% kejadian infark miokard secara global. Peningkatan pemahaman pasien terhadap perubahan gaya hidup dan kepatuhan pengobatan menjadi pilar utama dalam mencegah progresi dari risiko menjadi kondisi akut.
F. KONDISI KLINIS TERKAIT
Diagnosis ini umumnya ditegakkan pada pasien yang sedang atau baru saja mengalami kondisi klinis berikut:
- Sindrom Koroner Akut (SKA): Termasuk Angina Pektoris Tidak Stabil, NSTEMI, dan STEMI (Serangan Jantung aktual).
- Angina Pektoris Stabil: Nyeri dada yang terprediksi saat aktivitas.
- Pasca Operasi Jantung: Misalnya setelah Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) atau Angioplasti/Pemasangan Ring.
- Tamponade Jantung: Penumpukan cairan di kantung jantung yang menekan jantung.
- Kardiomiopati: Penyakit pada otot jantung yang melemahkan pompa jantung.
- Disritmia/Aritmia: Gangguan irama jantung yang berat yang dapat mengganggu output darah.
- Emboli Koroner: Adanya bekuan darah yang menyumbat arteri koroner.
DAFTAR PUSTAKA
American Heart Association (AHA). (2020). Highlights of the 2020 American Heart Association Guidelines for CPR and ECC. Dallas: American Heart Association.
Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Medical-Surgical Nursing: Management for Positive Outcomes (8th ed.). St. Louis, Missouri: Elsevier Saunders.
European Society of Cardiology (ESC). (2023). ESC Guidelines for the Management of Cardiovascular Disease in Patients with Diabetes. European Heart Journal.
Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2018). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-Surgical Nursing (14th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (Eds.). (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2021-2023. Oxford: Wiley Blackwell.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.






