RISIKO PERDARAHAN (D.0012)

A. DEFINISI

PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Berisiko mengalami kehilangan darah baik internal (terjadi di dalam tubuh) maupun eksternal (terjadi di luar tubuh). Kondisi ini merupakan label diagnosis yang berfokus pada kerentanan individu terhadap penurunan volume intravaskular.

NANDA International (Herdman & Kamitsuru) Rentan mengalami penurunan volume darah, yang dapat mengganggu kesehatan. Fokus NANDA adalah pada identifikasi dini terhadap faktor-faktor yang dapat memicu perdarahan sebelum kejadian tersebut benar-benar terjadi secara klinis.

Bacaan Lainnya

Brunner & Suddarth Suatu keadaan klinis di mana terdapat potensi tinggi terjadinya ekstravasasi darah dari sistem pembuluh darah akibat gangguan pada mekanisme pembekuan darah, trauma mekanis, atau adanya lesi pada integritas dinding pembuluh darah.

Lynda Juall Carpenito Kondisi di mana individu berisiko tinggi mengalami penurunan volume darah yang bersirkulasi akibat adanya faktor-faktor risiko seperti terapi antikoagulan, prosedur pembedahan, atau gangguan fungsi hati yang mempengaruhi sintesis faktor pembekuan.

Marilynn E. Doenges Kondisi yang menempatkan pasien pada risiko kehilangan darah yang signifikan secara fisiologis, yang membutuhkan kewaspadaan perawat dalam memantau parameter hemodinamik dan hasil laboratorium koagulasi guna mencegah terjadinya syok hipovolemik.

B. FAKTOR RISIKO

Penegakan diagnosis ini didasarkan pada keberadaan faktor-faktor yang meningkatkan probabilitas kejadian perdarahan, antara lain:

Gangguan Koagulasi Seperti trombositopenia (penurunan jumlah trombosit) atau penyakit hemofilia.

Kelainan Vaskular & Organ Adanya aneurisma, varises esofagus, sirosis hepatis, atau ulkus lambung.

Efek Farmakologis Penggunaan zat antikoagulan (mis. Heparin, Warfarin), antiplatelet (mis. Aspirin), atau agen trombolitik.

Kondisi Obstetrik Komplikasi kehamilan seperti ketuban pecah dini (KPD) atau kondisi pascapersalinan seperti atonia uteri dan retensi plasenta.

Tindakan Medis & Trauma Prosedur pembedahan invasif serta trauma fisik yang merusak integritas jaringan.

Proses Keganasan Infiltrasi tumor pada pembuluh darah atau supresi sumsum tulang akibat kemoterapi.

C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

Ekspektasi klinis yang diharapkan adalah Tingkat Perdarahan Menurun (L.02017), dengan kriteria hasil yang terukur meliputi:

  1. Kelembapan membran mukosa dan kulit dalam batas normal.
  2. Tidak terjadi distensi abdomen atau tanda perdarahan internal.
  3. Penurunan insiden hemoptisis, hematemesis, hematuria, dan melena.
  4. Stabilisasi kadar Hemoglobin (Hb) dan Hematokrit (Ht) sesuai rentang fisiologis.

D. INTERVENSI

Pencegahan Perdarahan (I.02067)

Manajemen klinis difokuskan pada pemantauan ketat dan mitigasi risiko melalui langkah-langkah berikut:

Observasi Sistemik

  1. Memantau tanda-tanda vital secara berkala untuk mendeteksi syok hipovolemik dini.
  2. Evaluasi laboratorium secara serial pada parameter koagulasi (PT, APTT, INR) dan hitung darah lengkap.

Tindakan Terapeutik

  1. Meminimalkan prosedur invasif yang tidak esensial.
  2. Penerapan tirah baring (bed rest) selama fase akut perdarahan.
  3. Menghindari penggunaan termometer rektal untuk mencegah trauma mukosa.

Edukasi Pasien

  1. Instruksi penggunaan sikat gigi berbulu lunak dan menghindari aktivitas fisik yang berisiko trauma tinggi.
  2. Anjuran konsumsi makanan tinggi Vitamin K (kecuali pada pasien dengan terapi antikoagulan tertentu) dan asupan cairan yang cukup untuk mencegah konstipasi.

Kolaborasi

  1. Pemberian produk darah (PRC, FFP, atau kriopresipitat) sesuai indikasi medis.
  2. Administrasi obat pengontrol perdarahan (mis. Asam Traneksamat) atau pelunak tinja jika diperlukan.

E. KONDISI KLINIS TERKAIT

Beberapa penyakit atau situasi klinis yang sering menyertai atau menyebabkan faktor risiko di atas meliputi:

  1. Penyakit Hati Kronis: Sirosis hepatis, hepatitis kronis (menyebabkan penurunan faktor pembekuan).
  2. Penyakit Kanker: Leukemia, kanker stadium lanjut (dapat menyebabkan trombositopenia atau invasi tumor ke pembuluh darah).
  3. Kondisi Kebidanan (Obstetri): Plasenta previa, solusio plasenta, atonia uteri pascapersalinan, kehamilan ektopik.
  4. Trauma/Luka: Luka bakar berat, cedera kepala, fraktur tulang besar, trauma tumpul abdomen.
  5. Prosedur Medis: Pasca operasi besar, biopsi organ, pemasangan kateter arteri.
  6. Penyakit Darah (Hematologi): Hemofilia, Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP), Disseminated Intravascular Coagulation (DIC).
  7. Penyakit Ginjal: Gagal ginjal kronis (dapat mengganggu fungsi trombosit).

DAFTAR PUSTAKA

Brunner, L. S., & Suddarth, D. S. (2018). Textbook of Medical-Surgical Nursing (14th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer Health.

Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. Philadelphia: F.A. Davis Company.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2021-2023. Oxford: Wiley-Blackwell.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

World Health Organization (WHO). (2019). Protocol for the Management of Acute Haemorrhage and Shock in Clinical Settings. Geneva: WHO Press.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *