IKATEMI sejarah
Pembelajaran teknik elektromedik (Foto: teknikelektromedik-vokasi.umy.ac.id)

Sejarah Ikatemi: Tujuan Pendirian, Logo Dan Syarat Menjadi Anggota

Diposting pada

Sejarah Ikatemi (Ikatan Elektromedis Indonesia) bukan sesuatu yang luput dari sejarah. Pada mulanya, tujuan organisasi ini adalah untuk mewadahi elektromedis. Seperti apa logo dan syarat untuk bergabung dalam organisasi ini?

Tika – organisasi.co.id

Ketika dokter, bidan, perawat, farmasis, dan analis telah memiliki wadah mereka masing-masing, apa kabar dengan elektromedis?

Mari mengenal elektromedis terlebih dahulu. Mereka adalah orang-orang yang telah lulus pendidikan elektromedis sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Jika kita kurang familiar dengan pekerjaan mereka, maka mari kita simak apa yang sebenarnya tidak nampak dalam sebuah sesuatu yang bersifat medis.

Tenaga medis umumnya membutuhkan teknologi untuk menegakkan diagnosa. Lantas orang-orang yang berperan dalam menjaga dan merawat teknologi-teknologi medis tersebut adalah elektromedis.

Mereka adalah bagian dari tim medis yang bukan menangani pasien secara langsung namun menangani peralatan yang digunakan untuk pengobatan maupun penegakan diagnosa terhadap pasien.


Mengenal Sejarah Berdiri Ikatemi

Sejarah Ikatemi
Tenaga elektromedik (Foto: elektromedik.blogspot.com)

Sejarah Ikatemi mulanya berdiri di sebuah Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita Jakarta. Waktu itu bertepatan dengan tanggal 4 Desember 1983.

Organisatoris lainnya baca: Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI)

Apa itu IKATEMI? Ia adalah singkatan dari Ikatan Elektomedis Indonesia. Sifat organisasi ini adalah independen. Selain itu ia juga bersifat kekeluargaan dan sesuai dengan pancasila.

Lambat laun organisasi ini berkembang setelah bertambahnya institusi pendidikan teknik elektromedis di Indonesia. Saat itu di tahun 2003, organisasi ini sempat berubah nama.

Kala itu ia bernama Ikatan Ahli Teknik Elektromedik Indonesia yang tetap disingkat IKATEMI. Kemudian pada Munas VI (Musyawarah Nasional) tanggal 10-12 Oktober 2013, terdapat perubahan sebutan profesi.

Sebelumnya adalah teknisi elektromedis dan kemudian menjadi elektromedis. Nama organisasi ini sebelumnya adalah Ikatan Ahli Teknik Elektromedis Indonesia, saat ini menjadi Ikatan Elektromedis Indonesia dan masih sama disingkat IKATEMI.


Tujuan Pendirian Ikatemi

Adapun tujuan dari berdirinya Ikatemi adalah memberikan layanan terhadap teknologi elektromedik. Tujuannya supaya kesehatan masyarakat dapat meningkat demikian halnya dengan kesejahteraan anggota.

Selain itu, organisasi ini juga dapat mengembangkan teknologi elektromedik untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Adapun tujuan lainnya yang lebih spesifik adalah:

a. Meningkatkan profesionalisme guna mencapai persyaratan keamanan, kemanfaatan alat elektromedis, dan mutu. Tujuannya untuk melindungi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

b. Menyatukan berbagai potensi elektromedis Indonesia. Tidak hanya itu, gunanya adalah untuk meningkatkan kehormatan diri, harkat, dan martabat profesi elektromedis.

c. Mengembangkan ilmu teknologi dan pengetahuan serta menambah derajat kesehatan rakyat Indonesia. Tujuannya untuk mencapai masyarakat sehat dan sejahtera.

d. Tercapainya tertib administrasi, tertib organisasi, dan peraturan serta capaian untuk meningkatkan kompetensi serta etika profesi. Hal ini dengan terbangunnya sistem komunikasi yang efektif.

e. Terjalinnya kemitraan yang bersifat positif antar anggota.

Kelima tujuan tersebut akan tercapai apabila sesama anggota memupuk semangat kekeluargaan supaya berkepribadian dan berbudi luhur.

Tidak hanya itu, harapannya adalah untuk memiliki daya guna tinggi serta menaati kode etik profesi ini. Bahkan juga meningkatkan peran para cendikiawan yang profesional, aktual, kompeten, serta terpercaya.

Hubungan profesionalisme tetap terjalin dari berbagai pihak untuk menyejahterakan anggota dan masyarakat.


Logo Ikatemi

sejarah ikatemi
Logo ikatemi (e-learning Kemenkes)


Syarat Menjadi Anggota Ikatemi

Sama halnya dengan organisasi lainnya, Ikatemi pun memiliki persyaratan khusus bagi orang-orang yang ingin menjadi bagiannya.

organisatoris lainnya baca: Organisasi IKATEMI dan IROPIN: 2 Fokus Kerja

Sesuai dengan prinsip organisasi bahwa organisasi terbentuk atas persamaan visi dan misi oleh dua orang atau lebih, demikian halnya dengan ikatemi.

Jadi syarat paling dasar untuk menjadi anggota adalah lulusan elektromedis atau bekerja di bidang elektromedis. Kemudian untuk memiliki pendapatan agar organisasi tetap berjalan, maka anggota wajib membayar pendaftaran.


Selain itu juga hal-hal yang berkaitan dengan sumbangan untuk kas dan lainnya sangat penting untuk kelanjutan operasional organisasi.

Untuk lebih lengkapnya maka syarat administrasi meliputi:

– Mengisi form pendaftaran

– Melampirkan fotokopi ijazah (minimal D3 elektromedis)

– Menandatangani PAKTA Integritas

– Membayar biaya registrasi Rp 500.000 yang berlaku untuk keanggotaan selama lima tahun.

– Mengajukan pendaftaran ke DPD sesuai dengan wilayah lokasi kerja.

Untuk lebih jelasnya sebaiknya dapat mengecek website ikatemi dengan kategori masing-masing wilayah.


Lingkup Kerja Elektromedis

sejarah ikatemi
Ruang lingkup kerja Ikatemi (hantaran.co)

Sejarah Ikatemi mengantarnya pada lingkup kerja yang saat ini melekat di hati masyarakat. Tanggung jawab mereka tidaklah main-main.

Sebagai elektromedis, mereka harus menjamin adanya pelayanan kesehatan yang siap pakai. Jadi semua alat kesehatan harus layak dan memiliki tingkat akurasi dan keamanan terstandar.

Selain itu, mutu dari peralatan tersebut juga harus baik. Mereka sebagai elektromedis menanggung jawabi semua sarana pelayanan kesehatan mulai dari puskesmas hingga Rumah Sakit.

Manapun pelayanan kesehatan yang menggunakan teknologi sederhana hingga tinggi, maka fasilitas tersebut membutuhkan elektromedis.

Mereka memiliki tugas berjenjang mulai dari mengelola, melaksanakan, meneliti, serta menyuluh dan melatih orang-orang terkait alat kedokteran maupun alat kesehatan.

Mereka bertugas untuk melaksanakan operasi alat kesehatan maupun kedokteran, memelihara peralatan tersebut serta melakukan perbaikan maupun pengecekan kasus terhadap alat kesehatan.

Bagi mereka yang merupakan lulusan elektromedik, maka mereka dapat menjadi seorang ahli diagnosa sonografi medik, manager layanan medis dan kesehatan,

spesialis kesehatan dan keamanan kerja, teknisi rekam medis, ahli teknologi laboratorium klinis dan medis, ahli kesehatan dan keselamatan kerja, dan koordinator pelayanan kesehatan.

Jadi sungguh banyak sekali ruang lingkup dari profesi elektromedis. Tentu saja di masa mendatang profesi ini akan sangat dibutuhkan terutama dengan maraknya penggunaan teknologi untuk kesehatan.

Jurusan Terkait

Bagi kalian yang ingin mengetahui jurusan-jurusan terkait profesi ini, maka sebaiknya membaca artikel ini hingga akhir.

a. Manajemen pelayanan rumah sakit

Apa hubungan jurusan ini dengan profesi elektromedis? Justru jika ingin menggeluti profesi elektromedis, maka jangan lupakan jika jurusan ini membawa kita ke sana.

Tidak hanya mempelajari mengenai rekam medik, namun kita juga akan mempelajari mengenai administrasi yang ada. Bahkan industri farmasi di rumah sakit maupun asuransi juga menjadi wewenang dan pelajaran di jurusan ini.

Bagi siapapun yang berminat menjadi manager rumah sakit, maka persiapkan dengan mempelajari berbagai pelajaran dalam jurusan ini.

b. Rekam Medis (Manajemen informasi kesehatan)

Bagi kalian yang menyukai kearsipan, maka boleh mengambil jurusan ini. Apa kaitannya dengan elektromedis? tentu saja ada.

Rekam medis merupakan dokumen mengenai catatan identitas pasien serta tindakan dan pelayanan lain bagi pasien. Di jurusan ini kita akan mempelajari bagaimana membaca hasil dari suatu alat medis termasuk mencatat, melapor, mengumpulkan, mendaftarkan, hingga mengisi rekam medis.

Bahkan analisa pun masuk dalam rekam medis guna membantu menegakkan diagnosa pasien agar mendapat penanganan yang tepat.

Kita akan belajar juga pengkodean terkait suatu penyakit maupun tindakan terhadap pasien dalam kode internasional.

c. Teknik Biomedik

Jurusan ini juga menunjang elektromedik dalam hal merekayasa sesuatu. Rekayasa genetika dan lainnya dalam hal kimia, fisika, dan biologi akan dipelajari di sini.

Di jurusan ini kita akan berusaha mendesain hingga memecahkan masalah ilmu medis serta biologis. Tidak hanya itu, beberapa elemen teknik serta kedokteran juga dipelajari di sini.

Teknik-teknik dasar seperti ilmu dasar elektronik hingga komputer anatomi tubuh akan dibahas di sini. Instrumentasi juga terdapat di sini. Rekayasa-rekayasa tersebut akan mempengaruhi inovasi kesehatan di masa depan.

Elektromedis di Masyarakat

Jenis pekerjaan atau profesi elektromedis memang masih cukup asing di masyarakat. Sebagian masyarakat belum tentu mengetahui jurusan dan institusi pendidikannya.

Padahal profesi elektromedis telah tercantum di PP Nomor 32 mengenai Tenaga Kesehatan. Dalam bab II pasal 2 ayat 8 mengenai jenis-jenis tenaga kesehatan, “Tenaga keteknisian medis meliputi radiografer, radioterapis, teknisi gigi, teknisi elektromedis, analis kesehatan, refraksionis optisien, otorik prostetik, teknisi transfusi dan perekam medis”.

Walaupun telah terkandung dalam PP, jumlah tenaga elektromedis di negara ini masih sangat minim bahkan langka. Di tahun 2011 perkiraan hanya 5000 orang di seluruh Indonesia yang menggeluti profesi ini.

Kondisi yang minim ini juga akibat tidak adanya jumlah institusi pendidikan yang mendukung. Serta minat masyarakat untuk mempelajari profesi ini sangat rendah.

Di Indonesia, pendidikan elektromedis hanya ada di beberapa provinsi seperti Banda Aceh dengan satu institusi, Medan dengan satu Institusi, Padang dan Ujung Pandang dengan satu Institusi, Jakarta, Surabaya, dan Semarang dengan dua Institusi, dan Yogyakarta dengan satu institusi.

Bahkan status institusi negeri pun hanya dua yaitu di jakarta serta Surabaya. Yang lainnya adalah institusi swasta. Dari seluruh institusi tersebut, mencetak 300 calon elektromedis setiap tahun.

Namun tentu saja tidak semua dari mereka lantas benar-benar menjadi elektromedis. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya bekerja lintas sektor karena minimnya lowongan pekerjaan di tempat mereka.

Indonesia membutuhkan sebanyak 8000 elektromedis bagi pelayanan kesehatan dan rumah sakit. Sayangnya jumlah ini masih jauh dari harapan.

Terkadang lowongan tersebut hanya terdapat di kota-kota besar dan sebagainya. Bagi para orangtua hendaknya mereka mendapatkan edukasi terkait peluang kerja elektromedis.

Indonesia masih kekurangan elektromedis untuk bekerja di Rumah Sakit Negeri maupun Swasta. Rumah Sakit Negeri akan membuka lowongan melalui CPNS.

Minimnya peminat tentu saja akan semakin mempermudah seseorang untuk menjadi PNS di bidang ini. Umumnya mereka yang mendaftar adalah yang berasal dari luar Jawa.

Jadi jika saja orang tua dan anak-anak jaman sekarang mau lebih cepat mencari informasi, begitu banyak pula rumah sakit swasta yang membutuhkan elektromedis.

Penutup

Sejarah ikatemi dan perkembangannya dari waktu ke waktu membuat kita menyadari seberapa besar peluang dari profesi ini.

Hendaknya terdapat iklan ataupun penjelasan terkait profesi ini di masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang memahami profesi ini, maka mereka akan berpotensi tertarik menjadi elektromedis.

Pemaparan-pemaparan mengenai prospek kerja, serta tidak menakut-nakuti dengan pembelajaran yang berat akan membuat generasi muda tertarik mempelajarinya.

Adapun upaya pemerintah dalam hal ini hendaknya adalah dengan membuka lowongan beasiswa bagi calon siswa elektromedis.

Berbagai upaya memang harus dilakukan guna mencapai target sebanyak 8000 elektromedis di masa yang akan datang. Jadi tidak hanya jurusan medis tertentu yang kaya akan calon mahasiswa, namun elektromedis pun memegang kendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *