Unsur utama tari cenderung sering terabaikan. Padahal untuk membentuk sebuah tarian yang bermakna dan indah, segala unsur harus terpenuhi. Unsur-unsur tari akan berbeda-beda tergantung jenis tariannya. Tika – organisasi.co.id
Tari-tarian tak hanya sebuah seni namun juga sebuah simbol atau sarana berkomunikasi. Tidak heran jika di balik sebuah tarian, terseret cerita sejarah yang tak lekang oleh waktu.
Sebelum beranjak mempelajari unsur dalam tari, sebaiknya mengetahui dulu pengertian tari. tari adalah sebuah seni gerak tubuh.
orang yang melakukannya disebut penari dan mereka bergerak sesuai ritme. Tujuannya untuk mengekspresikan pikiran, niat, dan juga perasaan.
Organisatoris lain baca ini : Tari Yapong Dan Remo: Asal Usul, Gerakan Dan Keunikan
Beberapa elemen dalam tari adalah tubuh, rasa, dan ritme.
Unsur Utama Tari Dan Jenisnya

Setiap daerah memiliki gerakan tari yang berbeda. Di jaman modern seperti saat ini, tarian justru mengalami berbagai inovasi mulai dari kontemporer hingga modern.
Semua itu sedikit mengubah makna dan pengertian mengenai tari yang mulanya hanya mengacu pada tiga elemen tersebut.
Pengertian Tari

Dalam sebuah sumber menyebutkan jika tari merupakan dorongan perasaan manusia. Di dalam diri manusia tersebut rasa itu mendesak manusia mencari bentuk-bentuk berupa ekspresi. Bentuk-bentuk tersebut kemudian diaplikasikan dalam bentuk gerakan ritmis.
Tari menurut Corrie Hartong adalah gerakan yang berirama dalam ruangan. Ada pula yang menyebut tari sebagai gerakan tubuh sesuai irama.
Apa sebenarnya tari itu? Sebagian juga berpendapat jika ia merupakan ekspresi jiwa manusia. Ia dapat memicu adanya rangsangan.
Di sinilah makna dari ekspresi jiwa mengacu pada rangsangan emosional beserta kemauan.
Dalam sebuah tarian, musik akan mengatur gerakan para penari untuk membantunya menyampaikan pesan.
Gerakan dalam tari mengandung estetika yang ekspresif walaupun tidak realistis.
Sejarah Perkembangan Tari

Sebuah seni apapun itu tentu mengalami perkembangan dari masa ke masa. Khusus pada kesenian tari, perkembangan musik yang menyertai akan mempengaruhi gerakan tari.
Tidak hanya itu, makna tarian yang relatif dekat dengan kehidupan sehari-hari akan mengikuti kebiasaan baru masyarakat.
Sebelum memasuki tari modern, terdapat beberapa perkembangan tari. Mulai dari tradisional, kontemporer, hingga kreasi modern.
perkembangan seni tari di Indonesia, mulai dari jaman prasejarah, lanjut dengan jaman Indonesia hindu, Islam, hingga jaman penjajahan dan setelah merdeka.
Zaman Prasejarah
Zaman Prasejarah, zaman ini merupakan masa sebelum kerajaan di Indonesia lahir. Kekuatan magis dari tari menjadi kepercayaan setiap insan.
Dengan tarian, hujan dan kesuburan dapat tercapai. Tak heran ada pula tari Kebangkitan, tari Eksorsisme, tari Perang, hingga tari Perburuan.
Dalam perwujudan dan bentuknya tarian tersebut akan menirukan gerak alam di lingkungan. Sifat gerakannya adalah imitatif.
Zaman Indonesia Hindu
Pada masa ini, seni tari dipengaruhi oleh kebudayaan India. Contohnya adalah tari-tarian adat dan keagamaan. Tarian tersebut lambat laun menjadi sempurna sebagai tarian klasik.
Jenis tarian pada masa ini memiliki karakteristik yang tinggi. Contohnya adalah wayang topeng dan wayang wong.
Zaman Indonesia Islam
Pemeran tarian pada jaman ini adalah orang-orang dari luar Arab yakni Ethiopia, Sudan, dan lainnya.
Mereka menari saat hari raya dan hari-hari gembira lainnya. Pada jaman Kesunanan dan kesultanan, tarian berkembang sangat baik.
Zaman Penjajahan
Sangat tidak berkembang seni tari pada jaman ini.
Zaman Setelah Merdeka Hingga Sekarang
Tarian lebih berfungsi untuk keagamaan dan hiburan. Oleh sebab itu munculah inovasi dan kreasi-kreasi baru pada seni tari klasik.
Tarian modern kemudian muncul dari tarian tradisional dan lebih mengutamakan irama gerak dan keindahan.
Berbeda dengan jaman-jaman sebelumnya, saat ini begitu banyak gaya tarian muncul.
Jenis-Jenis Tari

Memasuki masa demi masa, jenis-jenis tari pun ikut mengalami perkembangan. Adapun pembagiannya antara lain:
a. Tari Tradisional
merupakan sebuah tarian dari suatu daerah dan tarian tersebut bersifat diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Akhirnya tari tersebut menjadi budaya.
Terkandung nilai-nilai filosofis dalam masa tarian ini seperti nilai kepahlawanan, agama, hingga lainnya.
Tarian tradisional masih akan mengalami pembagian menjadi tari klasik serta tari rakyat. Adapun tari rakyat kini telah berkembang di masyarakat.
Ia merupakan simbol kebahagiaan masyarakat dan tentunya tidak memiliki aturan baku pada gerakannya.
Berbeda halnya dengan tari klasik. Ia berasal dari kaum bangsawan sehingga berkembang hanya di lingkungan atas. Jenis tarian tradisional ini memiliki aturan standar yang tertulis.
b. Tari Kontemporer
Adalah jenis tarian yang berkembang tanpa adanya pengaruh unsur-unsur seni tradisional. Iringan musiknya lebih modern serta memiliki koreografi yang unik.
c. Tari Kreasi Baru
Merupakan sebuah pembagian dari seni tradisional. Oleh sebab itu gerakannya merupakan gabungan dari jenis tarian lainnya.
Tari kreasi dapat menjadi tari ritual untuk upacara keagamaan serta jenis upacara lainnya. Tarian ini masih terbagi lagi menjadi tradisional dan non tradisional.
Tari kreasi baru yang berasal dari tarian non tradisional merupakan jenis tarian yang tidak mendapat arahan dari tarian tradisional.
Akan tetapi jenis ini memakai aturan sesuai tema. Lain halnya dengan tari kreasi tradisional yang memiliki pola tarian dari aturan tarian tradisional.
Unsur Utama Dalam Tari

Saat seseorang menari, apa saja bagian penting sebagai unsur dan syarat sebuah tarian. Kajian ini menjadi penting. Terdapat tiga unsur utama dalam seni tari. Mereka adalah:
Wiraga
Arti dari wiraga adalah raga yang mana para penari harus mampu menonjolkan gerak tubuh mereka.
Organisatoris lain baca ini: Sejarah Ikatemi: Tujuan Pendirian, Logo Dan Syarat Menjadi Anggota
Menurut Dwi Maryani, wiraga erat kaitannya dengan hafalan koreografi. Para penari harus memiliki wirasa kemampuan dan keterampilan untuk menunjukkan setiap detail gerakan. Pada setiap melakukan tarian.
Para penari harus menguasai beragam teknik gerakan yang mana ketepatan waktu, gerakan, serta perubahan gerak perlu mendapat perhatian khusus.
Wirama
Unsur utama saat menari yang lain adalah Wirama. Memiliki arti irama.
Para penari harus memiliki penguasaan unsur gerakan yang sesuai dengan irama musik yang ada.
Jadi wirama adalah irama dari sebuah gerakan tari yang menggunakan iringan musik. Perlu melakukan koneksi antara penari dan pengiring musik.
Itulah yang akan membantu pesan dalam tari tersampaikan dengan baik kepada penonton.
Wirama juga berkaitan dengan emosi karena musik akan membangkitkan emosi seseorang. Musik sedih akan membuat penari dan penonton sedih, demikian sebaliknya.
Wirasa
Bagian yang tidak kala menariknya setiap gerakan tarian yaitu Wirasa.
Hal ini merupakan rasa dalam seni tari. Penari harus mampu menyampaikan pesan dalam gerak tari dan wirasa juga muncul dari gerakan tersebut.
Kunci untuk mendapatkan wirasa adalah frekuensi latihan yang mumpuni oleh pengiring musik serta penari.
Dalam sebuah sumber lainnya menjelaskan jika unsur atau elemen dalam tari adalah gerak, kostum, dan iringan.
Ragam gerakan menjadi elemen terpenting karena yang menjadi hal yang paling terlihat. Emosi dalam tarian harus nampak dan membangkitkan minat penonton.
Adapun bagian tubuh yang banyak digunakan untuk gerak adalah bagian atas, tengah, serta bawah meliputi mata, kepala, alis, dan lainnya.
Untuk bagian bawah adalah lengan, bahu, pinggul, dan sebagainya dan bagian bawah meliputi lutut dan kaki.
Lanjut pada elemen pakaian atau kostum, tentu harus sesuai dengan tema tarian. Tidak hanya itu, pakaian penari juga harus memiliki nilai estetika.
Elemen terakhir adalah iringan. Maksudnya adalah musik yang mengiringi dalam setiap pertunjukan tari.
Fungsi Seni Tari

Terdapat beberapa fungsi seni tari. Tidak hanya sebagai sarana keagamaan, ia juga merupakan sarana tontonan dan pergaulan.
Pada hakikatnya, sejak jaman dahulu, tari merupakan teknik berkomunikasi dengan Tuhan. Di Pulau Bali, kebiasaan ini masih berlangsung.
Mereka akan berkomunikasi dengan para leluhur melalui tarian.
Selanjutnya adalah dalam segi pergaulan, tari berfungsi untuk mengekspresikan diri terhadap keharmonisan masyarakat.
Manusia merupakan makhluk sosial dan mereka membutuhkan interaksi yang jelas.
Tari juga sebuah tontonan yang menyenangkan. Sebab itulah hampir setiap daerah memiliki jenis tariannya sendiri.
Gerakan-Gerakan Tari Sebagai Unsur
Terdapat beberapa jenis gerakan dalam tari seperti gerak murni yang memiliki tujuan untuk memperindah tarian.
gerakan ini tidak melambangkan apapun, contohnya adalah dengan memutar pergelangan kaki. Tidak hanya itu, menginjak kaki pun bukan bermakna tertentu.
Ada pula gerak maknawi yang memiiki niat dan pesan tertentu. Contohnya gerakan memperbesar syal pada tarian burung merak.
gerakan ini untuk mewakili gerakan seekor burung merak.
Gerakan-gerakan tersebut masih terbagi lagi berdasarkan jumlah penari. Pada gerak tunggal. segala gerakan dilakukan sendirian.
Baik pria maupun wanita yang melakukan gerak tunggal haruslah penari yang mampu menguasai seluruh gerakan dan percaya diri. Contohnya pada tarian Anom Gambier.
Ada pula gerakan berpasangan yang tidak harus berupa putera dan puteri. Gerakan keduanya belum tentu juga sama karena berlawanan arah.
gerakan berkelompok akan dilakukan oleh tiga atau lebih penari. Gerak masing-masing kelompok sulit disoroti karena adanya gerakan-gerakan prioritas.
Pada gerakan dasar dam tarian, terdapat beberapa dasar seperti:

Gerakan Kepala
Gerakan kepala pada penari merupakan unsur visual penting. Adapun istilah pada bagian ini adalah:
- Kedet yaitu gerakan kepala menarik dagu
- Gedug Angka Delapan yaitu gerakan kepala untuk fokus pada rotasi dagu dengan membentuk angka 8
- Gedug yaitu kepala tegak dengan gerak kiri dan kanan lateral
- Gilek yang mana gerak kepala membuat kurva di sudut kiri dan kanan bagian bawah
- Galier yaitu dagu menarik mundur ke tengah
- Godeg cangreud adalah gilek dengan gerakan kecil di akhir.
Gerakan Tangan
Tangan sebagai bagian penting saat melakukan tarian. Sehingga fragmen (elemen) dansa tersebut tidak bisa kita abaikan. Elemen gerakan tangan untuk dansa, yaitu:
- Tumpang Tali Tumpang adalah gerakan menggunakan kedua tangan yang disilangkan
- Lontang Lontang yaitu gerak tangan yang bergerak bergantian
- Gerakan sembah sebagai tanda hormat
- Kiri atau Kanan Capang adalah menggerakkan tangan dengan melipat salah satu tangan
- Ukeul yaitu pergerakan pergelangan tangan berputar ke dalam dan ke lua
Gerakan Kaki
Bagian atau fragmen lain yang tidak terpisahkan saat dansa adalah kaki. Gerakannya tidak boleh asal bergerak, namun harus memiliki irama. Tempo dan keserasian dengan wiraga, wirama dan wirasa bersinergi.
Yang harus menjadi pengetahuan mengenai gerak kaki saat menari adalah:
- Duduk Deki yaitu kedua kaki di lipat ke dalam
- Sirig adalah gerakan kaki-kaki menggoyangkan kedua kaki bersamaan
- Seser merupakan gerakan tarian kaki digeser ke kanan atau kiri
- Mincid merupakan gerakan gabungan antara gerakan kepala, tangan, dan kaki bersamaan.
Dari sekian banyak bahasan mengenai tari, saatnya untuk berusaha melestarikan tari yang ada di Indonesia.
Tidak hanya sebagai budaya, tari juga dapat menjadi sebuah olahraga yang cantik namun membakar banyak kalori.
Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi kita dan juga generasi-generasi mendatang.
