Makna dari kata profit
Makna kata profit (Foto: lifepal.co.id)

Profit: Arti, Istilah dalam Organisasi

Diposting pada

Profit, adalah salah satu istilah bagi seseorang yang berkecimpung dalam dunia usaha. Dengan menggunakan strategi marketing, mereka bisa mendapatkan keuntungan secara bersih dari hasil penjualan barang atau jasanya. Lalu, apa arti istilah dalam organisasi tersebut?

Ayu Maesaroh – organisasi.co.id

Hai para organisator, bagaimana keadaan kalian hari ini? Semoga terus mendapatkan kesehatan agar tetap menjadi gegerasi produktif walau berada di era pandemi seperti ini.

Dan semoga pandemi yang terus melanda di belahan dunia, bisa terselesaikan dan tidak ada lagi virus yang demikian. Sehingga kita bisa melakukan berbagai aktifitas pada umumnya.

Nah, berbicara masalah produktif, siapa sih yang tidak mau menjadi generasi muda dengan gelimang harta, lalu bisa bersedekah, membantu sesama yang sedang mengalami musibah.

Pasti kan ya. Dengan teknologi yang ada, membuat kita bisa lebih mudah dalam mencari jalan agar kita bisa lebih sukses dari sebelumnya.

Namun memang perlu adanya kerja keras dan kegigihan, untuk bisa mewujudkan apa yang kita impikan. Seperti contohnya adalah berwirausaha, yang kemudian lambat laun mendapatkan laba atau yang sering dikenal dengan profit.

Tapi sebenarnya, apa sih arti dari istilah tersebut? Berikut beberapa ulasannya.

Pengertian Profit dari Beberapa Pakar

Profit menurut para ahli
Pengertian profit (Foto: integra.my.id)

Istilah tersebut memiliki arti sebagai hasil laba bersih dari penjualan yang seorang pebisnis lakukan. Biasanya sudah terkurangkan dengan biaya untuk memutar modal lagi.

Organisatoris lain baca ini: HAKTI ( Organisasi Kesehatan): Sejarah Berdiri, Tujuan

Beberapa pembayaran yang harus terbayarkan, dan lainnya. Jika sudah, sisanya terkenal dengan istilah tersebut.

Namun, beberapa pakar pun mempunyai arti sendiri tentang hal tersebut. Berikut gagasannya:

Menurut Hasen dan Mowen

Beliau mengatakan bahwa keuntungan atau laba, merupakan hasil dari berbagai pengurangan beberapa biaya, seperti pajak, bunga, biaya riset, lalu biaya untuk mengembangkan perusahaan.

Dalam penyajiannya, laba ini harus ada pelaporan antara laba rugi dan untung, serta jumlah modal yang menjadi awalan perusahaan.

Horngren

Adapun pendapat para ahli lainnya yakni Horngren, mengatakan, bahwa laba adalah kelebihan hasil dari total modal yang terencana.

Beliau juga mengatakan bahwa laba, hampir sama dengan pendapatan bersih atau net earnings.

Darsono serta Ari Purwanti

Keduanya sepakat berpendapat bahwa, laba merupakan sebuah predikat prestasi dari karyawan atas sebuah perusahaan, dalam bentuk uang.

Yang mana uang laba tersebut sudah dikurangkan dengan beban yang ada, yang menjadi tanggungjawab perusahaan.

Kuswadi

Menurut beliau sendiri, mengartikan sebuah laba adalah, keuntungan yang di dapat, lalu dikurangi dengan beban biaya yang ada.

Itulah beberapa pendapat dari berbagai pandangan para ahli, yang bisa menjadi referensi.


Cara Menghitung Profit Sebuah Perusahaan

Cara hitung profit perusahaan (Foto: systemever.co.id)

Dan ketika kita mulai berbisnis, serta mulai menemukan titik terang kita dengan mendapatkan keuntungan yang ada, lalu pendapatan kita meledak, tidak seperti biasanya.

Seketika hal tersebut membuat kita menjadi bangga hati, dan mulai berpikir untuk memperluas perusahaan dan sebagainya.

Tapi, ada hal yang juga kadang terlupakan oleh kebanyakan orang sebelum memikirkan hal tersebut. Ialah memperhitungkan berapa besar pendapatan bersih dari perusahaan.

Yang mana mungkin pendapatan tersebut bisa terakomodasi dengan kepentingan atau rencana yang menjadi tujuan dari perusahaan.

Oleh karenanya, ada beberapa cara menghitung laba dari penjualan produk perusahaan. Antara lain:

Identifikasi Item Biaya Produksi

Dalam perusahaan entah kecil ataupun besar, pasti ada beban biaya produksi yang harus segera terselesaikan, agar nantinya tidak menjadi tumpukan masalah yang tiada henti.

Oleh karena itu, lead daripada perusahaan harus mengerti bahwa biaya produksi yang harus termanage dengan baik ada dua macam. Yang pertama adalah biaya produksi secara tetap. Contohnya adalah biaya karyawan, sewa gedung, dan sebagainya.


Lalu yang kedua, adalah biaya variabel. Untuk biaya ini bisa tersebutkan lebih luas. Hal tersebut merujuk kepada penentuan dari pengorbanan sektor ekonomi yang terukur sedemikian rupa.

Contohnya adalah harga dari produk yang terjual ke pasaran, dan sebagainya.

Laporan Laba-Rugi

Keduai komponen ini sangat penting, terkait dengan perkembangan daripada perusahaan yang berjalan. Serta tindakan apa yang akan terlaksana setelah mengetahui hal tersebut.

Dan untuk menghitung daripada hasil laba-rugi perusahaan, ada rumus sederhana yang bisa kita pakai, ialah:

Laba bersih= laba kotor – beban usaha

Selain beberapa hal yang termaksud, dari rumusan ini kita bisa menetapkan harga yang ideal dari produk kita kepada konsumen nantinya.

Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan)

Tujuan dari menghitung HPP ini, juga memberikan gambaran yang ideal kepada pengusaha tentang berapa harga yang pas serta ideal dari penjualan barang kepada konsumen.

Juga melihat dari perhitungan untuk biaya lain-lain seperti biaya gaji karyawan, biaya produksi yang dikeluarkan dan sebagainya.

Untuk menghitung HPP ini ada rumusnya, ialah:

HPP= harga bahan baku yang dipakai + total biaya produksi + saldo akhir modal perusahaan.

Untuk menghitung total biaya produksi, rumusnya adalah BTKL + overhead dari pabrik.

Menghitung saldo akhir perusahaan, adalah: Saldo awal untuk modal – saldo akhir dari modal perusahaan.

Setelah kalian menghitung keduanya, maka masukkan hasil tersebut ke rumus menghitung HPP perusahaan kalian.

Mengidentifikasi Saldo Awal dan Saldo Akhir

Untuk keduanya ini kalian harus memperhitungkan terlebih dahulu dari sisi saldo awal untuk bahan baku. Saldo awal ini terbagi atas dua jenis, yakni untuk persediaan bulanan, dan persediaan tahunan.

Jadi kalian harus menghitung terlebih dahulu saldo persediaan untuk bulanan berapa, dan untuk tahunan berapa. Yang kemudian di make sure sedemikian rupa.

Perlu diingat, saldo awal periode sama dengan saldo akhir periode sebelumnya, dengan secara global. Atau untuk lebih mudahnya, kalian bisa melihat dari neraca yang sudah terancang sedemikian rupa oleh management.

Menghitung Penjualan Bersih / Keuntungan Bersih

Yang terakhir adalah menghitung dari keuntungan bersih yang perusahaan dapatkan. perlu diingat bahwa dalam mencari keuntungan bersih atau penjualan bersih ini, kalian harus menggunakan rumusnya.

Dan dari penjualan bersih ini terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat akan menghitungnya. Beberapa faktor tersebut antara lain:

  • Penjualan Kotor
  • Return
  • Potongan penjualan
  • Penjualan bersih

Itulah beberapa cara yang bisa kalian pakai dalam mengidentifikasikan laba bersih atau keuntungan bersih dari usaha kalian, yang mana bisa kalian aplikasikan dengan mudah.


Istilah Profit dan Noprofit Dalam Organisasi

Terlepas dari hal tersebut, apakah kalian pernah dengar istilah perusahaan ‘profit’ dan perusahaan ‘non profit’? Apa bedanya ya?

Mungkin dari kita sering salah sangka bahwasannya kedua istilah tersebut memang sama berlakunya pada sebuah perusahaan.

Tapi siapa sangka ternyata kedua jenis istilah tersebut adalah hal yang berbeda, bahkan pada jenis perusahaannya pun berbeda.

Terutama pada tujuan daripada perusahaan. Untuk perusahaan berprofit, mereka akan mementingkan keuntungan yang mereka dapat, serta memperhatikan beberapa pembiayaan lain, seperti karyawan, sewa gedung, dan sebagainya.

Organisatoris lain baca ini: Juri Pencak Silat: Jumlah Dan Aturan Permainan

Sementara untuk perusahaan yang nonprofit ini, mereka melakukan berbagai kegiatan perdagangan barang dan lainnya, untuk membiayai sebuah misi yang mereka canangkan, dan bukan karena keinginan pribadi.

Sehingga, nantinya laba tersebutlah yang akan menggerakkan mereka untuk bisa mewujudkan visi misi yang mereka rencanakan. Contohnya seperti LSM, dan sebagainya.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa ulasan mengenai perusahaan berprofit dan nonprofit:


Organisasi Profit Adalah

Sesuai dengan apa yang tadi sudah disinggung sebelumnya. Organisasi ini adalah organisasi yang mengedepankan pendapatan laba bersih, atas penjualan barang yang ada.

Kemudian untuk mendapatkan pendapatan secara bersih juga mempunyai rumus tersendiri, yang mana ada seorang manager yang mengurusi hal tersebut.

Dan tujuan daripada organisasi berprofit ini, adalah memenuhi kepentingan pribadi, yakni pendapatan bersih untuk pribadi, bukan untuk kepentingan publik.

Contoh beberapa organisasi yang berprofit seperti PT, CV, Home Industri, dan sejenisnya. Yang mana ada target tersendiri bagi mereka, dengan menggunakan cara tertentu.


Organisasi Non Profit Adalah

Yang selanjutnya adalah organisasi nonprofit. Organisasi ini berbanding terbalik dengan organisasi sebelumnya. Mereka mempunyai tujuan juga, namun fokus dari tujuan organisasi tersebut berbeda.

Pasalnya laba yang organisasi tersebut dapatkan bukan untuk kepentingan pribadi. Melainkan untuk kepentingan publik, seperti misalnya menambah fasilitas publik, dan sebagainya.

Atau seperti membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah yang mereka alami, terutama pada sektor perekonomian.

Contoh konkretnya adalah LSM atau Lembaga Swadaya Masyarakat, yang mana mereka mempunyai salah satu fokus kerja, yang membantu masyarakat dalam masalah perekonomiannya.

Perbedaan Organisasi Profit dan Non Profit secara Umum

Karakteristik organisasi laba dan nirlaba (Foto: tedas.id)

Adapun beberapa perbedaan lainnya secara general dari mulai pembiayaan dan sebagainya. Yang mana ternyata ada begitu banyak perbedaan yang bisa kita gali lebih dalam. Berikut listnya:

Sudut Pembiayaan

Biasanya untuk organisasi berbasis keuntungan, mereka biasanya mendapatkan modal dari hasil para investor yang ingin berinvestasi, lalu kemudian hasil dari laba yang di dapat, akan dibagikan ke beberapa investor lainnya.

Biasanya untuk jumlahnya, sesuai dengan kebutuhan dari organisasi tersebut.

Organisatoris lain baca ini: Snorkeling dan Diving: Pengertian Hingga 3 Perbedaan

Hal ini berbanding terbalik dengan organisasi nonprofit, yang mana biasanya organisasi ini menjadi bagian dari sebuah yayasan. Karena untuk alur dari pembiayaan serta modal, biasanya mereka dapatkan dari yayasan yang menaungi.

Atau dari bantuan pemerintah, guna melaksanakan berbagai tujuan dan kegiatan yang ada.

Pembentukan Tim

Organisasi dengan fokus laba, mereka akan merekrut para karyawan atau staff dengan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan.

Dan mereka pun memiliki kriteria masing-masing, agar bisa menyamakan dengan kebutuhan jabatan di perusahaan tersebut.

Untuk Organisasi nonprofit sendiri, mereka lebih mengandalkan para relawan, yang mau dan ikut untuk melaksanakan kegiatan yang sudah terencana sedemikian rupa.

Karakteristik Customer

Organisasi dengan fokus laba, mereka sudah dari awal menargetkan karakteristik customer yang seperti apa. Hal tersebut nantinya memudahkan mereka untuk melakukan pemasaran secara luas.

Sedangkan organisasi nonprofit sendiri, mereka hanya berfokus pada masyarakat luas yang mau dan melaksanakan misi yang mereka canangkan kepada mereka. Sehingga nantinya keuntungan yang didapat, akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

Penutup

Itulah beberapa pembahasan mengenai berbagai organisasi profit dan tidak. Yang mana ternyata dari pembahasan tersebut, kita bisa lebih mengerti apa yang menjadi titik poin dari keduanya, serta mindset yang digunakan.

Kemudian kita juga bisa lebih paham mengenai bagaimana caranya untuk kita bisa menghitung keuntungan perusahaan secara bersih, tanpa adanya tanggungan biaya apapun.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka

  1. https://www.simulasikredit.com
  2. https://zahiraccounting.com
  3. https://sarjanaekonomi.co.id
  4. https://id.wikipedia.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *