Ciri Khas Zaman Logam: Definisi dan 7 Peninggalan Kebudayaan

ciri khas zaman logam
zaman logam (sejarahlengkap.com)

Manusia semakin lama menuju peradaban yang lebih baik. Salah satu tanda peradaban maju adalah zaman logam. Ciri dan karakteristik khas zaman logam salah satunya adalah terjadinya perkembangan pola pikir masyarakat.

Tika, Konsep Organisasi – organisasi.co.id

Bacaan Lainnya

Zaman Logam Adalah

Ciri khas zaman logam terletak pada peradaban dan kondisi masyarakat yang telah maju melebihi peradaban sebelumnya.

Alasannya bernama zaman logam adalah karena di zaman ini masyarakat telah mengetahui mengenai adanya logam.

Mereka juga memanfaatkan logam untuk membuat bermacam-macam alat yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Mau tidak mau mereka harus terus berinovasi.

Kebutuhan masyarakat semakin berkembang dan mereka sangat membutuhkan keterampilan di berbagai bidang. Kita dapat menyebut zaman ini sebagai undagi. Yakni ini adalah sebutan untuk para terampil yang terus mengolah logam.

Jika kita telusuri dan bandingkan, sebenarnya mengolah logam jauh lebih mudah daripada mengolah batu. Pengolahan logam adalah dengan memasukkannya ke api yang sangat panas hingga melebur lalu mencetaknya.

Sebenarnya pada zaman ini, kita mengenal adanya tiga pembagian yaitu zaman perunggu, zaman tembaga, dan juga zaman besi. Tidak heran di zaman ini kita memiliki peninggalan-peninggalan berupa ketiga jenis logam tersebut.

Ciri, Karakteristik Khas Zaman Logam

Pada zaman pertanian prasejarah
Konsep bertani pada zaman prasejarah (Foto: cerdika.com)

Ciri khas penting pada zaman logam adalah nampaknya kejayaan peradaban yang terbukti dari banyaknya peninggalan-peninggalan dengan bahan dasar dari logam.

Karakteristik yang nampak antara lain:

Banyaknya Pengrajin logam

Karena banyaknya kebutuhan masyarakat akan logam, mulailah muncul banyak pengrajin logam. Mereka membuat nekara, kapak corong, arca perunggu, cincin, gelang, candrasa, kalung, dan anting.

Perdagangan berkembang pesat

Terjadi kemajuan dalam bidang perdagangan mulai dari antarpulau hingga antarnegara di wilayah Asia Tenggara.

Akan tetapi mereka belum mengenal uang sehingga perdagangan masih menggunakan sistem barter.

Saling bertukar barang namun tentunya keduanya harus bernilai seimbang. Adapun contoh barang yang bernilai adalah moko, rempah-rempah, timah, manik-manik, dan kayu.

Perkembangan Pertanian yang Semakin Maju

Mereka tidak lagi menggunakan sistem ladang melainkan telah menggunakan sistem persawahan yang lebih efisien dan juga efektif.

Kemajuan Budaya

Salah satu kemajuan budaya yang terlihat di zaman logam adalah budaya mengubur mayat. Mereka mengenal dua cara mengubur mayat yaitu:

Cara langsung dengan memasukkan mayat ke dalam peti lalu menguburnya dengan atau tanpa menggunakan peti tersebut.

Kemudian cara tidak langsung dengan melakukan penguburan langsung terlebih dahulu barulah ketika mayat tersebut telah menjadi tulang, mereka mengambilnya dan meletakkannya di dalam tempayan atau kuburan batu.

Organisatoris lain baca ini: Organisasi Fungsional Tingkat Molekul: 2 Contoh Bagan

Apakah di Zaman Logam Sudah Ada Agama?

Berdasarkan catatan sejarah yang menerangkan bagaimana manusia di era logam membuat barang-barang untuk mayat, hal ini sebenarnya telah menunjukkan jika mereka memiliki kepercayaan terhadap orang yang sudah meninggal.

Mereka sangat menghargai roh yang telah tiada dan meyakini animisme dan dinamisme. Setiap benda memiliki rohnya masing-masing. Kurang lebih begitulah apa yang ada dalam zaman logam. Ciri khas dan karakteristik zaman logam yang amat kental adalah dari sisi kepercayaan mereka terhadap nenek moyang mereka.

Masyarakat juga yakin bila mereka berbuat baik maka mereka akan mendapatkan kebaikan. Mereka tau bahwa bumi dan seisinya ada yang mengatur. Itulah sebabnya ketika hujan tak kunjung datang merea akan mengadakan ritual. Sama halnya ketika hasil panen melimpah ruah mereka akan mengucap syukur.

Ciri Manusia Zaman Logam

Kondisi Organisasi Zaman Paleolitikum
Kondisi Organisasi Zaman Paleolitikum (Foto:ilmupedia.web.app)

Di masa ini, masyarakat Deutor Melayu dan Melayu Muda merupakan yang mendominasi. Mereka datang dari daratan Asia Tenggara dan mulai menyampaikan kebudayaan mereka di sini. Selain menguasai cara-cara pembuatan berbagai jenis barang dari perunggu, mereka juga menguasai cara bertani dengan metode basah.

Khusus bagi mereka yang menguasai teknik bertani basah, mereka berasal dari Vietnam yang kala itu bernama Dong Son. Jadi menurut sejarah, masyarakat Deutro Melayu adalah mereka yang menjadi nenek moyang suku Bugis, Bali, Madura, dan Jawa.

Tidak hanya itu, mereka yang merupakan suku Deutro Melayu juga berbaur dengan Melayu Mongoloid bahkan juga dengan penduduk Ausstro Melanesoid. Merek atersebar di Sulawesi, Sumba, Jawa, dan Timor. Ciri-ciri mereka adalah:

  • Proto Melayu berasal dari Tiongkok Selatan atau China. Lebih tepatnya di daerah Yunan.
  • Mereka masuk ek Indonesia di tahun 1500 hingga 500 sebelum Masehi.
  • Mereka sempat singgah di Dayak Mentawai, Nias, Toraja, dan Papua.
  • Memiliki kebudayaan zaman batu muda.

Jika kita melihat tampilan fisiknya, mereka memiliki kulit kekuningan dengan rambut yang lurus dan mata sipit.

Untuk masyarayak Deutro Melayu mereka berasal dari Indochina utara seperti Vietnam, Laos, dan Kamboja. Mereka memasuki Indonesia di tahun 500 sebelum Masehi. Suku yang menjadi keturunannya adalah Jawa, Sunda, Bugis, Minang, dan Makassar.

Masyarakat ini telah menguasai budaya logam dan mampu membuat berbagai peralatan dari besi maupun perunggu.

Cara Khas Bertahan Hidup Manusia Zaman Logam

Masa kian berganti. Demikian hari demi hari dan kemampuan manusia juga terus berkembang. Pengalaman hidup mereka menjadikan sebuah pelajaran penting untuk menjadi lebih baik.

Sebelum zaman logam, mereka mengenal beberapa zamn manusia purba mulai dari Paleolitikum, Mesolitikum, hingga Neolitikum. Adanya pembelajaran dari kerasnya hidup yang mereka alami membuat mereka mencoba untuk mencari solusi atas itu semua.

Masalah manusia jaman dulu adalah masalah tempat tinggal dan sumber makanan. Dulu mereka hanya mencari makanan yang tersedia di alam dan langsung memakannya. Mereka tidak berpikir jika suatu saat makanan itu habis lalu apa yang akan mereka lakukan.

Sampai pada akhirnya mereka mendapati jika mkanan di wilayah X telah habis dan memutuskan pindah ke wilayah Y. Namun masalah muncul saat wilayah Y telah berpenghuni hingga mereka saling bertengkar memperebutkan makanan.

Atas dasar inilah mereka mencoba bagaimana caranya menciptakan makanan. Manusia mengamati bagaimana tanaman tumbuh dan melakukan eksperimen dengan memperhatikan siklus hidup binatang. Dari sinilah mereka belajar dan sampailah di zaman logam.

Manusia pada masa logam telah mengenal sistem pertanian. Mereka mulai mmebudidayakan tanaman yang menjadi bahan pokok dan yang mudah tumbuh seperti gandum dan beberapa jenis sayur-sayuran.

Demikian pula dengan peternakan, mereka muylai memiliki hewan ternak dan memperbanyaknya. Jika membutuhkan suatu barang atau makanan yang tidak ada di tempat mereka, maka mereka akan melakukan barter dengan tempat lain. Sesederhana itu yang mereka kerjakan.

Akan tetapi kemampuan membuat bahan-bahan dari logam memiliki nilai yang jauh lebih tinggi dari sekedar menukar makanan. Adanya peralatan dari logam membantu pekerjaan orang lain menjadi lebih mudah. Sehingga nilainya akan jauh lebih tinggi dari seekor ayam.

Dari situlah mereka bertahan hidup. Tukar menukar barang dan kreativitas membuat hidup mereka semakin makmur. Tidak lantas membuat semua orang menjadi ahli logam, namun tentu saja semua memiliki keahliannya masing-masing. Ada yang ahli beternak, ahli bertanam, dan lainnya.

Semua saling melengkapi demi pemenuhan dan keberlangsungan hidup.

Organisatoris lain baca ini: Prinsip Ekologi Organik: Definisi dan 7 Cara Bertahan

Peninggalan Kebudayaan Zaman Logam

Setiap masa mempunyai ciri khas masing-masing. Ciri dan bentuk khas zaman logam dalam hal kebudayaan hadir melalui barang-barang yang mereka gunakan untuk bertahan hidup atau melakukan kegiatan spiritual. Barang-barang tersebut menjadi saksi keberadaan masa mereka di dunia ini.

Adapun peninggalan-peninggalan zaman logam antara lain:

a. Kapak Corong

Ciri khas yang paling awal adalah kapak corong. Nama lainnya adalah kapak sepatu. Ini merupakan alat mulia yang masyarakat gunakan di dalam upacara adat. Kita dapat menemukan penyebarannya (peninggalan) di Sulawesi Tengah, Bali, dan Sulawesi Selatan.

b. Arca Perunggu

Peninggalan berikutnya adalah Arca Perunggu.

Arca merupakan sebutan bagi patung namun dalam hal ini terbuat dari perunggu. Perlu kita ingat kembali bahwa zaman logam terdiri atas zaman perunggu, tembaga, dan besi.

Jadi Arca ini dapat berbentuk manusia atau hewan namun sesuai namanya yaitu Arca Perunggu, maka ia terbuat dari perunggu.

Bentuknya kecil dan memiliki cincin di bagian atas untuk menggantungnya. Kita dapat melihat peninggalan ini id wilayah Bangkinang Riau, Palembang yaitu Sumatera Selatan, dan Limbangan Bogor.

c. Bejana Perunggu

Kemudian adalagi hasil budaya prasejarah zaman logam. Yang menjadi cirinya adalah Bejana.

Semacam periuk namun lebih datar dan memiliki hiasan di sekitarnya dengan bentuk menyerupai huruf J. Kemungkinan besar dulu berfungsi untuk menadah air hujan.

Kita dapat menemukannya di tepi Danau Kerinci Sumatera serta di pinggiran Madura.

d. Candrasa

Alat ini adalah senjata mirip kapak namun bukan untuk berperang dan bertani.

Candrasa bukanlah alat yang kuat dan kokoh sehingga tidak cocok untuk bertani apalagi untuk berperang. Jadi gunanya hanya sebatas untuk kepentingan ritual saja. Kita dapat menemukannya di Bandung.

e. Nekara

Sebuah gederang berukuran sangat besar ini juga untuk melakukan ritual. Biasanya ia akan dipukul ketika terjadi kematian. Nekara akan mengiringi proses penguburan tersebut. Namun tidak hanya itu, nekara juga kerap menjadi genderang saat upacara memanggil hujan serta untuk berperang.

Ukuran nekara yang terbesar ada di Bali. Namanya adalah “The Moon of Pejeng”. Saat ini a berada di daerah Pejenh.

f. Moko

Mirip nekara namun ukurannya lebih kecil. Moko adalah benda pusaka milik kepala suku dan akan terus diwariskan pada anak laki-laki kepala suku. Tidak hanya itu, Moko juga menjadi mas kawin sehingga memang bernilai cukup tinggi. Banyak tempat di Indonesia yang menjadi penemuan Moko antara lain di Pulau Manggarai atau Flores dan Pulau Alor.

g. Perhiasan

Berbagai jenis perhiasan yang terbuat dari perunggu antara lain manik-manik, gelang, kalung, dan lainnya. Bahkan perhiasan ini juga turut dikubur ketika ada seseorang yang meninggal.

Jawa Timur dan Flores menjadi saksi benda-benda bersejarah tersebut. Dengan demikian kita dapat mengetahui bahwa beberapa perhiasan ini juga ada yang berfungsi sebagai peralatan perang. Untuk baju perang dari besi, manusia pada zaman ini telah memahami tata cara pembuatannya.

Penutup

Ciri khas zaman logam sangatlah banyak. Mulai dari cara hidup mereka yang telah beradab hingga peninggalan yang lebih variatif. Manusia pada masa ini telah mengenal sistem barter dan menghargai leluhur mereka. Mereka mengetahui jika dunia dan seisinya memiliki pusat pengontrol. Sebab itulah mereka melakukan ritual-ritual.

Adanya dewa-dewa dan pemahaman jika setiap benda memiliki nyawa tersendiri membuat mereka menghargai lingkungan dan sekitarnya. Tentunya perbaikan terus berlanjut hingga tiba menjadi zaman modern seperti saat ini. Peradaban manusia dan kebudayaannya masih akan terus berkembang.

Daftar Pustaka

Zaman Logam dan Alat-Alat yang Dihasilkannya, Simak di Sini!

Pos terkait