Memberikan motivasi dan juga ajakan-ajakan agar selalu mematuhi protokol kesehatan melalui sebuah pidato persuasif. Lalu bagaimana contoh pidato persuasif tersebut? Mari kita simak penjelasannya.Sri Damara, Komunikasi Organisasi – Organisasi.co.id
Contoh pidato persuasif adalah contoh pidato yang berupa bujukan atau ajakan kepada audiens (pendengar) untuk melakukan apa yang telah disampaikan oleh pemberi pidato.
Topik yang akan disampaikan sebaiknya ditulis agar bisa dijadikan sebagai konsep pidato. Sehingga apa yang akan disampaikan menjadi tertata dan memiliki alur yang jelas.
Dan yang paling terpenting adalah pemahaman si pemberi pidato atas topik yang akan disampaikan. Persiapkan materi pidato dengan matang dengan kata-kata ajakan yang mudah dipahami oleh audiens (pendengar).
Organisator lain baca ini: Pidato Gaya Santri; Mukadimah Terkeren dan Contoh Pidato
Cara untuk membujuk audiens

Terdapat 3 cara dalam membujuk atau pun mengajak audiens, yaitu:
- Etika, yaitu yang berkaitan dengan sopan santun.
- Emosi, yaitu yang berkaitan dengan perasaan pendengar (audiens).
- Logika, yaitu berupa suatu penjelasan yang masuk akal, sehingga pendengar (audiens) akan merasa yakin dan mempercayai isi pidato yang telah disampaikan.
Cara Menyampaikan contoh pidato persuasif
Struktur dari pidato persuasif sama halnya dengan struktur dari pidato manuskrip, ceramah, atau pun khutbah, yaitu:
Pembukaan
Pada bagian pembukaan (Mukadimah) berisi salam dan juga hormat kepada pendengar (audiens). Dan di segmen ini pemberi pidato akan memberitahukan topik pidato dengan semenarik mungkin. Baca lengkap pembukaan pidato ceramah Islam menarik.
Isi
Pada bagian isi pidato terdapat ide pokok dan juga argumen yang dapat meyakinkan audiens dengan menyertai data serta fakta.
Penutup
Pada bagian penutup berisi penyampaian beberapa kalimat penutup, hormat, dan juga salam yang disampaikan dengan cara yang mengesankan.
Efek Corona Dan Perilaku Remaja Milenial
Pandemi Covid-19 sebagai suatu fenomena yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia.
Pandemi ini secara langsung berimbas pada kondisi kesehatan, ekonomi dan juga menimbulkan berbagai macam permasalahan sosial pada masyarakat.
Menanggapi kasus tersebut, pemerintah mengharuskan seluruh masyarakat untuk bekerja dari rumah (work from home), belajar dari rumah (sekolah online/daring) dan melakukan ibadah dari rumah.
Bagi sebagian remaja milenial yang mengikuti aturan dari pemerintah, akan menjadikan momentum sekolah daring tersebut sebagai suatu sarana untuk menjalin hubungan harmonis bersama keluarga.
Namun bagi sebagian remaja yang lain akan merasakan kejenuhan, sehingga mengakibatkan terganggunya kondisi psikologis. Kondisi tersebut meliputi mudah mengalami stress, emosional dan dapat meningkatkan agresivitas.
kondisi tersebut dapat mengakibatkan beberapa kegiatan-kegiatan yang sangat merugikan, seperti tauran antar remaja, membuat gaduh dengan menghidupkan musik secara keras hingga pagi buta, melakukan balap liar, mengedarkan dan juga menggunakan narkoba, hingga melakukan seks bebas.
Perilaku tersebut tidak hanya meresahkan masyarakat, tapi juga dapat menyebabkan korban jiwa akibat perilaku yang menyimpang atau menjadi korban karena terpapar oleh virus covid-19 tersebut.
Perilaku menyimpang remaja di tengah pandemi covid-19 menandakan bahwa para remaja tersebut mengalami suatu kondisi disfungsi sosial.
Di masa pandemi ini tidak hanya membuat kesehatan masyarakat secara fisik terganggu, tapi juga menimbulkan berbagai penyakit sosial lainnya.
Dikarenakan ketidakmampuan remaja menahan diri untuk tetap berada di rumah mengakibatkan depresi sehingga cenderung melakukan hal-hal negatif untuk menyalurkannya.
Peran dan juga kontrol dari orangtua sangat dibutuhkan demi mencegah terjadinya perilaku menyimpang di kalangan para remaja.
Yaitu dengan cara memberikan perhatian dan waktu luang untuk menemani anak-anak dan melakukan aktifitas yang menyenangkan di rumah.
Selain itu, perlunya menjaga kesehatan dengan cara hidup sehat dan juga mengikuti protokol kesehatan, agar terhindar dari penyebaran virus covid-19.
Organisator lain baca ini: Perbedaan Khutbah Tabligh dan Dakwah
Efek Sosial Siswa Belajar Dari Rumah
Sejak kasus pandemi covid-19 merebak, para siswa mau tidak mau harus belajar secara jarak jauh (daring).
Hal tersebut menghasilkan efek sosial bagi para siswa. Hal ini tentunya menghasilkan beberapa efek bagi siswa, yaitu efek positif dan efek negatif.
Efek Positif
Efek sosial yang positif bagi siswa yang belajar dari rumah (daring) adalah:
- Siswa tersebut mempunyai waktu yang banyak di rumah bersama dengan keluarga.
- Menjadi lebih bervariasi dan juga fleksibel saat belajar di rumah, dibandingkan saat belajar di dalam kelas.
- Anak akan lebih peka dan mudah beradaptasi dengan adanya perubahan.
- Mau tidak mau harus bisa mengeksplorasi teknologi.
- Sebagian anak merasakan kenyamanan saat belajar dari rumah, karena tidak ada yang merisak mereka.
Efek negatif
Sedangkan efek negatif bagi siswa semenjak berlaku metode daring ini adalah:
- Anak beresiko mengalami putus sekolah karena terpaksa bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.
- Perbedaan akses dan juga kualitas belajar selama belajar daring menyebabkan menurunnya pencapaian dalam belajar.
- Keterbatasan memiliki perangkat penunjang belajar daring seperti smartphone, komputer/laptop dan kuota data internet.
- Anak beresiko ketinggalan materi pembelajaran.
- Anak atau siswa menjadi kurang bersosialisasi dengan teman-temannya.
Meme Lucu Anak Perbandingan Guru Dan Ibu
Belajar secara jarak jauh atau daring, menghasilkan banyak kejadian-kejadian lucu yang terjadi saat sedang menjalani pembelajaran tersebut.
Kejadian-kejadian tersebut menghasilkan sebuah kreativitas yang menghasilkan meme-meme yang lucu saat belajar daring.
Pindah ke rumah guru karena ibunya galak saat mengajar
Saat photo profil berubah menjadi anggota k-pop

Perbedaan emak-emak sebelum dan setelah pandemi
Curhatan anak-anak saat belajar daring dengan emaknya

Contoh Pidato Persuasif Tentang Belajar di Rumah
Pandemi covid-19 telah mengubah cara hidup setiap orang mulai dari bekerja dari rumah maupun belajar dari rumah.
Sebagian orang mungkin masih belum terbiasa dengan perubahan tersebut dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Untuk memberikan motivasi kepada masyarakat terutama anak-anak usia sekolah, dibutuhkan sosialisasi berupa pidato yang berisi ajakan untuk melakukan pola hidup sehat.
Berikut ini adalah salah satu contoh pidato persuasif tentang belajar di rumah:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Belajar merupakan modal pembelajaran bagi masa depan kita semua. Karena tanpa belajar, kita tidak akan bisa mendapatkan ilmu untuk bekal dalam menghadapi era globalisasi ini.
masa pandemi covid-19 ini banyak sekali kendala yang kita hadapi, termasuk kendala dalam belajar, terutama masalah penggunaan internet.
Saat pandemi melanda negeri kita, anak-anak belajar di rumah secara online. Tentu saja hal ini sedikit memberikan kendala bagi para siswa, guru dan juga orangtua dalam beradaptasi pada sistem pembelajaran yang baru ini.
Dan untuk menghadapi masalah di dalam belajar di rumah (daring) tersebut, pemerintah dalam hal ini Kemendikbud memberikan bantuan berupa kuota internet untuk membantu proses belajar mengajar siswa dari rumah.
Tentunya hal ini akan sangat membantu kita dalam proses belajar mengajar tersebut. Maka dalam hal ini, kita harus lebih bijak alam menggunakan kuota internet tersebut.
Pergunakanlah sesuai dengan kebutuhan, agar pembelajaran kita bisa lebih optimal. Selain itu, teman-teman harus mempergunakan waktu belajar dengan baik, absen tepat waktu, menyimak penjelasan guru melalui tugas kelas, dan juga mengerjakan tugas tepat waktu.
Mungkin kita semua memiliki sedikit masalah saat belajar online, namun itu semua berawal dari tidak ada niat dan rasa malas saja, kita semua pasti bisa semangat belajar.
Isi pidato persuasif:
Kita adalah anak-anak penerus bagi bangsa. Maka dari itu, gunakanlah waktu kita sebaik mungkin untuk belajar. Saya juga yakin teman-teman yang hadir disini semuanya pasti bisa belajar dengan baik di rumah secara online (daring) dengan baik, jika bisa mempergunakan waktu tersebut dengan baik. Dan selalu ingat bahwa kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kali.
Oleh sebab itu teman-teman semua, ayo selalu semangat belajar, marilah kita pergunakan waktu di rumah untuk meningkatkan bakat, skill, kemampuan, dan belajar secara maksimal. Jangan bermalas-malasan, dan juga menunda, kita tidak pernah tahu di masa depan tantangan seperti apa yang akan kita hadapi kelak.
Demikianlah pidato dari saya, semoga bisa memberikan motivasi buat kita semua dalam belajar online. Tetap semangat, tetap jaga jarak, jaga kesehatan, dan jangan lupa selalu berdoa kepada Allah SWT agar kita semua terhindar dari wabah dan juga agar wabah ini cepat berlalu.
Terima kasih atas perhatiannya, Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera.
Contoh Pidato Persuasif Tentang Belajar Pada Lingkungan Terbuka
Contoh pidato persuasif tentang belajar di lingkungan terbuka bertujuan agar para audiens termotivasi atas ajakan-ajakan untuk tetap melakukan pola hidup sehat, dan juga menjaga jarak.
Salah satu hal yang paling mudah untuk memberikan motivasi yaitu dengan cara berpidato. Setelah contoh pidato tentang belajar di rumah, berikut ini adalah contoh pidato persuasif tentang belajar pada lingkungan terbuka.
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk kita semua.
Pertama-tama kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rezeki, umur dan kesehatan kepada kita semua, sehingga kita bisa hadir di dalam majelis ini.
Isi pidato:
Pandemi yang melanda negeri kita ini merupakan suatu teguran dari Allah SWT untuk kita, agar kita selalu bersyukur atas setiap nikmatnya.
Karena pandemi ini kita bisa lebih dekat dengan keluarga, lebih banyak waktu bersama keluarga dan juga lebih menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar kita.
Kok bisa? Iya bisa..
Coba teman-teman renungkan sejenak, selama pandemi ini kita belajarnya dari rumah, bekerja dari rumah, semua di lakukan bersama di rumah. Dan tentu lebih banyak waktu bersama keluarga kan.
Mungkin sebelumnya kita kurang menjaga kebersihan, sekarang lebih rajin dalam hal bersih-bersih. Ini kenapa? Karena pandemi covid-19 mengharuskan kita untuk melakukan hal-hal tersebut untuk mencegah penularannya.
Teman-teman sekalian, pemerintah saat ini telah memberikan kelongggaran dengan kesempatan belajar di ruang terbuka. Yang berlaku pada wilayah yang memiliki zona hijau, yaitu zona yang memilliki tingkat kasus covid-19 rendah.
Belajar di lingkungan terbuka akan membuat jiwa kita terasa segar kembali setelah sekian lama terkekang di dalam rumah, dan tentunya akan berpengaruh terhadap otak kita.
Jika otak dan pikiran kita terasa fresh, maka secara otomatis imun kita akan terbentuk. Sehingga kekebalan di tubuh kita akan semakin meningkat, insyaa allah.
Ingat ya teman-teman, hal ini juga harus sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku, yaitu dengan cara menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak minimal 1 meter.
Dengan adanya kesempatan ini, maka kita harus mempergunakan dengan sebaik-baiknya. Patuhi protokol kesehatan dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar kita semua terhindar dari musibah ini.
Ayo, mari sama-sama kita berjuang melawan virus ini, tentunya dengan cara mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker saat sedang di luar rumah, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Jangan lupa selalu berdoa, agar kita semua terhindar dari virus ini.
Demikianlah sedikit pidato dari saya, dan semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, aamiin allahumma aamiin.
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera.
