Hancurnya Pertanian Organik: 6 Ciri Zaman Modern, Gen X

Hancurnya Pertanian Organik
(Foto: fp.uisu.ac.id)

Hancurnya pertanian organik harus kita cegah sedini mungkin. Ada banyak kelebihan pertanian organik yang dapat membuat tanah menjadi lebih sehat. Seperti apa saja ciri pertanian organik di zaman modern Gen X?Fifih Fauziyah, OrganisA51 – organisasi.co.id

Penamaan sebuah generasi, sebelumnya berawal dari lahirnya teori generasi yang hadir di Amerika.

Bacaan Lainnya

Pencipta teori menarik ini memiliki kesimpulan, berupa golongan-golongan generasi yang dihimpun didasarkan tahun kelahiran.

Apabila mengacu terhadap demografi dari penamaan generasi tersebut, terdapat lima generasi di dunia yang masih eksis.

Diantara generasi tersebut yaitu iGen/Gen Z, Gen X, Baby Boom, Silent Generation, dan The Greanest Generation.

Gen X dipandang salah satu generasi mandiri, kreatif dan cerdas. Kata X di generasi tersebut dipopulerkan Novel Generation X: Tales for an Accelerated Culture penulisnya  Douglas Coupland.

“Do It Yourself” yang memiliki peran pembentukan cara pandang serta karakter. Mendapat pendidikan tinggi serta mampu selesaikan tugas.

Tetapi generasi yang satu ini dapat kita katakan golongan memiliki mental konsumerisme / consumen mentality.

Lalu apa hubungannya pertanian organik zaman modern dengan Gen X? Karena adanya salah satu keberhasilan proses berdasarkan penggunaan teknologi yang modern.

Karena alat modern ini hadir saat zaman sudah modern, manajemen, akses sumber dasar, karakteristik pasar, dukungan pemerintah serta investasi.

Praktis secara modern ini bisa kontrol dengan baik pada faktor yang melibatkan proses tanaman, peternakan, serta pertanian.

Cara yang satu ini, hasilnya akan mendapat keberhasilan dalam menangani pertanian menjadi lebih alami secara modern.

Untuk melindungi kesuburan tanah, memiliki nutrsi, serta irigasi memadai bisa tercapai karena bantuan teknologi serta mesin.

Definisi Dan Awal Mula Masa Modern Gen X

Generasi X merupakan generasi lahir di tahun-tahun awal dari perkembangan suatu teknologi serta informasi misalnya penggunaan PC, TV Kabel, Video Game serta Internet.

Generasi X ini sanggup adaptasi serta mampu terima perubahan dengan baik hingga bisa dikatakan sebagai salah satu generasi tanggung, mempunyai karakter independen, akalnya banyak, membutuhkan kenyamanan emosional, lebih menyukai yang bersifat informal, serta memiliki kemampuan usaha atau perdagangan daripada baby boomers.

Kehidupannya antara pekerjaan bersama personal balance memiliki perkembangan luas, menyukai hubungan kerja, pada generasi Y dikenal dengan generasi mellenial.

Ciri-Ciri Pertanian Zaman Modern Gen X

Umumnya permintaan global terhadap makanan adalah tantangan secara nyata, mengapa? Sebab Negara-negara maju populasi kalangan menengah mendapat pemasukan lebih baik.

Jenis aktivitas yang satu ini kompatibel hancurnya terhadap pertanian subsisten secara organik, yang mana tahan pada berbagai daerah.

Teknologi terbaru, diadopsi bagi pengembangan tanaman untuk sejumlah elemen, yaitu bisa disebutkan pada ciri pertanian zaman modern atau ada pada generasi X, yaitu :

Benih memiliki performa tinggi

Benih yang satu ini diidentifikasikan terhadap benih HYV, karakteristiknya bisa membuat mengambil manfaat sebaik mungkin dari air irigasi dan nutrisi.

Organisatoris lain baca ini: Pertanian Organik: Pengertian, Kegunaan Dan Peluang

Produk yang bisa kita dapatkan dari penanaman permukaan sangat unggul daripada benih tradisional. Tetapi,tanah begitu halus serta agar bisa mendapat hasil berdasarkan yang kita inginkan.

Perhatian secara khusus harus memberikan terhadap tanah, karena perubahan serta pengelolaan tanaman dapat menyebabkan hancurnya produksi serta produktivitas pertanian secara organik tanpa adanya panen yang sukses.

Praktek irigasi

Air sangat kita perlukan agar tanaman yang kita tanam  bisa tumbuh dengan baik, itulah mengapa menyebutnya darah kehidupan dalam bidang pertanian.

Air memainkan peran sangat menentukan pengembangan kombinasi, pola, intensitas tanaman, luasnya lahan, dan ritem musiman bagi setiap tanaman.

Maka itu, tetap harus petani perhitungkan, bahwa tanpa adaya irigasi memadai tidaklah mungkin menggunakan benih yang memiliki hasil begitu tinggi, serta pemupukan secara tepat tidak bisa petani lakukan.

Penggunaan Pupuk

Penggunaan bahan ini adalah salah satu unsur paling penting untuk setiap pertanian di zaman modern. Anda bisa tingkatkan produktivitas berbudaya dengan benih yang unggul.

Tetapi, paling penting agar dapat membuat pemilihan pupuk hayatinya, karena berkelanjutan serta ramah lingkungan.

Pada banyak kasus, tehnik serta praktik ini dapat mencapai penambahan bakteri ikat nitrogen pada suatu biji yang memiliki hasil tinggi.

Penggunaan Pestisida

Pestisida merupakan zat kimia berfungsi agar dapat kendalikan hama serang tanaman. Tetapi, tidak sedikit mencemari tanaman sehingga sebabkan adanya masalah kesehatan.

Pada pertanian modern, mengadopsi manajemen PKT atau terpadu sebagai salah satu alternative berkelanjutan bagi setiap penggunaan pestisida.

Jenis manajemen yang satu ini memungkinkan gabungkan serangkaian suatu tehnik agar dapat kendalikan hama yang serang tanaman namun kerusakan lingkungannya lebih sedikit lagi.

Praktik tersebut misalnya menanam tanaman yang tahan dari hama, gunakan kontrol biologis memakan serangga, dan hancurkan area tempat bersarang.

Rotasi tanaman

Budidaya agar dapat menanam banyak jenis tanaman pada tempat yang sama bersama tanah untuk pulihkan nutrisi yang sudah hilang karena  tanaman sebelumnya.

Tehnik yang satu ini sebagai suatu hal paling kuat pada pertanian modern, karena dapat hindarkan dari konsekuensi jenis budidaya sama pada daerah yang sama.

Ternak sapi

Pertanian secara modern serta peternakan sesuai dengan satu sama lainnya merupakan bagian sumber daya. Setiap tanaman maupun hewan mempunyai peran secara spesifik pada proses tersebut.

Banyak penelitian yang sudah menentukan bahwa produksi 1 kg daging, memerlukan 3 sampai 10 kg biji-bijian.

Mengenai hal ini, sebagian besar para petani melindungi ternak, agar dapat memberikan makan keluarganya maupun menjual di pasar semakin kompetitif.

Bentuk Peninggalan Pertanian Gen X

Hancurnya Pertanian Organik

Sebagai salah satu Negara agraris, petani Indonesia tentunya mengenali alat pertanian, sama halnya dengan Negara agraris lainnya.

Terdapat yang masih memfungsikan alat tradisional, adapula yang telah menggunakan alat modern. Garis besarnya, alat pertanian modern tersebut dibagi menjadi tiga kategori.

Pertama, alat tani sebelum menanam bibitnya. Kedua, alat tani untuk merawat bibit sedang berkembang serta tumbuh. Ketiga alat tani ketika memanen.

Traktor

Alat yang satu ini merupakan alat paling seringkali petani gunakan agar dapat melakukan pengolahan untuk setiap pertanian Indonesia. Mesin tersebut mempunyai 2 ukuran, yaitu besar serta kecil.

Sesuai rodanya, traktor tersebut mempunyai dua jenis, pertama, traktor yang memiliki roda rantai, untuk kondisi tanah yang memiliki lumpur. Kedua, traktor menggunakan roda dua, biasanya berfungsi untuk tanah kering.

Rotavator

Rotavator merupakan sebuah alat untuk melakukan pengolahan tanah. Pengolahan tanah yang pertama berfungis untuk mencacah, memotong, serta membolak-balikan tanah.

Selain itu, bagi pengolahan yang kedua, alat yang satu ini berfungsi untuk merapihkan tanah, hilangkan tanaman pengganggu, serta dapat memperbaiki penataan air.

Bajak singkal

Merupakan sebuah alat olah tanah memiliki fungsi membolak balikan tanah, ada dua jenis, yaitu bajak singkal searah serta dua arah.

Guru sisir

Garu sisir memiliki fungsi olah tanah sesudah menggunakan alat bajak singkal.

Alat tersebut bisanya untuk sawah masih keadaan basah supaya tanahnya yang dalam keadaan bongkahan bisa menjadi gembur.

Garu piring

Ini berfungsi untuk olah tanah sebelum menanam, untuk bersihkan rumput di lahan tanam. Berfungsi pula untuk olah tanah setelah tanam, dan untuk tutupi benih yang sudah tersebar tanahnya.

Bajak subsoil

Alat ini berfungsi untuk pecahkan tanah sampai memiliki kedalaman 20 sampai 36 inchi bagi parit di lahan tanaman.

Kelebihan Kekurangan Pertanian Gen X

(Foto: id.wikipedi.org)

Sistem pertanian secara modern merupakan sistem tani menggunakan alat canggih dalam skala besar.

Perkembangannya, sistemnya mempunyai kelemahan serta memberi dampak yang negate perlahan-lahan hancurnya tehnik pertanian secara organik, baik dari segi perekonomian ataupun lingkungan.

Sedang berdasarkan para ahli, pertanian secara modern ini merupakan sebuah sistemasisasi penerapan organik yang memilih menggunakan bahan kimiawi pada budidaya organik.

Pernyataan di atas, bisa kita simpulkan bahwa pertanian anorganik dengan sistem pertanian secara ogranik merupakan pertanian memanfaatkan alat modernisasi untuk mencapai hasil berdasarkan yang diinginkan. Termasuk pula alat untuk penyuburan terhadap tanah.

Kelebihan pertanian Gen X

Pertanian Gen X pada umumnya mempunyai kelebihan, alasannya yaitu karena program penghijauan mengusahakan perlindungan tanaman agar bisa mendapat varietas baru, melampui daerah yang adaptasinya dari varietas yang hadir.

Varietas tanaman tersebut hasilya varietas responsive pada pengairan, adaptasi lahan luas, pemupukan, serta resisten pada penyakit serta hama.

Hingga menghasilkan tanaman yang berkualitas serta tahan dari penyakit. Revolusi hijau ini lebih tekankan pada pengembangan tanaman misalnya jagung, gandum serta padi.

Organisatoris lain baca ini: Bahan Makanan Organik: Alasan dan 5 Jenisnya

Akhirnya merubah setiap kondisi pertanian di Negara kita. Perubahan itu bisa kita lihat dari gesernya budidaya tanaman secara tradisional sehingga beralih menjadi lebih modern lagi dengan menggunakan alat canggih saat proses penggarapannya.

Kekurangan pertanian Gen X

Revolusi hijau ini memiliki manfaat untuk kehidupan manusia tetapi dari sisi lain sistem pertanian Gen X ini sudah membawa konsekuensi negative pada lingkungan.

Pupuk buatan, pestisida, dan praktik tani modern lain tidak bijak dalam penggunaannya sehingga mempunyai andil besar pada kerusakan lingkungan.

Kerusakan terjadi pada sistem pertanian Gen X diantaranya bisa sebabkan keracunan, kematian tanaman, penyakit, hewan, serta manusia.

Hal demikian menjadi penyebab kerusakan terhadap tanah serta kurangnya persediaan energi.

Pada umumnya sistem tani Gen X ini sistem pertanian dicirkan tingginya penggunaan input serta intensifnya lahan, hal demikian akhirnya memicu hadirnya masalah baru dalam dunia tani di Negara kita.

Hal demikian karena penanaman varietas yang unggul ini, tanaman lebih responsive pada pemupukan serta resisten penggunaan pestisidanya.

Penggunaan pestisida tersebut kemudian sebabkan kerusakan serta pencemaran lingkungan, kurangnya keanekaragaman hayati, adanya degradasi lahan, resistensi hama, serta residu pestisida, gangguan kesehatan manusia karena pestisida serta bahan kimia lain mencemari sekitar.

Berubahnya sistem tani ini adaya perubahan kondisi lahan semakin hari semakin kritis sebagai efek negative penggunaan pupuk buatan, pestisida, serta agronomi secara intensif dalam jangka waktu panjang.

Sehingga akhirnya para petani kekurangan lahan potensial, tentunya hal demikian bertambah panjang daftar masalah pertanian di Negara kita.

Masalah serta tantangan pada sistem tani Gen X ini menjadi semakin kompleks saat aspek produksi pangan tidak seimbang.

Penutup

Apalagi produksinya banyak pengaruh dari perubahan dengan cepat terhadap lingkungan global, adanya pengaruh pula dari iklim serta hancurnya sistem pertanian dengan organik.

Pada umumnya terjadi karena adanya kecenderungan yaitu kebutuhan pangan bertambah seiring laju jumlah penduduk meledak serta menyempitnya lahan tani, karena penduduk tertekan hingga konversi lahan tidak bisa manusia pertahankan.

Seiring terus berjalannya waktu, kita semua harus melindungi bumi dengan melestarikan pupuk organik agar tanah tetap aman dan tidak memiliki perubahan fungsi.

Yuk kita pelajari terkait penanaman dengan menggunakan pupuk organik. Tidak akan rugi kok! Sebaliknya, akan ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh.

Daftar Pustaka

  1. Pengenalan generasi X dan Y
  2. Jenis alat pertanian modern
  3. Generasi X, Y, Z
  4. Pengertian dan ciri pertanian modern