Holacracy, Sociocracy: 2 Gaya Manajemen Terbaru Era Digital

Manajemen Organisasi Holacracy vs Sociocracy
Manajemen Organisasi Holacracy vs Sociocracy (Waldan)

Holacracy dan Sociocracy sebuah metode desentralisasi manajemen dan pengembangan organisasi di mana terjadi proses transfer atau pendelegasian tugas melalui holarchy dengan kelompok yang mengatur diri sendiri.Waldan, Struktur – Organisasi.co.id

Beberapa teori organisasi secara klasik sederhana lengkap dengan pembagian strukturnya telah kita pahami.

Bacaan Lainnya

Namun ada teori dan konsep yang perlu kita pahami sebagai tambahan keilmuan mengenai Organization, yakni Holocracy, Sosiocracy atau Flatarchy.

Model ini telah diadopsi oleh beberapa negara dengan manajemen pada nirlaba.
Penggunaan kata ini hon dengan penyebutan holocratic, dalam sebuah buku yang berjudul “Chollege of Patafysique” terbit Pada mei tahun 1957.

Selanjutnya konsep Holacracy ini berkembang ketika Ternary Software yang bermarkas di Exton Pennsylvania melalui konstitusi bernama Konstitusi Holacracy tahun 2007 hingga berkembang pada tahun 2015.

Perkembangan sebuah tulisan dengan judul The New Managemen System a Rapidly Canging The World.

Penelitian lanjut menghasilkan Sosiocracy (nexus) – Sociocratische Kringorganisatie Methode, Scaled Agyle Framework, Flatarchy.

Asal Muasal Nama Holacracy

Nama Holacracy pertama kali muncul oleh Arthur Koestler, dengan menuliskan sebuah bukut berjudul The Ghost Of Machine.

Membahas bahwa Holarchy memiliki kata dasar yakni Holon (holos) bahasa Yunani yang bermakna keseluruhan. Atau pengertian lebih detail adalah otonomi (kewenangan) yang sama. Semua memiliki hak yang sama untuk semuanya, sebab mereka bagian dari sistem “besar”.

Arthur Koestler seorang penulis berkebangsaan Hungaria, dengan jejak sebagai seorang penulis ternama, pernah masuk bergabung dalam Partai Komunis Jerman. Namun belakang hari menyatakan mengundurkan diri karena perbedaan konsep dengan pengikut Stalin.

Sehingga sampai pada sebuah kesimpulan sementara bahwa Holacracy atau holarchy adalah mengatur diri sendiri secara otonom secara luas maupun sebahagian.

Seiring perkembangan zaman, gaya Holarchy ini telah menjadi salah satu konsep dengan gaya manajemen yang paling laris pada era digital. Terutama masa pemasaran global.

Holacracy Struktur
Bagan Struktur dengan pola Holacracy

Paham Holous Cratie ini merangkum dan memahami alasan pekerja untuk berkerja karena adanya otonomi, kekuasaan dan makna. Sebagaimana ini menjadi tulisan dari Gallups dan Daniel H Pink.

Ciri Prinsip Organisasi Holacracy (Holakrasi)

Sedikit membingungkan mengenai nama jenis organisasi ini, akan tetapi jenis holos cratie telah tumbuh sejak lama (1957).

Lembaga jenis ini memiliki ciri khas dalam bentuk prinsip yang mereka resonansikan dalam ikatan organisasi mereka, dan mengikat secara menyeluruh, yakni:

  1. Tidak ada Pimpinan (atasan) dominan,
  2. Fungsi adalah peran (bukan jabatan),
  3. Agile (Scaled Aghyled Frameword), Tidak ada pengembangan organisasi langsung besar, tetapi bergerak setahap demi setahap.
  4. Kejelasan tanggung jawab, setiap anggota menjalankan tugas yang mereka sanggupi sebagai pertanggung jawaban kepada kelompok.

Keuntungan Struktur Organisasi Holacray

Pada era kemajuan zaman, era digital sekarang ini. Konsep ini memberikan keuntungan sehingga manajemen baru ini mendapatkan tempat dari masyarakat luas.

Terdapat beberapa keuntungan mengaplikasikannya, yakni:

Aplikasi Mudah

Keuntungan dasar dari holakrasi adalah mudah dalam penerapan, sebab tidak melewati birokrasi yang berliku dan panjang. Sepanjang mereka telah mengetahui tujuan maka seketika mereka bisa menerapkannya secara evolusi maupun revolusioner.

Motivasi Keterlibatan

Pembagian kue yang sama. Berbeda dengan struktur matrix atau fungsional, bahwa pemilik modal memiliki belahan kue yang lebih besar daripada karyawan.

Pada struktur ini, semua memiliki kesempatan yang sama. Sekaligus ini menjadi doktrin keterlibatan menjadi sebuah motivasi utama. Selain itu mereka mentransfer berupa distribusi kewenangan kepada mereka, termasuk kepada anggota yang baru.

Adptable Dan Elastis

Realitas yang ada sekarang dengan “perang terbuka” melalui sosial media telah terjadi. Sebagai salah satu efek dari revolusi industri yang menghasilkan organisasi modern dan meninggalkan konsep tradisional.

Proses kemajuan itu melangkah setahap demi setahap, dan adaptasi yang paling elastis dengan kemajuan tersebut adalah Holakrasi ini.

Semua orang dengan mudah menempatkan diri pada setiap perubahan zaman tersebut. Terutama sangat terasa pada era digital sekarang ini.

Sekaligus ini menjadi kajian manajemen pemasaran terbaru.

Tangguh

Media digital sangat merasakan bagaimana konsep ini bisa bertahan dari seluruh persaingan usaha yang lain. Hal paling mendasar adalah kejatuhan beberapa pengusaha pada masa pandemik covid, dan beberapa segmen usaha lainnya.

Akan tetapi tidak membuat mati pengusaha pulsa atau konter penjualan paket internet. Secara langsung maupun tidak seluruh pengusaha bidang marketing digital merupakan satu kesatuan Holos Cratie, sehingga usaha mereka tetap tangguh dari persaingan.

Anti Monopoli

Semua memiliki kesempatan yang sama, atau anti monopoli perdagangan.

Contoh: perhatikan perusahaan Citra Land (misalnya) yang membangun sebuah usaha perumahan mewah pada banyak tempat.

Siapa yang memiliki untung banyak dari usaha tersebut? Maka jawabannya adalah pemilik modal atau komisaris. Kenapa? Karena perusahaan tersebut menggunakan struktur hierarki fungsional atau matrix.

Berbeda dengan Holokrasi yang tidak mengenal monopoli, bahwa pemilik modal yang dominan dalam mengambil keputusan dan mengamankan usaha untuk keuntungan besar berpihak kepadanya.

Melainkan memberikan kesempatan yang sama dalam pengambilan keuntungan.

Contoh, sekarang lokasi strategis berjualan tidak hanya milik daripada pemilik modal plutokrasi. Melainkan mereka yang memiliki kreatifitas bisa menempatkan channel youtube mereka menjadi lokasi startegis. Tidak pernah peduli apakah lokasinya pada perempatan jalan (hukum ekonomi) atau pertigaan.

Bahkan dikota terpencil sekalipun memiliki peluang yang sama.

Perhatikan, channel youtube penjualan rumah Citraland apakah lebih banyak subscriber dibandingkan dengan channel youtube tradisional yang menampilkan cara membuat rumah secara tradisional? Maupun channel adventure lainnya yang menampilkan tayangan tradisi maupun kultur.

Sosiocracy

Sosiocracy (Sociocracy) sedikit berbeda dengan Holarcy, karena bentuk yang satu ini lebih kepada dynamic governace. Menciptakan pola produksi dengan penciptaan lingkungan kerja yang saffety secara psikologis.

Pengembangan ini sejalan dengan konsep Gerard Endenburg.

Apa arti Sosiocracy?

Kata sociocracy dengan 2 kata yakni socious (bahasa latin) yang bermakna sahabat, rekan kerja. dan Cratia adalah kelas (kelompok) penguasa, seperti: Aristokrasi, Plutokrasi, Demokrasi, Meritokrasi, Oligarki.

Sociocrasy Conseps
Konsep Sosiokrasi Dalam Pengorganisasian

Pembagian Kekuasaan Dengan Konsep Tradisional Modern

Pembagian cratia (krasi) kekuasaan dapat kita ketahui dalam beberapa bagian:

  • Aristokrasi, sekolompok orang diperintah oleh kelompok kecil yang di sebut bangsawan.
  • Plutokrasi sebuah kepemimpinan karena seseorang memiliki harta yang banyak atau kekayaan.
  • Demokrasi seorang terpilih menjadi pemimpin karena mendapat suara terbanyak dari yang akan dipimpin.
  • Meritokrasi adalah menempatkan posisi pemimpin atas kecerdasan dan manfaat dari kecerdasannya.
  • Oligarki adalah sekelompok orang memimpin karena nilai pertemanan satu sama lainnya (nepotisme, kronisme)

Socius cratia atau sosiokrasi melawan konsep-konsep pemerintahan, kepempimpinan dan manajemen tersebut dengan pemerataan.

Gaya ini pertama kali tercetus oleh Auguste Comte (1851), lanjut ke Kees Boeke seorang guru (pendidik) asal Jerman, bersama istri Beatrice Cadbury (aktivis perdamaian asal Inggris).

Konsepnya menekankan kesetaraan individu, namun bukan pada kesamaan “suara voting”. Satu suara untuk satu orang. Melainkan setiap ada persoalan harus terselesaikan dengan kemufakatan, sebagaimana semua orang terlibat untuk membahasnya. Bukan dengan pengambilan suara voting.

Pada perkembangannya, paham sosiokrasi ini menerapkan tiga prinsip aturan mendasar, yakni:

  1. Menghargai kepentingan setiap individu, dan persona harus menghargai kepentingan secara keseluruhan,
  2. Semua tindakan harus mendapat tempat oleh semua orang. Ini berbeda dengan demokrasi, yang memenangkan kelompok orang dominan dari yang minoritas,
  3. Karyawan (anggota) harus tunduk pada semua aturan setelah menjadi sebuah keputusan.

Selanjutnya kita mengenal Gerard Edenburg adalah “pengembang ide” dari Kees Boeke dalam hal penempatan hak sejajar dalam sebuah manajemen.

Sebab E. Gerard merupakan salah satu siswa pada sekolah Boeke. Maka Gerard mengembangan konsep yang ia dapatk pada sekolah itu. Untuk ia aplikasikan pada perusahaan listrik milik ayahnya.

Sociocratische Kringorganisatie Methode (KTM)

Kemudian proses pengorganisasi konsep Sosiokrasi berkembang pada tangan Gerard dengan nama Sociocratische Kringorganisatie Methode. Atau “bagan organisasi lingkaran sosiokratis”

Hingga tahun 1980, Gerard Edenburg bersama Annewiejk Reijmer mendirikan pusat sosiokrasi yang bernama centrum sosiocratisch, tidak lain untuk “menduniakan konsep Sociocratische Kringorganisatie Methode (KTM)”

Adapun prinsip penting dalam konsep Socious Cratia Edenburg dan kawan-kawan dengan Sociocratische Kringorganisatie Methode (KTM) adalah:

Persetujuan Membuat Rapat

Rapat untuk merubah atau membentuk sebuah keputusan hanya bisa kita lakukan jika seluruh anggota menyatakan setuju. Syarat rapat atau pertemuan adalah adanya ketidak puasan atau merasa tidak adil dengan keputusan sebelumnya. Sehingga secara tradisional mereka mengajukan keberatan, lengkap dengan alasan.

Maka proses pengambilan keputusan bisa dibuat dengan mempertimbangkan para pemangku kepentingan terkait.

Struktur Lingkaran

Berbeda dengan bentuk struktur organisasi yang lazim, seperti bagan lini dan staff, divisi, matriks maupun fungsional. Yang mengandalkan hierarki.

Akan tetapi jenis sosiocratie ini berbentuk lingkaran, dengan pengambilan kebijakan otonomi, secara asosiasi horizontal atau berbanding terbalik dengan sistem otokratis.

Antara bagian, mereka bisa berinteraksi namun tetap ada batasan antara bagian.

Akan tetapi anggota bagian berhak mengembangan tujuan kelompok dengan memanfaatkan gayanya sendiri, sepanjang tidak melanggar tujuan bersama.
Pada kesimpulannya, model ini lebih menekankan pada tujuan bersama sebagai kesepakatan, sementara proses menjadi kewenangan individu.

Koordinasi Ganda

Melakukan koordinasi kebawah dan menjadi anggota pada bagian yang ada di atasnya. Maksudnya, seorang pimpinan pada bagian tengah (manajer) melakukan koordinasi ganda. Atau tautan ganda. Sebagai manajer maka ia membawahi beberapa anggota pada bidangnya.

Akan tetapi pada struktur lebih tinggi, ia merupakan anggota dari bagian tersebut. Hal ini menjadi area arsiran, pada lingkaran. Berbeda dengan organisasi fungsional maupun garis.

Dan fungsi koordinasi ganda juga terjadi pada hubungan antara bagian yang satu dengan yang lainnya.

Tidak Ada Voting

Jika Indonesia menganut demokrasi mufakat dan jika mengalami kebuntuan maka lakukan pengambilan keputusan dengan voting. Justru berbeda dengan konsep ini. Karena prinsip keempat pada Sociocratische Kringorganisatie Methode adalah kemufakatan murni.

Seseorang yang terpilih menjadi pimpinan harus memiliki alasan yang kuat, begitupun dengan keputusan yang akan mereka hasilkan. Memiliki argumen kuat lengkap dengan landasan fundamentalis. Bukan dengan pemilihan voting.

Tiga Prinsip Paham Sosiokrasi

Sebagai turunan dari teori Kees Boeke dan Beatrice Cadbury maka Gerard Edinburg memasukkan dalam prinsip pengembangannya.

Sebagaimana 3 prinsip dasar Kees Boeke adalah: Saling menghargai kepentingan, semua keputusan melalui mufakat, dan semua orang harus tunduk pada keputusan.

Menyetujui Konsensus

Dalam bahasa Inggris kita kenal concent and consensus. Konsep ini merupakan buah karya dari Annewiejk Reijmer, yang menempatkan perbedaan Keputusan dan Konsensus.

Keputusan adalah sebuah tatanan nilai kebijakan dari ketidakadaan komplain atau tidak ada keberatan dari anggota. Jika terjadi keberatan maka kembali prinsip pertama dari metode ini.

Annewiejk Reijmer menemukan analogi, bahwa konsensus adalah saya memiliki kebenaran dan meyakinkan anda tentang kebenaran yang saya miliki. Jika anda menerima kebenaran yang saya sampaikan dan kita bisa menerapkan kesepakatan maka itu berarti menyetujui.

Interdependent And Transparency

Interdependen dan transparansi. Tentu ini bertolak belakang dengan independensi dan menjaga privasi. Pada paham ini menetapkan sebuah aturan yang ketujuh yakni kebergantungan dan transparansi satu sama lain.

Semua anggota tidak sedang berdiri sendiri, tetapi dalam kerangka aplikasi kemampuan pribadinya harus senantiasa menekankan bahwa ia membutuhkan orang lain.

Selain itu dalam setiap kegiatan yang ia lakukan untuk mencapai tujuan organisasi, maka ia selalu melakukannya dengan terbuka. Atau transparan.

Demikan pembahasan lengkap mengenai pengertian Sosiocracy dan Holacracy dalam teori dan kerangka sebuah lembaga pada era digital, kemajuan zaman yang ada sekarang.

  1. Sociocratische Kringorganisatie Methode
  2. Apa itu Holokrasi?