Bentuk Organisasi
Bentuk Dan Jenis Organisasi (Foto:TrierCons)

Jenis Organisasi: Bidang, 8 Komposisi Dan Tujuan

Diposting pada

Jenis Organisasi memiliki pembahasan berdasarkan Bidang, dengan segala bentuk formalitas untuk tujuan pendirian sebuah organisasi.

Novianti Lavlia, Konsep – Organisasi.co.id

Ternyata, organisasi sebagai ruang sosialis telah ada pada zaman Neolitikum, yakni dengan penunjukan seseorang yang menjadi kepala suku pada zaman batu tersebut.

Jenis Organisasi
Jenis Organisasi (Foto: Belajar Ekonomi)

Organisasi merupakan suatu wadah sekelompok orang untuk melakukan kerjasama, maka berdasarkan sistem dengan terkendali secara rasional dan terpimpin.

Tujuannya untuk mencapai target tertentu, dengan memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia. Bahwa hubungan cinta juga merupakan sebuah pertalian yang terorganisir.

Setiap organisasi juga teratur oleh suatu struktur. Yang akan menggambarkan siapa saja anggota di dalamnya.

Jumlah semua anggota yang terlibat, akan =sesuai dengan kebutuhan dari organisasi itu sendiri.

Organisatoris lain baca ini: Bentuk Organisasi Zaman Prasejarah 2.5 Juta SM (Batu, Perunggu, Besi)

Definisi Organisasi

Para ahli juga memberikan pendapatnya tentang definisi dari organisasi. Beberapa pendapat tersebut akan kita jelaskan berikut ini oleh organisasi.co.id.

1. Stoner

Definisi organisasi menurut Stoner adalah, sebuah rangkaian kerjasama antara pemimpin dan seluruh anggotanya untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan target.

2. Stephen P. Robbins

Stephen P.Robbins berpendapat, organisasi adalah suatu kesatuan sosial yang berjalan secara konsisten guna mencapai tujuan bersama.

3. James D. Mooney

James D. Mooney mengatakan, organisasi adalah bentuk dari perserikatan manusia dalam mewujudkan tujuan akhirnya.

4. Chester I. Bernard

Definisi organisasi menurut Chester I. Bernard adalah, suatu sistem kerja sama yang terlaksana oleh suatu kelompok.

5. Drs. H. Malayu SP, Hasibuan

Menurut Drs. H. Malayu SP, Hasibuan, organisasi merupakan proses untuk mengatur, menentukan dan mengelompokkan aktivitas berbeda untuk mencapai target.

6. Max Weber

Max Weber menuturkan, organisasi adalah suatu hubungan terstruktur yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam melakukan fungsinya masing-masing.

7. Prof. Dr. Sondang P. Siagian

Prof. Dr. Sondang P. Siagian ini mendefinisikan, organisasi adalah bentuk persekutuan kelompok yang saling terikat, dalam rangka melakukan pencapaian target yang sudah terenacakan

8. Paul Preston dan Thomas Zimmerer

Definisi organisasi menurut Paul Preston dan Thomas Zimmerer adalah, suatu kumpulan orang yang telah tersusun dalam sebuah kelompok, dengan tujuan untuk dapat saling bekerjasama dalam mencapai target yang sudah terencanakan.

9. Philip Slznic

Philip Slznic mengatakan, organisasi adalah suatu peraturan yang terbuat untuk mempermudah pencapaian sesuai harapan, dengan mengalokasikan fungsi dan tanggung jawab setiap anggota yang terlibat dalam organisasi tersebut. 

10. Thompson

Menurut Thompson, organisasi adalah gabungan antara beberapa anggota khusus yang saling bekerjasama, dalam mencapai berbagai tujuan yang telah terencanakan.

Organisatoris lain juga baca ini: Konsep Struktur Organisasi; Arti, Jenis, Bentuk, Serta 4 Fungsi & Contoh

Jenis Organisasi Berdasarkan Bidang

Organisasi berdasarkan bidang terbagi sesuai dengan jenis pekerjaannya masing-masing, seperti ulasan berikut ini:

1. Organisasi Pemerintahan

Organisasi pemerintahan memiliki fungsi untuk mengatur sebuah negara dalam mencapai tujuan bersama. Adapun Organisasi pemerintahan pada suatu negara juga memiliki berbagai macam bentuk. 

Lembaga Legislatif
Logo Lembaga Legislasi Negara: MPR RI, DPR RI dan DPD RI

Semuanya berdasarka ideologi yang mereka yakini oleh masing-masing negara. Ideologi tersebutlah yang akan membentuk suatu tata pemerintahan, peraturan hukum serta sistem politik dan ekonomi.

2. Organisasi Politik

Adapun Organisasi politik lebih menekankan peranannya pada suatu pergerakan politik. Organisasi ini juga berarti sebagai perkumpulan yang mewadahi para anggotanya, yang memiliki kesamaan visi dan tujuan. Hal ini maksudnya untuk mempengaruhi atau menguasai suatu pemerintahan.

Organisasi politik dapat kita katakan juga sebagai partai politik. Namun begitu, sebenarnya ada juga organisasi politik yang bukan berbentuk partai. Bentuknya ada yang berupa organisasi kemasyarakatan, sosial, dan lain sebagainya.

3. Organisasi Ekonomi

Selanjutnya, Organisasi ekonomi merupakan suatu organisasi yang bergerak dalam bidang ekonomi, yang bentuknya dapat berupa perusahaan ataupun koperasi. Organisasi ini memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan orang banyak. 

Banyak juga yang menyebut organisasi ekonomi sebagai organisasi bisnis. Namun sebenarnya, tidak semua organisasi ekonomi memiliki orientasi untuk mencari keuntungan semata. Contohnya seperti BUMN atau Badan Usaha Milik Negara.


Walaupun tujuannya bukan mencari laba semata, BUMN tetap bekerja sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku seperti organisasi bisnis lainnya. BUMN berdiri untuk dapat menguasai dan menjaga seluruh aset milik negara, yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas.

4. Organisasi Sosial

Organisasi sosial adalah organisasi khusus yang terbentuk, untuk dapat mengangkat kembali semua potensi yang ada dalam masyarakat luas. Selanjutnya, Organisasi sosial sendiri memiliki dua macam cabang, yaitu Yayasan dan Organisasi Kemasyarakatan.

Yayasan adalah organisasi sosial yang menjalankan kegiatannya dalam rangka mewadahi kebutuhan khusus orang banyak. Contohnya seperti kebutuhan akan pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Sebagai organisasi sosial, Yayasan kita katakan juga sebagai lembaga nonprofit.

Organisatoris lain juga baca ini: Metode Persidangan Organisasi, 2 Bentuk Dan 8 Unsur

Jenis Organisasi Berdasarkan Komposisi Pimpinan

Jenis organisasi terbagi juga berdasarkan jumlah komposisi pimpinannya, dan juga sesuai dengan pembagian wewenangnya. Adapun ulasan lengkapnya, akan kita uraikan dalam Organisasi selanjutnya. 

1. Organisasi Tunggal

Organisasi Tunggal merupakan suatu kelompok, yang kepemimpinannya hanya oleh satu orang. Contohnya seperti Presiden, Gubernur, Bupati dan Seorang Direktur.

2. Organisasi Jamak

Organisasi Jamak memiliki beberapa pucuk pimpinan, namun tetap dalam satu kesatuan. Contohnya seperti Anggota Dewan dan Majelis.

3. Organisasi Jalur

Organisasi Jalur mendapatkan wewenang dari seorang pimpinan, untuk melimpahkannya kepada kumpulan organisasi di bawahnya. Kumpulan organisasi tersebut meliputi semua bidang pekerjaan.

4. Organisasi Fungsional

Organisasi Fungsional mendapatkan mandat dari pucuk pimpinan, untuk melimpahkannya kepada kumpulan organisasi di bawahnya. Kumpulan organisasi tersebut hanya meliputi bidang pekerjaan tertentu saja. 

5. Organisasi Jalur dan Staff

Organisasi Jalur dan Staff memiliki wewenang dari pimpinan tertinggi, dan selanjutnya akan terlimpahkan kepada semua satuan organisasi di bawahnya. Semua satuan organisasi tersebut meliputi semua bidang pekerjaan.

6. Organisasi Fungsional dan Staff

Organisasi Fungsional dan Staff memiliki mandat dari pimpinan tertinggi, yang akan terlimpahkan kepada semua satuan organisasi di bawahnya. Semua satuan organisasi tersebut hanya meliputi bidang pekerjaan tertentu. 

Sehingga, Pimpinan tiap bidang memiliki hak untuk memerintah setiap pelaksana yang berkaitan dengan bidang kerjanya. Di bawah pimpinan tertinggi, terdapat pejabat yang tidak memiliki wewenang untuk memerintah, namun tetap dapat memberikan saran sebagai staf ahli.

7. Organisasi Fungsional dan Jalur

Kemudian, Organisasi Fungsional dan Jalur menerima wewenang dari pimpinan tertinggi, untuk dilimpahkan kepada semua satuan organisasi yang ada di bawahnya. Semua satuan organisasi tersebut hanya meliputi bidang pekerjaan tertentu. 

Pimpinan tiap bidang memiliki hak untuk  memerintah semua pelaksana, sepanjang menyangkut bidang kerjanya. Dan setiap pelaksana memiliki wewenang dalam semua bidang kerjanya.

8. Organisasi Fungsional, Staff dan Jalur

Kemudian, Organisasi Fungsional, Staff dan Jalur menerima wewenang dari pucuk  pimpinannya, untuk dilimpahkan kepada semua satuan organisasi di bawahnya. Semua satuan organisasi tersebut hanya meliputi bidang pekerjaan tertentu. 

Pimpinan  tiap bidang memiliki hak untuk  memerintah semua pelaksana, sepanjang berkaitan dengan bidang kerjanya. Dan setiap pelaksana memiliki wewenang dalam semua bidang kerjanya.

Organisasi Berdasarkan Formalitas

Suatu kelompok sosial yang berkembang menjadi suatu organisasi sosial, perlu teratur juga, keberadaannya secara formal. 

Jenis organisasi berdasarkan formalitas memiliki rumusan secara tertulis yang lengkap dan jelas, terutama dalam hal tujuan, peraturan dasar, regulasi, serta kebijakan. Adapun bentuk formalitas yang paling tinggi adalah, berbentuk tertulis. 

Berdasarkan formalitasnya, organisasi ini juga dapat kita bedakan menjadi dua, yaitu:

1. Organisasi Formal

Organisasi Formal merupakan perkumpulan yang saling mengikat kan diri untuk mencapai tujuan bersama, dan telah memenuhi peraturan undang-undang yang berlaku. 

Strtukur Organisasi BI
Contorh: Struktur Organisasi Bank Indonesia. (Foto: bi.go.id)

Contohnya seperti sekolah, negara, perseroan terbatas, dan lain sebagainya. Benang merahnya adalah, organisasi tersebut mempunyai dasar hukum yang jelas.

2. Organisasi Informal

Organisasi Informal merupakan kumpulan dari suatu kelompok yang terlibat dalam aktivitas bersama secara tidak kita sadari, atau tanpa perencanaan.

Contohnya seperti arisan ibu-ibu, perkumpulan belajar, dan lain sebagainya. Proses pembentukan organisasi ini juga tidak memerlukan izin dan peraturan khusus.

Jenis Organisasi Berdasarkan Tujuan

Jenis organisasi berdasarkan tujuan, terbagi menjadi beberapa bagian. Untuk selanjutnya, akan kita jelaskan dalam artikel lain secara lebih lengkap. 

1. Organisasi Sosial 

Organisasi Sosial merupakan organisasi nonprofit, yang kita kenal juga sebagai organisasi kemasyarakatan, karena biasanya dibentuk oleh masyarakat. Kemudian Organisasi ini juga memiliki percabangan, yaitu yang memiliki legalitas hukum dan tanpa legalitas hukum, 

Berdirinya organisasi sosial diawali dari sekelompok masyarakat yang saling membutuhkan. Organisasi ini juga sering disebut sebagai Pranata sosial.

2. Organisasi Komersial 

Organisasi Komersial dikenal sebagai organisasi niaga, karena dibentuk dengan tujuan untuk menghasilkan profit. Laba yang dihasilkan, bertujuan untuk dapat meningkatkan kemakmuran perkumpulan, serta masyarakat yang terlibat di dalamnya. 

Pemilik dan seluruh awak dari organisasi ini, mendapatkan hasil sesuai dengan waktu, usaha, dan kapital yang mereka kontribusikan.

Beberapa contoh dari organisasi komersial ini, beberapa diantaranya adalah:

  • Perseroan Terbatas (PT)
  • Perseroan Komanditer (CV)
  • Firma (FA)
  • Koperasi

Antara Organisasi Komersial hingga Organisasi Sosial sangatlah berbeda, dalam membuat suatu rancangan keputusan, Organisasi Komersial akan selalu mengacu kepada faktor keuntungan dan kerugian sebagai kriteria penentu. Sementara Organisasi Sosial menjadikan keuntungan dan kerugian faktor sosial, sebagai penentu nasibnya. 

Kedua organisasi ini akan mengedepankan efisiensi dan efektivitas. Caranya dengan meminimalkan kerugian, dan memaksimalkan keuntungan. Namun keduanya tetap menggunakan nilai dan standar ukuran yang berbeda.

Organisasi Berdasarkan Profesi

Jenis Organisasi Berdasarkan Profesi merupakan sekelompok masyarakat yang memiliki tujuan dan pemikiran yang sama hingga pada jenis keahlian khusus. Tujuan dari organisasi ini adalah, sebagai tempat berkumpulnya masyarakat tertentu, dengan profesi yang sama. 

Tujuan didirikannya Organisasi BerdasarkanPprofesi ini adalah, untuk melindunginya dari kebijakan lembaga politik atau kepentingan lainnya.

Organisasi Tenaga Profesi Kesehatan
Logo, Organisasi Profesi Kesehatan Indonesia (Foto:Medianers)

Banyak hal positif yang dapat ditemukan dalam organisasi khusus ini. Selain dapat memberikan dampak positif pada setiap anggotanya, organisasi ini dapat meningkatkan citra jaringan sosialnya. Dengan catatan, apabila dikelola dengan sangat baik tentunya.

Selanjutnya, kami akan memberikan beberapa contoh dari jenis organisasi berdasarkan profesi yang ada di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  • PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
  • IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
  • PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)
  • PII (Persatuan Insinyur Indonesia)
  • IAPI (Ikatan Akuntan Publik Indonesia)
  • IAI (Ikatan Apoteker Indonesia)
  • IAII (Ikatan Ahli Informatika Indonesia)
  • IBI (Ikatan Bidan Indonesia)
  • IDGI (Ikatan Dokter Gigi Indonesia)
  • IDRI (Ikatan Dosen Republik Indonesia)

Fungsi organisasi profesi ini juga sangat penting kaitannya, bagi kelompok profesi lainnya. Beberapa diantaranya seperti:

  • Memajukan profesi
  • Meningkatkan kompetensi 
  • Meningkatkan karir
  • Wawasan yang luas
  • Perlindungan atas profesi
  • Kesejahteraan anggota
  • Pengabdian kepada masyarakat

Organisasi Berdasarkan Instansi

Terdapat 6 jenis organisasi berdasarkan instansi yang dikenal dalam masyarakat. Ulasannya adalah sebagai berikut ini.

1. Organisasi Fungsional 

Selanjutnya, Organisasi Fungsional merupakan jenis organisasi yang paling sering digunakan oleh sebuah instansi. Pembagian kerjanya dilakukan sesuai dengan fungsi  setiap manajemennya. Contohnya seperti Manajemen Keuangan, Pemasaran, Produksi, Sumber Daya Manusia, dan lain sebagainya. 

2. Organisasi Divisional 

Kemudian, Organisasi Divisional merupakan jenis organisasi yang pengelompokannya dibuat berdasarkan kesamaan produk, jasa, pasar, dan posisi geografisnya. Jenis organisasi ini, biasanya diterapkan pada sebuah instansi berskala menengah hingga besar.

 3. Organisasi Lini

Organisasi Lini memiliki sistem hubungan vertikal antara pimpinan dengan bawahannya Kelebihan dari hubungan ini adalah, kekuasaan pimpinan terletak pada satu orang. 

Sedangkan kelemahannya adalah, ketergantungan pada satu orang dalam pengambilan keputusan. Jenis organisasi ini lebih tepat untuk diterapkan pada instansi kecil seperti kedai nasi, warung tegal, bengkel, maupun rukun tetangga.

 4. Organisasi Lini dan Staff

Organisasi Lini dan Staff memiliki cara kerja, dimana tugas pimpinan pada organisasi akan dibantu oleh beberapa bawahannya. Setiap staff pada organisasi ini  memiliki kontribusi dalam memberikan saran, serta data informasi yang dibutuhkan oleh pimpinannya. 

Penerapannya organisasi tersebut lebih cocok pada perusahaan kecil, karena disiplin moral para karyawannya yang relatif lebih tinggi. 

5. Organisasi Matriks 

Organisasi Matriks juga dikenal dengan nama Organisasi Proyek. Pasalnya, setiap karyawan harus mengerjakan seluruh proyek pekerjaan yang dibebankan kepada mereka.

Organisasi Matriks lebih tepat jika diterapkan pada instansi besar, karena kemampuannya untuk dapat mencapai tingkat koordinasi, yang sangat diperlukan perusahaan.

 6. Organisasi Komite 

Organisasi Komite biasanya terdiri dari pimpinan dan staff, yang memiliki kewenangan gabungan antara komite dan staff.

Kelebihan jenis organisasi ini adalah, pelaksanaan pengambilan keputusan yang melalui musyawarah bersama, antara pemegang saham dengan dewan. 

Perbedaan Jenis Organisasi Profesi Dengan Yang lainnya

Dibandingkan dengan organisasi lainnya, Organisasi Profesi biasanya bersifat nirlaba, dan ditujukan hanya untuk satu profesi tertentu. Tujuannya juga lebih untuk dapat melindungi kepentingan profesional pada bidangnya. 

Organisasi ini juga memberikan sertifikasi profesional, sebagai penghargaan kepada  seseorang yang memiliki kualifikasi pada suatu bidang tertentu. Banyak juga yang menyebut organisasi profesi sebagai “organisasi cita-cita”. 

Demikianlah ulasan kali ini, yang membahas tentang jenis organisasi. Semoga bermanfaat bagi para pembaca semuanya. Kami undur diri dulu, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam artikel ini. Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *