KESIAPAN PENINGKATAN NUTRISI (D.0026)

A. DEFINISI

PPNI (PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA) Kesiapan peningkatan nutrisi adalah suatu pola asupan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik dan dapat ditingkatkan. Diagnosis ini merupakan diagnosis keperawatan promosi kesehatan yang menunjukkan adanya motivasi dan keinginan individu untuk meningkatkan pola makan dan mencapai status kesehatan yang lebih tinggi melalui nutrisi yang optimal.

NANDA INTERNATIONAL (HERDMAN & KAMITSURU) Suatu pola asupan nutrisi yang dapat diperkuat untuk mencapai tujuan kesehatan yang lebih baik. Dalam perspektif ini, fokus utama terletak pada kesiapan individu untuk memperbaiki perilaku makan, kualitas asupan, serta pemahaman tentang kebutuhan gizi spesifik yang mendukung kesejahteraan fisik secara menyeluruh.

Bacaan Lainnya

MARILYNN E. DOENGES Suatu kondisi di mana individu mengekspresikan kesiapan untuk meningkatkan nutrisi guna mencapai tingkat fungsi yang lebih tinggi. Doenges menekankan bahwa diagnosis ini ditegakkan ketika status nutrisi saat ini sudah berada pada rentang stabil atau normal, namun pasien memiliki dorongan internal untuk melakukan modifikasi perilaku guna mengoptimalkan kesehatan jangka panjang.

CARPENITO-MOYET Suatu keadaan klinis di mana seseorang yang memiliki status gizi adekuat menyatakan keinginan untuk meningkatkan asupan makanan demi mencapai standar kesehatan yang lebih superior. Carpenito menitikberatkan pada aspek proaktif pasien dalam mencari informasi mengenai nutrisi yang tepat bagi perkembangan usia dan aktivitas fisik mereka.

KOZIER & ERB (FUNDAMENTALS OF NURSING) Diagnosis keperawatan yang menggambarkan adanya perilaku kesehatan yang berfokus pada nutrisi yang efektif namun masih memiliki peluang untuk dioptimalkan. Hal ini mencakup transisi dari pemenuhan kebutuhan dasar gizi menuju gaya hidup sehat yang mencakup pemilihan jenis makanan fungsional dan pengaturan kalori yang lebih presisi sesuai tujuan kesehatan individu.

    B. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

    Fokus utama dari intervensi adalah untuk mencapai Status Nutrisi Membaik (L.03030) dengan kriteria hasil yang terukur:

    1. Keadekuatan Asupan Porsi makanan yang dikonsumsi selalu dihabiskan sesuai dengan perhitungan kebutuhan kalori harian.
    2. Stabilitas Antropometri Berat badan dipertahankan dalam rentang normal atau ditingkatkan secara bertahap menuju berat badan ideal.
    3. Indeks Massa Tubuh (IMT) Berada pada kategori normal sesuai dengan standar usia dan jenis kelamin yang berlaku secara universal

    C. STRATEGI INTERVENSI (SIKI)

    Pendekatan intervensi difokuskan pada penguatan pengetahuan dan modifikasi perilaku makan melalui beberapa langkah strategis:

    Edukasi Nutrisi (I.12395)

    1. Mengidentifikasi status gizi dan kemampuan pasien dalam pemenuhan nutrisi secara mandiri.
    2. Memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis nutrisi (makronutrien dan mikronutrien) serta penggunaan tabel bahan makanan penukar.
    3. Mengajarkan cara memonitor asupan kalori secara harian menggunakan buku catatan nutrisi atau aplikasi pemantau gizi.

    Konseling Nutrisi (I.03094)

    1. Membangun hubungan terapeutik untuk mengevaluasi kebiasaan makan yang sudah dinilai baik.
    2. Membantu pasien menetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis terkait peningkatan kesehatan melalui nutrisi.
    3. Mengkorelasikan faktor usia, tahap perkembangan, dan intensitas aktivitas fisik dengan kebutuhan gizi yang spesifik.

      D. GEJALA DAN TANDA MAYOR

      Subjektif

      • Mengekspresikan keinginan untuk meningkatkan nutrisi

      Objektif

      • Makanan teratur dan adekuat

      E. GEJALA DAN TANDA MINOR

           Subjektif

      • Mengekspresikan pengetahuan tentang pilihan makanan dan cairan yang sehat
      • Mengikuti standar asupan nutrisi yang tepat (Mis. Piramida makanan, pedoman American Diabetic Association atau pedoman lainnya)

      Objektif

      • Penyiapan dan penyimpanan makanan dan minuman yang aman
      • Sikap terhadap makanan dan minuman sesuai dengan tujuan kesehatan

      F. KONDISI KLINIS TERKAIT

      SDKI menyebutkan beberapa kondisi klinis yang mungkin berkaitan dengan diagnosis ini, antara lain:

      1. Obesitas (pada fase pemulihan/stabilitas)
      2. Diabetes Melitus
      3. Kehamilan
      4. Gizi Kurang (pada fase pemulihan/stabilitas)
      5. Anoreksia Nervosa (pada fase pemulihan/stabilitas)

      DAFTAR PUSTAKA

      Carpenito-Moyet, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

      Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. Philadelphia: F.A. Davis Company.

      Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Oxford: Thieme.

      Kozier, B., Erb, G., Berman, A., & Snyder, S. (2016). Fundamentals of Nursing: Concepts, Process, and Practice. New Jersey: Pearson Education.

      Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: DPP PPNI.

      Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan. Jakarta: DPP PPNI.

      Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. Jakarta: DPP PPNI.

      Pos terkait

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *