A. DEFINISI KLINIS
PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Gangguan kesadaran, perhatian, kognitif, dan persepsi yang reversibel, berlangsung tiba-tiba, dan dalam waktu singkat. Definisi ini menekankan pada sifat onset yang mendadak (akut) dan durasi yang terbatas.
NANDA International (North American Nursing Diagnosis Association) Awal mula gangguan kesadaran, perhatian, kognitif, dan persepsi yang bersifat mendadak dan berfluktuasi, yang berlangsung kurang dari tiga bulan. NANDA menyoroti aspek fluktuasi gejala yang sering terjadi dalam kurun waktu 24 jam.
American Psychiatric Association (APA) Gangguan perhatian (misalnya, penurunan kemampuan untuk mengarahkan, memfokuskan, mempertahankan, dan mengalihkan perhatian) dan kesadaran (penurunan orientasi terhadap lingkungan) yang berkembang dalam periode waktu yang singkat, mewakili perubahan dari baseline, dan cenderung berfluktuasi tingkat keparahannya sepanjang hari.
Sharon K. Inouye (Pakar Delirium & Pengembang CAM) Suatu bentuk kegagalan otak akut yang bermanifestasi sebagai gangguan perhatian dan kognisi yang bersifat akut serta berfluktuasi, yang biasanya dipicu oleh kondisi medis yang mendasari, intoksikasi obat, atau ketidakseimbangan fisiologis pada pasien yang rentan.
Marilynn E. Doenges Perubahan mendalam dalam kemampuan kognitif dan tingkat kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba, yang sering kali merupakan gejala sekunder dari proses patofisiologis sistemik, seperti infeksi, efek samping obat, atau gangguan metabolik yang memerlukan identifikasi dan penanganan segera.
B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
Penyebab munculnya konfusi akut bersifat multifaktorial. Berdasarkan tinjauan ilmiah, faktor-faktor tersebut meliputi:
- Gangguan Metabolik dan Organik Ketidakseimbangan elektrolit, hipoksia, infeksi (seperti sepsis atau ISK), dan kegagalan organ.
- Neurologis Riwayat demensia, delirium sebelumnya, atau cedera kepala.
- Farmakologis Efek samping obat antikolinergik, sedatif, atau penyalahgunaan zat psikotropika.
- Psikososial dan Lingkungan Fluktuasi siklus tidur-bangun, stres berat, serta usia lanjut (di atas 60 tahun).
C. MANIFESTASI KLINIS (INDIKATOR DIAGNOSTIK)
Untuk menegakkan diagnosis ini, diperlukan observasi mendalam terhadap gejala klinis yang mencakup:
Data Subjektif : Pasien menunjukkan penurunan motivasi secara signifikan dalam mengawali atau menyelesaikan perilaku yang berorientasi pada tujuan (goal-directed behavior).
Data Objektif : Adanya fluktuasi pada fungsi kognitif dan tingkat kesadaran secara mendadak. Perubahan aktivitas psikomotorik yang dapat berupa hiperaktif (gelisah), hipoaktif (apatis), atau campuran. Selain itu, ditemukan gangguan memori, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Tujuan intervensi berfokus pada Tingkat Konfusi Menurun (L.06054), dengan kriteria hasil ilmiah sebagai berikut:
- Fungsi kognitif dan tingkat kesadaran meningkat menuju status basal.
- Motivasi dalam berperilaku terarah kembali normal.
- Kemampuan orientasi terhadap waktu, tempat, dan orang membaik.
- Respons terhadap stimulasi lingkungan menjadi lebih adekuat.
E. INTERVENSI KEPERAWATAN UNGGULAN (SIKI)
Strategi penatalaksanaan melibatkan pendekatan non-farmakologis dan kolaboratif:
Manajemen Delirium (I.06189) Melakukan identifikasi faktor risiko sistemik dan lingkungan. Menyediakan lingkungan yang tenang, pencahayaan adekuat, serta alat reorientasi seperti jam dan kalender. Menghindari validasi terhadap mispersepsi (seperti halusinasi) tanpa bersikap argumentatif.
Manajemen Halusinasi (I.09288) Memantau isi halusinasi dan memastikan keamanan pasien serta lingkungan. Mengajarkan teknik distraksi dan reorientasi realita kepada pasien.
Manajemen Penyalahgunaan Zat (I.09291) Mengidentifikasi zat penyebab dan tanda-tanda intoksikasi atau gejala putus zat (withdrawal). Melakukan kolaborasi dalam pemberian terapi substitusi atau medikasi psikofarmaka sesuai indikasi medis.
DAFTAR PUSTAKA
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5-TR). Washington, DC: American Psychiatric Association Publishing.
Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., & Wagner, C. M. (2016). Nursing Interventions Classification (NIC) (7th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.
Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. Philadelphia: F.A. Davis Company.
Inouye, S. K., Westendorp, R. G., & Saczynski, J. S. (2014). “Delirium in elderly people”. The Lancet, 383(9920), 911–922.
NANDA International. (2021). Nursing Diagnoses: Definitions and Classification 2021-2023. Oxford: Wiley-Blackwell.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
