A. DEFINISI
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Berisiko mengalami gangguan kesadaran, perhatian, kognitif, dan persepsi yang reversibel, berdurasi singkat, dan onsetnya mendadak. Fokus diagnosa ini adalah pada identifikasi dini sebelum manifestasi klinis konfusi benar-benar muncul.
NANDA International (Herdman & Kamitsuru) Kerentanan terhadap gangguan kesadaran, perhatian, kognisi, dan persepsi yang bersifat akut, fluktuatif, dan reversibel. NANDA menekankan bahwa risiko ini sangat tinggi pada populasi lansia yang mengalami hospitalisasi atau prosedur pembedahan.
Brunner & Suddarth (Hinkle & Cheever) Suatu kondisi berisiko di mana pasien berpotensi mengalami delirium, yaitu sindrom klinis yang ditandai dengan gangguan kognitif global serta gangguan siklus tidur-bangun. Risiko ini meningkat seiring dengan kompleksitas penyakit fisik yang diderita pasien.
American Geriatrics Society (AGS) Keadaan rentan yang dialami pasien, terutama lansia, terhadap kegagalan fungsi serebral akut akibat stresor fisiologis. AGS mendefinisikan pencegahan risiko ini sebagai prioritas utama dalam perawatan geriatri untuk menghindari penurunan fungsi permanen.
Lynda Juall Carpenito Kondisi ketika individu berisiko mengalami perubahan dalam orientasi, memori, dan pola perilaku. Carpenito menyoroti bahwa risiko ini sering kali berkaitan dengan paparan terhadap lingkungan yang asing, sensorik yang berlebihan, atau justru deprivasi sensorik di pengaturan klinis.
B. FAKTOR RISIKO
Penegakan diagnosis risiko didasarkan pada identifikasi faktor-faktor predisposisi yang signifikan, antara lain:
- Kondisi Fisiologis dan Metabolik: Gangguan fungsi organ (mis. azotemia, peningkatan BUN/kreatinin), ketidakseimbangan elektrolit, dehidrasi, malnutrisi, serta infeksi sistemik.
- Neurologis dan Kognitif: Riwayat stroke, demensia, atau perubahan fungsi kognitif sebelumnya.
- Faktor Lingkungan dan Psikososial: Penggunaan restraint (pengekangan) yang tidak tepat, deprivasi sensori, nyeri akut yang tidak terkelola, serta gangguan siklus tidur-bangun.
- Farmakologis: Efek samping agen farmakologis tertentu (seperti benzodiazepine atau antikolinergik) serta penyalahgunaan zat.
- Demografis: Usia lanjut (> 60 tahun) merupakan faktor risiko independen karena penurunan cadangan fungsional otak.
C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Intervensi diarahkan untuk mencapai Tingkat Konfusi Menurun (L.06054). Target klinis yang diharapkan meliputi:
- Optimalisasi fungsi kognitif dan tingkat kesadaran.
- Peningkatan aktivitas psikomotorik yang terarah.
- Perbaikan memori jangka pendek dan jangka panjang.
- Respons adaptif terhadap stimulus lingkungan dan perbaikan fungsi sosial.
D. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
Pendekatan intervensi bersifat multifaktorial untuk memitigasi risiko:
- Manajemen Nyeri (I.08238): Mengidentifikasi dan mengelola intensitas nyeri untuk mencegah stres fisiologis yang memicu konfusi.
- Manajemen Demensia (I.09286): Menciptakan lingkungan yang rendah stimulus, konsisten, dan aman, serta melakukan orientasi realitas secara berkala (waktu, tempat, dan orang).
- Pencegahan Infeksi (I.14539): Memonitor tanda-tanda infeksi sistemik yang sering kali menjadi pemicu utama perubahan status mental pada lansia.
- Optimalisasi Hidrasi dan Nutrisi: Memastikan asupan cairan dan elektrolit yang memadai untuk mendukung metabolisme serebral.
E. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Demam tinggi (delirium fungsional).
- Demensia.
- Penyakit Alzheimer.
- Cedera kepala.
- Stroke.
- Penyalahgunaan zat.
DAFTAR PUSTAKA
American Geriatrics Society. (2020). Geriatrics Nursing Care Plan: Acute Confusion and Delirium Prevention. New York: AGS Publishing.
Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. Philadelphia: Wolters Kluwer.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021-2023. Oxford: Wiley-Blackwell.
Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2018). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-Surgical Nursing. Philadelphia: Wolters Kluwer.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

