Macam-macam teknik pidato, bisa kita pelajari dengan baik ketika keinginan mulai menggebu, dan serius untuk mempelajarinya. Berikut ulasan mengenai definisi, serta jenis dari hal tersebut. Ayu Maesaroh, Komunikasi Organisasi – organisasi.co.id
Halo para organisator? Bagaimana kabar hari ini? Semoga masih diberikan kelancaran untuk terus berlatih, mencoba mengasah kemampuan public speaking ya.
Apalagi di era sekarang yang memang kemampuan tersebut menjadi satu poin penting ketika kita berada pada ranah pekerjaan, di bidang apapun.
Mengingat persaingan pekerja di era sekarang sudah sangat terbuka. Kita tidak lagi bersaing dengan sesama WNI, atau bahkan dengan orang yang kita kenal.
Namun sudah lebih dari itu, yakni para tenaga asing, yang kemudian menawarkan berbagai kemampuan, menarik para pengusaha di Indonesia untuk merekrut mereka.
Sungguh, betapa sebuah kemampuan soft skill seperti public speaking sangat kita butuhkan di era seperti sekarang. Walau pandemi, nyatanya demikian.
Lalu, bagaimana cara melatihnya? Salah satunya dengan cara berpidato. Bisa di depan cermin dengan menganggap kita sedang berbicara dengan orang lain, atau pun mencoba untuk mengemukakan pendapat.
Tentang suatu hal kepada orang banyak, yang mungkin lingkupnya masih kita kenali. Sebelum melakukan hal tersebut, ada baiknya membahas terlebih dahulu mengenai berbagai aspek berkaitan dengan pidato.
Berikut pembahasannya;
Pidato dan Kaitannya dengan Rasa Percaya Diri
Pidato adalah salah satu cara untuk kita dapat menyampaikan sebuah ide atau gagasan mengenai tema tertentu, yang mana bertujuan agar audience dapat memahami dengan baik.
Terutama masalah aspek yang ingin kita sampaikan kepada mereka. Butuh waktu yang cukup lama, jika kemudian seseorang mencoba berlatih untuk berbicara di depan banyak orang.
Ada kemudian beberapa metode yang akhirnya menjadi satu jalan keluar, ketika seorang tersebut buntu dan tak bisa berbicara di depan orang. Salah satunya adalah dengan “percaya diri”.
Percaya diri disini bukan persoalan mengenai mereka dapat berbicara dengan nyaman di depan orang. Berawal dari percaya diri terhadap penampilan diri sendiri.
Yang kemudian terus meningkat tentang percaya diri tentang cara berpikir mereka, kemudian mencoba untuk bertanya mengenai kejanggalan-kejanggalan yang ada di kehidupan sehari-hari, yang menjadi fenomena.
Jangan biarkan orang lain kemudian mempengaruhi diri kamu, ketika berlatih untuk percaya diri terhadap diri sendiri. Biarkan semua mengalir, sesuai dengan target latihan mu.
Mengingat sebuah rasa percaya diri dalam berpidato, sangat penting. Karena siapa sangka, dengan percaya diri, kemudian nada berintonasi, berkata, dapat mempengaruhi orang lain.
Yang mungkin isu mereka disinggung oleh para pemateri, yakni diri kamu. Kita tidak pernah tahu akan kapan, bagaimana, sejak berada di posisi mana, kita dapat mempengaruhi orang lain.
Bisa jadi karena rasa percaya diri kita, yang kemudian mempengaruhi trust mereka kepada kita. Karena, kita sendiri saja nyaman membincangi hal yang menjadi problematika, kemudian mencari satu petunjuk agar terpecahkan masalah tersebut.
Oleh karena itu. Tidak heran bila mana, berpidato sangat erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Jadi, mari mulai dari sekarang, tumpuk rasa percaya diri tersebut pada diri sendiri.
Pidato Menurut Para Ahli

Tapi, apa sebenarnya arti dari kata pidato tersebut? Bagaimana macam-macam dari teknik perlu kita pelajari lebih dalam pidato?
Kita sudah menyinggung sebenarnya mengenai pidato seperti apa. Terutama dari gambaran pengertian secara umum, yang memang hal tersebut sering kita lihat.
Meski demikian, ada beberapa pengertian yang lebih ilmiah terkait arti dari kata “pidato” menurut para ahli, beberapa diantaranya adalah:
Emha Abdurrahman
Dia mengatakan bahwasannya “pidato” , adalah sebuah kegiatan untuk menyampaikan beberapa pendapatnya mengenai suatu hal, problematika, atau pun permasalahan tertentu.
Organisatoris lain baca ini: Master Of Ceremony: Pengertian Dan 4 Contoh Naskah
Yang mana dilaksanakan oleh seorang pemateri dengan cara lisan, atau secara langsung di hadapan beberapa audiencen yang hadir.
Syam
Adapun menurut Syam, yang memaparkan tentang “pidato”, lebih menitikberatkan pada teknik seseorang yang mampu memilih beberapa kata.
Atau dapat dikatakan hal tersebut merupakan kemahiran seseorang dalam pemilihan kata, yang dapat mempengaruhi pendengaran seseorang.
Arsjad
Beliau memaparkan tentang “pidato”, lebih menitikberatkan pada teknik komunikasi seseorang dalam menyampaikan beberapa gagasan, ide, atau pun sejenisnya kepada khalayak umum.
Yang mana hal tersebut bertujuan agar gagasan ide, dan sejenisnya yang mereka katakan di depan audience, dapat diterima dengan baik.
Itulah beberapa pembahasan mengenai macam-macam dari pengertian pidato, mulai dari menyinggung teknik, sampai kepada “berpidato” itu sendiri.
Macam-macam Teknik Pidato Berdasarkan Tujuan
Dan karena telah menyinggung teknik pidato, ada beberapa macamnya, yang kemudian dapat kita ketahui secara mendalam.
Terutama untuk yang pertama adalah masalah pidato berdasarkan tujuan. Kita sangat paham betul, bahwasannya apa yang dibicarakan oleh orang.
Kerap kali tidak semata-mata hanya gurauan semata. Pasti ada landasan, tujuan, alasan, yang menguatkan orang tersebut berbicara, berperilaku tertentu di depan kita. Begitu juga dengan pidato.
Ada tujuan dan maksud di dalamnya. Jadi berikut daftarnya:
Jenis Informatif
Sesuai dengan namanya, pidato ini menitikberatkan kepada pemateri, yang memberikan berbagai informasi terkait tema yang diangkat dalam acara tersebut.
Memberikan gambaran, misalnya sebuah fenomena pergaulan bebas itu dapat terjadi di era sekarang. Apa yang menjadi kekurangan dan penyebab kuat yang kemudian merubah anak berlaku demikian, dan sebagainya.
Intinya, memberikan informasi seakurat mungkin. Agar dapat terserap oleh audience.
Rekreatif
Macam-macam teknik dari pidato selanjutnya, adalah jenis rekreatif. Pidato ini, menitikberatkan pada menyampaikan informasi yang ada.
Dengan dibumbuhi beberapa kata-kata yang menghibur, agar para audience tidak merasa bosan ketika harus mendengarkan berbagai topik pembahasan yang ada.
Jenis Persuasif
Merupakan salah satu pidato yang sering terpakai oleh kebanyakan para pemateri dalam sebuah acara, dengan mengusung tema tertentu.
Pidato ini lebih menitikberatkan pada himbauan, atau ajakan kepada audience untuk bisa memahami bagaimana pentingnya ide dan gagasan yang ia paparkan kepada mereka, supaya dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari mereka.
Dan hal tersebut dapat menjadi referensi kalian, ketika harus berpidato di depan khalayak umum, namun belum paham tujuan kalian apa melakukan hal demikian.
Teknik Pidato Berdasarkan Isi

Kemudian ada jenis lain yang juga kerap kali digunakan oleh banyak pemateri. Ialah jenis pidato berdasarkan isinya. Untuk macam-macam teknik yang satu ini dalam pidato.
Lebih menitikberatkan pada kepentingan yang ada, dengan tujuan agar isi yang terkandung dapat tersampaikan dengan baik. Beberapa jenisnya antara lain:
Pidato Jenis Pembukaan
Biasanya dilakukan oleh pembawa acara atau yang sering kita kenal sebagai MC. Ketika mereka mendapat tuntutan harus mengawali acara.
Dengan menggunakan sepatah kata dari mereka, agar menjadi satu tanda bahwa acara akan segera terselenggarakan.
Pengarahan
Yang kedua adalah pengarahan. Menitikberatkan pada seseorang yang memiliki jabatan cukup tinggi, mengarahkan kepada bawahan mereka agar dapat mematuhi apa yang menjadi perhatian yang perlu diindahkan.
Contoh konkretnya yang sekarang banyak kita temui, ialah beberapa NAKES memberikan pengarahan bagaimana cara mendapatkan vaksin, dosis apa yang nantinya akan didapatkan, dan sebagainya.
Sambutan
Yang ketiga adalah sambutan. Untuk hal ini seorang pemateri menyampaikan sepatah kata yang berisi mengenai penyambutan para audience yang sudah hadir dalam acara tersebut.
Termasuk rasa syukur kepada sang Maha Kuasa, yang telah memberikan kesempatan, untuk berkumpul dalam acara tersebut. Serta mendoakan kelancaran dari perhelatan acara yang sedang berlangsung.
Peresmian
Sering melihat orang berpidato ketika sudah meresmikan perusahaan atau usaha tertentu denga skala sedang atau pun besar?
Benar, itu termasuk dalam kategori pidato peresmian, yang sering dilakukan oleh pemilik usaha. Mereka mengucapkan rasa syukur atas penyelenggaraan acara dengan lancar, dan orang-orang yang berkenan hadir dalam acara tersebut.
Jenis Laporan
Biasanya untuk aspek yang satu ini, sering dilakukan oleh penanggungjawab kegiatan. Memaparkan hasil akhir kegiatan yang terselenggara.
Organisatoris lain baca ini: Pengertian Moderator: 5 Tugas, Sikap, Persiapan & Naskah
Atau untuk perusahaan, biasanya manager yang bertanggungjawab, akan memaparkan hasil kinerja perusahaan dari waktu ke waktu, dalam kurun waktu satu bulan, hingga per tahun.
Pertanggungjawaban
Untuk pidato ini, akan terlaksana ketika semua rangkaian kegiatan sudah selesai. Kemudian ada sepatah kata dari ketua panitia mengenai acara tersebut.
Seperti layaknya evaluasi, namun lebih formal. Bagaimana rasa syukurnya karena telah melaksanakan kegiatan tersebut, dan lainnya. Setelah itu, baru melakukan evaluasi secara rinci.
Itulah beberapa jenis dari pidato berdasarkan isi, yang bisa menjadi referensi kalian.
Perbedaan Teknik Berdasarkan Isi dan Tujuan
Lalu, apa perbedaan antara keduanya? Bukankah sama-sama macam-macam teknik yang terkandung dalam pidato? Walaupun keduanya adalah jenis.
Namun tetap saja berbeda. Seperti manusia misalnya. Mereka adalah manusia, sama-sama mempunyai jenis kelamin. Tapi kenapa mereka berbeda?
Bisa dari berbagai faktor, mulai dari jenis kelamin, sikap mereka, watak, sifat, sampai kepada kebiasaan serta sudut pandang pemikiran yang mereka miliki, bisa berbeda.
Begitu juga dengan kedua teknik tersebut. Keduanya berbeda dari sisi bidiknya, serta kepentingannya. Ambil contoh untuk yang berdasarkan tujuan, yakni informatif.
Bidik utamanya para audience yang ada di sana, yang mana mempunyai tujuan sama, ialah mendapatkan informasi dari tema yang terkait dalam pidato tersebut.
Otomatis, seorang pemateri juga akan membidik bagaimana caranya agar para audience dapat memahami informasi yang mereka katakan dengan baik.
Berbeda halnya dengan berdasarkan isi, yakni pada jenis pidato laporan. Bidik mereka adalah beberapa orang, yang menginginkan hasil dari sebuah kinerja seseorang, dan sudah pada level mana tujuan tersebut tercapai.
Pun dengan orang yang berpidato. Memberikan gambaran bagaimana hasil kerjanya, apa yang harus dievaluasi, dan sebagainya.
Dari hal tersebut sudah terlihat dari sisi mana untuk hal yang membedakan. Namun, keduanya dapat dipakai secara bersamaan. Selagi seorang pemateri bisa membagi, mana yang informatif, dan mana yang harus sambutan, dan sejenisnya.
Penutup
Itulah beberapa pembahasan mengenai macam-macam teknik pidato, yang bisa menjadi referensi kalian. Dari beberapa pembahasan tersebut dapat disimpulkan.
Bahwasannya semua hal yang kita ucapkan, sampaika, tuturkan, dan sejenisnya. Semua perlu ada alasan, tujuan, dan titik temu.
Dimana hal tersebut menjadi satu acuan kenapa kita mengucapkan kata-kata demikian. Juga menggambarkan bagaimana alasan, kemudian mempengaruhi seseorang untuk berucap di khalayak umum, pada situasi tertentu.
Dan pastinya harus kuat mental, agar apa yang ingin tersampaikan bisa sampai kepada para audience yang ada.
Sekian ulasan kali ini, semoga menjadi referensi.
Daftar Pustaka:
