Pupuk kandang terbaik
Pupuk kandang (Foto: hellogametan.com)

Pupuk Kandang Terbaik: 2 Teknik Terbaru

Diposting pada

Pupuk kandang terbaik merupakan jenis penyubur untuk tanaman. Dimana pupuk kini banyak digunakan oleh sebagian kalangan.

Fauziyah, organisA51 – organisasi.co.id

Seperti halnya pupuk, penyubur yang memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan hara serta membantu untuk proses pertumbuhan tanaman.

Pupuknya pun dapat merangsang pembesaran sel serta menambah volume selnya terhadap tumbuhan. Terdapat jenis-jenis pupuk bisa kita gunakan agar dapat suburkan tanah.

Pupuk yang alami tersebut tidak kalah saingnya dengan pupuk berbahan kimia yang terbuat dari pabrikan. Tidak lagi heran apabila banyak kalangan memilih menggunakan pupuk yang alami supaya tanamannya bisa tumbuh.

Sangat kaya akan unsur hara untuk tamanam-tanaman sehingga banyak kotoran hewan yang berguna dan seringkali terpakai untuk pembuatan pupuk organik.

Pupuk kandang terbaik tersebut memiliki peran untuk memperbaiki sifat fisiknya, kimia serta biologi tanah.

Komposisi dari unsur hara tersebut tergantung dengan jenis hewan, usia, alas kandang serta pakan diberikan terhadap hewan itu.

Pada dasarnya, kotoran hewan tersebut memiliki kandungan hara makro seperti Posfor (P), Mitrogen (N), Kalsium (Ca), Kalian (K), Magnesium (Mg) serta Belerang (S).

Ketimbang dengan jenis kimia, kadar kandungan hara pada pupuk organik ini lebih kecil.

Organisatoris lain membaca ini: Pupuk Kompos

Cara Memperoleh Pupuk Kandang Terbaik

Pupuk kandang terbaik
Cara mendapatkan pupuk kandang (Foto: dekoruma.com)

Lalu, bagaimana cara memperoleh pupuk kandang terbaik? Dan di manakah kita bisa mendapatkannya? Apakah ingin menggunakan pupuk organik untuk cocok tanam?

Cara memperoleh pupuk tersebut tentunya sangatlah mudah. Karena bahan dasarnya sangat mudah untuk ditemukan dalam kehidupan sekitar kita. Di mana saja?

Berdasarkan namanya, pupuk organik merupakan sebagai pupuk yang memiliki asal penguraian bahan organik di alam misalnya tanaman maupun hewan.

Pupuk tersebut pada umumnya dapat memiliki bentuk padat ataupun cair, tergantung dengan seperti apa mengolahnya.

Agar dapat memperoleh pupuk ini, Anda dapat memanfaatkan sisa-sisa sampah alam yang ada di sekitar lingkungan.

antara lain yaitu, dedaunan, bulu binatang, rumput-rumput, sisa makanan yang busuk, dan kotoran hewan peliharaannya.

Cara memperoleh pupuk kandang secara terbuka

Cara memperolehnya yaitu dengan membuatnya pada tempat terbuka. Antara lain caranya yaitu :

  • Di bawah panasnya matahari kotoran hewan disimpan dan dijemur sehingga airnya berkurang, kurang lebih dua hari.
  • Lalu pindahkanlah kotoran hewannya pada tempat memiliki atap namun tanpa dinding supaya udaranya lancar, selama dua minggu. Usahakan tempatnya lebih tinggi dari tanah.
  • Sesudah dua bulan, kotorannya sudah siap menjadi pupuk organik dan siap untuk digunakan.

Cara memperoleh pupuk kandang secara tertutup

Cara memperolehnya dengan tertutup, dan menimbun kotoran pada lubang yang sudah ada atap. Antara lain caranya yaitu :

  • Membuat lubang di tanah yang memiliki ukuran berdasarkan kotoran ternak. Sebaiknya dinding tanahnya terlapisi semen sehingga dapat mencegah air yang masuk dari tanah.
  • Masukanlah kotoran ternak pada lubang dan jangan penuh.
  • Taburkanlah kapur tani sehingga dapat cegah pengerasan secara tipis saja dan merata, lalu timbun oleh tanah.
  • Tunggu 3 hingga 5 bulan dan kotorannya dekomposisi sempurna, sehingga pupuk yang sudah ada siap teraplikasikan.

Jenis Pupuk Kandang dan Kandungan Hara Terbaik

Jenis pupuk kandang (Foto: cnnindonesia.com)

Pada umumnya, jenis pupuk yang alami memiliki beberapa jenis yaitu bentuk padat serta cair. Pupuk padat ini bisa di dapat dari tahi atau feses sedang untuk pupuk cair, seperti dari kencingnya hewan atau urine.

Adapula yang memanfaatkan campuran feses serta urine dengan bentuk campuran yang begitu kental misalnya lumpur.

Terdapat pula pupuk kandang terbaik yaitu campuran kotoran menggunakan material lain, misalnya kotoran ayam yang bercampur dengan sekam padi sebagai alas kandang maupun kotoran sapi.

Di bawah ini terdapat jenis pupuk banyak berguna bagi kebutuhan tani, antara lain:

Kotoran sapi

Pupuk yang satu ini mempunyai kandungan serat begitu tinggi dari senyawa rantai carbon. Selain serat, kotoran-kotoran sapi mempunyai kadar air yang tinggi dapat membuat ongkos pupuk menjadi lebih mahal karena bobot pupuknya lumayan berat.

Kotoran sapi sudah terkompos secara sempurna maupun sudah matang jika memiliki warna hitam sangat gelap, teksturnya gembur, suhunya dingin, tidak lengket, serta tidak ada baunya.

Kotoran ayam

Satu ini banyak peminat dari setiap petani sayuran daun karena reaksinya begitu cepat, hingga cocok terhadap karakter sayuran daunnya yang memiliki siklus tanaman pendek.

Pupuk tersebut biasanya memiliki bentuk campuran bersama sekam padi, yaitu untuk kotoran broiler atau ayam pedaging.


Meski demikian, kotoran ayam tersebut rentan bawa bibit penyakit, berupa bakteri dengan jenis Salmonella. Maka itu, pemanfaatannya harus hati-hati serta berdasarkan kebutuhan.

Hal lain harus mendapat perhatian yaitu penggunaan obat serta hormone terhadap peternakan ayam yang terbawa pada kotoran ayam. Konstaminasi tersebut tentu tidak mereka harapkan, terutama bagi petani sayur.

Kotoran kambing

Jenis ini mempunyai bentuk sama halnya dengan butiran sulit untuk dipecahkan secara fisik.

Kotoran kambing harus terproses terlebih dahulu, sebelum terpakai menjadi pupuk yang matang.

Ciri dari kotoran kambing yang sudah matang adalah suhunya dingin serta kering, dan tidak mempunyai bau.

Pupuk tersebut tepat sekali terpakai ketika pemupukan kedua agar dapat rangsang tumbuhnya bunga serta buah.

Air kencing

Pupuk dari urine pun dapat menjadi penyubur, urine tersebut adalah buangan dari sisa metabolism pada tubuh yang memiliki kandungan kadar nitrogen begitu tinggi dengan hasil perombakan dari metabolism protein.

Adapun urine terpopuler berlaku untuk pupuk cair yaitu urine kelinci, karena mempunyai kandungan hara cukup tinggi, hingga mencapai 2,72%.

Cara penggunaannya lumayan mudah, dengan encerkan 1 liter pada 20 liter air yang bersih.

Cara Fermentasi

Pupuk Kandang Kambing

Dengan cara fermentasi bahan-bahan organik menggunakan bantuan organisme, pupuk kandang terbaik yang satu ini tentunya mempunyai suspense lebih stabil karena unsur hara memiliki sifat cair.

Antara lain cara memfermentasikan pupuk organik kambing di bawah ini.

Bahan :

  • Kotoran kambing
  • Gula pasir maupun merah
  • Karung bekas
  • Bioaktivator
  • Urine kambing
  • Dedaunan
  • Tong plastik
  • Air

Cara pembuatan :

sesudah bahan di atas terkumpul, sekarang akan mulai melakukan proses membuat pupuk cair kotoran kambing, yaitu :

  • Campurkanlah kotoran kambing dengan gula pasir maupun merah secukupnya saja pada tong plastik.
  • Lalu masukanlah perlahan dedaunan yang sudah terpotong-potong pada tong plastik.
  • Berikan air bersih serta aduk bahan semuanya sampai tercampur hingga rata. Tekanan air yang digunakan yaitu sebanyak setengah dari bahan-bahan organik yang sudah dimasukan dahulu.
  • Persiapkan berbagai bahan tambahan misalnya gula, bioaktivator serta urine kambing.
  • Bioaktivator serta gula itu tercampur dan larutkan bersama 5 liter air yang bersih dahulu.
  • Masukan bahan tambahan yang sudah terlarut pada tong plastik yang sudah terisi bahan utamanya. Presentase ideal agar dapat mencampur bahan-bahan tersebut yaitu 70% dari bahan cair serta 30% bahan padat.
  • Proses membuat pupuk kotoran kambing sudah memasuki tahap air, sesudah semua bahannya tercampur pada plastik, sekarang simpan adonan pupuk ½ jadi itu.

Tutuplah sampai rapat tong plastiknya kemudian beri lubang bagi selang di bagian samping atas. Andapun bisa melihat di gambar yang sudah ada.

  • Hubungkan selangnya bersama botol dengan isi air, tujuannya yaitu agar dapat jaga suhu pada tong tetap stabil meski tanpa bantuan oksigen luar.
  • Penyimpanan itu berlangsung kurang lebih 10 hingga 20 hari sebelum dapat kita buka. Tanda sebagai patokan yaitu jika dari tong sudah tercium seperti bau tape, maka tong sudah siap.
  • Proses berikutnya yaitu lakukan penyaringan adonan pupuknya agar dapat memisahkan bagian cair dengan ampasnya. Bagian cair yang kita gunakan.
  • Jika sudah, simpan pupuk cair tersebut ke dalam botol, tunggu beberapa hari agar bisa teraplikasikan ke tanaman organik.

Kotoran Hewan: Sapi

Limbah peternakan serta pertanian banyak perlimpah pada sekitar lingkungan yaitu kotoran hewan sapi serta dedak padi.

Jenis ini memiliki nilai tinggi jika kita olah menjadi pupuk. Cara fermentasi pupuk kandang terbaik dari kotoran sapi terrurai di bawah ini :

Bahan :

  • Dedak padi
  • Kotoran sapi
  • Tetes tebu (molasses)
  • Probiotik

Alat yang digunakan :

  • Ember 2
  • Drum plastik
  • Sekop 2

Cara fermentasi :

  • Campurkanlah tetes serta probiotik pada ember seta tambahkanlah air
  • Hamparkanlah kotoran sapi dengan bertahap setiap 100 kg nya lalu taburkanlah dedak padi dengan merata, sesudah itu semprotkanlah campuran probiotik serta molasses dengan merata. Lakukan berulang sampai kotoran sapi yang tersedia habis.
  • Lalu campurkanlah kotoran ternaknya serta aduk dengan sekop atau cangkul sampai merata hingga kondisi kotorannya siap untuk di fermentasi.

Apabila kotoran ternaknya pada kondisi kering, campurkan lagi dengan air bersih.

  • Berikutnya masukanlah campuran pada drum plastik serta padatkan sampai penuh.
  • Tutuplah rapat drumnya hingga proses fermentasi pada kondisi yang kedap udara atau anaorob.
  • Lalu simpanlah pada tempat begitu aman serta tidak kena matahari secara langsung sekitar 2 hingga 3 minggu kemudian amatilah perubahannya suhu.
  • Puncak perubahannya terjadi di minggu kedua sampai tengah minggu ketiga kisaran suhunya antara 40 hingga 60 derajat celcius. 
  • Jelang akhir fermentasi di minggu ketiga suhunya mulai turun sampai capai suhu normal.
  • Beri ruang untuk pupuk mendapatkan angin agar nantinya mereka bisa membuang gas methane yang ada.
  • Sesudah dianginkan pupuk ini bisa dikemas maupun langsung bisa diaplikasikan pada tanaman.

Pupuk Organik: Kotoran Ayam

Kotoran ayam memiliki kandungan unsur Nitrogen lumayan tinggi, dilengkapi Kalium dan Fosfor. Adanya ketiga unsur tersebut tergantung dengan kondisi ayam tersebut seperti diet, kesehatan dan umur ayam.

Apabila dibandingkan dengan pupuk lainnya, jenis ini memiliki kandungan hara paling tinggi.

Marilah kita mulai cara fermentasi pupuk ayam. Persiapkan dahulu alat serta bahan akan digunakan untuk prosesnya.

Bahan :

  • Kotoran ayam
  • Sekam padi yang telah digiling
  • Dedak
  • Pupuk organik yang cair, misalnya MBio
  • Gula merah
  • Air bersih

Cara fermentasi :

  • Campurkanlah dahulu pupuk MBio bersama gula merah serta air. Diamkanlah dahulu sekitar 12 jam. Larutan gula merahnya memiliki fungsi untuk pengaktif pupuknya.
  • Campurkan kotoran ayam, dimana sekam padi ini sudah digiling dan dedak. Aduklah sampai bahan-bahannya tercampur sampai rata.

Limbah taninya yang dapat dimanfaatkan bagi bahan pembuatan pupuknya tidak hanya sekam padi, tetapi jeraminya juga dapat diubah sehingga menjadi pupuk.

Usahakanlah agar dapat lakukan proses yang satu ini diatas ubin kering.

  • Siramkanlah larutan MBio serta gula merah disimpan sebelumnya keatas campuran kotoran ayamnya serta bahan yang lain.
  • Tutuplah adonannya dengan plastik, terpal maupun karung goni. Proses pengomposannyapun berlangsung sekitar lima hari.
  • Aduklah lagi semua bahannya sampai tercampur secara rata sertiap lima jam sekali.
  • Sesudah lima hari, pupuk organik ayam ini siap untuk digunakan.

Setelah memahami seperti apa itu pupuk tersebut? , bagaimana dapat memperolehnya? dan bagaimana cara fermentasinya.

Tentunya pasti tertarik untuk menggunakan pupuk organik ini. Karena pembuatannya sangat mudah, dan mendapat bahannyapun tidak sulit karena alat dan bahan pasti dimiliki oleh siapapun.

Yuk suburkan tanah dengan bahan-bahan alami. 

Referensi :

  1. Cara membuat pupuk kandang
  2. Cara membuat pupuk organik yang hemat
  3. Membuat pupuk organik dari kotoran ayam
  4. Dari kotoran hewan lainnya
  5. Daftar pupuk organik terbaik
  6. dari limbah kotoran ternak sapi
  7. Jenisnya
  8. Karakteristik dari pupuk organik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *