pemberontakan bersenjata
ilustrasi pemberontakan (voaindonesia.com)

Pemberontakan Bersenjata: 6 Daftar dan Ideologinya

Diposting pada

Pemberontakan bersenjata di Indonesia benar-benar terekam dalam sejarah. Tidak hanya terkenal dengan kebiadabannya, namun juga hasil nyata terhadap korban-korbannya. Tercatat lebih dari lima kejadian pemberontakan. Tika, I & W Organon – organisasi.co.id

Pemberontakan dapat berarti pembelotan terhadap kekuasaan pemerintah atau yang berkuasa. Tindakan ini dapat berupa kekerasan atau justru hanya pembangkangan sipil. Semua tergantung ‘rasa’ mereka yang terpendam dan membuncah.

Hal ini tentu ada di sisi dunia manapun, termasuk Indonesia. Tidak mungkin suatu bangsa selalu memiliki masyarakat yang penurut, ataupun tidak memiliki ancaman dari luar. Bagaikan Yin dan Yang, mereka yang tidak sepaham akan selalu muncul membuat dunia terasa semakin seimbang.


Pengertian Pemberontakan Bersenjata

pemberontakan bersenjata (tirto.id)

Pemberontakan dengan senjata masuk dalam jenis pemberontakan militer. Hal ini menjadi sebuah ancaman militer. Dengan pemberontakan, mereka yang merupakan kaum pemberontak berupaya menghancurkan sistem pemerintah.

Dalam sebuah ancaman militer, terdapat beberapa hal di luar pemberontakan dengan senjata. Mereka adalah:

Agresi

Merupakan bentuk ancaman militer dengan menggunakan kekuatan bersenjata oleh negara lain. Hal ini merupakan ancaman terhadap kedaulatan, keselamatan, hingga keutuhan suatu bangsa.

Contohnya di Indonesia adalah Agresi Militer 1 dan 2 oleh Belanda.

Pelanggaran Wilayah

Tidak sedikit negara yang memiliki wilayah sempit akan terkesan ingin mengambil alih wilayah lain. Hal ini juga menjadi sebuah ancaman.

Sabotase

Jenis ancaman ini adalah pemberontakan dengan mengambil alih objek vital yang ada. Objek-objek tersebut tentunya erat kaitannya dengan hajat hidup orang banyak.

Spionase

Adalah jenis pemberontakan yang secara tidak langsung memata-matai atau melakukan kegiatan intelijen untuk mendapatkan rahasia tertentu.

Aksi Teror Bersenjata

Sebuah pemberontakan yang melibatkan teroris dan mengancam keselamatan dan ketenangan rakyat adalah jenis ancaman yang sulit diprediksi. Indonesia telah berkali-kali kecolongan dalam kasus ini.

Ancaman Keamanan di Laut dan Udara

Ada beberapa jenis ancaman yang dapat terjadi di laut dan udara mulai dari perampokan, penyelundupan senjata, hingga penangkapan secara ilegal hasil laut.

Konflik Komunal

Merupakan jenis pemberontakan yang terjadi antar suku atau kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Tentu saja hal ini akan mengancam keselamatan bangsa.

Jadi, jika kita mampu menarik kesimpulan, maka pemberontakan bersenjata merupakan jenis cara untuk memberontak terhadap pemerintahan pemerintah yang dianggap tidak sesuai pemikiran pemberontak.

Pemberontakan tersebut juga melibatkan persenjataan.


Definisi Pemberontakan Ideologi

pemberontakan bersenjata
pemberontakan ideologi (rumahinfo.com)

Organisatoris lain baca ini: Tujuan Pemberontakan OPM, Sejarah Dan Fakta

Jenis pemberontakan tentu beragam. Ada yang memberontak dengan mengangkat senjata mereka dan ada pula yang berusaha menyerang ideologi.

Sebagai contoh di Indonesia. Kita mengenal ideologi di negara ini adalah Pancasila. Namun akhir-akhir ini banyak terjadi penyimpangan ideologi yang berusaha mengambil alih ideologi yang seharusnya.

Dalam pengertian umum, pemberontakan merupakan penolakan otoritas. Ia muncul dari berbagai bentuk yaitu pembangkangan sipil hingga kekerasan yang terorganisir. Tujuannya hanya meruntuhkan otoritas.

Perlawanan bersenjata terhadap pemerintah juga menjadi bagian dari sebuah pemberontakan, namun hal itu bisa jadi berupa perlawanan tanpa kekerasan. Orang-orang yang terlibat disebut ‘pemberontak’.

Banyak yang beranggapan jika pemberontakan merupakan revolusi dari pemimpin mereka. Kebanyakan juga bertujuan untuk menggantikan pemerintahan dengan pemerintahan yang baru.

Pemerintahan yang menjadi idaman para pemerintah. Akan tetapi, tidak selalu demikian. Bisa juga pemberontakan hanya dengan mengangkat senjata.

Contohnya pemberontakan yang tidak mau bekerja sama dengan pemerintah, gerakan mempertahankan wilayah, pemberontakan lokal, dan pembangkangan terhadap militer.


Daftar Pemberontakan di Tanah Air

pemberontakan bersenjata
pemberontakan di tanah air (insanpelajar.com)

Di Indonesia, pemberontakan bukannya tidak pernah terjadi. Hal ini justru telah terekam dalam sejarah. Apa sajakah daftar pemberontakan itu?

OPM

Organisasi Papua Merdeka (OPM) tercipta karena permasalahan Papua terkait pemahaman kebangsaan bagi kedaulatan Indonesia.

Awal mulanya adalah karena perbedaan pendapat antara pihak Indonesia dengan Belanda pada KMB (Konferensi Meja Bundar) di akhir tahun 1949.

Kemudian Indonesia harus melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) dan saat itu Irian Jaya secara resmi menjadi bagian wilayah Indonesia.

Para kader-kader nasionalis Papua akhirnya membujuk perkumpulan putra dan putri Irian Barat untuk memperjuangkan Irian Jaya agar lepas dari pemerintahan Indonesia maupun Belanda.

Organisatoris lain baca ini: Mafia Dunia Dengan Kasus Terbesar Yang Terjadi

Munculah pemberontakan senjata oleh OPM sejak tanggal 26 Juli 1965 dengan Sersan mayor Permanes Ferry Awom sebagai pemimpinnya.

Mulanya, ada anggapan bahwa OPM merupakan kaum Belligerent. Akan tetapi, secara hukum internasional, mereka belum termasuk kategori ini berdasarkan syarat-syarat pemberontak dalam pasal 1 HR Konvensi Den Haag IV 1907.

Untuk meredam OPM, akhirnya terciptalah MoU (Memorandum of Understanding) guna memberikan kesepahaman dan kesepakatan untuk mempercayakan kepada pemerintah Indonesia.

Bahwa pemerintah Indonesia mampu menyejahterakan tanah Papua.


RMS

Republik Maluku Selatan (RMS) memberontak secara brutal pada 25 April 1950. Wilayah pertahanan utamanya adalah di Ambon. Dalang gerakan ini adalah Christian Robert Steven Soumokil.

Beliau merupakan mantan Jaksa Agung di wilayah Negara Indonesia Timur (NIT). Ia dan Andi Aziz menjadi motor pemberontakan ini.

Apa daya rencana dan cita-cita mereka untuk NIT kandas. Souokil mengajak beberapa tokoh dan mantan KNIL di ambon untuk mengakui RMS.

Tujuannya untuk memisahkan Maluku Selatan (Ambon, Seram, dan Buru) dari wilayah Republik Indonesia. Ia pun melakukan propaganda untuk menambah jumlah pengikut.

Akhirnya, 25 April 1950 RMS lahir namun KRi tidak memandang gerakan ini sebagai gerakan pertentangan terhadap pemerintah.

Jadi awalnya, Indonesia mengadakan perundingan dengan RMS namun ditolak. Terpaksa akhirnya militer Indonesia maju.

PRRI Permesta

Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) Semesta hadir karena adanya konflik internal antar anggota TNI AD. Permesta adalah singkata dari Perjuangan Semesta atau Perjuangan Rakyat Semesta.

PRRI dan Permesta telah memiliki ciri-ciri memberontak menjelang terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS) di tahun 1949.

Divisi Banteng kala itu hanya menyisakan 1 brigade saja dan ia lantas menjadi Resimen Infanteri 4 TT I BB. Hal inilah yang membuat prajurit Divisi IX Banteng kecewa.

Ketidakpuasan dari Sumatera dan Sulawesi mengenai alokasi biaya pembangunan dari pemerintah pusat juga turut memicu konflik. Ditambah tingkat kesejahteraan prajurit dan masyarakat juga ikut rendah.

Karena itulah lantas para perwira militer membentuk dewan militer daerah. Konflik ini pun selesai pada bulan Agustus 1958. Bahkan di tahun 1961 Pemerintah memberi kesempatan bagi sisa-sisa anggota Permesta untuk kembali.


G 30 S PKI

Merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia, pemberontakan G 30 S PKI hingga kini masih mengundang tanya. Resmi berdiri pada 23 Mei 1920. Sebelumnya, Partai Komunis Indonesia juga melakukan pemberontakan.

Tujuannya adalah untuk menggulingkan pemerintahan Ir. Soekarno dan mengganti negara ini menjadi komunias. Pemimpin gerakan ini adalah DN Adit yang merupakan ketua PKI.

Ia bersama Ketua Biro Khusus PKI melarikan diri ke Jawa Tengah lalu tertangkap dan terbunuh.

GAM

Pemberontakan di Aceh telah terjadi sejak tahun 1976 hingga 2005. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memiliki keinginan untuk mendapatkan kemerdekaan. Ini merupakan organisasi separatisme sejak tahun 1976.

Latar belakangnya adalah perbedaan budaya antara Aceh dan banyak daerah lain di Indonesia. Kebijakan sekuler pada masa Soeharto juga menjadi hal yang sangat tidak disukai di Aceh.

Mereka juga beranggapan bahwa pemimpin Indonesia yang sangat jauh dari Aceh seolah tidak memperhatikan dan tidak mau mengerti permasalahan yang ada di Aceh.

LSM yang memfasilitasi perundingan perdamaian berbasis Finlandia menghasilkan kesepakatan damai. Aceh dan pemerintah Indonesia menandatanganinya pada 15 Agustus 2005.

Akhirnya terciptalah kesepakatan jika pelucutan senjata GAM dan Aceh akan menerima otonomi khusus di bawah RI.


DI TII

pemberontakan bersenjata
ilustrasi pemberontakan (voaindonesia.com)

Awalnya adalah karena kekecewaan rakyat kepada pemerintahan. Akhirnya ingin mendirikan negara Islam. DI TII merupakan singkatan dari Darul Islam Tentara Islam.

Tentara yang terbentuk merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia di awal kemerdekaan RI. Pendirinya menjadi tempat untuk umat muslim mengeluarkan aspirasi mereka.

Pemberontakan terjadi mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan.

Pemberontakan bersenjata di masa sekarang memang lebih provokatif dibandingkan dulu. Setiap orang mendapat akses jual beli senjata yang ilegal dan mudah.

Adanya pemberontakan bersenjata saat ini yang masih berlangsung adalah kejadian di Papua. Namun tidak menutup kemungkinan pula masih ada beberapa teroris yang ingin memporakporandakan kedaulatan di Indonesia.

Penyebab Terbentuknya Kelompok Pemberontak

Sejalan dengan pembahasan tersebut, mari kita mengulik dari segi apa yang menjadi penyebab dari beberapa kelompok pemberontak itu, terbentuk.

Yang mana, pasti ada sebuah dasar pemikiran, yang menjadi salah satu hal penting terjadinya pemberontakan tersebut. Dengan berbagai hal yang ada, termasuk ranah sosial yang kadang, juga mempunyai andil penting dalam sebuah pembentukan organisasi tertentu.

Kemudian muncul pada diri sendiri, tentang disintegrasi nasional, atau yang sering dikenal dengan kurang atau mengikisnya nilai-nilai nasionalis terhadap Negara.

Atau memudarnya nilai yang termuat dalam silsilah Negaranya, dalam hal ini di Indonesia adalah “Bhineka Tunggal Ika”.

Dan pada masa tersebut, banyak sekali pihak yang menginginkan untuk terlepas dari satu wilayah, dan mereka akan membuat negara sendiri.

Tidak heran jika pada masa itu, banyak sekali beberapa komunitas atau kelompok pemberontak yang pada akhirnya harus berperang, dan bersimbah darah karena keinginan mereka sendiri.

Dan pada akhirnya, kembali ke pelukan Indonesia, dan melengkapi konsep dari “Bhineka Tunggal Ika” tersebut.

Epilog

Sekian ulasan kali ini mengenai pemberontakan bersenjata. Yang mana, dari hal tersebut bisa kita pahami betul. Bahwasannya tidak semua tindakan yang kita lakukan, berbuntut baik.

Dan tidak semua ide yang kita tuangkan, berbuah kesuksesan yang kita idamkan. Semua, harus sesuai dengan pikiran dan pertimbangan.

Jangan memutuskan hal kemudian membuat sebuah perkumpulan atas dasar keegoisan masing-masing (ke hal negatif).

Karena kita tidak pernah tahu, dampak apa yang akan terjadi, ketika sebuah rencana yang menjadi gagasan, berbuntut pada aspek yang mana. Negatif atau positif kah.

Pun dengan kesanggupan dari masing-masing orang. Semua orang berbeda. Meski hanya terdapat dua kelamin di dunia ini, namun dalam pemikiran mereka berbeda-beda.

Ada yang sanggup dan mau berjuang untuk kelompok, ada juga yang masih ragu untuk melangkah, walaupun memang di dalam hati ada niatan untuk sama-sama melakukan perjuangannya.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *