Definisi D.0003 Gangguan Pertukaran Gas
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) Ganggaun pertukaran gas (D.0003) adalah Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler. Definisi ini menekankan pada kegagalan fungsional unit respirasi dalam mempertahankan keseimbangan gas darah yang esensial bagi homeostasis tubuh. Secara klinis, kondisi ini merujuk pada ketidakmampuan paru dalam melakukan perpindahan gas secara efektif, baik dalam fase pengambilan oksigen maupun pembuangan sisa metabolisme karbon dioksida.
Pengertian D.0003 dari Sumber Lain
NANDA International (Herdman & Kamitsuru) Ganggaun pertukaran gas (D.0003) Kelebihan atau defisit dalam oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolar-kapiler. NANDA menitikberatkan pada manifestasi klinis yang timbul akibat ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan pengeluaran karbon dioksida di tingkat jaringan paru. Fokus utamanya adalah pada perubahan status gas darah arteri dan parameter ventilasi yang menyimpang dari ambang batas normal individu.
Lewis, Bucher, Heitkemper, & Harding Ganggaun pertukaran gas (D.0003) Suatu kondisi klinis yang terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan antara ventilasi (udara yang masuk ke alveoli) dan perfusi (aliran darah di kapiler paru). Kondisi ini mengakibatkan kegagalan pertukaran gas yang efektif, yang sering kali ditandai dengan hipoksemia dan hiperkapnia. Para pakar ini menekankan bahwa gangguan pertukaran gas merupakan konsekuensi mekanis dari hambatan jalan napas, kerusakan parenkim, atau gangguan sirkulasi pulmonal.
World Health Organization (WHO)
Gangguan pada proses difusi oksigen dari alveoli ke dalam aliran darah atau keluarnya karbon dioksida dari darah ke alveoli. Dalam konteks klinis (seperti pada manajemen penyakit infeksi saluran pernapasan berat), hal ini didefinisikan sebagai kegagalan sistem pernapasan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme oksigen tubuh secara adekuat. Definisi ini melihat dari perspektif kesehatan global di mana efisiensi respirasi menjadi indikator vital kelangsungan hidup pasien.
Bulechek, Butcher, Dochterman, & Wagner (Nursing Interventions Classification – NIC) selanjutnya pengertian dari diagnosa ini adalah Kondisi di mana individu mengalami penurunan gas oksigen dan karbon dioksida antara alveoli paru dan sistem vaskular. Pakar ini menekankan bahwa gangguan ini memerlukan intervensi keperawatan spesifik untuk memantau status asam-basa dan mendukung fungsi ventilasi pasien. Perspektif ini menonjolkan peran perawat dalam memanipulasi lingkungan dan terapi (seperti bantuan ventilator atau oksigenasi) untuk mengoreksi defisit pertukaran tersebut.
Ackley, Ladwig, & Makic (2017) ganggtain pertukaran gas yakni Memandang gangguan pertukaran gas sebagai penilaian klinis yang berfokus pada keseimbangan gas di tingkat seluler atau alveolar.
Carpenito-Moyet (2013): Menekankan pada perubahan status kesehatan yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan ventilasi-perfusi atau perubahan membran kapiler.
Newfield et al. (2012): Mengaitkan kondisi ini dengan aplikasi klinis pada berbagai rentang usia (dewasa, anak, ibu hamil) dan tatanan kesehatan (mental, gerontik, rumah sakit).
Carlson-Catalano et al. (1998): Melakukan validasi klinis untuk memastikan diagnosis ini tidak tumpang tindih dengan diagnosis “Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif” atau “Pola Napas Tidak Efektif (D.0005)”.
Etiologi D.0003
Ketidakseimbangan Ventilasi-Perfusi (V/Q Mismatch)
Kondisi ini terjadi ketika udara yang mencapai alveoli tidak sebanding dengan darah yang mengalir di kapiler paru, sehingga darah meninggalkan paru tanpa oksigenasi yang cukup atau tanpa membuang CO2 secara optimal.
Perubahan Membran Alveolus-Kapiler
Terjadi kerusakan struktur pada unit fungsional paru akibat proses inflamasi, edema interstitial, atau fibrosis yang menyebabkan dinding alveoli menebal, sehingga menghambat laju difusi gas.
Manifestasi Klinis
Data Mayor
Subjektif :
Dispnea atau sesak napas.
Objektif :
1) PCO2 meningkat/menurun.
2) PO2 menurun.
3) Takikardia.
4) pH arteri meningkat/menurun.
5) Bunyi napas tambahan (Ronkhi atau Wheezing).
peningkatan atau penurunan PCO_2, penurunan PO_2, nilai pH arteri yang abnormal (asidosis atau alkalosis respiratorik), serta terdengarnya bunyi napas tambahan seperti ronkhi atau wheezing.
Data Minor
Subjektif berupa keluhan pusing dan penglihatan kabur akibat hipoksia jaringan otak. Objektif ditandai dengan adanya sianosis (kebiruan pada kuku atau bibir), diaforesis (keringat dingin), gelisah, pernapasan cuping hidung, pola napas abnormal (seperti takipnea), serta penurunan kesadaran pada kondisi berat.
Intervensi Keperawatan Utama (SIKI)
Pemantauan Respirasi
Aktivitas meliputi monitoring frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya napas; melakukan auskultasi bunyi napas untuk mendeteksi sumbatan atau cairan; serta memantau nilai Analisa Gas Darah (AGD) secara periodik.
Terapi Oksigen
Tindakan pemberian oksigen tambahan menggunakan alat bantu pernapasan (nasal kanul, masker, atau ventilator) untuk mempertahankan saturasi oksigen ($SpO_2$) pada level optimal di atas 94%.
Pengaturan Posisi
Memberikan posisi Semi-Fowler atau High-Fowler untuk membantu gravitasi menurunkan diafragma, sehingga memaksimalkan ekspansi paru dan mengurangi beban kerja otot pernapasan.
Luaran Keperawatan (SLKI)
Target utama dari asuhan keperawatan adalah tercapainya kondisi Pertukaran Gas Meningkat. Kriteria keberhasilan mencakup peningkatan tingkat kesadaran, penurunan keluhan dispnea, hilangnya bunyi napas tambahan, serta normalisasi nilai $PCO_2$, $PO_2$, dan pH darah arteri sesuai rentang fisiologis.
Daftar Pustaka
Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., & Wagner, C. M. (2016). Nursing Interventions Classification (NIC). Elsevier.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2021-2023. Thieme.
Lewis, S. L., Bucher, L., Heitkemper, M. M., & Harding, M. M. (2017). Medical-Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems. Elsevier Mosby.
PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan Indikator Diagnostik. DPP PPNI.
World Health Organization. (2020). Clinical Management of Severe Acute Respiratory Infection when COVID-19 Disease is Suspected. WHO Press.






