Perkembangan zaman yang semakin melesat dan melejit
Perkembangan zaman di dunia (Foto: respic.net)

3 Pembagian Era Perkembangan Zaman: Prasejarah, Agama & Modern

Diposting pada

Perkembangan zaman membuat kita paham, bagaimana dunia berubah dari zaman ke zaman, dan bertaburan penemuan baru, terutama dalam kemajuan teknologinya. Bagaimana jelasnya?

Riska Ayu Eka Putri – Organisasi.co.id

Bumi telah berusia sangat tua. Benturan dahsyat bernama Big Bang, telah melahirkan bumi ke alam jagat raya sejak 4,5 miliar tahun yang lalu. Setelah itu, ia terus berevolusi. Mengubah-ubah bentuk, isi, sekaligus penghuninya. Seperti seorang remaja yang mencari jati diri.

Awalnya, suhu bumi sangat tidak stabil. Ia bisa berubah dari amat panas menjadi luar biasa dingin dalam waktu yang berdekatan. Perubahan ekstrem ini membuat kehidupan tidak mungkin bertahan di bumi. Karenanya, bumi menjadi begitu sepi. Tanpa ada seekor makhluk pun yang mampu menghuni wilayahnya.

Setelah bergejolak sekian lama, akhirnya bumi menemukan keseimbangan yang dicarinya. Suhunya permukaannya menurun dan oksigen pun mulai banyak. Hal ini membuat kehidupan mulai muncul, dapat berkembang, dan bertahan. Maka lahirlah binatang-binatang bersel satu yang terkenal dengan prokariot. Mereka menghuni lautan karena kondisi di daratan masih sangat panas beringas.

Perkembangan sebuah Zaman yang berkembang dengan lambat, namun membawa perubahan yang pasti. Setiap babak perkembangan ini memiliki nama dan ciri khas yang berbeda-beda. Seperti apa zaman berkembang? Dan ada di zaman apa kita sekarang? Mari kita bedah bersama.

Perkembangan Dan Permulaan Zaman Prasejarah

Perkembangan zaman prasejarah
Zaman pada masa prasejarah (Foto: belajarsosial.com)

Masa ini bermula ketika makhluk manusia purba mulai menggunakan perkakas batu, yaitu sekitar 3,3 juta tahun silam (dihitung mundur dari tahun 1950).

Masa prasejarah berakhir ketika system penulisan mulai tercipta oleh manusia. Oleh karena itu, zaman prasejarah terkenal juga sebagai Zaman Praaksara (zaman sebelum adanya aksara) atau Zaman Nirleka (zaman tiadanya tulisan).

Sebelum manusia mengenal teknologi canggih, mereka mengandalkan batu sebagai perkakas sehari-hari. Dari mulai alat masak hingga senjata berburu, semua terbuat dari batu. Era ini juga bernama zaman batu.

Zaman batu dalam era prasejarah terbagi menjadi 4 berdasarkan perkembangan peradaban manusia. Berikut ini pembagiannya:

Paleolitikum

Paleolitikum adalah zaman batu tua di mana manusia baru mulai memanfaatkan batu sebagai perkakas. Pada era Paleolitikum Awal, bumi dihuni oleh spesies manusia purba yang disebut Homo Habilis.

Setelah itu, muncullah spesies Homo Erectus yang mulai mampu menghasilkan, mengendalikan, dan memanfaatkan api untuk kehidupan sehari-harinya. Hal ini terjadi sekitar 690.000 tahun silam.

Organisatoris lain baca ini: Bentuk Organisasi Zaman Prasejarah 2.5 Juta SM (Batu, Perunggu, Besi)

Setelah sekian lama Homo Erectus mendiami bumi, barulah muncul jenis manusia baru yang terkenal dengan Homo Sapiens. Spesies ini hadir pada 200.000 tahun silam dan menandai bermulanya era Paleolitikum Madya.

Berbeda dengan spesies sebelumnya, struktur tubuh Homo Sapiens mengindikasikan kemampuan berbahasa modern.

Homo Sapiens yang lebih cerdas membawa peradaban manusia ke arah yang lebih maju. Mereka mampu memanfaatkan api, tulang binatang, dan kayu dengan lebih baik sehingga kebutuhan hidup sehari-harinya dapat terpenuhi. 

Mereka juga mulai menciptakan musik, lukisan di tembok gua, dan membuat perkakas yang lebih canggih. Tak hanya itu, Homo Sapiens juga mulai mengerti sekaligus menghargai arti kehidupan dan kematian.

Hal ini terbukti dengan munculnya penguburan jenazah yang tersistem. Era Homo Sapiens ini terkenal sebagai Paleolitikum Madya.

Selama masa Paleolitikum, manusia hidup nomaden sebagai pemburu dan peramu. Dalam menjalani aktifitas hariannya, manusia pada era Paleolitikum tidak terlalu aktif dan lebih banyak berkegiatan sambil duduk, bersandar, atau berbaring. Gaya hidup ini terkenal sebagai kelesa.

Mesolitikum

Era yang berada antara lain Paleolitikum dan Neolitikum ini sering kali mendapat perdebatan karena kurang jelas masa permulaan dan akhirannya. Umumnya para ahli sepakat bahwa era Mesolitikum berlangsung 10.000 tahun silam dan berakhir ketika manusia mulai menemukan metode bercocok tanam.

Namun kepandaian bercocok tanam ini berbeda-beda munculnya antara satu daerah dengan daerah lain. Di kawasan Levant atau Syam (sekarang terkenal sebagai Asia Barat).

Perkembangan pada zaman Mesolitikum berlangsung singkat dan kurang jelas batas-batasnya. Sementara itu, era Mesolitikum berlangsung selama ribuan tahun lamanya di wilayah yang banyak terdampak oleh proses glasiasi pasca Zaman Es.

Bukti peninggalan zaman ini cukup langka dan umumnya hanya berupa timbunan sampah dapur.

Di Indonesia sendiri, peradaban Mesolitikum muncul dengan penemuan Kjokkenmoddinger (sampah dapur berupa tumpukan kerang) di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera.

Selain itu muncul pula abris sous roche, yaitu sebuah goa yang menyerupai ceruk batu karang.

Goa tersebut digunakan manusia sebagai tempat tinggal. Di dalamnya muncul pula perkakas khas berupa kapak pendek, flakes, dan pebbles (perkakas dari tulang).

Neolitikum

Roda perkembangan peradaban mulai maju pesat pada era zaman Neolitikum, tatkala pikiran seekor makhluk bernama manusia menjadi kian berkembang.


Ia yang semula hanya hidup untuk memenuhi kebutuhan badaniah seperti makan dan berkembang biak, mulai memiliki kebutuhan lainnya. Teknologi pun mulai berkembang dan masyarakat primitif mulai terbentuk.

Era Neolitikum bermula 12.200 tahun silam dan berakhir pada 4.500-2.000 tahun sebelum Masehi.

Di antara sekian banyak spesies manusia yang muncul pada era Paleolitikum dan Mesolitikum, hanya Homo Sapiens yang mampu bertahan hingga memasuki era Neolitikum.

Jenis manusia ini pulalah yang berhasil mengembangkan perilaku dan karakteristik budaya manusia.

Mereka mulai menanam berbagai flora seperti gandum untuk dikonsumsi, menjinakkan hewan untuk keperluan makanan (beternak) serta perlindungan.

Di era ini, Homo Sapiens juga mulai tinggal menetap. Dari situ, muncullah perkampungan pertama manusia.

Zaman Perunggu dan Besi

Perkembangan dan kondisi zaman ini bermula manakala manusia mulai memiliki kepandaian mengolah logam. Beberapa kebudayaan juga mulai memiliki kesadaran untuk mengabadikan peristiwa-peristiwa penting.

Mereka menuliskannya pada perkamen, daun, batu, dan sebagainya. Di akhir Zaman Perunggu, kerajaan mulai terbentuk di Mesir, Tiongkok, Anatolia, dan Mesopotamia.

Dari sana, manusia membawa dirinya memasuki zaman berikutnya yaitu perkembangan zaman Besi. Era ini muncul dengan kelahiran metalurgi besi, yaitu kemampuan manusia mengolah dan memanfaatkan besi dengan teknik-teknik terbaru yang berbeda dengan cara pengolahan logam sebelumnya.

Di Zaman Besi, manusia mulai mengenal ekspansi dan penaklukan daerah lain. Maka pada zaman ini, peperangan dan pertumpahan darah terjadi lebih massif dari sebelumnya.

Kemajuan Dan Perkembangan Zaman Agama (Ulul Azmi)

Pada zaman agama datang (Foto: coretanzone.id)

Keyakinan manusia akan keberadaan Dzat yang menguasai alam semesta telah lama muncul di hati manusia. Namun, makhluk ini membutuhkan waktu lama untuk mencari tahu apa dan siapa Dzat itu. Akhirnya untuk menjawab segala tanya di benak dan menenangkan resah di hati, manusia menjadikan benda-benda yang terlihat sebagai Dzat itu.

Mereka pun memuja matahari karena menganggap ialah pemberi kehidupan. Mereka menyembah pohon karena memberi buah yang mengenyangkan perutnya, serta benda-benda lain yang dianggap memberi manfaat nyata.

Kemudian muncullah agama. Manusia pun menyadari bahwa Dzat yang memiliki kekuasaan tertinggi di alam semesta bukanlah benda-benda yang dapat ia lihat. Ketika nama Islam menggema di seluruh dunia, mulailah manusia mengenal nama Dzat yang selama ini ia cari: Allah.

Dalam Islam, dikenal istilah Ulul Azmi. Itu adalah gelar istimewa yang tersematkan kepada 5 Rasul terpilih yang memiliki kesabaran luar biasa. Kelima Rasul itu antara lain: Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad.

Kelimanya menyebarkan wahyu yang berasal dari Allah dan menunjukkan kuasa-Nya melalui berbagai mukjizat yang membuat manusia tercengang.

Penyebaran agama Islam berkembang pesat di masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Di bawah komandonya, Islam mampu menyentuh hati manusia di berbagai belahan dunia dan akhirnya memajukan peradaban.

Al-Quran menjadi rujukan dan inspirasi bagi lahirnya banyak penemuan penting di bidang kedokteran, teknologi, bahasa, dan sendi-sendi kehidupan manusia lainnya. Zaman kegelapan pun berubah menjadi masa pencerahan karena sinar benderang ilmu pengetahuan yang dipancarkan Al-Quran dan Islam.

Zaman Modern, Gen Baby Boomer

Ilustrasi gen baby boomer (Foto: thread.zalora.co.id)

Perang Dunia II membawa banyak kerusakan, kesedihan, dan kematian. Selama masa itu, banyak orang terpisah dengan anggota keluarganya yang terpaksa terjun ke medan perang. Sementara itu, mereka yang bertahan di tempat aman pun harus berjuang mempertahankan hidup di tengah ambruknya kondisi ekonomi.

Maka berakhirnya perang pun disambut dengan suka cita yang luar biasa oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Para tentara yang berhasil kembali ke rumah dalam keadaan hidup pun, kembali menjalin cinta dan hubungan baik dengan keluarganya. Mereka yang lajang, mencari cinta dan menyongsong hari esok dengan optimisme tinggi.

Kondisi ekonomi, social, dan politik yang mulai stabil serta suasana penuh optimisme ini membuat banyak orang mulai membangun kehidupannya yang normal: punya pekerjaan, punya rumah, dan keluarga.

Organisatoris lain baca ini: Induk Organisasi Berkuda Indonesia: Teknik,dan Manfaat

Akhirnya, banyak pernikahan yang terjalin dan bayi yang hadir dalam kurun waktu yang singkat yaitu antara tahun 1946-1964. Hal ini membantuk generasi baru yang terkenal dengan baby boomer. Di Amerika, 20% populasi masyarakat termasuk dalam kategori generasi ini.

Para boomer memiliki karakter yang tangguh, pekerja keras, dan penuh dedikasi kepada keluarga. Hal ini didorong dari pengalaman hidup mereka yang berhasil melalui banyak kesulitan hidup semasa perang berkecamuk. Sisi negatifnya, boomers cenderung sulit menerima kritikan dan ide-ide baru karena merasa ialah yang paling senior serta paling tau soal dunia. 

Zaman Modern, Perkembangan Gen X

Perkembangan zaman gen X
Zaman generasi gen X (Foto: ekonomi.bisnis.com)

Perkembangan zaman generasi X atau Gen X adalah mereka yang lahir antara tahun 1960an-1980an. Para ilmuwan memiliki pendapat yang berbeda soal awal dan akhir periode Gen X. William Straus and Neil Howe mengatakan periode kelahiran generasi ini antara 1961-1981, sementara Gallup menyatakan antara 1965-1979.

Kemampuan mendapatkan uang dan menabung Gen X bisa dikatakan tinggi. Daya beli mereka juga mewakili 31% dari total pendapatan warga Amerika. Generasi ini juga mendapat banyak bencana ekonomi seperti Resesi Besar (Great Recession), krisis ekonomi 2008, dan dotcom bust.

Banyak orang yang tergolong Gen X terpaksa menjadi sandwich generation. Yaitu mereka yang harus membayar hutang dan menanggung biaya hidup orang tua sambil menanggung biaya hidup keluarganya sendiri.

Zaman Milenial, Gen Y

Zaman generasi gen Y (Foto: minews.id)

Meski internet sudah dapat terakses oleh banyak orang sejak zaman Gen X, namun teknologi berkembang paling pesat pada zaman Gen Y ini. Tak hanya dari sisi telekomunikasi seperti internet semata, melainkan di berbagai bidang lainnya seperti teknologi kesehatan, penjelajahan luar angkasa, mesin pengolah sumber daya alam, dan sebagainya.

Orang-orang yang lahir antara tahun 1981-1996 tergolong sebagai Generasi Milenial atau Gen Y. Mereka sangat fasih menggunakan internet, sosial media, dan mobile media. Karenanya mereka juga sering disebut sebagai tech savvy.

Secara umum, Gen Y berpendidikan lebih tinggi dan berbanding terbalik generasi terdahulunya. Sayangnya, hal itu tidak banyak berpengaruh terhadap kemampuan finansial mereka.

Resesi Besar menyebabkan generasi ini terlambat mapan dan berkeluarga. Mereka juga kesulitan membeli rumah yang harganya jauh di atas pendapatan, sehinga banyak yang tinggal dengan orang tua sampai usia lebih dari 30 tahun.

Penelitian yang terlaksana oleh Quartz pada 2018 menyebutkan bahwa, karyawan Milenial yang berusia 18-34 tahun mengalami depresi dua kali lipat lebih tinggi, yang mana berbanding terbalik dengan karyawan Gen X atau Baby Boomers.

Institute Berkeley membuat penelitian terhadap generasi milenial. Hasilnya menjelaskan lebih lanjut bahwa kecemasan yang dialami generasi ini akibat dari ketidakpastian ekonomi dan prospek keuangan yang memburuk.

Meski mendapat pengakuan, bahwa Gen Milenial lebih narsis dan berbanding terbalik dengan generasi sebelumnya, namun ternyata kenarsisan itu menyelimuti kekhawatiran yang sangat akut.

Zaman Milenial, Perkembangan Gen Alfa

Perkembangan zaman gen Alpha
Generasi gen Alpha (Foto: liputan6.com)

Mark McCrindle mencetuskan istilah Generasi Alfa dalam penelitian yang dilakukannya pada tahun 2008. Ia juga menggolongkan setiap orang yang lahir dari tahun 2010-2024 sebagai Gen Alfa.

Saat ini, Gen Alfa belum memasuki usia dewasa sehingga belum muncul secara pasti bagaimana karakteristik, kemampuan ekonomi mereka, dan informasi lainnya.

Organisatoris lain baca ini: Menembak dan Berburu: Sejarah, Induk Organisasi

Namun McCrindle memprediksikan, generasi ini akan memiliki pengaruh brand dan daya beli yang jauh melampaui usianya. Pandangan dan sikap mereka akan sangat mempengaruhi arah perkembangan social media, budaya populer, dan budaya konsumen.

Meski mereka diberkahi dengan perkembangan ekonomi yang super pesat, Gen Alfa menjadi generasi yang paling banyak menghabiskan waktu di depan layar. Akibatnya mereka memiliki rentang fokus yang lebih rendah dan besar di dunia maya.

Penutup

Perkembangan daya pikir manusia telah membuat spesies ini mampu bertahan hidup bahkan mengembangkan kebudayaan hingga ribuan tahun sejak pertama kali hadir di bumi.

Hal ini membuktikan bahwa kemampuan menyesuaikan diri, menghasilkan inovasi, dan memanfaatkan segala yang kita miliki dapat membawa kita pada tingkat tertinggi kehidupan.

Maka dengan semua kemajuan teknologi yang ada kini, kita harus mampu membawa peradaban manusia ke arah yang lebih baik agar makhluk manusia tidak punah digerus waktu.

Daftar Pustaka

  1. McCall, Daniel F. dkk. 1973. Prehistory as a Kind of History. The Journal of Interdisciplinary History.
  2. https://id.wikipedia.org
  3. https://en.wikipedia.org
  4. https://www.investopedia.com
  5. https://qz.com
  6. https://mccrindle.com.au

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *