Liong dan Barongsai merupakan dua kesenian Cina yang terkenal ke mancanegara
liong dan barongsai (Foto: id.pinterest.com)

Liong Barongsai, Filososfi, Sejarah; Induk Olahraga

Diposting pada

Olahraga liong dan barongsai, dalam sejarah dan induk organisasi sebagai sebuah seni dalam pementasan yang menarik pengunjung

Luluk Fadiya, Olahraga – Organisasi.co.id

Bagi masyarakat keturunan tionghoa pasti sudah tidak asing lagi dengan kesenian liong dan barongsai.

Liong dan barongsai biasanya banyak kita jumpai saat tahun baru imlek, di Indonesia juga merayakannya dengan mengadakan pertunjukan liong dan barongsai.

Liong dan barongsai sangat menarik untuk disaksikan, keduanya sangat menghibur.

Saat ini tidak hanya masyarakat Tionghoa saja yang dapat menyaksikan liong dan barongsai. Masyarakat lokal juga dapat menyaksikan kedua kesenian tersebut pada acara-acara tertentu oleh masyarakat Tionghoa yang tinggal di Indonesia.

Apa kamu sudah pernah melihat kesenian ini? Rasanya hampir semua orang sudah pernah menyaksikan kesenian tersebut, meskipun hanya melalui internet. Sebenarnya liong dan barongsai itu apa?

Okey, kita akan menjelskan kedua kesenian asal Tionghoa tersebut.

Pengertian Liong Dan Barongsai Tionghoa

pengertian Liong dan Barongsai (Foto: kabar24.bisnis.com)

Liong adalah kesenian asal Tionghoa yang menampilkan tarian tradisional, liong sebuah pertunjukan pada perayaan-perayaan tertentu atau hari besar masyarakat Tionghoa.

Sementara Liong oleh beberapa orang dengan kostum naga. Masing-masing pemain liong mempunyai tugas sendiri-sendiri, ada yang bertugas memegang kepala naga (kostum), badan, ekor, atau properti lainnya.

Bagian kepala dari kostum naga dapat bergerak (membuka menutup), biasanya dari bagian kepala naga akan mengeluarkan api, asap atau air sebagai pelengkap pertunjukan.

Tari yang mereka mainkan adalah tarian-tarian yang menyerupai naga, yaito memanjat, mengombak, melompat, dan lain sebagainya.

Sama seperti liong, mbarongsai merupakan salah satu kesenian asal Tionghoa.

Perbedaannya hanya pada kostum yang mereka gunakan, jika dalam tarian liong menggunakan kostum berbentuk naga. Sementara dalam tarian barongsai kostum yang mereka gunakan berbentuk singa.

Barongsai juga biasa menjadi pertunjukan saat ada acara-acara besar bagi masyarakat Tionghoa.

Barongsai dengan gaya yang energik dan atraksi yang memukau, sehingga tidak heran kesenian ini memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan.

Baik liong maupun barongsai memiliki daya tarik tersendiri khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Selain keduanya merupakan kesenian tradisional asal Tiongha, kesenian tersebut juga dapat menjadi sarana olahraga.

Dalam tarian lion dan barongsai sangat energik, penari tidak jarang akan melakukan gerakan seperti melompat, berlari, memanjat dan gerakan-gerakan energik lainnya.

Hal tersebut membuat tubuh secara tidak langsung sudah melakukan gerakan-gerakan untuk membentuk otot.

Sejarah dan Makna Filosofi Liong Barongsai

Terdapat makna dan sejarah dari Liong Barongsai
filosofi Barongsai dan Liong (Foto: youtube.com)

Barogsai merupakan tarian asal Tionghoa yang menggunakan kostum singa sebagai properti, barongsai termasuk jenis tarian yang energik dan menantang.

Sebab cara memainkannya dengan kostum singa yang di dalamnya berisi minimal 2 orang, satu bertugas memegang kepala dan yang lain sebagai anggota tubuh lainnya.

Barongsai mulai populer pada tahun 420-589 Masehi, saat itu zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei).

Saat itu raja Song Wen Di dan pasukannya sudah tidak sanggup menghadapi serangan dari pasukan gajah milik raja Fan Yang.

Hal tersebut membuat panglima perang membuat sebuah singa tiruan untuk menakut-nakui musuh. Panglima tersebut bernama Zhong Que, berkat singa tiruan yang ia buat akhirnya musuh ketakutan dan pergi meninggalkan daerahnya.

Menyadari hal tersebut menjadikan keyakinan baru bagi masyarakat kerajaan bahwa singa memiliki kekuatan untuk mengusir musuh.

Baca juga beritaku: PPPKMI, IKATWI, PARI 3 OP Kesehatan Yang Jarang Kita Ketahui


Kegemaran masyarakat tersebut akhirnya menjadikan mereka membuat tarian-tarian dengan kostum berbentuk singa sebagai bentuk kekaguman terhadap singa.

Hari demi hari tarian-tarian tersebut mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat. Bahkan tidak lama kemudian tarian-tarian tersebut melegenda dan populer.

Seiring dengan kepopuleran tarian barongsai, masyarakat mulai mengembangkan tarian tersebut menjadi 2 jenis, yaitu barongsai Singa Utara dan Singa Selatan.

Pembagian Dan Ciri Barongsai

Pembagian barongsai (Foto: travel.okezone.com)

Keduanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Barongsai Singa Utara

Singa Utara atau Peking Sai memiliki ciri-ciri bulu yang sangat lebat dan panjang bewarna kuning dan merah.

Barongsai jenis ini dengan pemain berjumlah 2 orang, yakni 1 orang akan memegang kepala singa (kostum) dan 1 orang akan mengisi bagian tubuh singa (kostum).

Tarian jenis ini oleh 2 singa, satu singa jantan dan satu lagi singa betina. Singa jantan menggunakan pita berwarna merah di bagian kepala, sedangkan singa betina menggunakan pita berwarna hijau di bagian kepala.

Barongsai Singa Selatan

Singa Selatan memiliki ciri gerakan yang lebih energik daripada Singa Utara.

Untuk membuat kostum bagian kepala menggunakan bambu dengan kertas yang tertempel kemudian memliki hiasan lukisan dan bulu-bulu hias.

Singa Selatan memiliki 2 jenis, yaitu Fut San (sebut juga Fo Shan atau Fat San) dengan ciri-ciri bertanduk runcing, mulut menyerupai bebek, dahi tinggi dan ekor yang pangjang. Yang kedua adalah Hok San dengan ciri-ciri mulut moncong ke depan, tanduk tidak runcing dan ekor yang pendek.

Barongsai Masuk ke Indonesia

Terus berkembang akhirnya barongsai mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-17, saat itu sedang terjadi migrasi besar-besaran asal Tiongkok Selatan.

Saat itu barongsai mengalami masa kejayaan berkat banyaknya warga asal Tionghoa tersebut yang mengadakan pertunjukan di hari-hari besar yang mereka peringati.

Masyarakat yang menyaksian kemudian tertarik dan mulai menggemarinya hingga mulai banyak komunitas-komunitas yang mulai bermunculan.

Sanyangnya perkembangan barongsai di Indonesia berhenti pada tahun 1965, hal tersebut karena adanya Gerakan 30 S/PKI sehingga membuat kondisi politik yang bergejolak.

Filosofi Barongsai Adalah Keberanian Dan Kebanggaan

Filosofi dari barongsai yaitu sebagai simbol keberanian dan suatu kebanggaan.

Menurut kepercayaan masyarakat Cina, tahun baru merupakan momen para dewa menuju ke khayangan dan membuat laporan kepada sang Raja di langit.

Baca juga beritaku: Olahraga Panahan Sejak 5000 Tahun Lalu

Saat itu bumi hampa tanpa dewa, sehingga roh jahat dapat dengan mudah menguasai umat dan mengendalikannya agar berbuat dan berperilaku yang terlarang oleh aturan.

Suatu ketika muncul adanya legenda sebuah naga, yaitu ular raksasa (Nien atau Leang Leong) bangun dari tidurnya kemudian menyerang manusia dan membuat kerusakan di bumi.

Roh jahat tersebut takutt dengan warna merah dan suara yang nyaring, masyarakat Cina kemudian mengadakan upacara dalam rangka mengusir roh jahat tersebut.

Makna Warna Upacara Masyarakat Tionghoa

Bentuk upacara dengan cara menarikan tarian yang menyerupai ulat tersebut dengan iringan drum dan bunyi-bunyi petasan.

Masyarakat Cina percaya dengan mengadakan upacara tersebut dapat memberi berkah terhadap kehidupannya selama satu tahun ke depan. Roh-roh jahat yang hendak menghancurkan manusia dan bumi akan terusir dan tidak berani muncul.

Warna dan simbol-simbol yang digunakan dalam tarian barongsai juga memiliki filosofi tersendiri.

Warna dalam tarian barongsai terdiri dari 5 warna, yaitu:

  1. Kuning sebagai lambang bahwa bumi merupakan pusat kehidupan,
  2. Hitam yang melambangkan air (utara),
  3. Hijau melambangkan kayu (timur),
  4. Merah yang melambagkan adanya api (setan) serta
  5. Putih sebagai lambang dari logam (barat).

Bentuk singa dengan hidung bewrna hijau melambangkan adanya unsur keberuntungan, kemakmuran dan pengaruh surga.

Masyarakat memilikii keyakinan pada tahun yang akan mereka lalui akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan.

Simbol cermin yang terletak di dahi mereka percaya dapat mengusir adanya roh jahat yang datang.

Hal dan Unsur Penting Dalam Pertunjukan Barongsai

Unsur dari Barongsai (Foto: liputan6.com)

Tarian barongsai adalah perpaduan antara kesenian asal Tiongkok dan olahraga, dengan gerakan-gerakan yang memiliki unsur akrobatik.

Penari dapat membawakan pertunjukan barongsai yang baik jika memiliki keseimbangan tubuh, ketangkasan dan kondisi motorik yang imbang. Ketiga hal tersebut merupakan unstur terpenting dalam sebuah pertunjukan barongsai.

Masing-masing unsur tersebut memiliki penjelasan sebagai berikut :

Keseimbangan

Keseimbangan adalah keahlian dasar  yang penari barongsai harus miliki, sebab para penari harus dapat memperagakan bagian yang menjadi tugasnya.

Misal seorang penari bertugas menjadi tubuh, mereka harus melakukan kegiatan yang banyak membungkus.

Kaki mereka akan berperan sebagai pantat dan kaki singa dan tangan untuk menganggat tubuh penari yang ada di depannya (sebagai kepala singa).

Kostum yang mereka pakai juga memiliki beban yang tidak ringan, sehingga penari wajib memiliki keseimbangan yang kuat agar dapat melakukan tarian dengan baik.

Ketangkasan

Ketangguhan dari penari juga perlukan dalam tarian barongsai, hal ini berkaitan dengan keahlian dan kecepatan penari dalam melakukan setiap gerakan.

Penari harus dapat melakukan gerakan yang membutuhkan ketangkasan seperti melompat, memanjat, berjalan di atas bambu dan gerakan-gerakan lain yang membutuhkan ketangkasan.

Kondisi Motorik

Penari barongsai juga membutuhkan kemampuan motorik, sebab setiap gerakan yang ia lakukan harus sesuai atau seirama dengan penari lainnya.

Misal kaki penari depannya (yang bertugas sebagai kepala) melangkah menggunakan kaki kanan sebagai tumpuan pertama, makan penari kedua (bertugas sebagai badan) juga harus menggunakan kaki kanan sebagai tumpuan pertama saat pertunjukan.

Induk Organisasi Barongsai Dunia

Induk organisasi barongsai dunia adalah Federasi Internasional (FI) atau lebih dikenal dengan  International Dragon and Lion Dance Federation (IDLDF).

Sedangkan Induk organisasi tersebut berada di Beijing, Cina. Hingga hari ini ada 35 negara dari seluruh dunia yang ikut bergabung di organisasi induk International Dragon and Lion Dance Federation (IDLDF).

Baca juga beritaku: Birokrasi Dan Swasta: Ciri, Kelebihan Kekurangan

Organisasi ini mewadahi dari organisasi-organisasi barongsai yang adi di beberapa negara di seluruh dunia.

Kejuaraan barongsai internasional terselenggara di berbagai negara, sehingga perlu adanya induk organisasi internasional yang menauanginya.

Induk Organisasi Barongsai Indonesia

Logo dari organisasi Barongsai dan Liong Indonesia
PLBSI logo (Foto: plbsi.org)

Seperti olahraga lainnya, Barongsai serta kesenian Cina lainnya yakni Liong, juga memiliki Induk organisasinya sendiri.

Ialah PLBSI atau singkatan dari Persatuan Liong Barongsai Seluruh Indonesia. Organisasi ini tercetus serta terbentuk pada tahun 2000. Yang mana pada tahun tersebut tepatnya tanggal 15 Agustus, diadakan rapat untuk mengagaskan ciak bakal dari PLBSI ini.

Lalu pada bulan berikutnya, yakni 22 September 2000, PLBSI tercatat dalam akta notaris sebagai organisasi Liong dan Barongsai di Indonesia untuk pertama kali.

Di waktu yang sama, juga terbentuk struktur organisasi serta anggota-anggota PLBSI untuk pertama kalinya. Sekitar ada 13 orang yang pertama kali menjadi anggotanya.

Pada hari berikutnya, PLBSI mendapatkan deklarasi dari berbagai pihak sebagai pengakuan dari berdirinya organisasi ini, yakni pada tanggal 24 September 2000.

Tanggal tersebutlah, yakni 24 September 2000 menjadi hari jadi dari terbentuknya PLBSI, serta resmi sebagai wadah para komunitas Liong serta Barongsai yang ada di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *