Aliran Neo Klasik Organ
Aliran Neo Klasik Organisasi Setelah Organisasi Klasik, Sebelum Model Modern dan Post Modern (Foto; Organisasi.co.id)

6 Aliran Neo klasik, Kebutuhan Dan Kepuasan Bawahan

Diposting pada

Dalam hal organisasi, terdapat beberapa aliran, salah satunya aliran Neo klasik sebagai sebuah konsep teori bantahan dan rivalitas dengan konsep lembaga berbentuk klasik.

Struktur, Organisasi.co.id

Sebagaimana penjelasan pada artikel sebelumnya: 4 Teori Organisasi: Klasik, Hubungan Manusia, Sistem Dan Pengambilan Keputusan. Maka pada artikel ini akan mengupas tentang aliran organisasi Neo Klasik.

6 Aliran Neo Klasik

Terdapat Beberapa pakar yang memiliki aliran Neo Klasik, yaitu :

  1. Elton Mayo dengan dengan konsep “Howthorne Study“
  2. Hugo Musnterberg pada karya “Psikologi Industri“
  3. Maslow menjabarkan “Teori Hirarki Kebutuhan“ (Basic Need)
  4. Herzberg menuliskan “Motivasi Dua Faktor“
  5. Chester Bernard menemukan teori “Sistem Kerjasama“
  6. Douglas Mc. Gregor dengan metode “Teori X dan Y”

#1 Elton Mayo Dengan Howthorne Study

Penelitiannya pada tahun 1924 – 1932.

Elton Mayo melakukan penelitian dan menemukan konsepsi “howthorne” menambah literatur konsep organisasi. Sebagai sebuah penalaran institusi yang baru.

Pada studi Howthorne tersebut, telah memperkenalkan sebuah gagasan bahwa organisasi merupakan sebuah bentuk terbuka. Dengan segmen teknik dan esensi manusiawi saling terikat kuat satu sama lain.

Sehingga penelitian Howthorne, fokus pada upaya menunjukkan bagaimana suatu kegiatan kelompok kerja kohesif saling mempengaruhi pada relasi organisasi.

Objek penelitian serta Kajian howthorne berlanjut pada abad XIX (ke-19) akhir.

Awal mulanya tercipta oleh para insinyur industri yang berasal dari Western electric untuk melakukan pengujian “Hubungan sebab akibat dari berbagai macam tingkatan penerangan (cahaya) terhadap produktivitas kerja”.

Hasil akhir dari penelitian ini menyebutkan bahwa ternyata intensitas penerangan jelas tidak memiliki hubungan secara langsung dengan produktivitas kelompok. Akan tetapi mereka tidak mampu menjelaskan perilaku yang mereka saksikan.

Selanjutnya para insinyur Western Electric tidak berhenti. Tetapi menghubungi para ahli psikologi termasuk Elton mayo untuk ikut serta dalam kajian mereka.

Akhirnya melakukan uji dengan menambah elemen penguji perubahan dengan panjang hari kerja serta waktu bekerja dalam seminggu.

Pemberlakuan waktu untuk istirahat, kemudian rencana peningkatan upah individual dan kelompok.

Elton Mayo melakukan penelitian pada 2 industri, untuk mengetahui cara peningkatan produktifitas:

  1. Industri pertama, dengan memberikan insentif tambahan kepada karyawan,
  2. Industri Kedua, tidak ada penambahan insentif tapi melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan.

Kenyataannya insentif tidak terlalu berpengaruh terhadap produktivitas. Justru pada industri kedua yang tidak memberikan tambahan insetif, Tetapi karyawan terlibat dalam pengambilan keputusan, menghasilkan produktifitas kerja yang tinggi.

Akhirnya Howthorne menyimpulkan nilai humanistik suatu organisasi. Serta keterlibatan karyawan dalam mengambil keputusan memberikan efek positif pada sebuah manajemen.

Sehingga Seorang manager harus melihat kelompok kerja, sikap dan prilaku para pegawai serta membangun pola hubungan baik antara manajemen dan pegawai.

#2 Hugo Munsterberg “Psikologi Industri“

Setelah lahirnya teori Efek Howthorne oleh Elton Mayo, selanjutnya melakukan penelitian. Babak konsep Neo Klasik Hugo Munsterberg.

Hugo Munsterberg mencetuskan sebuah teori psikologi industri menjadikannya sebagai founding father Psikologi Industri.

Hugo menulis “ Psikology and Industrial Efficiency” menjelaskan secara terperinci, bahwa untuk sebuah produktifitas maka membutuhkan tiga cara, yaitu :

  1. Penempatan best possible person.
  2. Penciptaan best possible work.
  3. Penggunaan best possible effect

Dengan menempatkan pekerja terbaik, pada lingkungan kerja yang baik, akan menghasilkan sebuah efek baik secara psikologis.

#3 Maslow “Teori Hirarki Kebutuhan “ (Basic Need)

Abraham Maslow menjelaskan bahwa seseorang berprilaku dalam organisasi karena hendak memenuhi kebutuhan.

Dalam dunia kesehatan, teori ini sangat familiar buat mereka para pekerja profesi kesehatan. Sebab dalam hal penegakan sebuah diagnosa. Maka Teori Maslow menjadi salah satu pembanding utama.

Dalam penelitiannya Maslow kemudian mempetakan kebutuhan manusia secara berurut dalam hal pemenuhan menjadi 5 bagian, yakni Kebutuhan:

  1. Fisiologis (physiological needs)
  2. Rasa Aman dan Nyaman (safety and security needs)
  3. Sosial, Dan Memiliki (social and belongingness)
  4. Harga Diri, (esteem needs)
  5. Aktualisasi Diri (self actualization)
Aliran teori Maslow
Pemenuhan Kebutuhan Menurut Maslow, dalam bentuk Piramida. Dengan Pemenuhan Dari Dasar Hingga Ke Puncak (Foto: Winda Salsabilah)

Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)

Kebutuhan fisiologis bersifat kebutuhan utama secara fisik, pemenuhannya setiap waktu, Adapun kebutuhan Fisiologis tersebut secara berurut terdiri dari, Kebutuhan:

  1. Oksigen,
  2. Cairan,
  3. Makan,
  4. Istirahat dan tidur, serta
  5. Seksualitas

Pemenuhan kebutuhan tersebut menjadi pemenuhan secara prioritas, dari oksigen hingga kebutuhan berikutnya. Kebutuhan paling mendasar adalah Oksigen, Kenapa demikian?


Sebab Jika otak secara normal tidak mendapatkan Oksigen dalam waktu 2 menit, maka akan terjadi kerusakan yang ireversibel (Kerusakan tanpa bisa tersembuhkan secara normal).

Selanjutnya kebutuhan minum, cairan merupakan sebuah kebutuhan penting, sebab 60% bangunan tubuh manusia adalah cairan. Begitupun makan merupakan sebuah kebutuhan Fisiologis untuk mensuplai nutrisi kepada seluruh sel.

Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan Fisiologis keempat, sebab dalam 24 Jam seseorang membutuhkan istirahan 4 – 8 jam.

Kebutuhan seksualitas, tidak hanya dalam pengertian sempit dalam hal hubungan seksual saja. Melainkan kebutuhan seksualitas maksudnya adalah sebuah kebutuhan identitas “laki-laki” atau “perempuan”.

Rasa Aman dan Nyaman (Safety and Security Needs)

Rasa Aman dari ancaman, rasa nyaman dari nyeri atau sakit.

Selanjutnya seseorang terbebas dari rasa terancam baik fisik mau psikis. Dalam pengertian berikut, seorang pekerja tidak dalam kondisi beresiko mendapatkan serangan fisik maupun psikis. Sehingga Manajemen organisasi harus memberikan jaminan aman dan nyaman tersebut.

Sosial, Dan Memiliki (Social and Belongingness)

Dalam aliran Neo Klasik, Kebutuhan Maslow. Ini merupakan kebutuhan ketiga Abraham Maslow. Rasa Memiliki dalam lingkungan Sosial.

Memiliki kebebasan untuk bersinergi dan berinteraksi dengan oranglain. Memiliki dimiliki, Mencintai dicintai. Pemenuhan kebutuhan ini hanya bisa terpenuhi jika kebutuhan 1 dan 2 sebelumnya telah terpenuhi.

Harga Diri, (Esteem Needs)

Kebutuhan merasa berharga, dan mendapatkan penghormatan sebagai manusia yang sama dengan orang lain. Harga diri tidak dalam kondisi diinjak-injak.

Merupakan sebuah kebutuhan dasar para pekerja. dengan memberikannya sebuah penghargaan dan penghormatan. Akan tetapi Tidak hanya menghargai dengan memberikan hadiah benda atau material. Namun memberikan pujian dan apresiasi.

Aktualisasi Diri (Self Actualization)

Menunjukkan kapasitas diri dengan kemampuan secara pribadi. Aktualisasi Diri lebih cenderung kepada kemandirian.

Aktualisasi diri adalah menunjukkan “Siapa dan apa kontribusi saya kepada organisasi”. Dalam hal tertentu seorang karyawan ketika tidak mendapatkan tempat maka keluar atau melawan. Itu juga aktualisasi diri. Dengan secara tegas menyatakan mandiri.


#4 Herzberg “Motivasi Dua Faktor“

Herzberg memberikan penekanan pada kajian “Kepuasan”. Puas dan tidak puas. Dalam pengembangan sebuah manajemen maka anggota terkondisi pada posisi “Kepuasan”. Untuk meningkatkan motivasi bawahan.

Dalam hal pelaksanaan momentum pilkada, maupun pemilihan. Maka Teori Herzberg ini menarik untuk menjadi salah satu landasan kampanye.

Teori Herzberg, memberikan penekanan 2 faktor yang saling berpengaruh satu sama lain. Yakni Faktor Ekstrinsik dan Intrinsik:

Faktor Intrinsik

Adapun Faktor Intrinsik tersebut terdiri dari, yaitu:

  1. Pengakuan (recognition)
  2. Tanggung jawab (responsibility)
  3. Prestasi (achievement)
  4. Pekerjaan itu sendiri (the work itself)
  5. Adanya kemungkinan untuk berkembang (the possibility of growth)
  6. Kemajuan (advancement)

Faktor Ekstrinsik

Faktor ekstrinsik dalam teori Herzberg yakni:

  1. Gaji atau upah
  2. Keamanan Kerja
  3. Kondisi Kerja
  4. Status
  5. Kebijaksanaan perusahaan
  6. Mutu dari teknik pengawasan
  7. Interaksi antar personal, yang dapat berbeda menjadi interaksi antar sesama pegawai, interaksi antara atasan dan bawahan

Kedua faktor tersebut selalu beriteraksi dan bertransaksi dalam diri staff atau karyawan. Sehingga menghasilkan nilai kepuasan maupun ketidak puasan.

Sebagai akibatnya, jika karyawan puas maka itu merupakan satisfier factor. Tetapi jika tidak puasa maka disebut Dissatisfier factor.

#5 Neo Klasik: Chester Bernard Aliran “Sistem Kerjasama“

Chester Bernard selanjutnya memberikan penekanan teori “organisasi sebagai system social“. Kemudian Memadang organisasi sebagai sebuah sistem. Ibarat tubuh yang utuh satu sama lainnya.

Dalam bukunya, Chester menulis “The Function of The Executive” memberikan penekanan bahwa untuk mencapai tujuan bersama maka seluruh komponen harus bekerjasama satu sama lain.

Hubungan antara karyawan dalam sebuah organisasi formal merupakan bentuk organisasi informal. Dan keberadaannya harus termobilisasi dengan baik.

Sehingga pandangan Barnard pada organisasi, sebagai berikut:

  1. Mengutamakan psikologi daripada aspek teknis dan ekonomis
  2. Kontribusi dan Kepuasan, menjadi kajian utama hidupnya organisasi.
  3. Pengakuan psikosial kepada karyawan selain materi.
  4. Wewenang sangat bergantung pada loyalitas bawahan untuk patuh,
  5. Menghargai organisasi informal dalam sebuah organisasi.

#6 Neo Klasik Douglas Mc. Gregor, Aliran “ Teori X dan Y”

Manusia memiliki 2 sifat yaitu Positif dan negatif.

Dalam pandangan lanjut, Douglas menyebutkan ada dua pandangan tentang manusia, yaitu:

Pandangan pertama, pada dasarnya bawahan itu sifatnya negatif (Teori X) dan pandangan kedua pada dasarnya bawahan memiliki sifat positif ( Teori Y).

Teori X Sifat Negatif

Penjelasan berikutnya, Teori X, memiliki 4 asumsi, yaitu:

  • Para pegawai tidak suka pekerjaannya, dan hendak menghindarinya,
  • Karena tidak suka pekerjaan, maka mereka harus diancam, dipaksa dan diawasi.
  • Pata pegawai menghindar dari tanggung jawab.
  • Pegawai lebih cenderung santai dalam bekerja dan hanya sedikit ambisi kerja.

Teori Y Sifat Positif

Teori Y memiliki 4 asumsi, yaitu :

  1. Pekerjaan bukanlah beban,
  2. Manusia akan mandiri jika terikat dengan tujuan,
  3. Menerima pekerjaan dan mencari tanggung jawab tambahan,
  4. Kreatifitas dan kepuasan.

Demikianlah 6 aliran organisasi Neo Klasik untuk pemenuhan kebutuhan karyawan dan pemuasan kerja atas kinerja dalam memberikan kontribusi kepada sebuah manajemen.

Kepuasan para karyawan tidak hanya bersumber dari pemuasan material, namun lebih kepada pemuasan psikologi kepada seluruh karyawan yang akan iktu serta dalam manajemen tersebut.

Organisasi lain: Aliran Organisasi Ada 5: Klasik, Neo Klasik, Modern, Post Modern Dan Milenial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *