Pengertian formal dan informal
Perbedaan kata formal dan informal dalam percakapan (Foto: ef.co.id)

Formal Dan Informal: Pengertian, 2 Syarat, Penggunaan

Diposting pada

Formal dan informal, adalah istilah-istilah yang sering kita dengar dari berbagai orang, yang mana menggambarkan sebuah situasi tertentu, atau aturan daripada penggunaan kata tersebut. Jadi, bagaimana dalam pembahasannya?

Ayu Maesaroh – organisasi.co.id

Hai para organisator, apa kabar kalian hari ini? Semoga tetap mendapatkan kesehatan agar terus menjadi generasi muda yang produktif.

Bagaimanapun di era pandemi seperti sekarang ini, survive untuk melanjutkan hidup butuh tenaga yang sangat ekstra. Menghadapi berbagai struggle yang ada, untuk bisa sukses dan keluar dari struggle tersebut.

Entah pada bidang pekerjaan yang formal, ataupun informal. Yang penting untuk berjaga-jaga agar bisa membackup suatu hal yang tidak diinginkan.

Tapi, bicara masalah formal dan informal, ada yang memahami arti dari beberapa istilah ini? Biasanya kita sering mengucapkannya di berbagai kesempatan bukan?

Jadi, untuk lebih jelasnya, mari kita ulas lebih dalam.

Formal dan Informal, Pengertian dan Penggunaan Kata

Istilah formal dan informal
Formal dan informal pengertian dan penggunaannya (Foto: beritagar.id)

Kedua kata tersebut memiliki arti yang berbeda. Formal, lebih kepada sebuah hal yang berbau aturan. Yang berkaitan erat dengan etika yang mana etika tersebut harus terlaksana dengan baik, dan sebagainya.

Untuk istilah kata ‘formal’ ini, juga biasanya sangat lekat dengan beberapa lembaga yang resmi, dengan memiliki peraturan serta alur dalam pelaksanaan sebuah tugas tertentu.

Juga mereka melakukan berbagai tugas tersebut tidak sendiri. Ada beberapa orang yang tersebut sebagai ‘karyawan’, yang mana dalam melakukan kegiatannya pun harus sesuai dengan alur aturan formalnya.

Sehingga ketika mereka melanggar peraturan tersebut, maka ada sanksi yang menjadi konsekuensi mereka, yang mana konsekuensi tersebut ada, bertujuan untuk memberikan pembelajaran bagi mereka agar tidak melakukan hal yang sama.

Organisatoris lain baca ini: Perbedaan Khutbah Tabligh dan Dakwah

Sedangkan informal, merupakan sebuah hal yang menitikberatkan pada kegiatan yang lebih fleksibel, tidak begitu kaku pada sebuah aturan.

Meski ada aturan pun, tidak begitu menuntut seseorang untuk bisa benar-benar mematuhi aturan tersebut tanpa adanya paksaan dari siapapun.

Dan soal masalah pada sektor pekerjaan, biasanya lebih santai, tidak terlalu terpaku kepada aturan yang berlaku dan sebagainya.

Informal serta formal juga sangat berbeda ketika pada aspek penggunaan bahasa. Berikut penjelasannya.


Apa itu Formal?

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, bahwasannya istilah ‘formal’ lebih kepada hal yang mengaitkan dengan sebuah aturan yang ada, entah dalam masalah bidang pekerjaan di sebuah perusahaan, dan sebagainya.

Hal tersebut juga berlaku dengan artian penggunaan kata. Kata formal lebih kepada bahasa yang mana terpatok kepada peraturan dari penggunaan bahasa sesuai dengan aturan penggunaan kata yang baik dan benar.

Hal tersebut sejalan dengan bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa ‘ibu’ kita. Peraturan seperti EYD, serta sesuai dengan KBBI yang menjadi patokan dalam penggunaan bahasa.

Mengharuskan banyak orang untuk lebih memperhatikan tentang penggunaan kata bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Adapun ranah dari penggunaan bahasa formal ini. Biasanya berlaku untuk beberapa orang yang ingin melamar kerja pada sebuah perusahaan tertentu.

Atau meminta untuk bekerjasama dengan orang lain, guna meningkatkan penjualan dari perusahaan tersebut. Sehingga menuntut seseorang untuk bisa berbicara dengan formal, sopan dan santun, dan sejenisnya.


Pengertian Informal

Hal ini berbanding terbalik dengan istilah ‘bahasa informal’. Untuk penggunaan kata ‘informal’ sendiri, lebih menitikberatkan pada bahasa yang sering kita gunakan sehari-hari.

Yang mana tidak terlalu terpaku kepada peraturan daripada bahasa yang ada. Bahkan ada yang mengatakan bahwa bahasa informal adalah bahasa slank, yang mana menghasilkan beberapa bahasa gaul yang sering kita kenal.

Untuk ranahnya sendiri, lebih luas ketimbang dengan istilah bahasa yang sebelumnya. Mengingat bahasa ini sangat mudah untuk diucapkan.

Juga bisa berlaku untuk beberapa suasana, entah suasana casual seperti berkumpul dengan teman, keluarga, sahabat, dan sebagianya. Atau pada acara semi formal seperti perpisahan Alumni, dan sebagainya.

Itulah beberapa pembahasan mengenai arti dari keduanya, yang mana bisa menjadi referensi kalian.



Syarat Sesuatu Disebut Formal

Sejalan dengan pembahasan tersebut, ada beberapa hal yang masih menyangkut dengan bahasa formal ini. Yang mana terdapat syarat serta ketentuan sebuah bahasa atau hal, dapat tersebutkan dengan ‘formal’.

Beberapa hal tersebut antara lain:

Jika dalam Penggunaan Kata

Paling utama adalah mengutamakan aturan bahasa yang sesuai dengan kesepakatan dari sebuah wilayah. Seperti halnya dengan bahasa Indonesia.

Yang mana dalam penggunaannya, harus sesuai dengan aturan EYD, atau singkatan dari Ejaan Yang Disesuaikan yang berlaku.

Sehingga makna daripada sebuah perkataan tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan utuh, serta lawan bicara kita dapat memahami dengan baik.

Jika pada Situasi

Situasi yang dimaksud adalah situasi formal, seperti situasi ketika sedang melamar kerja, dan sebagainya. Yang mana dalam hal ini, istilah tersebut meliputi beberapa hal.

Seperti penampilan yang baik, tutur kata yang sopan, attitude yang baik, dan sebagainya. Sehingga hal tersebut akan memberikan rasa interesting tersendiri kepada penguji yang memiliki wewenang untuk memilih.

Organisatoris lain baca ini: Metode Penyusunan Pidato: Pengertian dan 5 Metode

Atau situasi lain seperti mengajukan permintaan kerjasama. Yang mana istilah ‘formal’ ini lebih kepada tutur kata dalam membuka pembahasan, serta lainnya.

Itulah beberapa hal mengenai syarat yang disebut dengan ‘formal’ tersebut.


Penggunaan Kata Formal dalam Berbagai Kegiatan dan Kondisi

Lalu, bagaimana penggunaan kata ‘formal’ dalam berbagai kondisi serta berbagai kegiatan? Mengingat pasti dari kita pernah ikut sebuah kegiatan tertentu.

Yang mana ada satu titik poin harus menggunakan bahasa formal, sehingga dalam komunikasi lebih lancar. Dan penggunaan kata formal sendiri ketika pada sebuah kegiatan tertentu.

Biasanya lebih kepada yang lebih tua, atau mereka yang memiliki predikat sebagai senior ketika pada ranah sekolah, dan sebagainya.

Selain memberikan rasa hormat, juga memberikan kesan kepada kita sendiri, bahwa kita dapat menempatkan diri dengan baik, dan mudah dalam beradaptasi di berbagai situasi apapun.

Sehingga sangat cocok untuk kita memakai bahasa formal, ketika kita sedang berhadapan langsung dengan orang yang lebih tua, atau lebih tinggi jabatannya dengan kita.


Persamaan dan Perbedaan Formal dengan Formalitas

Namun, ada satu istilah lain selain formal dan informal. Yakni ‘formalitas’. Dan istilah tersebut sangat erat kaitannya jika kita jejerkan dengan kata ‘formal’.

Seolah kedua istilah tersbeut mirip, bahkan dalam penggunaannya pun seperti hampir sama. padahal keduanya sangat berbeda.

Untuk kata ‘formalitas’ sendiri, lebih menitikberatkan pada penggambaran sebuah hal, yang mana menyangkut dengan peraturan tertentu, dan harus dilakukan oleh para anggota yang tergabung dalam situasi yang ada.

Biasanya kata ini sering dipakai untuk melabeli beberapa situasi daripada organisasi yang mana mendapatkan naungan dari pemerintah.Seperti contohnya adalah sekolah, yang mana keadaan dari sekolah tersebut, merupakan bentuk dari formalitas.

Sedangkan untuk kata ‘formal’ sendiri lebih kepada penggunaan bahasa. Dan hal tersebut digunakan pada suasana atau situasi tertentu, atau mungkin digunakan untuk berinteraksi dengan orang yang lebih tua dengan kita.

Persamaannya sendiri, keduanya sangat berkaitan. Dengan ‘formalitas’ sebagai istilah yang menggambarkan sebuah situasi tertentu, dan penuh dengan aturan-aturan yang harus terlaksana oleh orang-orang di dalamnya.

Sehingga butuh adanya bahasa sebagai interaksi antar satu dengan yang lain. Dengan menggunakan bahasa formal, sebagai salah satu identitas dari acara tersebut, atau situasi tersebut.


Pengertian Organisasi Formal dan Informal

Organisasi formal dan informal (Foto: jurnalmanajemen.com)

Terlepas dari hal tersebut juga, ada istilah lain yang masih menyangkut kedua istilah yang dibahas sebelumnya. Ialah ‘organisasi formal’ serta ‘organisasi informal’. Apa arti sebenarnya?

Mengingat kedua istilah tersebut sangat sering terlontarkan oleh kebanyakan orang, dengan background mereka sudah bekerja, mendapatkan berbagai situasi yang mengharuskan mereka bertoleransi dan berkompromi.

Organisasi Formal

Organisasi formal sendiri, adalah salah satu perkumpulan, dan mempunyai tujuan tertentu dengan bantuan daripada banyak orang tersebut sebagai para anggota.

Namun, dalam hal ini adalah, ada peraturan yang sah (dalam hal ini adalah UU), sebagai rem dari mereka agar nantinya dapat melaksanakan tujuan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Organisatoris lain baca ini: Intonasi Dan Mimik

Dan jika melanggar, akan ada sanksi yang menjadi konsekuensi mereka. Contoh konkretnya adalah: Sekolah, Lembaga Kepemerintahan, dan sebagainya.

Organisasi Informal

Sedangkan untuk organisasi informal, adalah sebuah perkumpulan, dengan membuat rancangan tujuan yang ingin tercapai.

Kemudian terdapat berbagai anggota yang ada, sebagai salah satu partner dalam mewujudkan tujuan tersebut. Tapi, dalam organisasi tersebut tidak terlalu terpatok dengan sebuah peraturan, terutama peraturan perundang-undangan.

Yang bahkan peraturannya sendiri bisa dibuat sesuai dengan kesepakatan dengan para anggota. Contoh konkretnya adalah beberapa Yayasan, dan lembaga swasta lainnya.

Perbedaan Bahasa dan Cara Bertoleransinya

Kita sangat paham, bagaimana Indonesia dengan segala kekayaan yang ada. Bahkan kekayaan bahasa pun dimiliki oleh Indonesia.

Keberagaman budaya, adat, serta bahasa yang dimiliki, membuat berbagai belahan dunia menjuluki Indonesia sebagai miniatur dari dunia.

Tapi, dibalik semua itu, terdapat berbaga hal yang perlu kita toleransi, agar bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam aspek ini adalah keragaman dari sebuah bahasa.

Yang mana antara bahasa satu dengan bahasa lainnya, pasti memiliki maknanya sendiri-sendir. Jadi untuk bisa mengatasi permasalahan perbedaan bahasa, bagaimana caranya? Berikut beberapa listnya:

Menghormati Perbedaan Bahasa

Baik antara satu wilayah Indonesia dengan yang lain, bahkan sampai kepada negara satu dengan yang lain. Kita harus menghormati satu sama lain.

Karena dengan menghormatilah, menjadi cara terbaik untuk kita menghargai satu dengan yang lain.

Mengerti Penggunaan Bahasa

Kadang, antara satu bahasa dengan bahasa lain, mempunyai makna yang berbeda. Juga tidak jarang dalam sebuah penggunaan bahasa, ada beberapa kata yang mungkin kita tidak tahu bahwasannya hal tersebut menyinggung perasaan orang lain.

Oleh karena itu, belajar ahasa bukan hanya paham bagaimana cara penggunaannya, namun lebih dari itu. Ialah mengerti penggunaan bahasa yang benar-benar baik. Sehingga terhindar dari kesalah pahaman.

Paham Mana yang “Sensitif” Mana yang Tidak

Hal ini lebih kepada level kita telah paham mengenai penggunaan dari kata-kata bahasa yang ada. Hingga pada akhirnya kita pada tahap memahami apa yang harus diucapkan dan tidak.

Dan mana yang dapat mengundang kontrofersi, mana yang tidak.

Itulah segelintir dari cara kita untuk bisa bertoleransi dengan bahasa yang kita pelajari, termasuk kepada lingkungan sekitarnya.

Penutup

Itulah beberapa pembahasan mengenai istilah formal dan informal. Bahkan dari pembahasan yang sudah diulas, mendapatkan insight bahwasannya tidak hanya ada kedua istilah tersebut saja.

Melainkan ada begitu banyak istilah yang juga masih menyangkut dengan kedua kata tersebut. Dengan tujuan serta titik poin yang berbeda.

Terutama menjadi lebih aware terhadap penggunaan kata setiap harinya. Sehingga bisa lebih menata kembali mengenai penataannya. Apakah sudah benar atau belum.

Dengan tujuan agar menghindarkan diri dari yang namanya miskomunikasi. Serta menghindarkan diri juga dari salah tanggapan dari lawan bicara kita.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka

  1. https://kbbi.web.id/formal
  2. https://jagokata.com/arti-kata/informal.html
  3. https://beritaku.id/perbedaan-organisasi-formal-dan-informal-pada-lingkungan-sosial-masyarakat/
  4. https://www.kamusbesar.com/formalitas
  5. Konsultan Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *