Pengertian intonasi dan mimik
Pengertian dari intonasi (Foto: lldikti8.ristekdikti.go.id)

Intonasi Dan Mimik

Diposting pada

Intonasi dan mimik, dua hal yang sangat penting dalam sebuha penyampaian maksud dan pemikiran seseorang terhadap lawan main mereka dalam berkomunikasi. Hingga pada akhirnya ada perbedaan serta pengertian dari kedua hal itu. Lalu, bagaimana jelasnya?

Dalam berkomunikasi, sebuah penjedaan dan pelafalan haruslah jelas. Yang mana hal tersebut bertujuan agar nantinya dalam memahami apa yang mereka maksud, bisa tercerna secara langsung oleh lawan bicaranya juga. Dan hal tersebut berbalut dari Intonasi, serta mimik pada sebuah komunikasi.

Versi video mengendalikan forum tanpa menegur

Pengertian Intonasi dan Mimik Dalam Komunikasi

Intonasi dan mimik sangat berguna dalam komunikasi
Pengertian intonasi (Foto: makassar.terkini.id)

Saat kita melakukan sebuah komunikasi dengan orang lain tentunya kita juga menggunakan sebuah intonasi dalam sebuah percakapan. Mimik yang kita gunakan saat melakukan sebuah komunikasi juga berbeda-beda. Namun sudah tahukah kamu apa itu intonasi mimik dalam sebuah komunikasi?

Intonasi adalah tinggi rendahnya nada dalam sebuah kalimat yang memberikan penekanan di setiap kalimat yang kita ucapkan. Intonasi berfungsi sebagai pembeda penekanan dalam sebuah kalimat di dalam percakapan. Dengan adanya intonasi percakapan yang berlangsung akan lebih nyata dan menarik.

Intonasi setiap orang berbeda-bebeda, ada yang pengaruh dari jenis suara yang dimiliki, dari mana dia berasal, dll. Intonasi sendiri berfungsi sebagai :

Penekanan sebuah kalimat

Intonasi dapat berfungsi sebagai penekanan pada sebuah kalimat tertentu, sehingga kalimat yang mendapat tekanan akan mudah mendapat penerimaan. Kalimat yang tersebut bertujuan agar lebih diperhatikan, dengan demikian kalimat yang tersebut merupakan kalimat utama yang ingin tersampaikan.

Kalimat yang penekanan umumnya merupakan inti atau pesan penting dari sebuah kalimat, sehingga penggunaan intonasi tertentu dapat memberikan penjelasan khusus.

Pembeda sebuah kalimat

Sebuah kalimat dapat berbeda dengan adanya sebuah intonasi dalam pelafalannya, kalimat yang menggunakan intonasi tertentu menjadi berbeda.

intonasi ini hampir sama seperti penggunaan tanda baca dalam sebuah kalimat, seperti koma, tanda tanya, tanda seru, tanda titik, dll.

Organisatoris lain baca ini: Konsep Fonologi (Fonetik Fonemik) Dan Intonasi: Pengertian, Jenis Dan Contoh

Intonasi ini memberikan makana yang berbeda dalam sebuah kalimat, seseorang bisa berarti marah ketika menggunakan intonasi yang tinggi dan memuncak, seseorang bisa berarti sedih ketika bberbicara dengan nada yang rendah dan dengan tempo yang pelan.

Contoh dari penggunaan intonasi sebagai pembeda sebuah kalimat yaitu :

Saya TIDAK LAGI menyimpan rasa padanya (tidak ada rasa lagi)

Aku tidak lagi menyimpan rasa PADANYA (orang itu, bukan yang lain)

Saya tidak lagi menyimpan RASA padanya (rasa, bukan yang lainnya)

Penjelas sebuah kalimat

Sebuah kalimat yang terucap dapat jelas dengan adanya sebuah intonasi, penggunaan intonasi serta mimik pada sebuah kalimat dapat memberikan penjelasan terhadap makna dari kalimat tersebut.

Apabila sebuah kalimat yang terucap dengan nada atau intonasi yang datar makan memiliki arti yan sama, berbeda dengan adanya sebuah intonasi pada kalimat tertentu akan memberikan sebuah mimik penjelasan tersendiri terhadap kalimat yang dimaksud.

Penegasan dari sebuah kalimat

Sebuah kalimat juga dapat menegaskan sesuatu dengan adanya intonasi, contoh penegasan kalimat dalam pembacaan sebuah berita.

Untuk menegaskan tempat dan waktu terjadi perkara, pembawa pebita akan memberikan intonasi terhadap keterangan yang menyatakan tempat dan waktu. Dengan demikian berita dapat lebih mudah untuk penonton memahaminya.

Bentuk Intonasi Dalam Komunikasi

Bentuk dari intonasi (Foto: hot.liputan6.com)

Dalam sebuah komunikasi, pengucapan kalimat membutuhkan adanya intonasi sebagai pembeda, penjelas, penekanan dan penekanan terhadap kalimat tertentu.

Penggunaan intonasi sendiri sangat bermanfaat agar apa yang kita sampaikan mudah respon oleh lawan bicara selain menggunakan mimik. Dengan adanya intonasi dalam sebuah komunikasi menjadikan komunikasi yang kita lakukan lebih menarik dan hidup.

Sama halnya dengan penggunaan tanda baca dalam sebuah tulisan, penggunaan intonasi dalam komunikasi dapat memberikan keterangan apakah kalimat tersebut merupakan informasi, nasehat, himbauan, perintah, larangan, ajakan dan lain sebagainya yang dapat kita ekspresikan menggunakan intonasi.

Bentuk intonasi dalam sebuah komunikasi ada tiga, yaitu :

Tekanan Dinamik

Penekanan dinamik adalah bentuk pengucapan kalimat berdasarkan keras atau lemahnya tekanan. Tekanan terhadap kata atau kalimat akam memberikan penegasan terhadap kata atau kalimat tersebut ketimbang dengan kata atau kalimat lainnya. Fungsi dari tekanan dinamik yaitu :

  1. Menyatakan suatu pertentangan
  2. Menyatakan sesuatu yang penting
  3. Menyebutkan sesuatu seperti nama, waktu, tempat, benda, dll
  4. Mengalihkan suatu kalimat

Contoh penggunaan tekanan dinamik yaitu :


Saya TIDAK LAGI menyimpan rasa padanya (tidak ada rasa lagi)

Aku tidak lagi menyimpan rasa PADANYA (orang itu, bukan yang lain)

Aku tidak lagi menyimpan RASA padanya (rasa, bukan yang lainnya)

Tekanan Nada

Tekanan nada adalah tinggi rendahnya suatu nada dalam sebuah kaliimat dengan adanya penekanan pada kata atau kalimat tertentu.

Penekanan nada terbagi menjadi dua macam, yaitu tekanan nada kuat dan tekanan nada lemah. Tekanan nada lemah umumnya berlaku sebagai ungkapan perasaan sedih, sedangkan tekanan nada kuat berlaku seseorang untuk mengungkapkan kegembiraannya atau amarahnya.

Fungsi dari tekanan nada adalah memberikan rasa pada sebuah kata atau kalimat.

Tekanan Tempo

Penekanan tempo adalah sebuah tekanan yang memberikan kecepatan atau kelamatan pada suatu kalimat. Tekanan tempo berfungsi sebagai penjelas atau mempertegas suatu kalimat.

Cepat atau lambatnya percakapan yang kita lakukan harus sesuai terhadap siapa kita berbicara, jangan menggunakan tempo yang terlalu cepat saat berbicara dengan anak-anak.

Karena mereka akan susah mengerti apa yang kita sampaikan dan justru malah merasa jenuh, sehingga fokus mereka akan teralihkan.

Bentuk Mimik Dalam Berkomunikasi

Bentuk mimik wajah dalam komunikasi (Foto: today.line.me)

Gerakan atau ekspresi wajah adalah gambaran pada wajah yang terjadi karena gerakan tertentu pada otot di wajah. Mimik merupakan salah satu bentuk komunikasi non verbal, mimik dapat memberikan pesan tertenu dengan gerakan-kerakan yang tergambarkan melalui wajah.

Gerak wajah sangat penting bagi seseorang untuk memberikan ekspresi senang, marah, sedih, dll. Umumnya semua makhluk hidup memiliki ekspresi wajah atau mimik wajah masing-masing, hal tersebut berguna sebagai ekspresi dari perasaan.

Ekspresi wajah seseorang dapat berubah dengan cepat tergantung kondisi yang mempengaruhinya, misal saat merasa kesakitan wajah akan menunjukkan ekspresi yang lemas dan pucat.

Organisatoris lain baca ini: Ilmu Komunikasi Fonologi: Fonetik Fonemik

Dalam sebuah komunikasi manusia menggunakan mimik untuk menyatakan perasaan mereka serta memberikan ekspresi terhadap apa yang tersampaikan olehnya.

Tidak menarik jika seseorang bercerita sesuatu yang menyeramkan hanya dengan raut muka yang datar saja, berbeda dengan penggunaan ekspresi wajah yang antusias dan mendramatisir.

Tentunya dengan adanya mimik dalam berkomunikasi membuat lawan bicara kita ikut terbawa suasana dan lebih antusias dalam mendengarkan apa yang kita sampaikan.

Bisa kita katakan mimik wajah dalam intonasi kata ini memiliki ilmu magic tersendiri yang dapat membius orang lain agar ikut kedalam suasana yang menyenangkan, menyedihkan, menakutkan, menegangkan, dll.

Manusia dapat mengalami ekspresi wajah yang berubah-ubah dalam waktu yang tidak disengaja maupun yang disengaja.

Hal tersebut timbul dari adanya perasaan atau emosi yang terjadi pada diri individu tersebut, yang membuat raut wajah bisa menjadi senang, sedih, takut, dll.

Bahkan pada waktu yang tidak terkontrol sekalipun mimik wajah dapat menggambarkan bagaimana perasaan kita, sehingga apa yang kita ungkapkan tidak bisa sengaja kita buat, karena ekspresi wajah akan jelas menampakkannya.

Beberapa pakar pembaca mimik wajah juga telah banyak mempelajari gerak wajah. Dengan demikian saat kita berkata jujur atau bohong akan memiliki perbedaan, para pakar dapat mengenali ekspresi wajah yang kita berikan.

Perbedaan Mimik dan Gestur

Intonasi dan mimik yang mempunyai perbedaan
Contoh gestur dan mimik Presiden dalam berpidato (Foto: grid.id)

Gestur juga merupakan salah satu bentuk komunikasi non verbal, yang mana aksi yang keluar oleh tubuh atau gerakan tubuh untukk menyampaikan suatu pesan.

Penggunaan gestur dapat berbarengan dengan bicara secara langsung atau hanya dengan gerakan saja (biasanya berlaku sebagai alat komunikasi oleh orang-orang penyandang kebutuhan khusus atau bisu).

Gestur juga dapat mengekspresikan perasaan kita melalui gerak-gerak dari tubuh seperti melambaikan tangan, menggelengkan kepala, menganggukkan kepala, membungkukan badan, dll.

Gerakan tubuh merupakan respon yang kirim dan diproses oleh otak manusia dan menyebarkannya pada syaraf-syarat di seluruh tubuh. Gestur akan memberikan kejelasan atau pengambaran terhadap sesuatu melalui gerak yang dilakukan tubuh.

Dengan demikian dapat menarik kesimpulan bahwa mimik wajah dan gestur memiliki perbedaan, yang mana mimik merupakan gerak atau ekspresi dari wajah sedangkan gestur merupakan gerak atau ekspresi yang berasal dari tubuh untuk mengungkapkan atau menggambarkan suatu perasaan.

Dalam penggunaanya sebagai sarana komunikasi memiliki beberapa perbedaan juga, mimik hanya dapat untuk memberikan ekspresi pada suatu keadaan atau perasaan seseorang.

Namun gestur dapat berlaku kepada seseorang dalam berkomunikasi sepenuhnya, misal dengan menggunakan bahasa isyarat yang menggunakan jari-jari tangan mereka.

Gestur juga dapat berlaku sebagai petunjuk bagi seseorang saat berkomunikasi, misal saja saat kita bertanya kepada orang yang sudah berumur dan pendengarannya terganggu.

Dengan menggunakan komunikasi beserta dengan gestur, apa yang kita tanyakan kepada orang tua tersebut dapat mereka pahami.

Pemilihan mimik dan gestur yang baik perlu mendapat perhatian saat melakukan komunikasi, sesuaikan dengan kondisi atau perasaan yang sedang berkecamuk.

Jangan memberikan ekspresi wajah ceria ketika mengucapkan bela saungkawa kepada seseorang. Kita harus pandai mengatur ekspresi muka dan gerak tubuh saat berbicara agar lawan kita merasa nyaman.

Dengan demikian komunikasi yang kita lakukan akan lebih bermanfaat.

Perbedaan Intonasi dan Volume Suara

Perbedaan intonasi dan volume (Foto: romeltea.com)

Volume suara adalah tingkatan keras atau kecilnya sebuah suara, dalam sebuah komunikasi volume suara juga penting.

Dengan adanya volume suara dalam sebuah komunikasi memberikan penegasan terhadap kalimat atau kata ynag merupakan hal penting.

Volume suara juga berlaku seseorang untuk mengekspresikan apa yang ingin dia sampaikan, misanya orang yang sedang berbisik menandakan apa yang dia sampaikan tersebut bersifat rahasia.

Contoh lainnya adalah ketika seseorang merasa terancam, dia akan meminta tolong dengan melantangkan suaranya sekuat mungkin agar orang lain dapat mendengar dan segera menolongnya.

Komunikasi yang disertai dengan intonasi dan volume suara yang pas akan membuat komunikasi tersebut lebih menarik, orang akan nyaman untuk menerima apa yang kita sampaikan.

Organisatoris lain baca ini: Menjadi Orator, Kuasai 9 Teknik Menguasai Panggung

Terlebih lagi jika komunikasi tersebut beserta dengan mimik dan gestur, apa yang kita sampaikan benar-benar hidup dan lebih menarik.

Orang akan lebih antusias dalam mendengarkan setiap cerita yang kita sampaikan, bahkan mereka bisa saja sampai terhipnotis dengan cerita yang kita sampaikan, misalnya mereka itu tertawa terbahak-bahak, menangis, terkejut, dan masih banyak reaksi lainnya yang akan mereka berikan saat mendengarkan cerita kita.

Intonasi dan volume suara memiliki perbedaan, yaitu mimik dari intonasi berlaku sebagai pembeda penekanan dalam sebuah kalimat di dalam percakapan.

Sedangkan volume suara adalah tingkatan keras atau kecilnya sebuah suara yang berlaku dalam sebuah komunikasi.

Keduanya berlaku dalam berkomunikasi untuk memberi keterangan lebih terhadap pesan yang kita sampaikan, hanya saja penggunaan keduanya berbeda berdasarkan penekanan (intonasi) dan tinggi rendahnya suara yang keluar dari mulut atau mimik kita (volume).

Meskipun memiliki perbedaan, keduanya sama-sama digunakan dalam berkomunikasi untuk memberi kesan yang lebih meyakinkan sehingga orang lain akan ikut merasakan seperti apa yang kita rasakan dan kita sampaikan melalui cerita yang dikemas dengan intonasi dan volume suara yang tepat.

Daftar Pustaka:

  1. https://brainly.co.id
  2. https://www.pelajaran.co.id
  3. https://id.wikipedia.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *