jenis tanah

Jenis Tanah Untuk Pertanian Organik: 15 Pembagian

Diposting pada

Pertanian organik kini menjadi suatu tren di dunia pertanian. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi kesadaran bagi petani abad ini. Kendalanya ada pada jenis tanah yang membuat tidak optimalnya pertanian organik. Ada baiknya kita mengenal tanah terlebih dahulu dengan baik.Tika, organisA51 – organisasi.co.id


Kenapa Tanah Menjadi Media Tanam Utama Pertanian

Sejak jaman dahulu, kita mengenal tanah sebagai media tanam. Walaupun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan yang menjadikan tanah bukanlah satu-satunya media tanam, banyak petani tetap memilih menggunakan tanah.

Begitu banyak alasan dalam pemilihan tanah sebagai media tanam. Di bumi ini, kita hidup di atas tanah. Keberadaan tanah tentulah seluas permukaan bumi kita. Dengan demikian, kita dapat menemukan tanah di manapun.

Selain mudah untuk kita dapatkan, tanah juga mengandung berbagai unsur yang tumbuhan perlukan. Seakan sudah menjadi ‘kodrat’ tanah untuk menyokong pertumbuhan makhluk hidup di muka bumi, maka tidak ada yang dapat menggantikan segala kebaikan yang terkandung dalam tanah.

Kita dapat mengumpakannya dengan ASI. Kodratnya bayi meminum ASI, namun tentu tersedia pilihan lain yaitu susu formula. Bisa kita samakan kasus tanah sebagai media tanam dengan kasus ini.

Tanpa perlu ribet untuk memformulasikan kandungan pada tanah agar mampu menjadi media tumbuh tanaman, ia sudah mengandung unsur makro dan mikro.

Hanya saja, setiap jenis tanah memiliki komposisi dan kadar unsur makro dan mikro yang berbeda-beda. Selain itu juga kandungan air di dalamnya dapat berbeda-beda.

Jadi cukup jelas mengapa media tanam yang banyak dipergunakan adalah tanah. Selain keberadaannya yang melimpah ruah di muka bumi, ia juga mengandung segala unsur yang tumbuhan perlukan.

Organisatoris lain baca ini: Jenis Fonetik Dalam Komunikasi: Pengertian, 4 Manfaat


Pembagian Jenis Tanah

jenis-jenis tanah(dekoruma.com)

Sebagai lapisan teratas di muka bumi, tanah memiliki susunan mineral dan bahan organik. Namun tidak semua memiliki jumlah kandungan yang sama.

Sebab itulah tanah terbagi-bagi ke dalam beberapa jenis tergantung dari batuan induk dalam pembentukan dan juga iklim.

Di Indonesia, tanah terdiri atas:

Tanah Aluvial

Terjadi karena endapan lumpur yang terbawa oleh aliran sungai. Warna tanah ini coklat hingga kelabu serta memiliki kesuburan yang tinggi. Sebab itulah tanah ini juga mudah untuk diolah.

Tanah Andosol

Salah satu jenis tanah vulkanik yang terbentuk dari proses vulkanisme gunung berapi. Tingkat kelembabannya rendah dengan kadar organik dan kadarair yang tinggi.

Daerah iklim basah dengan curah hujan tinggi menjadi daerah pembentukan jenis tanah ini.

Tanah Entisol

Pembentukannya adalah dari pelapukan material gunung berapi.

d. Tanah Grumusol

Terbentuk dari pelapukan tuffa dan batuan kapur. Memiliki kandungan organik yang rendah dan tidak cocok untuk tanaman.

Tanah Humus

Merupakan jenis tanah yang berasal dari tanaman yang membusuk. Ia mengandung banyak mineral dan unsur hara yang membuatnya sangat subur.

Tanah Laterit

Banyak mengandung aluminium hidrosida dan besi oksida, jenis ini memiliki tingkat kesuburan yang bervariasi dan berasal dari daerah lembab.

Tidak cocok untuk media tanam karena kandungannya yang justru akan membahayakan pertumbuhan tanaman.

Tanah Liat

Merupakan campuran aluminium dan silikat. Ia terbentuk dari proses batan silika oleh asam karbonat. Sebagian juga merupakan hasil dari aktivitas panas dari bumi.

Tanah Podzolik

Merupakan tanah yang terbentuk oleh pengaruh hujan yang tinggi serta suhu yang rendah. Sfatnya basah jika terkena air dan sedikit memiliki kandungan unsur hara.

Tanah Podsol

Adalah campuran dari tekstur pasir maupun batuan kecil/. Banyak terdapat di daerah yang selalu basah seperti Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, dan Papua.

Tanah Padas

Tanah Pada ekras seperti batuan dengan tidak adanya kandungan air. Bahkan unsur hara di dalamnya juga rendah.

Tanah Oxisol

Banyak mengandyng aluminium oksida dan zat besi Banyak terdapat di iklim tropis basah sehingag cocok untuk perkebunan.

Tanah Organosol

Terkenal dengan tanah gabut dan terbentuk melalui proses pelapukan bahan-bahan organik.

Tanah Ambles

Memiliki kandungan unsur hara dan kelembaban yang rendah. banyak terdapat di wilayah dengan curah hujan tiunggi dan iklim basah.

Tanah Mergel

Berasal juga dari kapur. Namun kapur yang bercampur dengan bahan lain.

Tanah Latosol

Terbentuk dari pelapukan metamorf atau sedimen.

Tanah Litosol

Terbentuk atas pelapukan batuan beku dan sedimen. mempunyai butiran kasar serta kerikil.


Tekstur Dan Susunan Tanah

Struktur dan tekstur adalah dua hal yang berbeda. Struktur tanah merupakan komposisi serta campuran dari lapisan permukaan tanah.

Kondisi ini berbeda-beda sesuai dengan kedalaman yang ada. Di dalamnya dapat berisi pasir, kerikil, tanah liat, maupun batuan padat serta terdapat komponen yang berpori.

Kualitas struktur tanah di beberapa daerah juga berbeda-beda tergantung pada kondisi curah hujan di daerah tersebut.

Jenis-jenis dalam struktur tanah antara lain berupa butiran atauy granular, remah, gumpal bersudut, gumpal membulat, struktur prismatik, struktur tiang, dan lempeng.

Struktur tanah remah adalah kondisi tanah berpori dan sedikit kering. Granular adalah ketika tanah memiliki banyak sisi berbeda.

Sedangkan tekstur tanah, kita dapat melihatnya secara kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif dengan mata dan kualitatif dengan alat Hydrometer.

Tekstur tanah halus memiliki kandungan liat 37,5% di dalam tanah yang mana akan membuat pori-pori di dalam menjadi mengecil. Tanah akan terasa berat dan padat.

Tanah yang memiliki tekstur sedang memiliki 50% unsur pasir di dalamnya. Semakin kering maka membuat pasir menjadi lebih halus dan banyak.

Teksur kasar pada tanah atau berpasir adalah tanah yang memiliki unsur pasir mencapai 70%. terdapat di daerah dengan curah hujan jarang.

Jadi dari berbagai penjelasan tersebut kita dapat menyimpulkan jika struktur merupakan kondisi penampakan tanah sedangkan tekstur adalah kondisi tanah yang kita pegang dan rasakan.


Kelebihan Dan Kekurangan masing-Masing Tanah Pertanian

kelebihan dan n kekuarangan masing-masing jenis tanah (Foto: baznas.go.id)

Pada dasarnya semua jenis tanah yang berasal dari pelapukan makhluk hidup maupun batuan serta berasal dari abu vulkanis adalah tanah yang subur.

Hal ini tidak berlaku pada tanah dengan tekstur kering seperti tanah kapur. Kita juga dapat memperbaiki kondisi tanah tersebut dengan memberinya unsur hara, namun tetap tidak akan optimal.

Adapun contoh tanah yang tidak cocok untuk media tanam adalah tanah laterit.

Akan tetapi kita perlu memahami bahwa tanaman tidak hanya memerlukan tanah. Akan tetapi, ia juga memerlukan sinar matahari.

Makhluk hidup membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas kehidupannya. Salah satu makhluk hidup adalah tanaman.

Ia merupakan makhluk hidup yang nampak pasif namun sebenarnya juga aktif dalam membuat makanannya sendiri melalui proses yang kita kenal dengan Fotosintesis.

Jadi, kegiatan ini membutuhkan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida menjadi karbohidrat. Ketika kondisi tanah memungkinkan serta keadaan pencahayaan juga baik, maka baiklah seluruh pertumbuhan tanaman.

Organisatoris lain baca ini: Bakteri Fotosintetis: Pengertian, 5 Jenis Hingga Manfaat


Alternatif Media Tanam Selain Tanah

media tanam (thebouquets.com)

Tanah sebagai media tanam merupakan sebuah hal yang sangat umum sejak jaman dahulu kala. namun ternyata ada pula alternatif media lain selain tanah. Apa sajakah itu?

Humus

Terbentuk dari pelapukan daun dan batang pohon serta campuran darui kotoran hewan, membuat humus menjadi alternatif media tanam selain tanah.

Berwarna cokelat gelap dan memiliki tekstur yang lembut, humus memiliki banyak kandungan alifatik, asam karboksilat, dan hidroksida.

Sekam hitam

Adalah limbah padi yang banyak dipakai sebagai media tanam dan sedikit berbeda dengan sekam biasa. ia merupakan sekam yang dibakar dan berfungsi untuk memperbaiki struktur yang ada di dalam tanah. baik itu dalam hal biologi, kimia, dan fisika.

Pupuk kandang

Media ini tentunya telah banyak dipakai pecinta tanaman. Berasal dari kotoran hewan ternak dan unggas, penggunaannya dapat bercampur dengan tanah dan dapat pula tidak.

Sekam padi mentah

Adalah lapisan keras terdiri dari dua belahan palea dan lemma. Sekam ini akan terpisah dari butir beras saat penggilingan beras. komposisinya sangat bermacam-macam antara laiun protein kasar, serat kasar, oksigen, abu karbohidrat kasar, dan lain-lain.

Batang pakis

Terdiri atas pakis hitam dan pakis cokelat. pakis hitam adalah yang sering menjadi alternatif media tanam daripada batang pakis coklat. ia berasal dari tanaman pakis tyang sudah tua dan kering.

Kita bisa mendapatkannya dalam bentuk lempengan segi empat atau bentuk cacahan. a mampu mengikaty air dan mudah untuk ditembus oleh akar.

Namun kita perlu berhati-hati karena media tanam ini mudah untuk menjadi sarang semut dan lainnya. Ada baiknya meletakkannya di tempat yang sulit untuk terjangkau bagi semut dan jenis hewan kecil lainnya.

Sabut Kelapa

Media tanam ini adalah alternatif dan berasal dari buah kelapa dengan serat kuat dan sudah berumur. Serat kelapa sangat baik untuk mengikat dan menyimpan air. oleh sebab itu sangat cocok untuk daerah panas. Knadungannya juga sangat banyak dan baik bagi tanaman.

Akan tetapi, media ini mudah lapuk jika sering terkena air hujan. Oleh sebab itu perlu untuk merendamnya dengan larutan fungisisda sebelum dipakai.

Masih ada lagi media tanam lainnya seperti spons atau kapas. Dengan penggunaannya, akar tanaman kacang-kacangan seperti kacang hijau dapat tumbuh dengan baik.

Dulu semasa di bangku sekolah kita pasti telah mengetahui praktikum menanam kecambah dengan media air dan kapas.

Walaupun media tanam tersebut sangat sederhana, namun ia akan menghasilkan tanaman yang sehat hanya jika ia mendapatkan sinar matahari yang cukup.

jadi kunci sukses dalam penanaman adalah media tanam dan tentunya sinar matahari yang cukup.

Bagaimana dengan tanaman di pot? Unsur hara dalam tanah ada batasannya. Oleh sebab itu kita perlu melakukan pemupukan untuk mengisi ketersediaan unsur hara dalam tanah.

Penutup

Pertanian membutuhkan media tanam. Salah satu media tanam adalah tanah. tanah terdiri atas berbagai jenis tergantung dari kondisi geografis serta bahan pembentuknya.

Media tanam ternyata tidak hanya tanah. Kita dapat menggunakan media tanam lainnya.

Daftar Pustak

  1. Jenis-jenis Tanah di Indonesia

2. Struktur Tanah, Tekstur Tanah, Jenis, dan Fungsinya

3. 7 Jenis Media Tanam yang Bisa Digunakan, Tidak Hanya dengan Tanah