GANGGUAN IDENTITAS DIRI (D.0084)

A. DEFINISI

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Gangguan identitas diri didefinisikan sebagai ketidakmampuan mempertahankan keutuhan persepsi terhadap diri sendiri. Kondisi ini menempatkan individu pada kegagalan untuk mengenali atau mengintegrasikan kepribadian ke dalam suatu kesatuan yang stabil.

NANDA International Suatu keadaan di mana individu mengalami ketidakmampuan mempertahankan persepsi diri yang terintegrasi dan lengkap. Definisi ini menekankan pada adanya kebingungan atau konflik mengenai nilai-nilai, tujuan hidup, serta peran yang dijalani oleh individu tersebut.

Bacaan Lainnya

Gail W. Stuart Respons maladaptif dari konsep diri yang berada pada rentang kontinum psikososial, di mana individu gagal mengintegrasikan identitas masa lalu, sekarang, dan masa depan. Stuart memandang hal ini sebagai bentuk kegagalan dalam mencapai keunikan diri yang autentik.

Mary C. Townsend Gangguan pada fungsi kepribadian yang ditandai dengan ketidakpastian tentang berbagai aspek identitas, termasuk citra tubuh, cita-cita diri, dan hubungan sosial. Hal ini sering kali muncul sebagai akibat dari ketidakmampuan menyelesaikan krisis perkembangan secara efektif.

Lynda Juall Carpenito Suatu kondisi klinis di mana individu mengalami kekacauan dalam keyakinan tentang siapa dirinya, yang berdampak pada ketidakmampuan untuk menjalankan peran sosial secara konsisten. Carpenito menekankan bahwa gangguan ini sering kali dipicu oleh perubahan drastis dalam status kesehatan atau lingkungan sosial.

    B. DEFINISI ILMIAH

    Secara klinis, gangguan identitas diri merupakan fenomena kegagalan individu dalam menyatukan berbagai aspek kepribadian, nilai-nilai, dan peran sosial ke dalam satu kesatuan yang stabil. Dalam perspektif psikososial, hal ini berkaitan dengan hambatan pada tahap perkembangan tertentu, terutama saat menghadapi krisis identitas, yang diperburuk oleh stresor lingkungan ekstrem sehingga persepsi diri yang utuh sulit dipertahankan.

    C. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)

    Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor multidimensi yang memengaruhi kestabilan psikis individu:

    1. Gangguan Peran Sosial: Terjadinya transisi atau kehilangan peran yang signifikan dalam struktur keluarga maupun masyarakat.
    2. Kegagalan Tugas Perkembangan: Ketidakmampuan menyelesaikan krisis identitas versus kebingungan peran, terutama pada fase remaja hingga dewasa muda.
    3. Faktor Biopsikologis: Adanya gangguan neurologis tertentu atau ketidakadekuatan stimulasi sensorik yang memengaruhi cara otak memproses persepsi diri.
    4. Faktor Situasional: Trauma psikis yang mendalam atau perubahan mendadak pada status kesehatan dan lingkungan yang merusak zona nyaman individu.

    D. MANIFESTASI KLINIS (INDIKATOR DIAGNOSTIK)

    Diagnosis ini ditegakkan apabila ditemukan tanda-tanda klinis yang memenuhi kriteria minimal 80% dari indikator berikut:

    Gejala Subjektif:

    1. Perubahan persepsi terhadap diri sendiri yang cenderung negatif atau membingungkan.
    2. Kebingungan terhadap nilai-nilai budaya, tujuan hidup, orientasi seksual, atau standar ideal yang ingin dicapai.
    3. Adanya fluktuasi perasaan yang tajam terhadap kapasitas diri sendiri.

    Tanda Objektif:

    1. Perilaku yang ditampilkan tidak konsisten dengan nilai yang selama ini dianut.
    2. Kegagalan dalam menjalin dan mempertahankan hubungan interpersonal yang efektif.
    3. Penggunaan strategi koping yang tidak sehat atau maladaptif saat menghadapi masalah.
    4. Disfungsi nyata dalam penampilan peran sosial di kehidupan sehari-hari.

    E. TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI)

    Intervensi keperawatan diarahkan untuk mencapai luaran Identitas Diri Membaik (L.09070), dengan kriteria keberhasilan sebagai berikut:

    1. Peningkatan konsistensi antara ucapan dan perilaku dalam berbagai situasi.
    2. Penurunan tingkat kebingungan terhadap tujuan hidup dan nilai-nilai diri.
    3. Peningkatan efektivitas dalam menjalin hubungan sosial dan penggunaan strategi koping.
    4. Terwujudnya stabilisasi persepsi diri dan penampilan peran yang sesuai dengan konteks sosial.

    F. INTERVENSI KEPERAWATAN KLINIS (SIKI)

    Manajemen asuhan keperawatan difokuskan pada tiga pilar utama intervensi untuk memulihkan identitas pasien:

    Orientasi Realita (I.09297): Memberikan stimulus yang konsisten untuk meningkatkan kesadaran pasien terhadap identitas diri, waktu, dan lingkungan melalui kehadiran realita secara terapeutik.

    Promosi Kesadaran Diri (I.09311): Melakukan eksplorasi mendalam terhadap pikiran dan perasaan untuk membantu pasien mengenali keunikan diri serta mengevaluasi kembali pandangan negatif yang muncul.

    Promosi Koping (I.09312): Memfasilitasi pengembangan mekanisme pertahanan diri yang adaptif dan mendukung pasien dalam mengambil keputusan hidup yang lebih realistis dan bertanggung jawab.

      G. GANGGUAN IDENTITAS DIRI

      1. Gangguan autistik
      2. Gangguan orientasi seksual
      3. Periode perkembangan remaja

      DAFTAR PUSTAKA

      Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. Philadelphia: Wolters Kluwer.

      Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2018). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2018–2020. Oxford: Wiley Blackwell.

      Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

      Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

      Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

      Stuart, G. W. (2014). Principles and Practice of Psychiatric Nursing (10th ed.). St. Louis: Elsevier Mosby.

      Townsend, M. C., & Morgan, K. I. (2017). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice (9th ed.). Philadelphia: F.A. Davis Company.

      Pos terkait

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *