Definisi monarki
Monarki sistem pemerintahan (Foto: mariduniya.net)

Monarki: 7 Pengertian dan Negara yang Berganti Sistem

Diposting pada

Monarki, adalah sistem pemerintahan dari sebuah negara, dengan bertujuan untuk mensejahterakan rakyat mereka pada wilayah yang menjadi kekuasaan. Hingga terdapat pembahasan tentang 7 pengertian, serta negara mana saja yang berganti sistem pemerintahan mereka.Ayu Maesaroh – organisasi.co.id

Di berbagai belahan dunia, pasti ada yang namanya sebuah sistem pemerintahan, yang mana di dalam sistem tersebut terdapat berbagai aturan yang menjadi kebijakan bersama, serta berbagai pihaknya pun menjalankan dengan baik.

Tidak hanya untuk Indonesia, negara-negara tetangga pun juga mempunyai sistem peraturan, sesuai dengan monarki yang mereka anut atau yang negara tersebut pakai.

Ya, rasanya sebuah aturan sebuah negara, sekarang menjelma menjadi monarki, yang terdiri dari berbagai jenis, bahkan siapa saja bisa mengenal monarki tersebut hanya dengan satu kali penglihatan saja, mengenai negara yang mereka amati.

Tapi, apa sebenarnya istilah tersebut? Istilah ini sebenarnya sudah ada, bahkan pada zaman nenek moyang kita pun sudah berlaku. Ialah untuk menamakan sistem pemerintahan kerajaan.

Yang mana sistem ini menjadi sistem pemerintahan tertua, dan tidak jarang dari beberapa negara yang ada di belahan dunia ini, masih menggunakan sistem tersebut.

Adapun pengertian lain menurut para ahli, seperti dari Legal Dictionary. Mengatakan bahwa ‘monarki’, adalah sebuah sistem pemerintahan, yang mana sebuah keluarga atau terkenal dengan dinasti, memimpin sebuah wilayah.

Kemudian mengutus satu orang untuk menjadi raja, dengan memakai tiga variasi sistem pemerintahan, antara lain: sistem Republik, Konstitusional, dan yang terakhir adalah absolut.

Sebenarnya ada berbagai jenis istilah lainnya, dengan menitikberatkan pada sistem pemerintahan yang berbeda-beda. Beberapa istilah tersebut antara lain:


Monarki Absolut

Yang pertama adalah jenis absolut. Sistem ini sudah ada pada zaman dahulu, bahkan dikisahkan pada masa kepeminpinan Raja Fir’aun di Mesir, sistem absolut ini sudah ada dan berlaku.

Hal tersebut merujuk kepada kedudukan dari Fir’aun, yang mana para rakyatnya meninggikan dirinya. Ia lebih dari sekedar dewa, dengan kekuasaan yang ia miliki.

Sehingga Raja Fir’aun dapat menunjuk siapa saja yang bisa menjabat sebagai aparatur negara kala itu. Sebelum akhirnya pada masa kerajaan absolut Fir’aun terpatahkan oleh Nabi Musa.


Monarki Konstitusional

Selanjutnya adalah sistem konstitusional. Yang mana dalam hal tersebut, seorang raja menjadi kepala pemerintahan dengan dibantu para anggota parlemennya.

Organisatoris lain baca ini: Organisasi Pemerintahan RI Dan NGO Di Indonesia

Dengan menggunakan batas-batas konstitusional yang ada. Sehingga Raja dapat mengerti apa yang menjadi keinginan daripada rakyat mereka, dengan membuat program-program yang ada.

Untuk mensejahterakan rakyat mereka. Dalam hal tersebut pula, seorang Raja memegang penuh atas kekuasaan wilayahnya.

Contohnya seperti negara Kanada, Swedia, dan terakhir adalah Inggris.


Monarki Parlementer

Sesuai dengan namanya, jenis ini adalah salah satu sistem pemerintahan, yang mana kekuasaan terpenting berada pada tangan para parlemen yang menjabat di sebuah negara tertentu.

Biasanya beberapa anggota parlemen seperti DPR, MPR, dan sejenisnya. Lalu, bagaimana dengan pemerintah? Jabatan tersebut hanya mendapatkan tugas untuk menyetujui apa yang menjadi rancangan dari Parlemennya.

Contoh negara yang demikan adalah: Malaysia, Britania Raya, Thailand, Jepang, Belanda, Belgia, dan yang terakhir adalah Denmark.


Monarki Kesultanan

Jenis kesultanan ini adalah sistem dari istilah yang kita bahas sekarang. Yang mana kesultanan tersebut merupakan gelar atau seperti predikat daripada sistem pemerintahan kerajaan.

Yang kemudian predikat tersebut di dedikasikan kepada sang raja, yang mempunyai wewenang untuk memerintah suatu wilayah kekuasaan.

Seperti salah satunya adalah negara Inggris, yang mana kesultanan dari kerajaan tersebut.


Monarki Otokrasi

Adapun sistem pemerintahan lain seperti otokrasi. Yang mana dalam bahasa Yunani, ‘otokrasi’ adalah sistem pemerintahan, yang mana segala bentuk dari peraturan yang ada.

Semuanya berada di tangan satu orang yang memerintah. Entah dari segi pembuatan keputusan aturan yang berlaku, serta beberapa hal yang masih berkaitan dengan wilayah kekuasannya tersebut.

Bisa dibilang, sistem ini hampir seperti jenis kepemerintahan Presidensil. Dengan semua keputusan untuk wilayah kekuasaan, berada pada tangan seorang presiden.


Monarki Elektif

Selanjutnya adalah jenis elektif. Sistem ini merupakan hal yang biasanya dilakukan ketika seorang raja akan turun tahta, dan mencari penggantinya.

Perlu dicatat, bahwa pengganti dari Raja tersebut, adalah dari keturunan mereka sendiri. Sehingga anak mereka yang tersebut sebagai ‘pangeran’, akan naik tahta sebagai seorang ‘raja’.

Dan sistem tersebut sudah seperti adat dari wilayah kekuasaan dengan sistem kerajaan.


Monarki Pemerintahan

Yang terakhir adalah jenis pemerintahan. Dimana sistem pemerintahan pun terbagi menjadi beberapa. Di Indonesia sendiri, menggunakan sistem demokrasi konstitusional.

Dengan presiden sebagai seorang pemimpin mutlak pada wilayah Indonesia, dan semua peraturan perundang-undangan serta lainnya, harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah.

Sistem Pemerintahan Lain di Belahan Dunia

Sistem monarki di dunia
Sistem pemerintahan dunia (Foto: olympics30.com)

Namun, adakah sistem pemerintahan lain yang terdapat di belahan dunia ini selain ‘monarki’? Mengingat pada dasarnya sebuah negara tertentu, akan menyesuaikan dengan keinginan para rakyatnya.

Yang mana warga-warganya tersebut akan lebih sejahtera ketika tinggal dan hidup dalam wilayah dengan sistem pemerintahan yang diinginkan.

Organisatoris lain baca ini: Teori Birokrasi dan Birokrat: Jenis, Budaya di Indonesia

Hal tersebutlah kemudian banyak bermunculan sistem pemerintahan lain, selain dari istilah yang sudah menjadi pembahasan. Beberapa sistem pemerintahan tersebut antara lain:

Sistem Tirani

Adalah salah satu sistem pemerintahan yang hampir sama dengan jenis absolut. Semua kebijakan yang ada, berada pada tangan seorang penguasa.

Kemudian bagi mereka yang melanggar, akan dikenai sanksi yang seberat-beratnya. Bahkan hukumannya bisa lebih berat dari bayangan kita sebelumnya.

Contoh pada masa tersebut, adalah Adolf Hitler, yang terkenal dengan sistem Tiraninya, ketika memerintah Jerman.

Bentuk Aristokrasi

Juga sistem pemerintahan, namun lebih menitikberatkan kepada siapa yang dapat merumuskan berbagai hal untuk kemaslahatan wilayah kekuasaan.

Dalam hal tersebut biasanya lebih kepada orang-orang dengan keilmuwan tinggi, seperti Prancis, yang pada tahun 1700-an, menggunakan sistem tersebut, dalam menjalankan rumusan peraturan bagi negara mereka.

Jenis Oligarki

Adalah bentuk pemerintahan dengan sistem pemilihan presiden atau pemimpin wilayah, berdasarkan beberapa hal. Seperti misalnya kekayaan, lalu dari keturunan keluarga yang tersohor atau penting.

Juga dari kalangan para tentara militer. Negara yang pernah menggunakan sistem ini, adalah Afrika Selatan. Yang kemudian pada tahun 1990-an, Nelson Mandela menjadi pemerintah di Afrika Selatan, karena sistem tersebut.

Bentuk Demokrasi

Sistem ini lebih menitikberatkan kepada kepentingan daripada rakyatnya. Hal tersebut merujuk kepada peraturan yang telah terancang oleh presiden serta para wakil rakyatnya, pun menyuguhkan kepada warganegara mereka.

Dengan tujuan mendapatkan persetujuan dari mereka. Serta mengerti mana yang sebaiknya menjadi aturan berlaku, dan mana yang tidak perlu. Bentuk demikian adalah Negara kita sendiri, yakni Indonesia.

Namun, tetap perlu pengawalan tetap dari masyarakat, agar para perumus aturan yang ada, tidak melenceng dari tujuan yang ada.

Sistem Teknokrasi

Jenis ini lebih kepada para teknisi yang lebih ahli dalam merumuskan berbagai aturan dan tatanan wilayah suatu Negara, dengan tujuan untuk lebih mensejahterakan rakyat.

Seperti contohnya para cendikiawan ahli dengan berbeda fokus ilmunya, mendapatkan kesempatan untuk memberikan pendapat mereka tentang aspek tertentu dalam susunan peraturan pemerintahan.

Dan lainnya. Yang kemudian mereka akan mengambil keputusan, apakah aturan tersebut dapat berlaku atau tidak.

Oklokrasi

Adalah sistem pemerintahan yang terkendalikan oleh berbagai aspek yang berbau ‘ilegal’. Dengan berbagai rezim serta statement yang ada pada individu-individu tersebut.

Mengakibatkan ketakutan sendiri bagi para warganegaranya, dan lainya.

Plutokrasi

Yang terakhir adalah bentuk sistem pemerintahan Plutokrasi. Dengan pemerintah yang dikendalikan oleh para konglomerat, sehingga kesenjangan dalam wilayah pemerintahannya akan lebih terasa.

Hal tersebut merujuk kepada orang-orang konglomerat tersebut, akan menyetir sedemikian rupa para pejabat, dalam mengambil keputusan yang ada, dengan tujuan pribadi mereka.

Itulah segelintir dari sistem pemerintahan yang ada di belahan dunia sekarang ini. Yang mana terdapat berbagai titik poin berbeda, baik secara sistem ataupun pengambilan keputusan sebuah aturan.

Negara-negara yang Mengubah Sistem Kepemerintahan

Negara dengan pergantian sistemnya (Foto: cerdika.com)

Kita pernah tahu, bahwasannya dahulu, Indonesia menjadi negara dengan bentuk sistem pemerintahan parlementer. Dengan semua keputusan mengenai peraturan perundang-undangan, dan lainnya.

Ada pada anggota parlemen yang menjabat. Kemudian seiring dengan berbagai ketidakadilan yang bermunculan, serta adanya kelegaan untuk Indonesia bernafas sebentar.

Pun mengubah sistem kepemerintahan menjadi Presidensil dengan bentuk Negara Republik Demokratis. Yang mana sampai sekarang, hal tersebut tidak lagi berubah.

Organisatoris lain baca ini: Konsep Organisasi Ekonomi, Sejarah Dan 5 Orde Pemerintah Indonesia

Tapi siapa sangka, bahwasannya di belahan dunia ini, ada beberapa negara yang akhirnya memutuskan untuk mengganti sistem pemerintahan mereka, dan optimis bisa menjadi negara yang lebih baik lagi.

Nepal

Dilansir dari news.detik.com, pada tahun 2008, Nepal akhirnya mengganti bentuk sistem negara yang awalnya kerajaan, menjadi negara republik.

Dengan berbagai pertimbangan yang ada, kemudian memunculkan sebuah optimisme para pejabat serta warganegara mereka, agar Nepal menjadi negara yang lebih baik lagi.

Barbados

Selanjutnya adalah negara Barbados, yang akan mengganti sistem pemerintahan berbentuk ‘kerajaan konstutusional’, menjadi republik.

Seperti yang dilansir dari pikiran-rakyat.com, sistem tersebut sudah melekat pada negara Barbados, bahkan sudah hampir 50-an tahun bergulir.

Yang kemudian banyak pihak menginginkan negara Barbados berganti bentuk dan sistem pemerintahan ke Republik, pada tahun 2021 nanti di bulan November.

Filipina

Awal dari jabatan Presiden yang sekarang ialah ‘Durtete’. Pernah menginginkan untuk mengganti sistem pemerintahan Negara Filipina dari Republik ke Federal.

Dilansir dari liputan6.com, ia beralasan bahwasannya membentuk negara Federal diharapkan akan memajukan negara Filipina menjadi lebih baik, terutama dalam masalah kemiskinan yang ada.

Awalnya keputusan tersebut mulai mendapatkan dukungan dair berbagai pihak, tapi tidak dengan para warganya. Yang kemudian berdemo, aksi ke lapangan untuk meminta agar Filipina tetap menjadi negara Republik.

Penutup

Itulah beberapa pembahasan mengenai berbagai sistem kepemerintahan di dunia ini. Dapat disimpulkan bahwasannya bentuk dari negara yang ada, semua berawal dari kesepakatan yang transparan antara warga dan juga pemerintahnya.

Menyatukan visi misi bersama, untuk kemajuan bangsa dan negara. Terutama dalam masalah peraturan negara tersebut, yang harus mendapatkan peninjauan lebih agar nantinya timbul sebuah konflik.

Yang nantinya dikhawatirkan akan lebih memperkeruh suasana pemerintahan menjadi lebih kacau. Bahkan bisa menjadi penyebab sebuah negara menjadi terpecah.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka

  1. https://www.greelane.com/id/sastra/sejarah–budaya/constitutional-monarchy-definition-examples-4582648/
  2. https://guruppkn.com/contoh-negara-monarki-parlementer
  3. https://www.merdeka.com/pendidikan/apa-beda-bentuk-negara-monarki-dan-otokrasi.html
  4. https://id.termwiki.com/ID/elective_monarchy
  5. https://tirto.id/macam-macam-bentuk-pemerintahan-di-dunia-monarki-hingga-demokrasi-f9u7
  6. https://news.detik.com/berita/d-946117/nepal-ganti-sistem-pemerintahan-ke-republik
  7. https://www.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-01749053/ganti-bentuk-pemerintahan-setelah-54-tahun-barbados-copot-ratu-elizabeth-ii-sebagai-kepala-negara
  8. https://www.liputan6.com/global/read/3228629/duterte-ubah-filipina-jadi-negara-federal-apa-alasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *