A. DEFINISI
PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Ketidakadekuatan atau ketidakefektifan dukungan, rasa nyaman, bantuan, atau motivasi orang terdekat (anggota keluarga atau orang berarti) yang dapat menyebabkan masalah kesehatan pejamu tidak dapat ditangani secara efektif.
NANDA International (North American Nursing Diagnosis Association) Perilaku orang terdekat (anggota keluarga, orang yang sangat berarti, atau teman akrab) yang memberikan dukungan, rasa nyaman, bantuan, atau motivasi yang tidak adekuat, tidak efektif, atau mengalami penurunan, yang mungkin diperlukan klien untuk mengelola atau menguasai tugas-tugas adaptif terkait masalah kesehatan.
Friedman, Bowden, & Jones Kegagalan sistem keluarga dalam menjalankan fungsi afektif dan fungsi perawatan kesehatan, di mana anggota keluarga tidak mampu memberikan dukungan emosional dan fisik yang diperlukan oleh salah satu anggotanya yang sakit akibat adanya disfungsi dalam struktur kekuasaan atau peran keluarga.
Lynda Juall Carpenito Suatu keadaan di mana orang yang mendukung (anggota keluarga atau teman dekat) memberikan dukungan, kenyamanan, atau bantuan yang tidak mencukupi atau tidak efektif kepada klien, yang sering kali disebabkan oleh kelelahan emosional atau kurangnya pemahaman tentang kebutuhan klien.
Marilynn E. Doenges Kondisi di mana orang terdekat pasien menunjukkan respons yang kurang membantu atau tidak efektif dalam menghadapi tantangan kesehatan pasien, yang biasanya dipicu oleh stresor eksternal yang berat atau konflik internal keluarga yang menghalangi proses pemulihan.
B. DEFINISI ILMIAH
Penurunan koping keluarga merupakan suatu fenomena klinis di mana orang terdekat (anggota keluarga, pasangan, atau sahabat karib) menunjukkan ketidakadekuatan atau ketidakefektifan dalam memberikan dukungan, rasa nyaman, bantuan, atau motivasi yang diperlukan klien. Hal ini berakibat pada terhambatnya kemampuan klien untuk mengelola respons adaptif terhadap tantangan kesehatan yang dihadapi. Secara teoritis, menurut Friedmann, keluarga berfungsi sebagai sistem pendukung utama; kegagalan dalam fungsi ini sering kali disebabkan oleh kelelahan peran (caregiver burden) atau disorganisasi internal sistem keluarga.
C. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)
Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor multidimensi, antara lain:
Stresor Situasional & Perkembangan: Krisis yang dialami keluarga di luar masalah kesehatan klien atau transisi siklus hidup yang tidak stabil.
Kelelahan Peran Pemberi Asuhan (Caregiver Role Strain): Penyakit kronis berkepanjangan yang menguras sumber daya fisik, emosional, dan finansial keluarga.
Hambatan Informasi: Kurangnya paparan informasi kesehatan yang akurat atau adanya misinterpretasi terhadap data medis oleh anggota keluarga.
Dinamika Interpersonal: Perubahan peran dalam keluarga, kurangnya dukungan timbal balik, atau konflik nilai yang tidak terselesaikan.
D. MANIFESTASI KLINIS (INDIKATOR DIAGNOSTIK)
Diagnosis ini ditegakkan apabila ditemukan data berikut:
Data Subjektif:
- Klien mengungkapkan kekhawatiran atau keluhan mengenai respons dan dukungan dari orang terdekatnya.
Data Objektif:
- Tampak penarikan diri (withdrawal) dari orang terdekat terhadap klien.
- Terjadi limitasi atau gangguan dalam komunikasi verbal dan non-verbal antara klien dan keluarga.
- Adanya perilaku mengabaikan kebutuhan dasar atau terapeutik klien oleh keluarga.
E. TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI)
Intervensi diarahkan untuk mencapai Status Koping Keluarga Membaik [L.09088], dengan indikator keberhasilan:
- Peningkatan komitmen keluarga terhadap rencana pengobatan klien.
- Perbaikan pola komunikasi antar anggota keluarga.
- Penurunan perilaku mengabaikan dan perasaan diabaikan.
- Peningkatan toleransi dan kemampuan anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan satu sama lain
F. INTERVENSI KEPERAWATAN STRATEGIS (SIKI)
Dukungan Koping Keluarga [I.09260]
Observasi: Identifikasi respons emosional, beban psikologis, dan kesesuaian harapan antara pasien, keluarga, serta tenaga medis.
Terapeutik: Memfasilitasi pengungkapan perasaan, mendengarkan aktif tanpa menghakimi, dan melibatkan keluarga dalam pengambilan keputusan klinis.
Edukasi: Memberikan informasi perkembangan pasien secara berkala dan melatih keterampilan perawatan yang dibutuhkan keluarga
Promosi Koping [I.09312]
Terapeutik: Membantu keluarga mengidentifikasi sistem pendukung yang tersedia dan mendiskusikan perubahan peran secara realistis.
Edukasi: Melatih teknik penyelesaian masalah secara konstruktif dan penggunaan teknik relaksasi untuk mengurangi ketegangan intra-keluarga.
G. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Penyakit alzheimer
- AIDS
- Kelainan yang menyebabkan paralisis permanen
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L. J. (2017). Nursing Diagnosis: Application to Clinical Practice (15th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.
Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span (10th ed.). Philadelphia: F.A. Davis Company.
Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2010). Family Nursing: Theory, Practice, and Research (5th ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (Eds.). (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Oxford: Wiley-Blackwell.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
World Health Organization (WHO). (2018). Health for All Family-Centred Care: Integrating Family Systems in Clinical Practice. Geneva: WHO Press.





