Pengertian teori organisasi klasik
Teori organisasi tradisional (Foto: cerdasco.com)

Teori Klasik (Tradisional) Organisasi: Kontribusi, 4 Ciri

Diposting pada

Teori klasik, atau tradisional, adalah salah satu teori dengan menitikberatkan pada sebuah perencanaan dari kegiatan yang ada, sampai dengan pembagian spesialisasi. Terdapat pembahasan mengenai definisi, sampai dengan kontribusi dari organisasi tersebut. Ayu Maesaroh – organisasi.co.id

Organisasi adalah salah satu hal yang mana di dalamnya terdapat sebuah sistem dan peraturan, guna mencapai tujuan yang ada.

Kemudian aturan tersebut mereka implementasikan, baik kepada anggota yang memiliki jabatan penting, atau pun yang lainnya.

Hal tersebut pula yang pada akhirnya memunculkan berbagai teori organisasi dengan sudut pandang yang berbeda-beda.

Yang mana di dalam teori tersebut terdapat berbagai aturan yang ada, kemudian menjadi satu kesatuan aturan yang berlaku bagi organsiasi yang menganutnya.

Salah satunya teori tradisional organisasi, yang mempunyai sistem yang mengatur berbagai hal dalam organisasi tersebut.

Bahkan terdapat begitu banyak para tokoh yang menjadi pelopor dari teori tradisional tersebut. Dengan memberikan statement yang ada, kemudian teori tersebut mereka implementasikan di beberapa organisasi tersebut.

Hingga kepada kontribusi mereka terhadap teori tradisional organisasi tersebut. Berikut pembahasannya:

Teori Klasik (Tradisional) Organisasi

Teori organisasi klasik
Pengertian teori organisasi tradisional (Foto: talenta.co)

Teori ini meruapakan teori pertama yang mulai populer dan banyak menganut teori ini bagi organisasi mereka, ialah pada tahun 1800-an.

Hal tersebut merujuk kepada para ahli, yang mulai bereksperimen terhadap penelitian mereka, dengan tujuan menciptakan teori-teori tradisional baru, dengan peraturan yang baru pula.

salah satu pencetus dari teori ini adalah Henry Fayol, dengan teori tradisional yang sangat terkenal, adalah, mengenai bagaimana sebuah departemen dapat berproduktif sesuai dengan harapan dari tujuan yang ada.

Adapun beberapa literatur lain yang mengatakan bahwasannya teori tersebut sudah ada sejak masa kekaisaran kerajaan Mesir, lalu kekaisaran Romawi, dan juga China.

Organisatoris lain baca ini: 4 Teori Organisasi: Klasik, Hubungan Manusia, Sistem Dan Pengambilan Keputusan

Untuk Roma sendiri, ada beberapa bukti yang memperkuat statement tersebut. Ialah beberapa gereja katolik pada waktu itu, menggunakan teori sistem tersebut sudah lebih dari 2000 tahun.

Yang pada akhirnya memunculkan beberapa kesimpulan mendasar, seperti misalnya adanya sebuah spesialisasi bidang tertentu, dan sebagainya.


Teori Organisasi Klasik Menurut Para Ahli

Adapun beberapa teori tradisional organisasi, yang kemudian dikemukakan oleh para ahli, dan mereka menjadi pencetus adanya teori tersebut. Beberapa pakar tesebut antara lain:

Teori Henry Fayol

Dalam teorinya, beliau memperkenalkan 5 poin yang ada. Mengingat ia mengatakan bahwa antara teknik administrasi, menjadi komponen penting dalam sebuah pengelolaan perusahaan atau organisasi.

5 poin tersebut seperti: Perencanaa, pengkoordinasian, pemberian perintah, pengorganisasian, serta yang terakhir adalah pengawasan.

James D Mooney

Mendefinisikan bahwasannya sebuah organisasi tersebut terdiri dari dua atau lebih orang, dengan tujuan tertentu. Maka ia menciptakan prinsip dasar management, yang memudahkan dalam mengelola sebuah organisasi.

Beberapa poin tersebut antara lain:

  • Koordinasi, meliputi kewenangan, pelayanan, doktrinisasi, dan juga disiplin.
  • Prinsip skalar, meliputi delegasi, prospek, pengaruh diri sendiri yang tercermin dalam sebuah kepemimpinan, dan sebagainya.
  • Fungsionalisme, yang mana terdapat berbagai jenis fungsi sesuai dengan spesialisasi mereka
  • Prinsip staff.

Chester I Bernard

Menurut beliau, suatu organisasi dapat berjalan karena atas dasar perintah yang seorang atasan, dengan mengarahkan mereka kepada tujuan yang ada.

Yang kemudian Chester merumuskan beberapa hal mengenai management dari teorinya tersebut, antara lain:

  • Perumusan suatu masalah
  • Adanya pengadaan sebuah sumber daya, dengan maksud untuk mewujudkan tujuan yang telah menjadi rencana awal.

Beliau juga menciptakan teori dengan nama ‘teori menerima perintah’. Yang berarti seseorang akan melakukan apa yang menjadi kewajiban mereka, ketika seorang tersebut sadar bahwa mereka sedang mendapatkan suatu perintah.

Teori Klasik Max Weber

Dalam teorinya bernama ‘Teori Ideal Birokrasi’, mengatakan bahwa dalam manajemen harus ideal dengan memperhatikan beberapa aspek.

Aspek tersebut terbagi atas 3 hal, antara lain:

  • Peraturan yang ada pada birokrasi tersebut, harus jelas serta transparan
  • Ruang lingkup juga harus jelas
  • Otoritas, kewenangan, dan sebagainya, bersumber dari keterampilan teknis, serta beberapa hal yang bersangkutan dengan aspek tersebut.
  • Antara staff serta pemilik dari modal perusahaan, harus terpisah
  • Adanya hierarki posisi, yang mana seseorang yang berada di garis bawah jabatan, mereka akan mendapatkan aturan dari mereka yang berada di atas garis jabatannya.
  • Berbagai tindakan apapun harus teradministrasi dengan baik dengan bentuk fisik adalah catatan tertulis. Serta catatan tersebut harus bisa terakses oleh siapapun dengan transparan, tanpa adanya hal yang ditutup-tutupi.

Itulah beberapa teori organisasi tradisional yang ada dan terkenal pada masanya, dan menjadi referensi kalian.


Implementasi (Penerapan) Teori Organisasi Klasik

Sejalan dengan hal tersebut, adapun beberapa implementasi dari teori organisasi tersebut. Yang kemudian sebuah perusahaan atau organisasi, membutuhkan seorang spesialis dari bidang yang mereka butuhkan.

Hal tersebut merujuk kepada agar tujuan yang mereka inginkan dapat tercapai, sesuai dengan waktu yang ditentukan. Biasanya hal-hal demikian, akan terimplementasi di beberapa perusahaan sedang ke besar.

Yang mana mulai membutuhkan banyak spesialisasi pada bidang tertentu. Pun dengan tanggungjawab yang semakin besar, data yang semakin banyak masuk, mempengaruhi perkembangan organisasi dari hari ke hari.

Organisatoris lain baca ini: Organisasi Elton Mayo Klasik vs Modern: Pengertian dan 3 Ciri

Dari perubahan tersebut juga membuat organisasi tersebut mau tidak mau membutuhkan adanya struktur organisasi yang pas, sehigga bisa lebih paham mengenai siapa dan apa yang harus orang tersebut tanggungjawabkan, ketika mereka melakukan kesalahan.

Seperti misalnya perusahaan TV, media masa seperti koran, hingga bisnis besar lainnya.


Ciri-ciri Teori Organisasi Klasik

Adapun beberapa ciri khas yang mendefinisikan bahwa organisasi tersebut memakai teori organisasi tradisional klasik, untuk mencapai tujuan yang menjadi keinginan dari para anggota mereka.

Beberapa ciri tersebut antara lain:

Pembagian Kerja

Dari beberapa teori yang ada saja, sudah jelas bahwasannya ada pembagian kerja sesuai dengan spesialisasi atau bidang masing-masing, yang dibutuhkan.

Kemudian hal tersebut juga yang akan memudahkan pemimpin dalam mengevaluasi kinerja dari orang tersebut.

Tanggungjawab

Secara otomatis sebuah tanggungjawab akan muncul, ketika seseorang mendapatkan mandat untuk berada pada bidang tertentu, yang mungkin menjadi fokusnya.

Sehingga ketika mereka tidak bertanggungjawab akan tugas yang ada, secara otomatis hukuman secara sosial akan berlaku kepada mereka saat itu juga.

Pengarahan dari Pemimpin

Seseorang melakukan sesuatu, adalah tendensi mereka karena terdapat perintah yang mereka dapatkan dari seorang pemimpin.

Dengan cara mereka melakukan apa yang menjadi mandatnya, dengan tujuan agar goals dari organisasi tersebut dapat tercapai dengan baik.

Sanksi

Otomatis karena semakin banyak orang dengan spesialisasi masing-masing, maka tendensi melakukan sesuatu kemudian mendapat hukuman, pun ada.

Yang mana orang tersebut mendapatkan sanksi, karena kelalaian mereka terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawab mereka.

Itulah segelintir dari ciri-ciri teori organisasi tradisional, yang bisa menjadi referensi. Namun, dari teori tersebut, mengakibatkan adanya kebosanan antara satu dengan yang lain, terhadap apa yang mereka kerjakan lambat laun.

Mengingat mereka setiap hari mengerjakan pekerjaan yang sama, tanpa adanya perubahan yang signifikan kepada diri mereka sendiri.


Tokoh Teori Organisasi Klasik

Henry Fayol (Foto: facebook.com)

Mengingat adanya penemuan mereka yang begitu besar serta memberikan dampak positif bagi beberapa organisasi di zaman tersebut, tidak heran sejarah mencantumkan diri mereka sebagai orang yang paling berpengaruh.

Dengan mencantumkan beberapa profil dari para ahli tersebut, termasuk kontribusi mereka. Berikut beberapa ulasan mengenai profil dari penemu teori klasik tersebut:

Henry Fayol

Ilmuwan dengan teori organisasi tradisionalnya, merupakan seorang teoris manajemen asal Prancis, yang lahir pada tahun 1841, tepatnya pada tanggal 29 Juli.

Beliau lahir di Turki, dan meninggal di Prancis, pada tahun 1925, tepatnya pada tanggal 19 November.

James D Mooney

Adalah seorang insinyur asal Amerika Serikat, yang juga berkontribusi untuk teori organisasi tradisional yang terkenal sampai sekarang.

Beliau lahir pada tahun 1884, tepatnya pada tanggal 18 Februari di Amerika. Kemudian beliah wafat pada tahun 1957, pada tanggal 21 September, di Tuch, Arizona, Amerika.

Chester I Barnard

Merupakan seorang pebisnis sukses, yang juga berkontribusi dengan membuat teori organisasi tradisional managemennya.

Lahir pada tahun 1886 pada tanggal 7 November di Amerika. Dan wafat pada tahun 1961, pada tanggal 7 Juni, di New York Amerika.

Max Weber

Adalah salah satu ilmuwan asal Jerman, yang mempunyai nama asli Maximilian Weber. Lahir pada tahun 1864, pada tanggal 21 April.

Organisatoris lain baca ini: Teori Birokrasi dan Birokrat: Jenis, Budaya di Indonesia

Kemudian beliau wafat pada tahun 1920, tepatnya pada tanggal 20 Juni. Beliau terkenal dengan teori-teorinya pada berbagai bidang keilmuwan. Seperti politik, geografis, sosiologis, dan lain sebagainya.


Kontribusi Teori Organisasi Klasik

Seperti yang kita ketahui, pada dasarnya teori organisasi tradisional tersebut, berprinsip kepada tujuan yang harus dicapai, dengan menggunakan berbagai sistem yang efisien, ekonomis, dan juga rasionalis.

Sehingga membuat rencana untuk bisa mewujudkan goals yang ada, bisa tercapai dengan lebih baik, dan pastinya hasil dari apa yang ada juga mengikuti.

Karena kembali lagi kepada pembahasan awal, tentang bagaimana prinsip dasar dari teori organisasi tersebut. Pertama adanya spesialisasi yang kemudian bermunculanlah teori managemen yang ada.

Kemudian pengawasan lebih mudah dari pihak pemimpin, hal tersebut merujuk kepada orang yang nantinya bisa dimintai pertanggungjawaban ketika ada salah satu hal yang sedikit keluar dari rencana.

Hal lainnya adalah, apapun bentuk kegiatannya bisa terselesaikan dengan baik, termasuk ketika mendapatkan berbagai permasalahan yang ada.

Yang kemudian beberapa kemudahan tersebut dapat tersimpulkan menjadi beberapa komponen, yang membuat semuanya menjadi terlihat mudah, antara lain:

  • Koordinasi antar anggota lebih baik
  • Dapat mengelompokkan satu dengan yang lainnya juga mudah
  • Adanya sebuah kerjasama
  • Terdapat pemimpin yang bisa mengevaluasi dengan baik.

Dan dari teori tersebut juga, muncul berbagai pandangan baru mengenai teori organisasi, yang kemudian terlahir teori neo klasik, modern, serta beberapa teori lainnya.

Penutup

Itulah beberapa pembahasan mengenai teori klasik, dan dapat kita simpulkan bahwasannya teori tersebut sama pentingnya bagi perubahan sebuah sistem organisasi menjadi lebih baik.

Bahkan karena hal tersebut pula, menjadi titik awal perubahan tersebut tercipta, memunculkan berbagai teori-teori lainnya, yang pada akhirnya menjadi lebih teratur dan sistematis seperti sekarang ini.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka

  1. https://pakarkomunikasi.com/teori-organisasi-klasik
  2. http://docplayer.info/57249329-Teori-organisasi-klasik-neoklasik-modern.html
  3. Leonardo Budi H, jurnal skripsi: “Teori Organisasi (Suatu Tinjauan Perspektif Sejarah), hal. 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *