Intonasi dan artikulasi
Intonasi dan artikulasi (Foto: bisniskuy.my.id)

Intonasi Artikulasi: Definisi, 3 Jenis, Cara Melakukannya

Diposting pada

Intonasi artikulasi, dua hal yang menjadi fokus penting, ketika kita akan berbicara dengan orang lain, dengan harapan pesan yang ingin seseorang tersebut sampaikan, bisa tertangkap dengan jelas oleh lawan bicaranya. Berikut beberapa pembahasan mengenai makna dan cara melakukannya.

Ayu Maesaroh, Komunikasi Organisasi – organisasi.co.id

Dunia begitu indah ketika berbagai suara terdengar, menggema, membuat semuanya begitu sempurna. keriuah dunia rasanya seperti tidak bisa kita cari di planet mana pun, atau mungkin bisa berada di galaksi manapun.

Berbagai suara dengan intonasi dan artikulasi yang sangat khas. Mempresentasikan diri mereka sendiri, bahkan menjadikan suara mereka, sebagai identitas seseorang dapat mengenali diri mereka.

Dan kedua istilah tersebut, rasanya sudah tidak asing lagi untuk kita. Hidup berada pada kehidupan sosial, yang penuh dengan keberagaman orang, suara, hingga kepada keberagaman pemikiran dalam otak mereka.

Bukankah hal tersebut sangat menyenangkan? Mendengar berbagai jenis suara, dengan nada suara, serta perubahan pengucapan dari satu kata ke kata lain.

Dengan makna yang sangat beragam, serta memberikan efek yang beragam pula. Ada yang senang, mendengarkan ungkapan cinta dari seseorang yang didamba.

Atau perasaan marah dan kecewa, ketika berdebat, saling besilat lidah, hanya karena memenuhi rasa ego masing-masing, dan dapat tersenyum kemenangan, atas perdebatan, yang mungkin bisa saja tidak perlu untuk di debat.

Tapi, apa sebenarnya arti dari kedua istilah tersebut? Berikut beberapa pembahasannya.

Definisi Intonasi

Intonasi dan artikulasi
Istilah intonasi (Foto: freedomnesia.id)

Yang pertama adalah Intonasi. Istilah yang pertama ini, sering kita kenal sebaga pengaturan dari tinggi dan rendahnya nada suara seseorang, saat berkomunikasi dengan individu lain.

Hal tersebut meliputi beberapa aspek, seperti suara yang dikeluarkan, tempo yang seseorang pakai ketika sedang berbicara dengan orang lain, apakah cepat, atau santai, bahkan lamban.

Organisatoris lain baca ini: Metode Penyusunan Pidato: Pengertian dan 5 Metode

Yang mana beberapa hal tersebut, nantinya akan berujung kepada maksud yang dapat ditangkap dari lawan bicara mereka. Apakah itu pesan yang menggambarkan mereka sedang merasa kesal atas suatu hal.

Menyukai suatu hal, atau hanya sekedar menginformasikan kepada lawan bicara mereka, tentang suatu hal yang menjadi topik pembicaraan.

Adapun beberapa penjabaran mengenai istilah “intonasi” ini, antara lain:

Menurut Gorys Keraf

Ia menjabarkan dalam bukunya yang terbit pada tahun 1991. Mengatakan bahwasannya intonasi, adalah sebuah kerjasama antara nada, tekanan, durasi, sampai kepada tutur.

Yang mana hal tersebut terjadi dari awal, hingga pada akhir sebuah pengucapan.

KBBI

Adapun menurut KBBI, yang mana menjadi salah satu pedoman dalam pengucapan kata berbahasa Indonesia. mempunyai pengertian tersendiri.

Intonasi adalah sebuah lagu dari kata ataupun kalimat. Atau yang lebih jelasnya, intonasi merupakan tinggi rendahnya nada sebuah kalimat, ketika seseorang tersebut sedang mengucapkan kalimat yang mereka ucap.

Jadi, jika kita simpulkan, bahwasannya intonasi adalah sebuah bentuk daripada tinggi rendahnya nada seseorang, dalam mengucapkan sebuah kalimat pada orang lain.

Dengan menyertakan beberapa unsur yang termasuk dalam intonasi, yakni nada, tekanan, jeda antara pengucapan di beberapa kata, serta beberapa tutur kata. Yang kemudian bermuara kepada pesan yang dapat diambil dari lawan bicara.

Namun, bukan hanya intonasi saja yang sebenarnya harus kita pelajari, namun artikulasi pun demikian. Tapi sebelum itu, ada beberapa pembahasan lain tentang intonasi.

Macam-macam Intonasi

Ialah beberapa macam dari berbagai intonasi yang ada. Yang mana jenis ini sangat erat kaitannya dengan tekanan yang dipakai saat kita berkomunikasi dengan orang lain.

Beberapa jenisnya antara lain:

Jenis Dinamik

Yang mana artinya, intonasi yang terpakai, adalah tekanan suara yang dinamik atau campuran. Kadang bisa tinggi, kadang bisa rendah, atau bahkan biasa saja, seperti nada suara yang sering kita pakai saat berbicara.

Namun, semua tergantung dari beberapa aspek, seperti suasana, tujuan atau maksud dari seseorang tersebut menggunakan intonasi dinamik tersebut, dan lainnya.

Bentuk Tekanan Tinggi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa dalam berkomunikasi, ada beberapa hal yang membuat kita menggunakan tekanan nada yang dinamik, atau bahkan tinggi.


Biasanya untuk yang menggunakan nada tinggi ini, berlaku pada beberapa momen. Seperti misalnya saat kita marah, kesal, atau lebih gampangnya adalah memperjelas tentang apa yang menjadi maksud kita berkata demikian.

Tekanan Bertempo

Maksudnya dalam jenis ini, dalam pengucapan kita terhadap beberapa kalimat, ada temponya sendiri-sendiri, dengan jenis tekanan yang agak rendah.

Atau mungkin bisa lamban, sesuai dengan tujuan daripada kita menggunakan jenis intonasi ini. Biasanya menggunakan intonasi ini, lebih fokus untuk memperjelas.

Agar seseorang yang menjadi lawan bicara, dapat memahami lebih baik, meski dalam tekanan yang sedikit agak lebih rendah.

Itulah beberapa jenis intonasi, yang sering kita pakai di berbagai momen, ketika harus berkomunikasi dengan orang lain.

Pengertian Artikulasi

Arti artikulasi (Foto: seputarilmu.com)

Setelah intonasi, kita beranjak kepada istilah lainnya, yakni artikulasi. Untuk artikulasi ini, sering kita kenal sebagai hasil daripada suara dari sebuah kata, yang bersumber daripada mulut sampai kepada rongga atau pita suara.

Dan biasanya artikulasi itu harus jelas, entah dalam pengucapan kata per kata, huruf per huruf, dan sebagainya. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap getaran daripada rongga artikulasi.

Organisatoris lain baca ini: Intonasi Dan Mimik

Yang terbentang dari mulut sampai dengan pita suara. Seperti halnya intonasi, istilah dari artikulasi ini juga mempunyai beberapa pengertian, dari beberapa ahli, antara lain:

Menurut Mustain

Menurutnya, artikulasi adalah sebuah struktur yang ada dalam otak, yang mana hal tersebut terpengaruh dari beberapa kegiatan hal lain seperti membaca, mencerna beberapa kata yang ada, dan beberapa gerakan tambahan lainnya.

Seperti misalnya menulis, membuat sketsa, ataupun beberapa hal lainnya.

Menurut KBBI

Dalam KBBI atau kepanjangan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, mendefisikan kata “artikulasi” ke dalam 5 hal arti.

  1. Sambungan dari atau antara beberapa kata
  2. Buku yang ada dan melekat pada sebuah batang
  3. Lafadz, atau pengucapan sebuah kata
  4. Sendi
  5. Perubahan daripada rongga, serta beberapa ruang yang menghasilkan sebuah bunyi kata. Yang mana dalam hal ini dari mulut sampai kepada pita suara dari manusia.

Kemudian jika kita simpulkan, kata “artikulasi” lebih kepada cara pengucapan dari sebuah kata, atau lebih tepatnya bunyi dari suara yang kita hasilkan dari ruang penghasil suara.

Yakni mulai dari mulut, ke rongga tenggorokan, hingga kepada pita suara, yang menjadi ujung sumber pengeluaran bunyi atau suara dari kalimat yang kita ucap.

Yang kemudian dari hal tersebut, muncullah beberapa peraturan untuk artikulasi.

Bentuk Artikulasi yang Tepat dalam Pengucapan

Ialah bentuk daripada artikulasi, yang tepat dan pas ketika kita mengucapkan suatu kalimat atau kata tertentu. Hal tersebut seolah menjadi sebuah peraturan.

Yang mana dengan mengetahui bentuk tersebut, kita bisa lebih paham sebagai orang yang bertugas untuk menangkap pesan dari orang yang sedang berbicara dengan kita.

Dan bentuk dari artikulasi itu, terpengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:

Sikap

Yang pertama adalah sikap kita, ketika sedang atau akan berbicara dengan orang lain. Sikap menunjukan bahasa tubuh, yang secara tidak langsung merepresentasikan maksud dan tujuan kita kepada orang tersebut.

Pun dengan masalah pembawaan. Jika kita akan berkata yang tegas, tentu sikap dan gestur tubuh, akan dengan secara tidak langsung, berpose tegap, dan sebagainya.

Mimik

Yang dimaksud adalah, masalah perubahan dari pengucapan huruf konsonan ke huruf vokal. Biasanya akan lebih terasa berbeda, ketika mencoba mengucapkan satu per satu kata konsonan dan vokal.

Dan akan sangat sulit untuk mendapatkan pesan yang tersampaikan kepada orang yang menjadi lawan bicara, ketika mimik atau perubahan pengucapan dari mulut seseorang tersebut, tidak jelas.

Alhasil, bisa salah tangkap, maksud dari orang yang ingin menyampaikan sesuatu kepada kita.

Itulah segelintir faktor yang dapat mempengaruhi artikulasi ataupun intonasi, ketika kita berkomunikasi dengan orang lain.

Cara Melakukan Latihan Intonasi dan Artikulasi

Cara melakukan intonasi dan artikulasi (Foto: blog.musigpro.com)

Sejalan dengan pembahasan tersebut, ada beberapa hal yang masih berkaitan dengan artikulasi serta intonasi. Ialah cara melatih agar kita, bisa melakukan beberapa artikulasi yang baik dan benar.

Karena semua hal apapun, perlu adanya latihan yang baik, sehingga dalam melaksanakan ataupun melakukan hal tersebut, bisa sesuai dengan ekspektasi yang ada.

Oleh karenanya, berikut beberapa hal mengenai latihan untuk artikulasi ini:

Pengucapan Huruf Vokal dan Konsonan

Yang pertama adalah melatih artikulasi dalam pengucapan huruf konsonan dan vokal. Mengingat kedua hal tersebut sangat berbeda.

Untuk huruf vokal terdiri dari huruf: A, I, U , E, O. Selain itu adalah huruf konsonan, yang biasanya menjadi penggabungan antara huruf vokal.

Kemudian terbentuklah beberapa kalimat, kata, ataupun sejenisnya.

Nada yang Keras

Maksudnya adalah, dengan melafalkan beberapa kata menggunakan tekanan yang agak tinggi sedikit. Sehingga nantinya kita bisa terlatih lebih baik, soal pengucapan kata,

Yang bermuara juga pada orang lain, ketika harus menangkap semua pesan yang kita ucapkan dalam percakapan dengan mereka.

Mengucapkan Kata-kata Sukar

Atau yang sering kita kenal sebagai kata yang sangat susah untuk diucapkan. Bukan sebuah pengungkapan cinta ataupun sejenisnya.

Tapi beberapa kata seperti bunyinya hampir sama dengan kata yang sebelumnya terucap, dan sebagainya. Contohnya seperti: satu, biru, kelabu, dari, kemari, kemarin, atas, utas, lepas, dan sejenisnya.

Penutup

Itulah beberapa pembahasan tentang dua hal yang ada dalam berkomunikasi, yakni intonasi dan artikulasi. Kedua aspek tersebut sangat penting dalam berkomunikasi.

Karena merujuk kembali kepada tujuan yang ada, ialah agar pesan yang ingin tersampaikan kepada orang lain, bisa tersampaikan dengan baik, dan sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Pun dengan orang yang mendapatkan pesan yang kita sampaikan. Mereka bisa mengingat, bahkan sampai mengimplementasikan apa yang menjadi poin penting dalam pesan tersebut.

Oleh karenanya sangat penting untuk kita mempelajari hal tersebut. Bukan hanya bermanfaat kepada diri sendiri, bahkan orang lain pun mendapatkan efeknya.

Pun dengan beberapa bidang lain yang memang membutuhkan intonasi dan artikulasi. Seperti dalam dunia musik. Yang memang harus jelas dalam mengucapkan kata per kata, nada satu dengan nada lainnya.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi

Daftar Pustaka

  1. Definisi intonasi
  2. Definisi artikulasi
  3. Intonasi menurut para ahli
  4. Artikulasi menurut para ahli
  5. Cara melatih artikulasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *