Ibu Muda Naik Sepeda
Kegiatan Naik Sepeda

Dunia Sport Sepeda: Sejarah, Cabang & Struktur Induk

Diposting pada

Dunia Olahraga Sport Sepeda memiliki organisasi Induk, baik dalam skala Nasional maupun internasional, dengan struktur untuk mengatur kompetisi.

Cindy Kharisma Putri, Olahraga – Organisasi.co.id

Tak hanya sebagai ajang olahraga untuk menyehatkan tubuh, bersepeda kini masuk dalam salah satu cabang olahraga. Bahkan, hingga masuk ke ajang dunia.

Setiap cabang olahraga pasti memiliki induk organisasi. Induk organisasi ini menjadi kontrol suatu cabang olahraga, memajukan, dan mengadakan kompetisi cabang olahraga.

Tak kalah dari pihak internasional, Indonesia juga memiliki wadah induk organisasi sport sepeda sendiri. Guna menaungi para pebalap ini dikancah kompetisi.

Pembalap berparas cantik
Salah Satu penggemar Olahraga Sepeda berparas Cantik (Foto:Istimewa)

Baca juga: Induk Olahraga Basket Dunia Dan Nasional

Sejarah Penciptaan Sepeda

Sejak kapang adanya Sepeda pada bumi ini?

Sebelum ramainya sepeda seperti saat ini. Secara internasional, sepeda pertama kali ada pada tahun 1790 di Inggris.

Lambat laun, sepeda ini dikembangkan. Oleh Baron Karl Drais von Sauerbronn, seorang mahasiswa matematika dan mekanik di Heidelberg, asal Jerman.

Untuk menunjang pekerjaannya, ia membutuhkan alat transportasi bermobilitas tinggi.

Dari sanalah idenya membuat sepeda. Bentuk awal alat transportasi ini adalah beroda tiga tanpa pedal bernama Draisienne.

Sepeda Pertama Dunia Karya Karls Drais
Sepeda Pertama Karya Baron Karls Drais (Foto: Sainsme)

Sepeda milik Karl Drais digunakan pertama kali pada 12 Juni 1817 mengelilingi beberapa kota di Jerman. Karena belum ada yang mengenal sepeda, masyarakat menyebut Karl Drais dapat melaju dengan cepat.

Bahkan, karena temuannya ini banyak media Jerman yang meliput dan memuatnya di koran lokal Jerman tahun 1817.

Penemu Sepeda Pertama Dan Pesaing

Tak butuh waktu lama, sepeda ini mendapat popularitasnya. Karena dianggap sebagai barang mewah. Maka pada masa tersebut, sepeda ini hanya milik orang-orang tertentu, seperti bangsawan dan penguasa.

Ketika itu belum ada pesawat pribadi sekelas motor maupun mobil, dan kendaraan yang paling mewah adalah sepeda tersebut.

Awal kehadirannya, Draisienne sangatlat terkenal, dan namanya kian terkenal pada seluruh daratan Eropa.

Namun, seiring perkembangannya persaingan, perlahan sepeda Draisienne mulai berkurang popularitasnya. Karena bermunculannya merk-merk sepeda lainnya.

Mengcopy bentuk karya Karl Drais lalu melakukan formulasi atau variasi baru. Mereka menawarkan berbagai keunggulan yang lebih daripada Draisienne.

Hingga pada tahun 1960-an popularitas sepeda tergeser oleh penemuan alat transportasi bermesin, seperti sepeda motor dan mobil.

Sedangkan di Indonesia sendiri, sepede pertama kali masuk ketika zaman penjajahan Belanda. Orang-orang Belanda membawa sepeda buatan Eropa untuk berbagai kegiatan di Indonesia.

Sama seperti kemunculan sepeda Draisienne, pada awal kemunculannya di Indonesia. Sepeda hanya digunakan oleh kalangan tertentu, contohnya penguasa dan bangsawan.

Salah satu sepeda yang terkenal adalah sepeda yankee yang kemudian kita sebut sebagai sepeda jengki.

Liontin Evangelina Setiawan Antlet Sepeda Dunia Olahraga Sport
Salah Satu Atlit Sepeda, Liontin Evangelina Setiawan (Foto: Intisari)

Setelah proklamasi kemerdekaan, sepeda-sepeda produksi Eropa sempat dilarang masuk masa kepimimpinan Soekarno.

Sepeda yang mulanya sebagai peruntukan alat transportasi, mulai masuk ke kompetisi nasional.

Pada tahun 1980-an, sepeda-sepeda modern mulai bermunculan. Seperti sepeda gunung (Mountain Bike), sepeda perkotaan (Road Bike), sepeda anak, dan sepeda lipat (Folding Bike).

Sepeda jenis sepeda gunung paling diminati oleh masyarakat Indonesia hingga sekarang.

Baca juga: Induk Organisasi Dunia Olahraga, 71 Nasional Dan Internasional


Federasi Sport Dunia Sepeda Di Indonesia

Indonesia sendiri memiliki induk organisasi sport sepeda bernama ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia). Organisasi Sport Dunia olahraga sepeda ini berdiri bertepatan pada Hari Kebangkitan Nasional, yaitu 20 Mei 1956 di Semarang, Jawa Tengah.

Pada mulanya, olahraga balap sepeda di Jawa Tengah, menjadi pusat awal kegiatan balap sepeda.

Banyak komunitas sepeda di indonesia yang terbentuk, serta beberapa event tour sepeda yang pesertanya cukup banyak mulai dari peserta dalam negeri juga dari luar negara indonesia.

Organisasi tersebut menjadi perwakilan komunitas sepeda di daerahnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pembalap Crismonita
Salah Satu Pembalap TerbaiK Indonesia, Crismonita (Foto: Bolatimes)

Contohnya saja di Pulau Jawa ada ISSS (Semarang), PBSD (Jakarta), ISSJ (Jogjakarta), IPSS (Solo), Super Jet (Bandung), dan PSBS (Surabaya). Di Pulau Sumatera ada PBMS (Medan). Di Pulau Sulawesi ada PSBM (Manado).

Kemudian terbentuklah persatuan untuk seluruh Indonesia yaitu, Ikatan Sport Sepeda Indonesia ( ISSI ). Organisasi ini bertujuan untuk memudahkan dalam pembinaan, pelatihan dan penyelenggaraan kegiatan.

Kendati terbentuk pada tahun 1956, olahraga balap sepeda sudah masuk dalam kompetisi PON tahun 1951.

Hingga kini, banyak bermunculan komunitas olahraga balap sepeda yang ada di daerah-daerah Tanah Air. Entah yang membentuk kelompok kecil, maupun yang berdiri dengan nama organisasi.

Sebut saja ISSI Kediri, ISSI Surabaya dan ISSI Jakarta, yang tersebar tidak hanya di satu tempat. Di luar Pulau Jawa, ada organisasi ISSI yang terletak di Riau dan Prabumulih, Sumatera Selatan.

Tujuan Dan Struktur Organisasi Pusat ISSI

Induk organisasi ISSI yang merupakan singkatan dari Ikatan Sport Sepeda Indonesia. Berdiri pada 20 Mei 1956 di Semarang.

Organisasi ini bertujuan untuk memudahkan dalam pembinaan, pelatihan dan penyelenggaraan kegiatan.

Bermula dari olahraga balap sepeda di Jawa Tengah, menjadi pusat awal kegiatan balap sepeda.

Banyak komunitas sepeda di indonesia yang terbentuk, serta beberapa event tour sepeda yang pesertanya cukup banyak mulai dari peserta dalam negeri juga dari luar negara Indonesia.

Bahkan sebelum dibentuk ISSI, olahraga sepeda telah masuk dalam ajang PON tahun 1951

Olahraga sepeda memiliki sejarah penciptaan yang panjang. Proses yang didahului bukanlah suatu yang mudah. Kini, olahraga tersebut digemari oleh berbagai kalangan di seluruh dunia.

Adapun Struktur organisasi PB ISSI adalah sebagai beriktu:

Sebagai Ketua Umum : Rajasapta Oktohari, dengan membawahi 2 Wakil Ketua Umum:

  1. Waketum I : Engkos Sadrah
  2. Waketum II : Prajna Murdaya

Sekjen : Jadi Rajagukguk

Bendahara : Priamanaya Djan

Wadah Sport Sepeda Dunia

Di kancah internasional, Dunia olahraga atau sport sepeda memiliki induk organisasi bernama Union Cycliste Internationale. Induk olahraga ini berpusat di Aigle, Swiss. Organisasi ini terbentuk pada 14 April 1900.

Induk Organisasi Olahraga sepeda pada tingkat dunia ini telah diakui oleh Komite Olimpiade Internasional. Sudah lebih dari 100 anggota yang bergabung dalam wadah tersebut.

“Ibu kandung” organisasi olahraga sepeda internasional ini memiliki wewenang untu mengeluarkan lisensi balap untuk pembalap.

Tak hanya itu, UCI (Union Cycliste Internationale) juga mermberlakukan aturan disipliner, seperti pelarangan pemaikaian doping.

Organisasi ini memiliki fungsi sebagai pengelola klasifikasi balapan dan sistem peringkat poin dalam berbagai ilmu bersepeda. Segala jenis sepeda, baik untuk putra maupun putri, dan baik amatir maupun profesional.

Tak ketinggalan mengawasi jalannya kejuaraan dunia.

Federasi Sepeda Benua Eropa

Sebagai pusat lahirnya olahraga sepeda, maka benua Eropa juga memiliki simpul organisasi olahraga sepeda bernama European Cyclist Federation (ECF).

Organisasi ini berdiri pada tahun 1983 oleh 12 asosiasi pengguna sepeda. Bermarkas di Brussel, Belgia.

ECF aktif berpromosi dan mendorong bersepeda di seluruh dunia. Tujuannya untuk mempromosikan wisata sebagai faktor ekonomi dan alat transportasi ramah lingkungan.

ECF juga peduli dengan keselamatan dan keamanan pengendara sepeda, pengguna jalan, dan peningkatam pembagian moda bersepeda.

Meningkatnya minat bersepeda tak hanya menjamur ke Eropa dan Amerika, tetapi sampai ke negara Indonesia.

Sejarah Olahraga dan Pertandingan Sepeda

Sepeda pertamakali ikutserta sebagai cabang olahraga kompetisi pada 13 Mei 1868.

Lintasannya sejauh 1200 km dan terselenggara di Parc de Saint-Cloud, Paris, Perancis. James More, pria asal Inggris memenangkan pertandingan ini.

Pertandingan Balap Sepeda
Salah Satu Kegiatan Lomba Balap Sepeda (Foto: Indosport)

Berselang setahun setelahnya, perlombaan kembali di gelar.

Kali ini, rutenya di pependek menjadi 125 km. Perlombaan sepeda yang terlaksana ini memancing animo dan minat masyarakat untuk menonton dan berpartisipasi di ajang tersebut.

Perlombaan ganti pada kota Bordeaux yang di menangkan oleh pembalap GP Milss.

Karena antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap olahraga ini, maka balap sepeda semakin berkembang.

Sejak saat itu, banyak ajang internasional yang melibatkan perlombaan sepeda.

Contohnya saja di negara Eropa lainnya, seperti Italia, Denmark, Swiss, dan masih banyak lagi.

Pertandingan sepeda tidak hanya ada di sekitar benua Eropa, melainkan merembet hingga Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Hal ini tidak terlepas dari penjajah kolonial yang membawa sepeda hingga Tanah Air. Setelah sepeda terkenal luas oleh masyarakat Indonesia, mereka mulai membuat komunitas sepeda.

Hingga akhirnya tercetuslah pertandingan balap sepeda yang terselenggara pada kota besar, seperti Bandung dan Semarang.

Namun, olahraga sepeda sempat meredup kala penjajahan Jepang. Tren bersepeda muncul kembali tatkala Indonesia telah merdeka. Tepatnya, tahun 1948 beberapa klub sepeda mulai bermunculan kembali.

Seperti di Perancis, tren olahraga sepeda juga menjamur di semua kalangan masyarakat Indonesia. Apalagi, setelah salah satu komunitas besar sepeda sukses membuat ajang bersepeda hingga taraf internasional.

Pertandingan bertajuk Tour de Java 1 pada tahun 1958 itu, sukses membuat Indonesia sebagai salah satu pelopor pertandingan balap sepeda di Asia. Karena hal tersebut merupakan hal baru di Asia pada saat itu.

Cabang Olahraga Bersepeda

Olahraga sepeda juga memiliki beberapa cabang, untuk pertandingan, yakni:

Cyclo-Cross

Cabang olahraga ini menggabungkan antara sepeda jenis MTB dengn road bike.

Treknya sendiri mengadopsi gaya trek sepeda XC dan road bike. Pertandingan ini memiliki rute yang pendek.

Berkisar antara 2,5 – 3,5 km, tetapi menggunakan sistem lap. Memiliki medan yang terjal dan curam. Pertandingan ini populer di negara barat dan eropa.

Enduro

Aturan dari pertandingan ini, yaitu jumlah pembalapnya berkisar 10 – 20 orang. Mereka akan start bersamaan.

Pembalap tercepat akan keluar sebagai pemenang. Treknya merupakan trek alami dan memiliki tingkat kecuraman yang tinggi.

Rutenya 40-60 km. Saat ini, pertandingan jenis ini memiliki dua pembagian, yakni pertandingan enduro downhill dan gravity enduro.

AM (All Mountain)

Cabang olahraga ini memiliki minat yang banyak. Sayangnya berbanding terbalik dengan jumlah event yang terselenggarakan, terutama di Indonesia.

Memiliki trek yang lebih panjang dan banyak di gunakan untuk berpetualang dan menjelajah alam.

DH Marathon

Jenis ini merupakan cabang dari balap downhill. Mereka yang disebut sebagai pemenang. Merupakan orang yang pertama mencapai finish.

Peraturannya hampir sama seperti enduro, tetapi memiliki trek yang lebih panjang dan lebar.

Startnya bermula dari puncak gunung dan berakhir di kaki gunung. Jumlah pembalapnya lebih dari 20 orang.

Gravity Bike

Memakai sepeda jenis BMX, tetapi dengan bodi lebih rendah atau ceper. Perbedaannya ada pada gravity bike ini tidak ada pedal dan gear.

Pembalapnya bergantung pada gaya gravitasi agar sepedanya tetap berjalan dengan kencang.

Treknya bermulai di jalan pegunungan dengan pembalap sejumlah lima orang. Setelan pada sepeda dan angin mempengaruhi siapa yang mendapat posisi pertama.

Dual Slalom

Untuk cabang sport sepeda yang satu ini, memiliki panjang trek pertandingan ini umumnya berada antara 1,5 – 2 km.

Memiliki sistem dua trek yang terpisah dengan awalan dua pembalap. Pemenang di tentukan dari siapa yang lebih cepat mencapai finish.

Four Cross (4X)

Kebalikannya dengan cabang olahraga AM, jenis Four Cross memiliki sedikit peminat. Hal ini dapat disebabkan oleh jarangnya event. Yang terselenggara dan perlunya trek khusus untuk Four Cross.

Peraturannya, yaitu pertandingan ini diikuti oleh empat pembalap dengan trek yang pendek. Segala cara dapat mereka lakukan untuk merebut posisi pertama.

Hambatan merupakan buatan manusia dan hanya sekali berkendara, tidak ada pengulangan lap.

Trial Bike

Pertandingan ini memiliki trek curam dengan ketinggian sekitar 90 derajat. Setiap pembalap harus melakukan bunny hop atau meloncat antar rintangan.

Pemenangnya di tentukan dari seberapa banyak pembalap melakukan gaya. Semakin sulit gaya yang ia lakukan, maka poin yang ia dapat akan semakin besar.

Demikian artikel tentang Olahraga Sport Sepeda dengan jadingan organisasi sebagai induk pada skala nasional maupun dunia (internasional).

Daftar referensi

  1. Sanjaya, David. Diakes dari http://repository.unika.ac.id
  2. Indosport.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *