susunan acara perpisahan guru
Mengatasi demam panggung(Kementrian Pendayagunaan)

Eksplanatif Deskriptif, 2 Jenis Pidato Terbaik Yang Jarang Kita Dengar

Diposting pada

Eksplanatif deskriptif merupakan dua jenis pidato terbaik. Sebenarnya keduanya tidak jauh berbeda dalam hal susunan pidato seperti pidato lainnya. Sayangnya kita hanya jarang mendengar mengenai kedua pidato tersebut. Konsep organisasi.

Tika – organisasi.co.id

Berbicara di hadapan umum tidak selalu harus memiliki konsep. Namun memang ada baiknya kita mengetahui tujuan dari pembicaraan tersebut.

Adapun gaya berpidato baik itu dengan teknik menghafal, menulis catatan kecil, atau justru membaca teks, semua berfungsi memberikan informasi pada pendengar.

Namun dari sekian banyak informasi, ada yang bersifat restriktif, persuasif, deskriptif, hingga eksplanatif. Jadi ada baiknya kita mengetahui perbedaan semua itu. Terutama Eksplanatif deskriptif yang jarang didengar.

Eksplanatif Deskriptif , Dua Jenis Pidato Yang Tidak Terkenal

Jika bentuk pidato persuatif adalah untuk mempengaruhi orang lain, maka restriktif adalah untuk menghibur. Sementara dua lainnya yaitu eskplanatif deskriptif memiliki pengertian dan tujuan yang berbeda pula.

Dalam acara semi formal maupun formal, kedua jenis ini kerap muncul. Sering kali kita tidak sadar jenis dan bentuk pidato apa yang sedang kita dengarkan.


Pengertian Serta Ciri Pidato Eksplanatif Deskriptif

Pidato deksriptif merupakan jenis pidato untuk melukiskan sesuatu dengan harapan apa yang ia deskripsikan tersebut sampai kepada pendengar.

Seorang orator dalam bentuk pidato ini harus mampu membangun suasana dan memilih pilihan kata yang tepat. Sehingga dengan demikian tidak akan muncul kerancuan.

Hal itu hanya akan membedakan deskripsi yang hendak dibangun dari penjelasan dalam pidato. Dalam menyampaikannya juga sebaiknya secara rinci hingga pendengar dapat membangun visualisasi mengenai hal itu.

Pemilihan bahasa akan lebih baik mengikuti adat. Dengan demikian pendengar menjadi lebih mudah memahami penjelasan orator.

Sebelum menyampaikan pidato yang bersifat deskriptif, seorang orator hendaknya mengumpulkan informasi terlebih dahulu terkait apa yang hendak dijelaskan.

Menentukan tema dan mengecek durasi pidato. Barulah kemudian ia menyusun kata-kata dengan baik dan benar dan menyiapkan alat serta bahan pendukung.

Akan lebih baik lagi melakukan latihan untuk melatih mental.

Mengapa demikian’? Karena pidato jenis ini bertujuan menggambarkan keadaan. Jadi sangat penting untuk membangun imajinasi pendengar.

Ciri-ciri Pidato Deskriptif Antara Lain:

– Sesuai fakta

Jenis pidato ini tidak bersifat fiktif melainkan non fiktif. Peristiwa maupun kejadian dan lainnya harus tersampaikan sesuai fakta yang berlaku.

Nilai kebenaran dari orator adalah kunci bagi pendengar untuk memvisualisasikan kejadian yang ada.

– Menggambarkan kejadian atau keadaan

Isi dari pidato ini adalah menggambarkan suatu keadaan maupun sebuah kejadian. Dengan penyampaian yang baik, maka pendengar akan terbawa suasana dan seolah berada di kejadian tersebut.

– Mudah mendapat atensi dari pendengar

Ciri lainnya adalah mudah dicerna oleh pendengar. Dengan penggambaran yang tepat dan terasa nyata akan membuat pendengar merasa berada di tempat kejadian.

Itulah pentingnya pemilihan bahasa yang tepat agar tidak membuat kesalahan dan kegagalan dalam visualisasi.

Bagaimana dengan pidato eksplanatif? Ini berisi mengenai penjelasan atau penerangan terhadap suatu kejadian alam atau kejadian sosial.

Kejadian sosial atau alam yang hendak orator sampaikan tentunya banyak sekali ragamnya, untuk itu mereka harus mencari sumber informasi sebanyak-banyaknya untuk menunjang pidato yang hendak mereka sampaikan.

Bukan justru mencari sumber yang saling tumpang tindih.

Ciri-ciri Pidato Eksplanatif Adalah:

– Terstruktur


Susunan teks dalam pidato ini sangat jelas dan mudah untuk diterima pendengar. Terdiri atas pembukaan, sebab akibat yang sebelumnya berisi sebuah pernyataan umum, interpretasi, serta penutup.

Struktur tersebut akan membuat pendengar lebih mudah dalam memahami dan menerima apa yang disampaikan orator. Selain itu runtutan yang jelas juga membuat semakin mudah dipahami.

– Sesuai fakta

Kejadian alam maupun sosial yang menjadi bahan penyampaian orator adalah fakta. Inilah yang menyebabkan orator harus mempunyai sumber yang jelas dan berhati-hati dalam menyampaikan pidato,

Dalam hal ini, tujuannya untuk menjelaskan dan bukan mempengaruhi seseorang. Jadi hendaknya memang memberikan sesuatu yang sesuai dengan fakta.

Jadi, apa itu pidato deksriptif? Sekali lagi ia adalah bentuk pidato yang menggambarkan suatu kejadian. Berbeda halnya dengan pidato eksplanatif yang menjelaskan mengenai kejadian sosial maupun kejadian alam.


Perbedaan dan Persamaan Pidato Eksplanatif Deksriptif

eksplanatif deskriptif
Susunan pidato (Foto: Liveworksheet)

Deskriptif dan eksplanatif tentu saja memiliki perbedaan, pidato deskriptif umumnya akan menjabarkan secara detail dari ssuatu keadaan agar audien seakan-akan mengalami kejadian tersebut.

Secara tidak langsung, orator telah menciptakan suatu suasana yang membuat audien seakan-akan mengalami atau melihat langsung pada kejadian tersebut.

Sebab pidato yang orator sampaikan begitu rinci dan mudah untuk dimengerti, sehingga audien nyaman dalam menerimanya.

Pidato eksplanatif memiliki tiga unsur yaitu pernyataan umum, interpretasi, dan sebab akibat. Informasinya pun bersifat fakta.

Tidak boleh bersifat subyektif dan justru harus bersifat objektif. Eksplanatif menjelaskan rinci mengenai sebuah peristiwa dengan sifat informatif.

Untuk desriptif, ia memperlihatkan detail tentang objek dan membangun imajinasi pembaca. Gaya bahasa maupun pilihan kata mampu memikat pendengar.

Bahkan segala penjelasannya mampu menarik panca indra manusia seperti penjelasan mengenai benda, warna, alam, hingga manusia.

Organisatoris lain baca ini : Pengertian Induk Organisasi Olahraga: Manfaat Dan Tujuan

Eksplanatif berbentuk berurutan yang menjelaskan mengenai rincian atau tahapan sebuah fenomena. Contohnya adalah proses terjadinya pelangi.

Untuk pidato deskriptif, ia akan menggambarkan area atau wilayah karena kisah-kisah tidak lepas dari tempat dan lingkungan.

Contohnya menjelaskan mengenai tempat makan terkenal atau menggambarkan seseorang.

Ternyata kedua bentuk pidato ini memiliki persamaan yaitu sama-sama menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Demi mencapai visualisasi dan imajinasi pendengar, maka orator menggunakan bahasa yang mudah.

Dengan pemilihan kata yang menarik maka akan membantu meningkatkan daya tarik pendengar mengenai isi pidato.

Keduanya juga sama-sama menjelaskan sesuatu. Memberikan gambaran atas suatu kejadian yang ada sehingga keduanya memiliki tingkat keakuratan yang tinggi sesuai fakta atas suatu kejadian.

Tidak ada manipulasi atas keduanya dan keduanya bersifat objektif.


Contoh Pidato Deksriptif

eksplanatif deskriptif
Contoh pidato eksplanatif deskriptif (Foto: freepik.com)

Assalaamu’alaikum Warohmatullah wabarokatuh

Selamat pagi rekan-rekan, salam sejahtera untuk kita semua.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah WT yang telah memberikan kita kesempatan bertemu mencari ilmu bersama di sini dalam keadaan penuh karunia Nya.

Tak lupa sholawat semoga selalu mengiringi Nabi Muhammad beserta sahabat dan keluarga beliau.

Izinkan saya dalam kesempatan ini menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan kita.

Rekan-rekan yang berbahagia, akhir-akhir ini bencana banjir kerap melanda beberapa wilayah di Indonesia. Tidak hanya memakan korban, namun bencana itu juga merenggut harta benda kita.

Mari kita renungkan apakah itu adalah peringatan untuk menjaga lingkungan?

Jika iya, maka ini saatnya kita bertindak sebelum bencana datang. Keteledoran kita membuang sampah sembarangan atau membuang sampah ke sungai menjadi salah satu indikasi terjadinya banjir.

Organisatoris lain baca ini: Membandingkan Peninggalan Kjokkenmoddinger dengan Abris Sous Roche

Coba kita tinjau kembali sudahkah lingkungan kanan kiri kita bebas dari gundukan sampah? Bungkus-bungkus makanan yang kita beli, sampah rumah tangga lainnya merupakan penyumbang terbesar bagi sampah di lingkungan kita.

Ketika sungai tersumbat, apa dampaknya? Tentu saja banjir siap menyerang. Inilah saatnya kita menilik kembali apa yang kerap muncul di berita televisi saat musim hujan tiba.

Begitu banyak pengungsi akibat banjir hingga sanak saudara mereka hilang terbawa arus banjir. Lantas apa yang terjadi? Kita hanya bisa menangis dan menyesal.

Kiranya kita perlu mencari tau dalam diri sendiri kapan Indonesia sepenuhnya bebas sampah? Sebelum itu sebaiknya memang kita mulai dari diri sendiri terlebih dahulu.

Sekian yang dapat saya sampaikan mengenai proses terjadinya banjir serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Semoga bermanfaat.

wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh

Contoh Pidato Eksplanatif

deskriptif eksplanatif
Contoh eksplanatif deskriptif (Foto: Info Publik)

Assalaamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Selamat pagi bapak ibu yang saya hormati

Pertama-tama ijinkan saya mengucap rasa syukur atas waktu dan kesempatan bagi kita dari Allah SWT sehingga kita dapat berkumpul dengan berbahagia di sini.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menjelaskan bagaimana kiat menjaga diri dari COVID 19. Seperti yang sudah kita rasakan bersama, dunia sedang galau.

Adanya pandemi menghancurkan harapan pembangunan, pengembangan, bahkan kehidupan masa depan. Semua negara berjuang bersama mengatasi pandemi ini.

Keterpurukan ekonomi bahkan segala aspek kehidupan seolah benar-benar menyayat hati. Putus asa sebagaimana kejadian di India, keindahan semi sebagaimana di Singapura dan Thailand, ya, kita harus belajar tetap waspada dan tidak lekas berbangga diri.

Organisatoris lain baca ini: Pidato Gaya Santri; Mukadimah Terkeren dan Contoh Pidato

Kita menghadapi musuh yang tidak tampak. Di awal masanya ia datang, kita terlalu menyepelekan. Bulan Maret 2020 menjadi momok tak terelakkan yang terus berlanjut hingga tahun ini.

Mau sampai kapan? Ketika yang lain telah mengatakan gerah dengan virus ini, ada baiknya kita tetap menjalankan program kesehatan.

Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, adalah semboyan yang selalu kita dengar hampir tiap hari di berbagai televisi dan iklan.

Menjaga daya tahan tubuh dan menghindari keramaian adalah beberapa langkah mencegah diri terkena COVID 19. jangan lupa untuk terus berdoa semoga pandemi ini benar-benar segera berakhir.

Jika bukan dari diri sendiri lantas darimana memutus ini semua? Tidak banyak orang yang menyadari ini terutama karena bagi mereka tidak ada kepentingan atas virus ini.

Pro dan kontra memang kerap terjadi dan muncul. Tapi siapa yang rugi jika tidak menerapkan prokes? Memang kita terpisah oleh jarak,

tapi ketahuilah ini hanya sementara. Apa yang bisa kita lakukan untuk melepas jarak itu adalah dengan adanya teknologi. Tidak hanya itu, boleh-boleh saja bertemu muka.

Jika sudah teramat rindu, namun sebaiknya tetap melakukan tes berkala. Demi percepatan masa edar virus ini di muka bumi, tidak bepergian jika tidak benar-benar merasa perlu.

(penutup)

Demikian kiranya apa yang dapat saya sampaikan terkait langkah-langkah menjaga diri dari COVID 19. Repot memang, namun ambillah sisi positifnya. Kita menjadi lebih menjaga kebersihan.

Dengan rajin mencuci tangan, kasus diare pun menurun. Dengan memakai masker, pernapasan kita menjadi lebih terlindung dari polusi dan berbagai virus lainnya.

Bahkan menjaga jarak juga memberi dampak positif bagi kita agar terhindar dari bau keringat seseorang maupun orang yang kerap meludah sembarangan.

Kurang lebihnya saya mohon maaf,

wassalamualaikum wr.rb.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *