Arti dari organisasi
Arti dari organisasi (Foto: cerdasco.com)

Arti Organisasi: Besaran, Manfaat, Jenis dan 3 Tipe

Diposting pada

Arti organisasi, di dalamnya memiliki berbagai pembahasan yang dapat menambah wawasan manusia lebih dalam. Terdapat beberapa hal seperti besaran daripada hal tersebut, lalu manfaat yang dapat kita ambil, hingga kepada jenis dan 3 tipe dari bentuknya. Ayu Maesaroh – organisasi.co.id

Hai, bertemu dengan tulisan yang selalu menggebumu, untuk menjadi agent of change, mengubah dunia menjadi hobby, bahkan dapat menghantarkannya menjadi kenyataan.

Begitulah manusia, dengan segala kelebihan yang mereka punya, mulai dari mengolah data, penelitian, riset, dan sebagainya. Hingga kepada sebuah bukti yang empiris, sehingga dapat membentuk pola pikir, sikap serta tingkah laku sesuai dengan hal yang valid.

Tapi, hal tersebut tidak akan dapat terwujud jika seseorang hanya terkungkung kepada satu pengalaman, dan satu metode pembelajaran.

Perlu adanya sebuah hal yang dapat memotivasi mereka untuk dapat lebih baik, ketimbang sebelumnya. Seperti pada arti sebuah organisasi. Bertemu dengan orang banyak, serta memiliki satu visi misi yang sama.


Definisi Organisasi

Arti mengenai organisasi
Ilustrasi sebuah organisasi dalam menyatukan pemikiran (Foto: sahabatnesia.com)

Tapi, apa sebenarnya arti dari kata ‘organisasi’ tersebut? Kita sangat mengerti bahwasannya organisasi adalah salah satu frasa, yang mendefinisikan sebuah wadah sekelompok orang dengan tujuan yang sama.

Serta pemikiran sama, yang mana tujuan utamanya adalah demikian. Namun seperti dilansiri dari merdeka.com, mengatakan bahwasannya organisasi adalah wadah yang mengacu pada lembaga-lembaga yang memiliki tata aturan formal.

Organisatoris lain baca ini: Susunan Acara Berbagai Kegiatan, Dan Pembukaan Oleh MC

Hal tersebut menjadi konteks daripada organisasi tersebut, yang eksis di kalangan masyarakat. Juga menuliskan bahwa dalam pandangan umum mereka.

Mengatakan bahwa ‘organisasi’ ialah wadah untuk beberapa orang yang menjadi satu kelompok, yang mana mereka bekerjasama dalam mewujudkan tujuan yang ingin menjadi capaian.

Adapun beberapa definisi mengenai ‘organisasi’ dari beberapa ahli, antara lain:

W.J.S Poerwodarminto

Menurut beliau, kata ‘organisasi’ mempunyai arti, sebuah susunan, sistem, ataupun tata aturan dari bagian kelompok ataupun beberapa orang. Yang mana nantinya bermuara pada sistem yang tertata, dan rapih.

Janu Murdiyamoko dan Citra Handayani

Mengatakan bahwa ‘organisasi’ adalah sebuah sistem sosial, yang mana mereka memiliki identitas secara kolektif, tegas, hingga kepada daftar anggota yang memang ada, dan terperinci.

Max Weber

Menurut beliau, ‘organisasi’ adalah kerangka yang sangat terstruktur, lalu di dalam organisasi tersebut terdapat sebuah pembagian kewenangan, serta kewajiban, untuk menjalankan sebuah fungsi tertentu.

Dahlan Al Barry

Dahlan Al Barry mengatakan bahwa ‘organisasi’ adalah sebuah pengaturan untuk beberapa bagian tertentu, lalu menyatukannya menjadi satu kesatuan.

Aturan, dan lainnya, sehingga menjadi sebuah satu kesatuan yang sangat teratur, dalam bekerjasama mencapai tujuan yang sudah terencana.

Maka jika kita simpulkan, bahwa ‘organisasi’ adalah sebuah wadah yang mana terdiri dari beberapa orang, dengan mempunyai susunan, sistem, tata aturan tertentu.

Sehingga membuat mereka menjadi satu-kesatuan yang utuh, serta menjalankan fungsi dari mereka sesuai dengan apa yang sudah terencana, agar tujuan yang ingin tercapat dapat terwujud juga.


Konsep Organisasi

Disamping hal tersebut, ‘organisasi’ memiliki konsepnya tersendiri, sehingga hal tersebut dapat mendefinisikan apa yang ingin menjadi capaian seluruh anggota.

Dilansir dari gramedia.com, mengatakan bahwa konsep dari organisasi terbagi menjadi dua hal, antara lain:

Konsep Organisasi Statis

Konsep organisasi statis, merupakan sekumpulan daripada beberapa orang, yang mana terikat langsung dengan organisasi tersebut dalam bentuk format formal. Hal ini bertujuan agar mencapai tujuan bersama.

Jadi, organisasi tersebut sangat mengikat dalam artian basisnya formal seperti sekolah, perusahaan, dan sebagainya.

Konsep Organisasi Dinamis

Untuk konsep organisasi secara dinamis, hampir sama dengan yang sebelumnya, namun keterikatannya tidak terlalu kaku. Konsep ini lebih menitikberatkan pada proses pengorganisasi kelompok tersebut, guna mencapai kesepakatan pembagian kerja secara bersama.

Keduanya begitu berbeda, yang satu sangat mengikat, yang lain tidak begitu kaku dalam keterikatannya. Namun lebih kepada proses yang mereka jalani dalam berorganisasi.


Manfaat Pendirian Organisasi

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita dalam ikut sebuah ‘organisasi’. Namun arti dari hal tersebut bukan semata-mata mewajibkan kalian untuk bergabung ke dalam sebuah organisasi tertentu.

Semua harus sesuai dengan keinginan sendiri, tanpa adanya paksaan bahkan hasutan dari orang lain. Sehingga dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi, akan setengah-setengah, dan bermuara pada ketidakmaksimalan dalam menjalankan kewajiban yang ada.

Terlepas dari hal tersebut, ada beberapa manfaat yang bisa kita ambil dalam mengikuti bahkan mendirikan sebuah organisasi. Antara lain:

Pencapaian Lebih Mudah

Hal ini merujuk kepada pembagian kerja dari organisasi tersebut, sesuai dengan kemampuan daripada anggota-anggota yang mereka rekrut.

Juga karena satu visi dan misi yang sama, sehingga ketika ingin mewujudkannya, akan terasa sangat ringan, dan optimis dapat mewujudkan tujuan yang sudah terancang.

Metode Pemecahan Masalah yang Mudah

Organisasi tidak hanya mengumpulkan beberapa orang, dan tidak mungkin tidak ada sebuah konflik. Mengingat organisasi juga mengumpulkan berbagai pemikiran dari beberapa sudut pandang.

Organisatoris lain baca ini: Psikologi Komunikasi: Teori, Ruang Lingkup

Serta sudut pandang tersebut berbeda, antara satu orang dengan orang yang lain. Sehingga tidak menutup kemungkinan untuk konflik itu ada. Tapi, karena secara bersama, pemecahannya pun bersama.

Sehingga, dapat memiliki referensi cara yang terbaik, agar tidak menimbulkan konflik juga.

Peningkatan Wawasan serta Pengetahuan

Bukan hanya dituntut untuk menguasai akademisi, namun seorang organisator juga mampu berwawasan dalam masalah sosial dan kepekaan mereka terhadap lingkungan yang ada.

Sehingga tidak heran, terkadang ada beberapa organisasi yang menggelar sebuah diskusi terbuka, dab sejenisnya. Yang kemudian menjadi salahs atu alternatif dalam menambah ilmu pengetahuan serta wawasan dari para anggotanya.

Pengembangan Skill Public Speaking

Yang mana juga seorang anggota sangat ditekankan untuk bisa berbicara di depan banyak orang, menggaungkan tentang aspirasi mereka terhadap fenomena tertentu.

Tidak banyak dari para organisator juga, yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah dalam memberikan aspirasi mereka tentang sebuah peraturan yang akan menjadi ketetapan di masa depan.

Itulah beberapa manfaat, yang bisa kita ambil. Dan semua manfaat tersebut, sangat penting untuk bekal keberlangsungan hidup kita di masa depan yang mendatang.


Jenis-Jenis Organisasi

Jenis dari organisasi (Foto: id.depositphotos.com)

Merujuk daripara beberapa pembahasan sebelumnya, maka terbentuklan beberapa organisasi, yang mana mereka mempunyai arti dan kewenangan sendiri.

Dengan tujuan mereka dapat mencapai goals yang telah terencana sebelumnya. Beberapa jenis tersebut antara lain:

Organisasi Formal

Jenis organisasi ini, lebih mengikat kepada para anggotanya, serta untuk pembagian jobdesc mereka biasanya sangat gamblang dan terperinci.

Untuk sistemnya sendiri, mereka menggunakan sistem vertikal. Yang mana seorang atasan akan segera memberikan kewajiban sesuai dengan bidang yang mereka kuasai. Contoh konkretnya adalah sekolah, dan beberapa lembaga resmi lainnya.

Organisasi Non Formal

Hampir sama dengan yang sebelumnya, tetapi yang membedakan adalah mereka tidak terlalu mengikat, dan lebih concern kepada kebutuhan yang ada.

Sistem yang mereka gunakan juga vertikal, hanya saja tidak terlalu keras seperti sebelumnya. Contoh konkretnya adalah Lembaga Swasta, Bimbel, dan sebagainya.

Organisasi Fungsional

Jenis organisasi ini, merupakan organisasi yang bergantung kepada fungsi dari beberapa anggota yang ada, dalam mencapai tujuan yang telah tersepakati.

Mereka bisa menggunakan sistem vertikal yakni dari atasan ke bawahan, atau dari horizontal. Maka ada sebuah kesimpulan bahwa organisasi ini sangat fleksibel. Contoh konkretnya adalah Koperasi, Pelayanan kesehatan, dan sejenisnya.

Adapun beberapa jenis organisasi lainnya, yang bahkan sangat banyak dan tidak dapat dihitung dengan saksama. Tapi dari hal tersebut, semoga dapat memberikan gambaran yang sesuai.


Tipe dan Bentuk Organisasi

Tipe dan bentuk organisasi (Foto: pngegg.com)

Hingga bermuara pada tipe serta bentuk dari beberapa organisasi yang ada. Namun perlu diketahui sebelumnya, bahwa antara tipe dengan bentuk itu berbeda.

Ibaratnya seperti rumah, yang mana tipenya berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Contohnya tipe rumah 35, dengan bentuk rumah yang cukup luas, tidak terlalu kecil, dan sebagainya.

Organisatoris lain baca ini: Bentuk Pidato, Pengertian Dan Bagian-Bagiannya

Begitu juga dengan organisasi, yang mana kedua frasa tersebut melahirkan hal yang berbeda, namun berkesinambungan.

Tipe Organisasi

Untuk tipe organisasi ini, terdiri dari beberapa, antara lain:

  • Piramida bentuk datar atau flat
  • Bentuk piramuda yang terbaik
  • Piramida bentuk kerucut

Bentuk Organisasi

Bentuk dari organisasi juga macam-macam, tergantung dari jumlah cakupannya, tujuan yang ingin dicapai, kapasitas dari sebuah organisasi tersebut dalam pengelolaan sumber daya manusia, dan sebagainya.

Maka, beberapa bentuk organisasi tersebut antara lain:

  • Organisasi Lini
  • Bentuk Lini dan Staff
  • Organisasi berdasarkan Fungsional
  • Fungsi Lini
  • Fungsi lini dan staff
  • Organisasi staff

Itulah beberapa hal mengenai tipe dan bentuk organisasi, yang mana memiliki bentuk dan arti yang berbeda, namun berkesinambungan.


Syarat Pendirian Organisasi Formal

Tapi, apa syarat daripada pendirian sebuah organisasi entah formal, non formal, dan sejenisnya? Yang mana kita tahu, rumusan tersebut sangat penting dalam pembentukan organisasi, serta keberlangsungan tujuan yang ingin dicapai.

Oleh karena itu, biasanya beberapa organisasi akan memiliki syarat dalam mendirikan organisasi tersebut, serta pemilihan daripada kandidat anggota yang ada.

Jadi, beberapa syarat pendirian organisasi tersebut antara lain:

Memiliki Keresahan

Semua harus berawal dari keresahan. Keresahan inilah yang nantinya akan menjadi cikal bakal dari tujuan apa yang ingin kita capai, ketika organisasi tersebut sudah terbentuk.

Mempunyai Tujuan

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, bahwa hal kedua yang perlu ada, adalah tujuan yang menjadi target utama.

Sehingga nantinya kita mengerti apa saja jobdesc dari masing-masing anggota, ketika mereka sudah direkrut.

Rancangan Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban ini juga perlu dirancang, meliputi dari jabatan yang tertinggi hingga hanya sebagai anggota saja. Perlu adanya transparansi dari semua anggota, terutama adalah kepada anggota pendiri.

Mereka ikut dalam mendirikan organisasi tersebut, dan menjayakannya, menjadi tidak hanya sekedar organisasi saja.

Adanya Anggota

Tujuan ada, keresahan ada, dan pembagian hak serta kewajiban sudah terancang. Tapi yang menggerakkan hal itu semua adalah orang, dalam hal ini ialah para anggota.

Oleh karena itu ketika semua sudah siap, saatnya mencari kandidat-kandidat yang memang mumpuni dalam menjalankan hak serta kewajiban tersebut, serta kemampuan mereka dalam menjalankannya.

Itulah beberapa persyaratan dasar, untuk bisa membangun atau mendirikan sebuah organisasi.


Perbedaan Organisasi Formal Dan Non Formal

Tapi, apa sebenarnya perbedaan dari organisasi berbasis formal serta non formal? Perlu kita ketahui, bahwasannya kedua organisasi tersebut adalah jenis yang telah kita singgung sebelumnya.

Yang mana kedua jenis ini, memiliki fokus, serta target tertentu, dan juga berbeda. Arti dari organisasi formal, adalah organisasi yang tersistem secara gamblang.

Mulai dari jobdesc antara satu dengan yang lain, sesuai keahlian dan bidangnya. Mereka sangat terikat dalam sistem formal, yang mana mengandung berbagai peraturan serta sanksi jika melanggar.

Contoh yang paling konkret adalah sekolah, yayasan perusahaan, dan sebagainya.

Sedangkan non formal, mereka sedikit lebih luwes, namun juga mempunyai tata aturan dalam mencapai keberhasilan. Tidak terlalu terikat kepada sistem yang sangat formal. Sehingga tidak sedikit dari para anggota yang bisa beradaptasi dengan rentan waktu yang cukup singkat.

Contoh konkretnya seperti Organisasi bidang sosial, dan sejenisnya.

Penutup

Itulah beberapa hal mengenai arti organisasi. Yang mana di dalamnya terdapat berbagai macam pembahasan, mulai dari pengertia, konsep, bentuk, hingga kepada perbedaan antara satu dengan yang lainnya.

Sekian, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka

  1. https://www.merdeka.com
  2. https://www.seputarpengetahuan.co.id
  3. https://www.gramedia.com
  4. https://www.jurnal.id/
  5. https://studylibid.com

2 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *