Ekstemporan Pidato
Pidato ekstemporan (Foto: penerbitbukudeepublish.com)

Ekstemporan Pidato: 3 Konsep dan Contoh Teks

Diposting pada

Ekstemporan pidato, merupakan salah satu jenis metode yang sering berlaku, namun perlu adanya ketekunan dalam berlatih, agar dapat menyampaikan pendapat secara sempurna. Berikut beberapa poin tentang konsep dan contoh teks dari metode tersebut. Ayu Maesaroh, Komunikasi Organisasi – organisasi.co.id

Hai para organisator? Hari ini masih diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat di lingkungan kalian, atau ada permasalahan?

Benar, mengutarakan pendapat kadang bagi beberapa orang tidak mudah. Perlu adanya nyali yang sungguh besar, untuk mereka merangkai kata satu per satu, hingga pada akhirnya menjadi sebuah kalimat.

Serta berisikan tentang pemikiran mereka tentang suatu hal. Kemudian tersampaikan dalam berbagai forum, yang mana di dalamnya terdapat banyak audience dari latar belakang yang berbeda.

Oleh karenanya tidak heran jika kemudian banyak orang menyarankan untuk berlatih terlebih dahulu, ketika akan menyampaikan pendapatnya dalam berbagai bentuk, termasuk dengan berpidato.

Yang sifatnya adalah ekstemporan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa ulasan selengkapnya:

Pidato Ekstemporan

Berpidato secara ekstemporan merupakan metode yang mana memungkinkan pemateri untuk mengambil beberapa garis besar dari teks pidato yang telah terancang.

Sebelumnya mereka harus memahami terlebih dahulu bagaimana secara keseluruhan dari isi teks pidato. Lalu setelahnya mereka akan mengambil beberapa poin penting.

Untuk mereka sampaikan kepada audience-nya. Menurut para ahli seperti Jalaluddin Rahmat, menjabarkan bahwa berpidato secara ekstemporan, dianjurkan hanya untuk bagi mereka yang sudah ahli.

Ahli dalam hal ini ialah seperti berceramah, berpidato, atau sejenisnya yang ada kaitannya dengan mengemukakan pendapat diri sendiri kepada khalayak umum.

Pun menurut para ahli lain seperti Ambarwati. Mengatakan bahwa berpidato secara ekstemporan, adalah metode yang terbilang pas, untuk dijadikan sebagai alternatif daripada komunikasi dengan orang banyak dalam satu tempat.

Mengingat ekstemporan memanfaatkan tiga metode lain dari berpidato, yang mana ada beberapa titik kelemahan, kemudian terimbangkan kelemahannya tersebut dengan baik.

Ekstemporan ini perlu adanya latihan yang berkala, agar nantinya para pemateri dapat benar-benar paham, bagaimana secara keseluruhan dari konsep berpidato secara ekstemporan tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Ekstemporan

Definisi ekstemporan pidato
Kelebihan dan kekurangan pidato ekstemporan (Foto: ruangbelajarlc.com)

Selanjutnya adalah mengenai kelebihan serta kekurangan dari metode ini. Mengingat kita paham betul, bagaimana sebuah metode pada akhirnya mereka gunakan.

Walau pun memang ada kelemahannya, namun mungkin karena kelemahan yang diberikan begitu kecil presentasenya, tidak heran mereka pun memilih metode yang mereka pilih.

Termasuk dengan ekstemporan. Yang mana salah satu kelebihannya, adalah pemateri dapat lebih dekat dengan audience.

Organisatoris lain baca ini: Intonasi Artikulasi: Definisi, 3 Jenis, Cara Melakukannya

Ada interaksi di sana. Sehingga tidak begitu terasa adanya hierarki yang menyatakan bahwa mereka adalah orang yang dengan banyak pengetahuan, sementara audience hanyalah orang yang menerima-menerima saja, akan pendapat kita.

Walaupun memang kelemahan daripada ekstemporan ini, ialah dalam pemilihan kata yang kadang masih ada belibet tersendiri dari para pemateri.

Hal tersebut dapat tersebabkan oleh pemateri yang kurang paham dengan rata-rata latar belakang dari audience-nya. Sehingga ketika menyampaikan, menjadi tidak atau kurang mengena pada audience.


Konsep dasar Pidato Ekstemporan

Dan berbicara masalah konsep dari berpidato secara ekstemporan sendiri, ada beberapa literatur yang mengatakan, bahwa konsep dasar dari hal ini, ialah membuat pidato secara garis besar.

Kemudian untuk permasalahan perintilan kecil, pemateri akan mengkonsepkannya sendiri, agar nantinya dapat memudahkan diri ketika akan menyampaikan pendapatnya tentang tema yang terangkat.

Jadi, jika akan melaksanakan berpidato dengan metode demikian, harus membuat teksnya terlebih dahulu, yang sesuai dengan pengangkatan tema dalam acara tersebut.

Lalu buatlah beberapa kerangka pidato. Bedanya kerangka dalam hal ini, ialah beberapa garis besar yang ada dalam pidato tersebut.

Termasuk isi dan poin-poin yang harus tersampaikan kepada audience oleh pemateri. Jika sudah terancang konsep dari teks tersebut, barulah dipahami, diresapi.

Konsep pidato ini memang perlu adanya latihan secara berkala. Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, bahwa konsep ini menyeimbangkan antara beberapa metode berpidato lain.

Sehingga tidak heran jika yang menggunakan metode tersebut, adalah beberapa orang yang memang sudah mahir dalam berpidato secara ekstemporan.


Cara Memahami Poin Penting dalam Teks Pidato Ekstemporan

Karena hal tersebut juga, sebagai pemateri harus paham tentang cara bagaimana kita merancang poin penting dalam berpidato secara ekstemporan.

Perlu diketahui, kerangka dari pidato tersebut hampir sama dengan beberapa metode lainnya. Yang mana kemudian, perbedaannya bisa lebih singkat dan padat, ataupun lebih panjang dalam sudut pandang isinya.

Seperti misalnya adalah pembukaan. Kita melihat terlebih dahulu tema yang terangkat, apakah memang untuk kalangan umum, atau memang khusus agama tertentu.

Mengingat Indonesia mempunyai banyak suku, budaya, dan juga agama. Tidak hanya satu agama yang diakui oleh Negara.

Jadi, sangat wajar jika kemudian kita memperhatikan hal tersebut pada poin pembukaan pidato. Selanjutnya adalah masalah isi.

Rancang sedemikian rupa dengan bentuk konsep memberikan garis besar secara manual seperti menebalkan menggunakan pensil warna, atau pun sejenisnya.

Sehingga ketika kita lupa, nantinya akan mudah kita ingat kembali. Karena kita sudah menandai beberapa poin penting dari isi. Juga mempersingkat waktu dalam mencari poin apa yang harus tersampaikan, ketika tidak kita tandai.

Yang terakhir adalah masalah penutup. Sebelum itu, ketahui dulu apa motif kita menyampaikan sebuah pidato kepada audience.

Apakah hanya menyampaikan semata, atau ada himbauan yang kemudian pemateri lontarkan di penghujung pidato mereka.

Jika begitu konsepnya, maka berilah beberapa kata pengantar untuk masuk ke dalam himbauan tersebut pada penutup dari pidato yang sudah pemateri rancang tadi.

Itulah beberapa pembahasan konsep yang semoga dapat memberikan pemahaman yang baik, ketika harus membuat teks pidato dengan metode demikian.


Rancangan Teks Pidato Ekstemporan

Rancangan teks (Foto: docplayer.info)

Selanjutnya adalah pertanyaan, bagaimana cara merancang teks pidato demikian, agar nantinya poin-poin yang ada, dapat tersampaikan dengan baik?

Sebenarnya membuat teks pidato dengan metode secara garis besar, hampir sama kerangkanya dengan beberapa metode teks pidato yang lain.

Namun memang pidato jenis ini perlu adanya persiapan lebih. Mengingat konsep awalnya adalah memberikan garis besarnya saja, dan selebihnya, pemateri harus berimprovisasi sendiri.

Hampir sama juga dengan pidato impromtu, hanya saja ekstemporan terbantu dengan teks yang menggambarkan secara keseluruhan.

Jadi tidak begitu ekstrem memang jika dalam hal ini. Namun tetap butuh persiapan yang matang, dalam menyampaikan pendapat pemateri dengan menggunakan metode ekstemporan.

Beberapa persiapan tersebut seperti wawasan yang luas mengenai tema yang diangkat dalam acara tersebut. Kemudian pemateri paham bagaimana memilah dan memilih kata dalam pembuatan teksnya.

Organisatoris lain baca ini: Hindari 7 Kalimat (kata) ini, Saat anda Memimpin Sidang Atau Pidato

Mengingat tidak semua orang dapat mengerti beberapa istilah yang mungkin lebih ke barat, ataupun sejenisnya. Jadi, bisa kita katakan memilah memilih dalam hal ini, ialah masalah kata yang nantinya dapat audience pahami dengan utuh.

Jika ditarik kesimpulan, beberapa rancangan yang perlu ada perhatian lebih dari pemateri, ialah:

  1. Pembukaan, harus sesuai dengan agama yang mereka anut.
  2. Isi, harus bisa dipahami oleh para audience
  3. Penutup, harus sesuai dengan tujuan. Jika tujuannya adalah persuasif, maka harus ada beberapa kata yang memang mengarah ke tujuan demikian.

Itulah beberapa pembahasan mengenai rancangan daripada teks untuk berpidato secara ekstemporan. Yang mana dapat menjadi referensi kalian.


Contoh Teks Pidato Ekstemporan

Untuk memudahkan dalam pembuatan, perlu adanya contoh agar nantinya dapat lebih memahami bagaimana bentuk dari teks berpidato dengan metode demikian.

Walaupun agak singkat, tapi tetap perlu adanya rancangan yang matang, sehingga nantinya akan membantu pemateri, lebih dari apa yang mereka pikirkan.

Jadi, berikut beberapa contoh teksnya:

Assalamualaikum wr. wb

Yang terhormat bapak ibu dan para audience lain yang saya hormati

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, karena telah memberikan kenikmatan sehat, sehingga kita dapat berkumpul dalam acara yang Insya Allah mendapatkan perlindungan dari-Nya.

Tak lupa shalawat dan salam kita junjungkan kepada Nabi Agung Muhammad, SAW. Beliau telah membawa ummat Islam dari zaman jahiliyah, ke zaman yang super canggih seperti sekarang.

Dengan berbagai penemuannya, kita dimudahkan dengan teknologi yang bisa kita operasikan dengan baik. Sehingga hal apapun yang kesannya mendesak ataupun sejenisnya, dapat terselesaikan dengan baik.

Serta tidak membutuhkan waktu yang lama. Tapi, semua hal tersebut adalah produk yang dibuat oleh manusia. Ada berbagai kelemahan yang akhirnya juga harus kita khawatirkan.

Seperti misalnya beberapa penyakit kecemasan yang disebabkan karena terlalu bergantung dengan gadget. Mirisnya penyakit tersebut seringkali menyerang pada anak-anak.

Hal tersebut tersebabkan oleh mereka yang terlalu intens menggunakan gadget dalam sehari, dan terkadang tidak sedikit anak-anak yang kemudian lalai akan kewajiban mereka, seperti belajar, mengerjakan PR sekolah, dan sebagainya.

Oleh karenanya, perlu adanya peran dari para orang tua dalam mengawasi anak ketika mereka mengakses gandget serta ponsel yang ada.

Berikan juga mereka peraturan untuk nantinya menjadi pencegahan, agar gangguan kecemasan tersebut, bisa terminimalisir dengan baik.

Sekian pidato dari saya, apabila ada salah kata, saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum wr. wb

Penutup

Itulah beberapa pembahasan mengenai ekstemporan pidato, yang mana dapat kalian jadikan sebagai referensi di kemudian hari.

Dari beberapa hal tersebut, dapat kita simpulkan bahwasannya, semua butuh proses dan juga pemahaman yang baik agar kita sebagai pemateri, dapat menyampaikan pendapat kita kepada mereka, juga dengan dalam keadaan utuh.

Mereka akan lebih paham jika mereka mengetahui bagaimana dasar daripada sebuah ilmu, yang kemudian nantinya menjadi bekal ketika harus mengembangkan ilmu tersebut.

Mulai dari konsep yang ada, cara, hingga kepada rancangan yang seperti apa, agar nantinya mereka dapat menyampaikan pendapat dari kata-kata mereka, versi diri sendiri.

Hal tersebut juga berlaku pada berpidato secara ekstemporan, dan juga jenis lainnya. Jika kita paham dengan dasar daripada ilmu tersebut.

Maka secara tidak sadar, kita akan mengkonsepkannya sendiri, merancang sendiri, bagaimana teks ekstemporan yang bagus, serta dapat tercerna oleh para audience nantinya.

Karena, sebuah keberhasilan dari sesuatu, itu tergantung dari orang yang menjalani, orang yang paham dengan apa yang harus mereka lakukan.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka

  1. Pidato ekstemporan
  2. Konsep teks berpidato secara ekstemporan
  3. Contoh teks berpidato ekstemporan
  4. Persiapan untuk berpidato di berbagai macam pidato
  5. Amy Sabila, “Kemampuan Berpidato dengan Metode Ekstemporan”, Jurnal Pesona, Vol 1, No 1, 2015, Hal. 30-31

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *