Fungsional Dan Garis: Bentuk Bagan, Hingga 2 Aspek

Fungsional dan garis
Struktur fungsional (Foto: slideserve.com)

Fungsional dan garis, adalah salah satu jenis bagan yang sering dipakai oleh perusahaan ataupun organisasi dalam cakupan atau besaran tertentu. Dengan tujuan agar lebih memudahkan dalam membagi tugas dan kewenangan antar anggota. Berikut beberapa pembahasannya. Ayu Maesaroh, – organisasi.co.id

Struktur yang kita pahami, adalah bentuk daripada pengorganisiran suatu hal, yang mana hal tersebut dapat terselenggara sesuai dengan rencana.

Bacaan Lainnya

Biasanya, beberapa hal yang membutuhkan pengorganisiran seperti acara resmi, perkumpulan, sebuah lembaga negara ataupun swasta, dan lainnya.

Tujuan daripada pembuatan struktur tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah agar semua kegiatan yang telah terencana, bisa terlaksana. Juga dapat memberikan penjabaran.

Letak penugasan dan wewenang dari para anggota organisasi, sehingga bisa lebih mudah untuk mengawasi dan mengevaluasi atas kinerja dari mereka.

Kemudian dari struktur tersebut, mempunyai beberapa bagan, yang akhirnya terbagi atas beberapa jenis. Salah satunya adalah bentuk dari bagan struktur fungsional, serta garis.

Berikut beberapa pembahasannya:

Pengertian Bentuk Struktur Fungsional

Secara umum, bentuk dari struktur fungsional, merupakan bentuk dari pembagian wewenang serta tugas, dengan berpedoman pada fungsi dari para anggota yang ada.

Yang akhirnya membuat mereka harus melaksanakan apa yang menjadi tugas, serta resiko jika nantinya tugas tersebut tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapan.

Organisatoris lain baca ini: Induk Organisasi Pendidik: Pengertian dan 11 Daftar

Menurut beberapa literatur lain, bagan struktur tersebut pertama kali oleh F.W Taylor. Beliau membagi sub bab dan kerjasama antar individu dalam satu bidang tertentu.

Serta keahlian yang tidak jauh beda. Meski demikian, ada beberapa definisi dari para ahli mengenai struktur fungsional tersebut. Pendapatnya antara lain:

Emil Durkheim

Beliau adalah ahli sosiologis, yang mana mengaitkan struktur bentuk fungsional ke dalam ranah sosial. Beliau mengatakan bahwasannya, struktur tersebut berkaitan dengan susunan masyarakat di berbagai lapisan tatanan masyarakat.

Tatanan masyarakat tersebut berada pada masyarakat yang ada di level makro, dengan tujuan agar kehidupan masyarakat dalam wilayah tersebut bisa tetap harmonis.

Beliau juga mengatakan bahwa manusia atau masyarakat, adalah bukti konkret dari implementasi struktur berdasarkan fungsi tersebut.

Tallcot Parsons

Menurut Tallcot Parsons yang juga seorang ahli sosiologi, mengatakan bahwa jenis bentuk struktur demikian, adalah sebuah keseimbangan di masyarakat sosial.

Yang kemudian akan terkenal oleh banyak orang, ketika para anggota dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai fungsi mereka, serta tidak membedakan satu orang dengan orang yang lain, ketika sedang melaksanakan tugas mereka.

Robert K. Merton

Beliau mengemukakan bahwa struktur berdasarkan fungsi, merupakan sebuah keseimbangan dari kehidupan masyarakat sosial.

Hal tersebut akan segera terjadi, jika keteraturan dalam fungsi sosial, dapat berfungsi sesuai dengan tugas dan kewenangannya (fungsinya).

Jika kita simpulkan, maka struktur fungsional adalah salah satu bentuk dari pengupayaan keharmonisan dalam kehidupan sosial.

Dengan catatan bagan atau struktur tersebut dapat berfungsi sesuai dengan kewenangan serta tugasnya. Tanpa adanya pembeda, dan sejenisnya.

Biasanya hal tersebut lebih menekankan fungsinya ke lembaga-lembaga pemerintah, yang mana mempunyai amanah dari sang Penguasa, untuk bisa membantunya dalam mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh.

Kelebihan dan Kekurangan Bagan Fungsional

Adapun kelebihan serta kekurangan dari bagan struktur jenis ini. Yang kita tahu, bahwa hal yang tercipta dari ide manusia, pasti ada kekurangan serta kelebihannya.

Sehingga tidak secara mutlak sempurna, ataupun gagal secara keseluruhan. Jadi berikut penjelasannya:

Kelebihan:

Untuk kelebihannya sendiri, antara lain:

  • Karyawan dapat mengasah lebih dalam mengenai keahlian lain di bidang yang mereka geluti
  • Seorang pemimpin dapat melakukan evaluasi lebih mudah, karena tahu di bagian mana yang harus bertanggungjawab terhadap job desc yang sudah terbagikan.
  • Produktivitas dalam bidang tersebut bisa lebih optimal

Kekurangan

Pun dengan kekurangan, yang juga ada beberapa hal, antara lain:

  • Karyawan mudah bosan, mengingat yang mereka kerjakan adalah bidang yang sudah mereka kuasai.
  • Perintah bisa datang dari mana saja, sehingga terkadang seorang karyawan sulit untuk membagi, mana yang harus menjadi prioritas, dan mana yang tidak.

Meski demikian, jenis struktur ini masih sering dipakai oleh beberapa perusahaan besar di Indonesia bahkan dunia. Dengan tujuan agar para pemimpin bisa lebih mudah dalam mengevaluasi kinerja dari seorang karyawan yang mereka rekrut.

Cara Sederhana Bagan Fungsional

Memposisikan karyawan dalam sebuah struktur, maka tidak pada suka atau tidak suka. Bukan tentang siapa dekat ataupun tidak. Karena proses penentuannya adalah menghubungkan dengan kriteria.

Sejalan dengan hal tersebut, ada beberapa langkah untuk bisa membuat struktur bagan berdasarkan fungsinya. Beberapa cara tersebut antara lain:

Melihat Skill Karyawan

Yang pertama adalah melihat skill dari karyawan yang telah dikrekrut, apakah sesuai dengan kriteria atau bukan. Selain itu, nantinya akan memudahkan pihak dari perusahaan, ketika akan mengelompokkan karyawan dalam suatu bidang tertentu.

Yang nantinya keahlian tersebut akan berkesinambungan dengan keahlian lain dalam satu bidang.

Tugas dan Wewenang

Yang kedua adalah tanggungjawab dan wewenang.

Hal tersebut bukan bermaksud untuk mengkotak-kotakkan seseorang, namun ada masanya tanggungjawab tersebut diukur sesuai dengan kemampuan dari karyawan.

Organisatoris lain baca ini: Legendaris Bulu Tangkis Dunia: Pengertian, 10 Atlet

Apakah mereka dapat melakukan sesuai dengan deadline dari penyelesaian pekerjaan, atau tidak.

Dua hal tersebut, bisa menjadi referensi ketika akan membentuk struktur bagan berdasarkan fungsi dari individu tersebut, di sebuah organisasi, ataupun perusahaan.

Jadi, berikut beberapa contoh gambarnya:

Fungsional
Contoh gambar fungsional (Foto: berbagistruktur.blogspot.com)

Arti Struktur Garis

Struktur yang selanjutnya adalah struktur jenis garis. Yang mana jenis struktur ini pertama kali diperkenalkan oleh Henry Fayol, yang merupakan seorang ahli dalam managemen industri.

Struktur ini hampir sama dengan jenis struktur sebelumnya, namun lebih sering dipakai untuk perusahaan atau organisasi dalam skala kecil.

Yang mana untuk masalah tugas dan wewenang dari para anggota, tidak begitu rumit, dan bisa lebih mudah untuk melakukan evaluasi.

Adapun beberapa jenis struktur garis yang sering dipakai dalam penyusunan organisasi, serta kepengurusannya, antara lain:

Garis Lurus

Jenis garis ini, biasanya lebih kuat untuk menyimpulkan mengenai tugas dan wewenang dari anggota secara utuh. Yang kemudian mereka mempunyai sanksi ketika mereka melakukan kesalahan dalam menjaga kewenangan tersebut.

Biasanya bentuk garis lurus ini bisa dari samping atau horizontal, ataupun dalam bentuk vertikal.

Garis Putus-putus

Jenis garis selanjutnya adalah garis putus-putus. Untuk bentuk ini, lebih sering dipakai untuk jenis perusahaan atau organisasi, yang memberikan pengertian bahwa orang tersebut berada pada posisi penting setelah seorang pemimpin.

Dan biasanya suara dari mereka lebih di dengar oleh pemimpin, ketimbang beberapa karyawan lainnya. Sehingga tidak heran jika tanggungjawab dan kewenangannya pun lebih besar.

Serta tekanan dari luar pun juga lebih besar.

Dan biasanya, kedua jenis garis tersebut, sering dipakai secara bersamaan, untuk bisa lebih memberikan pengertian lebih jelas, kepada anggota lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Struktur Garis

Seperti jenis sebelumnya, jenis garis juga mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Walaupun memang bentuk ini, lebih direkomendasikan untuk perusahaan atau organisasi dengan kapasitas anggota yang tidak terlalu banyak.

Sehingga beberapa hal tertentu, dapat terkoordinir dengan baik. Jadi, berikut beberapa pembahasannya:

Kelebihan

Adapun kelebihan daripada bagan struktur garis, antara lain:

  • Komando dapat terlaksana dengan cepat
  • Rasa solidaritas antar karyawan bisa lebih meningkat
  • Pengambilan keputusan bisa diambil dengan cepat
  • Dalam pengevaluiasian bisa lebih cepat prosesnya.

Kekurangan

Untuk kekurangan dari jenis ini, ada beberapa, antara lain:

  • Penyimpangan keputusan dapat terjadi, seperti misalnya kepentingan pribadi yang kemudian diatasnamakan untuk organisasi ataupun perusahaan.
  • Kemajuan dari organisasi atau perusahaan, benar-benar bergantung kepada pemimpin.
  • Kadang pengembangan diri dari karyawan tidak tumbuh secara optimal. Mengingat karyawan jarang mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam diskusi pengambilan keputusan perusahaan.

Itulah beberapa pembahasan mengenai kekurangan dan kelebihan dari struktur bagan bentuk garis.

Berikut contoh jenis bagan organisasi garis:

Contoh bagan garis (Foto: struktur.shareinspire.me)


Penggunaan Bagan Lini

Yang selanjutnya adalah bentuk bagan Lini. Jenis bagan ini hampir sama dengan jenis sebelumnya. Yang mana pertanggungjawaban karyawan atas kinerjanya, langsung dilaporkan ke pimpinan perusahaan.

Mengingat untuk bagan Lini, menitikberatkan pada atasan memberikan kewenangan terhadap bawahan mereka. Yang kemudian karyawan tersebut harus bertanggungjawab, sekaligus menerima evaluasi dari pimpinan langsung.

Organisatoris lain baca ini: Gulat dan Berat Badan: Hubungan, Pengertian, 4 Teknik

Penggunaan bagan lini ini, biasanya untuk jenis perusahaan yang sedang berkembang. Mengingat mereka terus mencari talent-talent bagus, agar perusahaan mereka bisa lebih sempurna.

Serta siap untuk bersaing di industri pasar yang mereka geluti. Adapun kelebihan dan kekurangan dari jenis bentuk bagan ini, antara lain:

Kelebihan

Untuk kelebihannya ada beberapa, yakni:

  • Karyawan dengan pimpinan bisa memiliki hubungan kerja lebih baik. Sehingga hal tersebut memberikan dampak positif juga kepada karyawan itu sendiri.
  • Solidaritas antara atasan dan karyawan, bisa lebih erat, layaknya seorang keluarga
  • Karyawan bisa memberikan kinerja terbaik untuk perusahaan yang menaungi mereka.
  • Saling mengerti antar karyawan bisa terlaksana, mengingat mereka adalah pihak pengeksekusi, bukan orang yang merencanakan.

Kekurangan

Untuk kekurangannya sendiri ada beberapa, antara lain:

  • Penyimpangan pengambilan keputusan kerap terjadi.
  • Karyawan benar-benar bergantung kepada seoang pemimpin
  • Seorang karyawan sangat jarang untuk bisa naik jabatan dalam perusahaan tersebut.

Contoh Bagan Bentuk Lini

Seperti yang sudah dijelaskan, bentuk dari lini, sering dipakai untuk beberapa perusahaan tingkat sedang, dengan karyawan yang tidak begitu besar.

Ataupun untuk jenis perusahaan berkembang, yang masih berada dalam proses pengembangan perusahaan. Sehingga mereka masih membutuhkan karyawan. Berikut beberapa contohnya:

Contoh organisasi lini (Foto: organisasikelompok2.blogspot.com)

Penutup

Itulah beberapa pembahasan mengenai berbagai bagan bentuk struktur fungsional, garis, dan lini. Dengan berbagai kekurangan dan kelebihan yang ada.

Sehingga kita bisa lebih mengerti bagaimana fungsi dari ketiga jenis bentuk bagan tersebut. Serta menjadi referensi nantinya, saat akan membentuk perusahaan, ataupun organisasi tertentu.

Pun menjadi referensi ketika akan membuat organisasi, dan melihat potensi dari anggotanya. Dengan tujuan memudahkan pihak yang berwenang, untuk mengelompokkan antara satu dengan yang lain.

Namun, perlu diperhatikan dalam mengambil keputusan, untuk menyarankan agar tidak melibatkan kepentingan pribadi seorang pemimpin, dan mengatasnamakan hal tersebut untuk kepentingan bersama.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka

  1. Definisi struktur
  2. Definisi struktur Manfaat
  3. Kelebihan dan kekurangan bentuk bagan fungsi
  4. Struktur berdasarkan fungsi menurut para ahli
  5. Bentuk organisasi
  6. Definisi, kelebihan dan kekurangan organisasi lini

Pos terkait