Social Community: Pengertian, 4 Ciri Dan 5 Bentuk

Social Community Ibu Ibu Muda
Social Community Ibu Ibu Muda, Sumber Lokadata

Social Community adalah komunitas sosial yang berbentuk hubungan interaksi para anggota, secara formal maupun informal.Walid, Struktur – Organisasi.co.id

Mengulas kembali pengertian organisasi oleh James D Mooney Mendefinisikan bahwasannya sebuah organisasi tersebut terdiri dari dua atau lebih orang, dengan tujuan tertentu.

Bacaan Lainnya

Jika kita berdua telah bertemu dan merencakan sesuatu maka hakikat berorganisasi demikian halnya. Dalam tarikan lurusnya kedepan kemudian terbagi dalam bentuk organisasi birokrat, maupun organisasi swasta.

Organisasi swasta (terbentuk di luar segmentasi birokrasi pusat maupun daerah) terbentuk dalam lingkungan secara sosial. Maka kajian pada artikel ini akan mengarah kepada organisasi sosial tersebut.

Definisi Social Community

Hillary memberikan Penjelasan bahwa komunitas itu adalah merupakan orang-orang yang punyai persamaan ciri dan karakteristik. Seperti geografi, kultural, ras, agama maupun persamaan ekonomi. Posisi dan tempat dari komunitas memiliki persamaan pada sebuah tempat, ras, etnik, pekerjaan ataupun ketertarikan pada suatu masalah.

Hal ini tentu kembali lagi pada pengertian proses pembentukan sebuah organisasi adalah memiliki tujuan bersama, dengan asumsi persamaan-persamaan tersebut dari ras hingga kesetaraan ekonomi.

Maka argumentasi persamaan ini, yang membangkitkan mereka mengorganisir diri.

Milan dan Chavis memberikan definisi komunitas atau komunal adalah merupakan kumpulan dari orang-orang memiliki perasaan saling memiliki. Dengan keterikatan satu dengan yang lain untuk saling memenuhi kebutuhan dalam sebuah komitmen untuk selalu bersama-sama.

Dua pendapat ahli tersebut diatas. Telah menggariskan bahwa demikianlah Social Communty terbentuk. Hal itu semakna dengan sinonim kata komunitas hanya terbentuk dalam lingkungan sosial. Dan semua kehidupan sosial adal komunitas.

Dalam perkembangannya untuk organisasi sosial, yang selama ini kita sepaham kan bahwa pertemuan orang kedaerahan. Itu adalah sebuah peguyuban ternyata memiliki pergeseran sebab hampir kita tidak bisa membedakan antara organisme sosial berbentuk paguyuban ataupun patembayan.

Persatuan ibu ibu kreatif
Ibu Ibu Kreatif, Dalam Organisasi Sosial (Foto: Suara.com)

Refleksi Dan Istilah

Komunitas sosial adalah merupakan refleksi dari organisasi yang terbentuk dalam lingkungan sosial. Dalam perkembangannya organisasi sosial yang awalnya secara umum lalu berubah menjadi sebuah spesifikasi-spesifikasi tertentu. Yang mencoba untuk mendefinisikan diri dalam ruang-ruang yang lebih khusus.

Social community yang biasa juga dikenal dengan istilah komunal Society. Ini sinonim, tidak ada perbedaan keduanya selain penulisan hurufnya. Makna dan pengertian sama.

Tentu ini adalah merupakan organisasi di luar dari bingkai birokrasi. Yang penuh dengan aturan formal. Akan tetapi komunal sosial ini juga memiliki kajian karena dalam pembagiannya ada yang bersifat formal ada yang bersifat tradisional.

Sosial communty itu sama dengan organisasi sosial, social communal, paguyunan, patembayan, LSM, Yayasan, Arisan, Majelis Ilmu: Majelis Taklim.

Asal Muasal Dan Inspirasi Organisasi Sosial

Communal Society itu sendiri merupakan sebuah kelompok korporasi yang terbentuk secara dasar atas persamaan ketertarikan dalam ruang agama maupun politik yang bermula dari ketertarikan Individual.

Dalam perkembangannya komunal Society ini ini bersifat private, memiliki kepemilikan dalam hal fisik (bahkan aset) yang dipergunakan secara bersama-sama atau komunal.

Sehingga mereka memiliki kehidupan berbagi satu sama lain.

Social community ini terinspirasi dari kehidupan masyarakat yang cenderung individualistik. Terutama terjadi pada negara-negara eropa seperti Amerika, Perancis, Belanda dan sebagainya.

Sikap individualis tersebutlah yang mendorong mereka untuk mencoba mengelompokkan diri dalam sebuah ruang komunal Society. Dan ternyata communal Society tersebut kemudian sampai ke belahan Asia.

Tentu hal ini dibawa oleh para penjajah yang memasuki kawasan Asia terutama Indonesia dan melahirkan pengelompokan-pengelompokan masyarakat tertentu. Yang banyak dipopulerkan dengan istilah paguyuban.

Dalam sebuah buku karya Sriyana dengan judul antropologi sosial budaya mendefinisikan. Bahwa komunitas sosial itu suatu kelompok teritori dengan anggota-anggota yang saling berinteraksi. Satu dengan yang lain untuk mencapai sebuah tujuan bersama.

Gabungan Organisasi Sosial Atau Communal Society
Pertemuan komunitas (Sumber: Radar Bogor)

Indonesia sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai budaya dan nilai-nilai tradisional. Maka proses bertumbuh dan berkembangnya daripada komunitas sosial ini akan mengarah kepada ruang lingkup budaya atau tradisi, agama maupun kedaerahan.

Karakteristik Social Community

James D Mooney Mendefinisikan bahwasannya sebuah organisasi tersebut terdiri dari dua atau lebih orang, dengan tujuan tertentu.

Selanjutnya, dalam mengenal lebih dalam tentang komunitas Sosial, maka akan kita lihat bagaimana karateristik dan cirinya.

Karakteristik Organisasi Sosial Berdasarkan Formalitas

Berdasarkan formalitas maka organisasi ini akan terbagi dua yakni: formal dan informal.

  1. Formal yang berarti adalah resmi dan mengikuti aturan yang ada dalam proses pendirian dan pelaksanaan kegiatannya
  2. Informal adalah tidak resmi atau dia berbentuk pertemuan secara sosial yang tidak membutuhkan asas legalitas hukum sebagaimana yang berlaku di Indonesia.

Formal dengan mengikuti kaidah pendirian organisasi sosial kemasyarakatan dan akan berhubungan dengan pemenuhan syarat sesuai Undang-undang yang berlaku. (Baca, UU No 13 Tahun 2017, Tentang Organisasi Kemasyarakatan, Sumber: dpr.go.id)

Ciri Dan Karakteristik Social Community yang akan kita temukan adalah:

Teritori

Batasan atau teritorial yang menjadi ruang kontras membedakan satu dengan yang lain sebagai sebuah prasyarat rekruitmen anggota organisasi.

Berhubungan dengan persamaan ras, asal daerah, pendidikan, sosial ekonomi dan sebagainya.

Misalnya, organisasi yang khusus memiliki member asal papua. Contoh paling mudah adalah, berdirinya organisasi pemberontakan OPM.

Sadar akan kewajiban

Meskipun mereka tidak memiliki sanksi secara hukum. Tapi para anggota memposisikan diri untuk memenuhi kewajiban-kewajiban. Dalam rangka mengembangkan organisasi tersebut yang mereka Sebutkan sebagai sebuah bentuk Pengabdian.

Dari kelompok dan untuk kelompok mereka dalam hal pemenuhan kewajiban ini maka bentuk output dari sebuah kegiatan pemenuhan kewajiban tersebut adalah bisa secara teratur ataupun berdasarkan hierarki masing-masing.

Mempublikasi diri

Meskipun tidak bersifat formal misalnya atau resmi sesuai dengan proses pendiriannya. Namun dalam perkembangannya organisasi tersebut akan mempublikasikan diri. Dan menyampaikan kepada masyarakat secara terbuka baik langsung maupun tidak langsung mengenai keberadaan mereka.

Hubungan Timbal Balik

Dengan dasar memiliki persamaan sosial pekerjaan ataupun ras. Maka mereka membangun hubungan timbal balik yang intim antara satu dengan yang lain. Dan hal ini terdorong biasanya karena proses persamaan.

Contoh, hubungan satu sama lain dalam sebuah paguyuban

Bentuk Organisasi Sosial

Organisasi sosial memiliki beberapa bentuk atau jenis dianter konotasikan berdasarkan dengan teritorial ataupun persamaan-persamaan tentu yang mereka miliki dalam mengasosiasikan diri untuk sebuah wadah.

Dalam bentuk dan jenisnya dalam hal resmi ataupun tidak resmi, maka bahasan kita pada hari ini adalah lebih kepada jenis dan bentuknya.

Yayasan

Yang paling umum dan kita kenal hari ini adalah yayasan.

Hanya saja dalam perkembangannya yayasan ini yang ini lagi awalnya adalah merupakan sebuah bentuk pengabdian dan pelayanan sosial.

Pada dekade terakhir tidak lagi yayasan ini berbentuk sebagai sebuah upaya untuk pengabdian sosial. Namun telah bergeser untuk sebuah lembaga profit yang menghasilkan atau menguntungkan.

Sehingga mungkin untuk kajian berikutnya jenis organisasi formal ini, akan kita kaji apakah masih masuk dalam kategori sosial atau kita kelompokkan saja dalam ruang organisasi ekonomi profit.

Asumsi ini ini memiliki argumentasi kuat. Dengan beberapa contoh pendirian Yayasan Pendidikan, yang mengorientasikan diri bahwa pemilik yayasan seperti pemilik modal dalam sebuah perusahaan.

Yang pada gilirannya menjadikan usaha-usaha yayasan sebagai upaya untuk memperkaya diri.

Bentuk Yayasan
Bentuk Yayasan Yang Masih Aktif Bersosial, Yayasan Mentawai

Organisasi Buruh

Atas persamaan hak dan kewajiban sebagai pekerja maka melahirkan beberapa, lembaga atau wadah yang khusus untuk mewadahi daripada para buruh.

Terjadinya ketimpangan yang terjadi dalam hal kesejahteraan antara pemilik perusahaan dengan para karyawan menghasilkan sebuah rumusan untuk menghargai hak-hak.

Yang dirumuskan dalam sebuah peraturan yang kita sebut dengan undang-undang perburuhan. Contoh keberadaan mereka akan mengacu kepada undang-undang nomor 11 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Komunitas Religius

Komunitas agama, yang mengelompokkan diri dalam ruang seagama. Ataupun paham-paham tertentu dalam satu agama. Sebagai upaya untuk membangun sebuah interaksi yang menghasilkan mereka berdiskusi dalam persamaan religius. Ataupun kajian-kajian tertentu yang mengharuskan mereka untuk berkomunal.

Maupun terbentuknya sebuah forum atau komunitas interaksi antar agama. Dalam hal penyelesaian beberapa konflik antar agama dan paham yang ekstrem. Untuk tidak menyerang satu sama lain.

Komunitas religius tentu memiliki landasan dan pandangan sesuai dengan doktrin dan pemahaman agama masing-masing.

Organisasi Sosial Kedaerahan

Organisasi kedaerahan ini memiliki beberapa tingkatan. Bisa berbentuk organisasi sosial kedaerahan untuk para pelajar dan mahasiswa.
Maupun organisasi sosial kedaerahan yang menghimpun daripada masyarakat seasal yang tinggal dalam suatu daerah tertentu. Inilah yang banyak kita sebut sebagai paguyuban.

Hanya saja dalam perkembangannya banyak organisasi yang menyebut diri sebagai organisasi paguyuban ternyata pada kenyataannya adalah merupakan patembayan.

Ada sebuah perbedaan antara organisasi kedaerahan paguyuban dengan organisasi sosial patembayan.

Kajian ini menjadi sesuatu yang sangat penting oleh karena pada dasarnya terjadi atau terdapat perbedaan secara spesifik di antara keduanya. Dan cenderung kita melepaskan diri untuk tidak terikat Bagaimana bisa membedakan kedua bagian tersebut yang pada dasarnya ketika kita mengamati secara seksama ada sebuah perbedaan yang sangat mencolok.

Artinya lagi banyak yang mengasumsikan diri sebagai sebuah organisasi paguyuban tetapi pada kenyataannya dalam seluruh segmentasi pelaksanaan kegiatan yaitu adalah sebuah patembayan.

Paguyuban dan Sosial Politik

Sosial Community, atau komunitas sosial kedaerahan ini. Semakin berkembang mengingat adanya pemilihan kepala daerah secara langsung.

Pada daerah urban biasanya ada sebuah upaya untuk menganalisa si daripada orang-orang atau kelompok tertentu dalam rangka mengarahkan mereka untuk terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam upaya pemilihan kepala daerah. Sehingga kita tidak bisa Menutup Mata bahwa organisasi-organisasi kedaerahan tersebut kemudian mencoba untuk terlibat dalam politik praktis.

Sebenarnya, ketika kita melihat dan mengkaji kembali tentang organisasi paguyuban yang memiliki karakteristik tradisional dan budaya. Maka keberpihakan politik itu adalah merupakan sesuatu yang tidak melanggar secara norma definisi organisasi paguyuban itu sendiri.

Sebab inspirasi pendirian dan pembentukan dari pada sebuah Paguyuban adalah sebuah persamaan secara tradisional baik asal daerah maupun budaya.

Maka tidak heran ketika misalnya ada terbentuk sebuah paguyuban kelompok masyarakat Jawa.

Ketika pemilihan presiden maka mereka akan meleburkan diri untuk memilih dan mengkampanyekan satu sama lain untuk memilih calon presiden yang berasal dari Jawa.

Tentu keterkaitannya ini adalah keterkaitan secara budaya atau kultur histori. Sebagaimana ini menjadi nafas atau yang menjadi support memotivasi pendirian sebuah paguyuban.

Akan tetapi ketika paguyuban sudah berupaya untuk melakukan sebuah tekanan komando kepada seluruh anggota maka pada posisi itu sudah bukan lagi porsi sebagai sebuah paguyuban. Karena itu sudah masuk dalam ruang patembayan.

Sebagaimana patembayan adalah sebuah organisasi sosial yang mencoba untuk membangun hubungan tidak dalam jangka waktu yang lama seperti organisasi paguyuban itu sendiri.

Tetapi patembayan ini lebih cenderung membentuk diri dengan instruksi-instruksi komando yang mengalir kepada seluruh anggota yang ada dibawahnya.

Maka dengan demikian proses membentuk paguyuban untuk mendukung calon tertentu dari paguyuban tersebut secara historis dan budaya sudah tepat.

Namun jika sudah masuk pada upaya instruksi yang cenderung secara komando maka itu sudah bergeser kepada definisi organisasi tersebut merupakan patembayan.

Demikian penjelasn mengenai Social Community, pengertian, ciri dan bentuknya.

Pos terkait