A. DEFINISI
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Hipovolemia merupakan penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular. Kondisi ini secara spesifik dalam standar diagnosis keperawatan Indonesia ditandai dengan adanya kehilangan cairan aktif atau kegagalan mekanisme regulasi.
Brunner & Suddarth Hipovolemia atau defisit volume cairan adalah suatu kondisi klinis yang terjadi ketika kehilangan cairan ekstraselular melebihi asupan cairan. Kondisi ini melibatkan kehilangan air dan elektrolit dalam proporsi yang sama, sehingga konsentrasi natrium serum tetap normal.
NANDA International Suatu keadaan individu yang mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular. Hal ini merujuk pada dehidrasi, yang merupakan kehilangan cairan saja tanpa perubahan kadar natrium.
World Health Organization (WHO) Suatu keadaan darurat medis yang ditandai dengan penurunan volume sirkulasi efektif yang dapat disebabkan oleh kehilangan darah secara masif atau kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar, yang jika tidak dikompensasi akan menyebabkan kegagalan fungsi organ.
Doenges, Moorhouse, & Murr Defisit volume cairan merupakan status di mana individu mengalami kekurangan cairan vaskular atau interstisial yang berhubungan dengan kegagalan mekanisme pengaturan, peningkatan permeabilitas membran kapiler, atau kehilangan cairan aktif.
B. ETIOLOGI (PENYEBAB)
Faktor-faktor penyebab hipovolemia secara ilmiah diklasifikasikan menjadi beberapa mekanisme utama:
- Kehilangan Cairan Aktif: Meliputi perdarahan (hemoragi), diare berat, muntah proyektil, atau drainase luka yang masif.
- Kegagalan Mekanisme Regulasi: Gangguan pada sistem endokrin yang mengatur keseimbangan cairan, seperti pada penderita diabetes insipidus.
- Peningkatan Permeabilitas Kapiler: Menyebabkan perpindahan cairan dari ruang intravaskular ke ruang interstisial (sering terjadi pada kasus sepsis atau luka bakar luas).
- Kekurangan Intake Cairan: Asupan oral yang tidak adekuat (misalnya pada kondisi pasien dengan gangguan menelan atau penurunan kesadaran).
- Evaporasi Berlebihan: Akibat demam tinggi atau paparan suhu lingkungan yang ekstremdalam waktu lama.
C. TANDA DAN GEJALA MAYOR
- Frekuensi nadi meningkat: Merupakan respon kompensasi tubuh untuk menjaga curah jantung.
- Nadi teraba lemah: Menunjukkan penurunan volume sekuncup jantung.
- Tekanan darah menurun: Akibat penurunan volume darah yang bersirkulasi.
- Tekanan nadi menyempit: Selisih antara tekanan sistolik dan diastolik berkurang.
- Turgor kulit menurun: Kulit kehilangan elastisitasnya karena kekurangan cairan.
- Membran mukosa kering: Menunjukkan dehidrasi pada jaringan.
- Volume urin menurun: Upaya tubuh untuk menghemat cairan.
- Hematokrit meningkat: Konsentrasi sel darah merah dalam darah meningkat karena volume plasma menurun.
D. TANDA DAN GEJALA MINOR
- Merasa lemah: Akibat penurunan suplai oksigen ke jaringan.
- Mengeluh haus: Mekanisme tubuh untuk memicu asupan cairan.
- Pengisian kapiler (capillary refill time) lambat: Menunjukkan penurunan perfusi perifer.
- Suhu tubuh meningkat: Bisa menjadi penyebab atau akibat dari hipovolemia (misalnya pada demam tinggi).
- Konsentrasi urin meningkat: Urin tampak pekat dan berwarna gelap.
- Berat badan menurun tiba-tiba: Indikator klinis langsung dari kehilangan cairan yang signifikan.
- Anoreksia: Penurunan nafsu makan dapat berkontribusi pada asupan cairan yang kurang.
- Mual dan muntah: Dapat menjadi penyebab atau akibat dari hipovolemia.
- Hipotensi ortostatik: Penurunan tekanan darah saat berdiri, menunjukkan ketidakmampuan tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan posisi.
E. KONDISI KLINIS TERKAIT
Penentuan diagnosis dilakukan dengan mengobservasi indikator mayor dan minor: a. Indikator Mayor (Objektif)
- Frekuensi nadi meningkat (Takikardia).
- Nadi teraba lemah.
- Tekanan darah menurun (Hipotensi).
- Tekanan nadi menyempit.
- Turgor kulit menurun dan membran mukosa kering.
- Volume urine menurun (Oliguria).
- Kadar Hematokrit meningkat (Hemokonsentrasi).
- Indikator Minor
- Mengeluh haus dan merasa lemah.
- Pengisian kapiler (Capillary Refill Time) melambat > 2 detik.
- Berat badan menurun tiba-tiba.
F. PATOFISIOLOGI
Penurunan volume sirkulasi efektif mengakibatkan penurunan aliran balik vena (venous return) ke jantung, yang kemudian menurunkan beban awal (preload) dan curah jantung (cardiac output). Tubuh akan melakukan kompensasi melalui aktivasi sistem saraf simpatis dan sistem renin-angiotensin-aldosterone (RAAS) untuk mempertahankan tekanan darah melalui vasokonstriksi perifer.
G. MANAJEMEN INTERVENSI
Manajemen keperawatan difokuskan pada pemulihan volume cairan:
- Manajemen Hipovolemia Meliputi pemantauan status hidrasi (frekuensi nadi, tekanan darah, kekuatan nadi), pencatatan asupan dan haluaran (intake & output), serta pemberian cairan isotonik (misal: NaCl 0,9% atau Ringer Laktat).
- Pemantauan Cairan Melakukan monitoring ketat terhadap kadar elektrolit serum dan tanda-tanda syok hipovolemik (penurunan kesadaran, akral dingin).
DAFTAR PUSTAKA
American Heart Association (AHA). (2020). Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care: Part 4: Advanced Cardiovascular Life Support. Dallas: AHA.
Brunner, L. S., & Suddarth, D. S. (2018). Textbook of Medical-Surgical Nursing (14th Edition). Philadelphia: Wolters Kluwer.
Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. Philadelphia: F.A. Davis Company.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification 2021-2023. Oxford: Wiley-Blackwell.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
World Health Organization (WHO). (2022). Guideline for the Prevention and Management of Dehydration and Fluid Imbalance in Adults and Children. Geneva: WHO Press.






