Induk Organisasi Dunia Bulutangkis
Bulutangkis sebagai salah satu cabang Olahraga, dengan Induk Organisasi yang Mengaturnya (Foto. Topskor.id)

Induk Organisasi Dunia Bulutangkis, 9 Negara Pendiri

Diposting pada

Dalam dunia organisasi bulutangkis terkenal nama Susi Susanti dan Reksi Mainaki, Selanjutnya Taufik Hidayat dan sebagainya sebagai atlit dalam cabang olahraga tersebut.

I & W Organon

Berikut menjelaskan Dunia olahraga dengan cabang buluktangkis, tidak kalah menariknya, berisi pemain yang handal dan kemampuan memainkan raket. Bunyi sol sepatu menderik pada lapangan hijau. Menjadikan olahraga ini tidak sepi penonton dan penggemar.

Sebagaimana cabang olahraga yang terdapat dalam artikel: Induk Organisasi Dunia Olahraga, 71 Nasional Dan Internasional.

Maka saat ini akan mengupas mengenai Bulutangkis yang membawa tenar pemain sekelas Rudi Hartono, Alam Budikusuma. Taufik Hidayat, Liem Swie King serta Haryanto Arbi.

Sejarah Dan Perjalanan Bulutangkis

Dulu permainan bulutangkis, tidaklah seperti yang terjadi sekarang ini, tetapi dulu kala, pada 2000 tahun yang lalu, permainan ini hanya menggunakan satu pemain.

One Man Show, atau satu orang tampil sebagai pemain dan yang lain hanya sebagai penonton. Laiknya sajian sirkus maupun tontonan sulap lainnya untuk menghibur para penonton.

Tahukah anda, dari negara mana asal muasal permainan badminton tersebut?

Belajar dari sejarah awal, permainan ini telah lahir di daerah Mesir Kuno, ribuan tahun yang lalu. Juga permainan ini berkembang pada negara India, dan juga Tiongkok.

Adapun berupa bola atau mereka sebut “Kok” (bukan kok kamu gitu sih), dalam bahasa Inggris terkenal Cocks. Dalam memainkan kok tersebut, pemain tidak menggunakan raket seperti sekarang ini, melainkan kaki dan tangan. Hampir sama dengan sepak takraw.

Menariknya permainan pada zaman tersebut adalah bola terus mereka mainkan tanpa jatuh ke tanah.

Tahun 1854, entah siapa yang memperkenalkan jenis olahraga ini masuk ke Inggris, namun sedikti berbeda, sebab mereka tidak lagi menggunakan kaki untuk memainkan kok, melainkan memakai Dayung (Battledores) ataupun tongkat (Shuttlecocks).

Maka semenjak era tahun 1850an, jalan-jalan pada London menjadi tempat bermain anak-anak muda dengan memainkan bulu mereka pukul keudara, menjaganya dan menahannya agar tidak jatuh ketanah dengan cara memantulkannya.

Hingga tahun 1960, permainan ini mendapatkan tempat dan peminat yang banyak, hingga pemerintah Inggris pada Kota London mendirikan bangunan khusus untuk permainan ini. Bernama Badminton House, atau rumah (arena) permainan Badminton. Tepatnya estat Duke of Beaufort’s Pada Gloucestershire, Inggris.

Perjalanan Bulu Tangkis Ke Asia

Seiring Waktu, ketika Inggris melakukan kolonisasi Negara-negara Asia termasuk Jepang, Tiongkok dan Siam (Thailand), para prajurit Inggris membawa serta permainan tersebut ke Asia.

Namun karena mereka yang ada pada negara kolonial tersebut belum memiliki keterampilan bermain tunggal seperti pemuda london, dengan menahan dan memantul bola berulang kali. Sehingga mereka para prajurit mensiasati dengan memasang jaring (net).

Tentu berbeda dengan permainan dasarnya, yang tidak memakai jaring, memantul keudara berulang kali tanpa jatuh ketanah, namun kali ini dengan bersaing antara pemain. Dimana Net sebagai perantara.

Maka terbentuklah permainan dengan menggunakan Net dan permainan tersebut menjadi kegemaran penduduk negara jajahan.

Selanjutnya para tentara yang kembali ke Negara mereka (Inggris), memperkenalkan perkembangan Badminton tersebut dengan menggunakan Net.

Meski mengalami perubahan bentuk permainan, namun tidak menyurutkan penggemar permainan ini. Untuk menjaga sportifitas permainan maka mereka membutuhkan standar baku dalam bermain.

Maka hal ini menjadi cikal bakal pembentukan organisasi Bulutangkis Dunia.

Sejarah Organisasi Bulutangkis Dunia

Terbentuk klub Bulu Tangkis bernama Badminton Bath Club pada tahun 1877, selanjutnya club ini secara internal mengatur pemain-pemain mereka dengan seperangkat aturan bermain.

Pemain Bulu Tangkis Jepang
Pemain Bulutangkis Jepang (Rheiko Siota), dalam salah satu Kejuaraan (Foto: Japanestation.com)

Maka pada dekade tahun 70-an hingga tahun 90-an, berdiri banyak club dan tempat (lapangan) untuk menjadi tempat bemain kok tersebut.

1893, terbentuk Assosiasi Bulu Tangkis Inggris. dan mewujudkan permainan pada tahun 1899, hal itu menjadi sebuah kejuaraan pertama bernama All England.

Berdirinya IBF

Berkembangnya minat para pemain Bulu Tangkis seluruh dunia, menyebabkan mereka membentuk sebuah organisasi untuk menghimpun mereka bernama International Badminton Federation (IBF).

Yang pada tahun 1934 resmi mendeklarasikan wadah IBF tersebut dengan deklarator, yakni:

  1. Inggris,
  2. Irlandia,
  3. Skotlandia,
  4. Wales,
  5. Denmark,
  6. Belanda,
  7. Kanada,
  8. Selandia Baru, dan
  9. Prancis

Selanjutnya negara India bergabung dua tahun kemudian atau pada tahun 1936.


Dalam kurung waktu 70 tahun tepatnya tahun 2006, IBF berubah menjadi Badminton World Federation (BWF), atas usulan seluruh anggota federasi ini sebanyak 206 Negara menyetujui perubahan nama dari IBF menjadi BWF.

Hingga saat ini nama federasi dunia Bulu Tangkis bernama BWF.

Perkembangan Bulu Tangkis Nasional

Negara Indonesia sebagai negara jajahan dari bangsa-bangsa Eropa, dan juga Jepang, telah mengadopsi beberapa permainan oleh Penjajah yang masuk ke Indonesia, termasuk permainan Bulutangkis tersebut.

Dulu permainan ini merupakan permainan untuk kaum elit, yakni hanya oleh penjajah dan para elit kerajaan yang bisa bermain, sebab lapangannya tertata dalam lokasi para prajurit penjajah dan juga istana kerajaan.

Pemain Bulutangkis Putri Indonesia Cantik
Pemain Bulu tangkis Indonesia (Foto:Natarizki.com)

Sebelum kemerdekaan, permainan ini hampir tidak melibatkan masyarakat pribumi biasa. Selain lapangan yang mereka tidak ketahui ukurannya, juga tidak mengetahui jenis “kok” yang akan mereka pakai dan mendapatkan darimana, termasuk raket.

Permainan ini menjadi konsumsi publik setelah masuknya pedagang dari China, dengan membuat beberapa lapangan olahraga ini. Semenjak saat ini masyarakat pribumi mulai bisa menikmati permainan tersebut.

Setelah pendudukan Jepang, permainan ini sempat terhenti, sebab bagi Jepang menilai bahwa permainan ini bisa menjadi pemersatu para pemuda Indonesia.

Setelah Negara Indonesia Merdeka, maka masyarakat bisa dengan leluasa memainkan permainan ini.

Meski pada pelosok desa tidak menggunakan bola (kok) yang standar, melainkan dengan memanfaatkan alas dari sandal bekas yang mereka bentuk sedemikian rupa dan menanamkan bulu ayam kampung pada pinggirnya.

Permainan dengan menggunakan kayu sebagai raket adalah pemandangan lazim buat mereka demi memainkan permainan ini ketika itu. Lapangan datar maupun miring, intinya mereka belajar dengan permainan tersebut.

Tahun 1948 tepatnya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Surakarta, memainkan permainan ini sebagai pertandingan antara wilayah (provinsi) tanah air. Semenjak saat itu berkembanglah cabor (cabang olahraga) ini menjadi sebuah olahraga bagi banyak kalangan.

Berdirinya Organisasi Bulu Tangkis Indonesia

Organisasi dunia bulutangkis Indonesia bediri, Tepat pada 5 Mei 1951, dengan nama Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) pada kota Bandung (Jawa Barat). (Sumber: Mypurohith)

Semenjak saat itu PBSI membentuk beberapa pengurus daerah pada seluruh Indonesia untuk mengakomodir tim atau club Bulutangkis tanah air.

8 tahun kemudian atau tepatnya tahun 1958, Indonesia masuk dalam arena pertandingan Thomas Cup yang terselenggara oleh IBF ketika itu.

Seluruh mata memandang pengibaran bendera merah ptuih ketika itu.

Dan lagu Indonesia Raya berkumandang untuk mengiringi bendera merah putih berkibar, Negara yang mengalami berabad-abad penjajahan atau hanya setelah 15 tahun merdeka.

Mampu menumbangkan negara “penjajah” pada lapangan hijau tersebut. Sementara sejarah perjalanan dunia olahraga bulutangkis berasal dari Negara Inggris.

Ukuran Lapangan Bulutangkis

Pada dasarnya, bermain bulu tangkis untuk sekedar mengeluarkan keringat bisa kita lakukan tanpa ukuran lapangan maupun tanpa Net, sebab teknik dasarnya adalah memantulkan bola kepada lawan main.

Namun jika hendak memainkan dalam lapangan untuk pertandingan, maka berikut ukuran-ukurannya.

Ukuran Lapangan Bulutangkis, yaitu:

  1. Panjang keseluruhan : 13,40 meter.
  2. Lebar : 6,10 meter.
  3. Jarak garis tengah (net) ke batas garis service : 1,98 meter.
  4. Terdapat 2 garis pinggir lapangan yang kita kenal dengan garis luar dan dalam. Adapun jarak garis luar dan dalam adalah 46 cm.
  5. Ukuran Tinggi tiang net, yakni 1,55 meter.
Ukuran Lapangan Bulu tangkir
Ukuran Standar Nasional Bulutangkis (Foto: Istimewa)

Pada bulu tangkis juga terdapat permainan untuk anak umur maksmimal 9 tahun, adapun ukuran lapangannya adalah panjang 10,05 meter sedangkan untuk ukuran lebar 4,40 meter.

Kejuaraan Bulu Tangkis

Kejuaraan Bulu Tangkis kelas dunia terdiri dari:

  1. Thomas Cup
  2. Uber Cup
  3. Olimpiade,
  4. Sudirman Cup

Thomas cup merupakan kejuaraan dunia olahraga Bulutangkis tertua yang terselenggara oleh organisasi dunia IBF semenjak tahun 1949. Nama Thomas Cup adalah berasal dari nama ketua federasi IBF Sir George Alan Thomas.

Even ini terlaksana setiap tiga tahun, namun pada tahun 1982 berubah menjadi even 2 tahunan. Hingga kini, piala yang mereka perebutkan adalah Piala semenjak tahun 1949 tersebut.

Thomas Cup hanya laki-laki yang menjadi peserta pertandingan.

Uber Cup, merupakan nama yang berasal dari pemain Putri Inggris bernama Betty Uber, terlaksana pada tahun 1957, dan mengadakan kegiatan setiap 2 tahun sekali. Awalnya hanya terdapat 11 Negara sebagai peserta beregu.

Olimpiade, merupakan bentuk kejuaraan yang lahir sejak tahun 1972, dengan berbagai kelas, dan Tingkok menjadi jawara pada kejuaraan 4 tahunan ini.

Sudirman Cup, namun tahukah anda bahwa nama Sudirman bukanlah berasal dari nama Panglima Abri Jenderal Sudirman, melainkan nama Dicky Sudirman, mantan pemain Nasional yang juga pendiri PBSI.

Jadi jangan salah yah, jangan sampai menganggap bahwa nama Cup tersebut mengambil nama Bapak Jenderal Bintang 5 tersebut.

Pertandingan ini bermula pada tahun 1986, memperebutkan piala dengan Bentuk Candi Borobudur.

Meski Kejuaraan terlaksana pada Negara Indonesia, namun Indonesia sering kalah oleh Tiongkok dalam perebutan posisi juara satu.

Apa nama pukulan yang sangat mematikan dalam bulu tangkis?

Maka jawabannya adalah smash, yang terdiri dari smash penuh, potong dan blackhand smash.

***

Demikian artikel yang membahas tentang Olahraga dunia Bulutangkis.

Baca juga organisasi lain:

  1. Induk Organisasi Renang, Federasi Nasional Dan Dunia
  2. Wadah Para Perenang, Sejarah Induk Organisasi Dengan Atlit Tercantik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *