Paradigma Organisasi Klasik dan Modern, 7 Kelebihan Kekurangan

Diposting pada

Mengkaji lebih dalam tentang paradigma organisasi klasik dan juga modern. Menjelaskan berbagai kelebihan dan juga kekurangan paradigma organisasi tersebut.

Sri Damara, Konsep Organisasi – Organisasi.co.id

Paradigma merupakan suatu asumsi yang tersurat ataupun tersirat tentang gejala yang menjadi landasan dari suatu gagasan analisis bidang keilmuan.

Definisi lainnya menyebutkan bahwa paradigma merupakan kerangka dari keyakinan yang menjadi bintang pendukung yang menuntun kegiatan dari bidang keilmuan dalam masyarakat.

Organisator lain baca ini:  Aliran Organisasi Modern, Dengan 5 Teori Dan Pengaruh Teknologi

Pengertian Paradigma

Paradigma Organisasi

Paradigma lebih cenderung merujuk pada pola pikir ataupun teknis suatu penyelesaian masalah, dan orang yang mengenalkan pertama kali adalah Thomas Kuhn.

Thomas menuliskan pandangannya tentang paradigma dalam sebuah buku yang berjudul The Structure of Scientific Revolution.

Thomas tidak menjelaskan secara mendetail tentang pembahasan paradigma tersebut. Dia hanya menjelaskan secara termonologi saja.

Paradigma ini kemudian dijelaskan kembali secara mendetail oleh Robert Fridrichs. Teori dari sistem ini berkaitan dengan prinsip-prinsip yang paling dasar dari berbagai macam pandangan manusia tentang dunia.

Paradigma meliputi 3 elemen yang utama yaitu metodologi, epistemologi, dan juga ontologi.

Secara etimologi, paradigma berasal dari bahasa Yunani, yaitu “para” yang berarti di samping atau di sebelah, sedangkan kata “diegma” berarti teladan, model, ideal ataupun arketif.

Secara terminologi paradigma berarti sebuah pandangan atau cara pandang yang dipakai untuk menilai dunia dan juga alam sekitarnya.

Paradigma merupakan suatu gambaran atau perspektif umum yang berupa cara-cara untuk menjelaskan berbagai permasalahan di dunia nyata yang kompleks.

Selain pengertian yang di atas, berikut ini pengertian paradigma menurut para ahli :

Robert Freidrichs

Menurut Robert Freidrichs, paradigma adalah kumpulan tata nilai untuk membentuk sebuah pola pikir seseorang yang digunakan sebagai titik tolak dari pandangannya.

Sehingga membentuk citra subjektif dari seseorang terhadap kenyataan yang akan berujung pada ketentuan tentang bagaimana cara untuk menangani kenyataan tersebut.

Thomas Kuhn

Paradigma Organisasi
Paradigma menurut Thomas Kuhn

Menurut Thomas Kuhn, pengertian dari paradigma yaitu landasan berpikir atau konsep dasar yang dipakai sebagai model atau pola pikir para ilmuan dengan mengandalkan studi-studi keilmuan.

C. J. Ritzer

Menurut C. J. Ritzer, paradigma merupakan pandangan mendasar dari para ilmuan tentang apa pokok permasalahan yang seharusnya dipelajari satu cabang ilmu pengetahuan yang tertentu.

Guba

Menurut Guba, pengertian paradigma yaitu keyakinan dasar yang menuntun setiap tindakan manusia.

Organisator lain baca ini: 4 Teori Organisasi: Klasik, Hubungan Manusia, Sistem Dan Pengambilan Keputusan

Definisi Organisasi

Organisasi merupakan wadah untuk saling berkumpul, dan bekerja sama dalam suatu tujuan.

Umumnya organisasi memiliki konsep yang terencana dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, data serta sarana dan prasarana.

Para ahli berpendapat tentang definisi organisasi, yang terdapat perbedaan pandangan, sebagai berikut ini:

  1. Stoner mengungkapkan bahwa organisasi ialah suatu pola hubungan melalui orang-orang yang berada di bawah pengarahan atasan demi mengejar tujuan bersama.
  2. James D. Mooney mengatakan bahwa organisasi merupakan bentuk dari perserikatan manusia dalam mencapai tujuan.
  3. Chester I. Bernard mengemukakan bahwa organisasi adalah suatu sistem dari aktivitas kerja sama dua orang atau lebih.
  4. Stephen P. Robbins mengatakan bahwa organisasi merupakan kesatuan (entity) sosial demi tercapainya tujuan bersama.

Penyatuan visi dan misi merupakan aspek yang mempengaruhi terbentuknya suatu organisasi dalam masyarakat yang memiliki peranan penting dalam terwujudnya organisasi tersebut.

Serta memiliki tujuan yang sama dengan suatu perwujudan eksistensi dari sekelompok orang terhadap masyarakat.

Organisasi yang baik adalah organisasi yang memberikan kontribusi dalam masyarakat. Sehingga keberadaan organisasi tersebut diterima masyarakat.

Adapun contoh kontribusi yang diberikan oleh organisasi kepada masyarakat, yaitu berupa pemanfaatan sumber daya manusia di dalam masyarakat. Dengan cara merekrut masyarakat untuk menjadi salah satu anggota organisasi.


Selain dapat membantu kehidupan masyarakat sekitar, hal ini juga bisa mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Definisi Klasik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia klasik dapat diartikan sebagai:

  1. Memiliki nilai tinggi yang diakui dan menjadi tolok ukur yang sempurna.
  2. Merupakan suatu karya sastra yang tinggi, awet dan juga sering kali dijadikan sebagai tolok ukur.
  3. layaknya seni klasik, yaitu serasi, sederhana dan juga tidak berlebihan.
  4. Terkenal karena memiliki sejarah: contohnya bangunan. Tradisional dan juga indah.

Arti Modern

Modern merupakan sikap, cara berpikir dan juga cara bertindak sesuai tuntutan zaman. Kata modern merujuk pada sesuatu yang baru, terkini dan lain sebagainya.

Paradigma Organisasi Klasik

Paradigma Organisasi

Paradigma organisasi klasik menguraikan tentang anatomi dari organisasi formal. Unsur-unsur pokok dari organisasi formal yang kerap kali muncul dalam literatur-literatur manajemen ialah :

  1. Sistem yang terkoordinasi
  2. Kelompok Orang
  3. Kerjasama dalam mencapai tujuan.

Organisasi formal merupakan sistem yang terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan di bawah kekuasaan dan juga kepemimpinan.

Teori klasik hampir sepenuhnya menguraikan tentang anatomi formal. Unsur pokok dari organisasi formal yang sering muncul dalam konsep manajemen adalah:

  1. Sistem kegiatan terkoordinasi.
  2. Kelompok orang.
  3. Kerjasama untuk mencapai tujuan.
Organisasi formal ialah sistem kegiatan yang terkoordinasi yang terdiri dari sekelompok orang yang bekerja bersama demi mencapai suatu tujuan di bawah kekuasaan dan juga kepemimpinan.

Menurut sejumlah pengikut paradigma organisasi klasik, suatu organisasi ataupun koordinasi bergantung kepada 4 kondisi pokok.

Keempat kondisi tersebut yaitu sebagai berikut ini:

  1. KEKUASAAN: sebagai sumber pengorganisasian yang tertinggi (contohnya seperti dewan direktur di dalam perusahaan, dan para staf komandan di dalam militer ).
  2. SALING MELAYANI: yaitu saling memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan juga organisasi.
  3. DOKTRIN: merupakan bagian rumusan dari tujuan organisasi.
  4. DISIPLIN: yaitu kondisi agar segala sesuatunya bisa terarah dan dapat dukungan dari anggotanya.

Tiang Dasar Paradigma Organisasi

1. Pembagian kerja

Mengembangkan pekerjaan teknis dari organisasi tersebut akan mencapai perbaikan hasil kerja .

2. Proses skalar dan fungsional

Proses skalar membahas tentang perkembangan dari rantai perintah yang menghasilkan pertambahan di tingkat-tingkat struktur organisasi.

Sedangkan fungsional yaitu cara dari suatu organisasi untuk mencapai perkembangan organisasi secara horizontal.

3. Struktur

Struktur merupakan hubungan antara kegiatan yang berbeda dan yang dalam suatu organisasi. Paradigma organisasi klasik menyatakan bahwa organisasi memiliki 2 struktur dasar yaitu lini dan staf.

Struktur dasar lini merupakan struktur yang memiliku kaitan dengan perintah utama dari fungsi suatu organisasi.

Organisasi staf bertindak sebagai penasehat dan memiliki fungsi sebagai penyedia fasilitas bagi lini.

4. Rentang kendali

Rentang kendali dari organisasi terhubung dengan jumlah karyawan yang masuk dalam kendali seorang atasan atau pemimpin organisasi tersebut.

Organisator lain baca ini: Organisasi Tradisional, Modern, Millenial, Perbedaan 3 Jenis Organon

Paradigma Organisasi Modern

Sistem ini mengemukakan jika organisasi bukanlah sistem tertutup dengan lingkungan yang stabil, tapi organisasi merupakan sistem terbuka yang harus menyesuaikan diri dari perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Organisasi dan juga lingkungan memiliki keterikatan atau ketergantungan dalam proses terbentuknya organisasi yang layak di dalam masyarakat. Teori modern merupakan gabungan multidisiplin dari berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan .

Pemikiran Paradigma Organisasi Modern

Paradigma organisasi dan juga manajemen modern telah dikembangkan sejak tahun 1950. Dengan berkembangnya teknologi dan juga majunya kegiatan-kegiatan membutuhkan suatu konsep sistem.

Paradigma organisasi klasik lebih terpusat pada pendekatan struktural dalam organisasi.

Sedangkan paradigma modern memandang organisasi sebagai sistem terbuka yang memiliki dasar analisa konsep, dan juga kepada data empiris, serta memiliki sifat sintesa dan juga integritas.

Organisasi terdiri dari hubungan antara setiap bagian di dalam suatu sistem. Organisasi terdiri dari 3 unsur, yaitu:

  1. Unsur makro.
  2. Suatu unsur proses yang bersifat makro.
  3. Unsur perilaku dari anggota oorganisas bersifat mikro.

Kelebihan Dan Kekurangan Organisasi Modern Dan Klasik

Kelebihan Organisasi Klasik:

  1. Teknik efisiensi juga penelitian waktu dan gerak mampu meningkatkan efisiensi serta produktivitas tenaga kerja.
  2. Metode pemilikan dan juga pengembangan tenaga kerja yang menunjukkan pentingnya latihan serta pendidikan dalam rangka meningkatkan efektivitas kerja.
  3. Metode tersebut mampu memberikan rancangan kerja dan juga mendorong manajer mencari alternatif terbaik dalam pelaksanaan suatu pekerjaan.
  4. Organisasi klasik menyediakan teknik dan juga pendekatan pada manajemen yang masih relevan.

Kekurangan Organisasi Klasik:

  1. Peningkatan dari produktivitas memberi kemungkinan pada peningkatan hasil, namun sering mengakibatkan pemberhentian para pekerja atau bahkan upah yang berubah.
  2. Kurang melihat kepada kebutuhan sosial pekerja dan juga tidak melihat adanya ketegangan-ketegangan yang terjadi karena kebutuhan tersebut tidak terpenuhi.
  3. Menganggap remeh peran personal di dalam organisasi.

Kelebihan Organisasi Modern:

Organisasi modern sering kali kita jumpai di dalam kegiatan sehari-hari, yang meliputi penganggaran modal, manajemen persediaan, perencanaan produk, metode antrian, penjadwalan, dan juga transportasi.

Kekurangan Organisasi Modern:

Kekurangan dari organisasi modern adalah kesulitan dalam memahami sistem perhitungan organisasi yang terbilang rumit.

Perbedaan Paradigma Klasik dan Modern

Paradigma Klasik lebih terpusat pada hasil dari analisa juga deskripsi organisasi. Sedangkan paradigma Modern menekankan kepada perpaduan dan juga perancangan.

Teori Klasik membicarakan suatu konsep koordinasi, konsep scalar, dan juga vertical. Sedangkan teori Modern lebih dinamis, komplek, multidimensi, multilevel, dan juga lebih banyak variable.

Organisator lain baca ini: Aliran Organisasi Ada 5: Klasik, NeoKlasik, Modern, Post & Milenial

Berbagai teori sudah diperkenalkan, dievaluasi, dan juga indikator waktu ke waktu serta pandangan-pandangan baru yang menunjukkan tentang keterbatasan paradigma dari teori terdahulu.

Jika ingin memahami teori organisasi yang sedang berlangsung pada masa ini maka kita perlu melihat ke belakang dimana teori itu berasal.

Pada kenyataannya, manusia memiliki keterbatasan yang menyebabkan setiap pilihan teoritis tidak selalu mengarahkan pada suatu tindakan di dalam organisasi.

Determinan pada organisasi sebenarnya bukan hanya teori organisasi, melainkan determinan manusia yang menjadi pelaku dan juga pemimpin organisasi.

Sebagai penentu yang memberikan nilai-nilai organisasi melebihi nilai-nilai dari sebuah komunitas. Nilai-nilai tersebut menjadi penentu dalam upaya mewujudkan organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Demikianlah penjabaran tentang paradigma organisasi klasik dan modern. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *