Pembagian dari struktur organisasi
Struktur organisasi (Foto: aksaragama.com)

Pembagian Struktur Organisasi

Diposting pada

Pembagian struktur organisasi, adalah konsep yang mana menggambarkan beberapa hal mengenai wewenang dari masing-masing bagan. Hingga terdapat 4 jenisnya. Maka, begini jelasnya.

Organisasi.co.id

Ketahui Pengertian Struktur Organisasi

Definisi dari pembagian struktur organisasi
Pengertian organisasi (Foto: sosiologis.com)

Secara umum, struktur organisasi (organizational structure) merupakan hierarki berupa garis maupun kerangka bertingkat yang memuat gambaran susunan bagian, posisi, fungsi dan hubungan komponen secara formal di dalamnya.

Keterkaitan alur kerja, sistematika pelaporan dan komunikasi antar individu maupun komponen bersama di dalam organisasi bisa terlihat melalui gambaran struktur yang jelas. 

Sebagai diagram yang menggambarkan rantai instruksi, wewenang, hubungan kerja dan tanggung jawab; struktur organisasi tersusun sesuai dengan manajemen dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan usaha di dalamnya.

Organisatoris lain baca ini: Metode Penyusunan Pidato: Pengertian dan 5 Metode

Dengan demikian, fungsi struktur organisasi merupakan alat yang dapat membimbing suatu organisasi atau perusahaan ke tujuannya melalui anggota dan penggunaan sumber daya yang dibutuhkan secara efisien.

Di dalam struktur organisasi juga termuat pembagian hak dan kewajiban komponen penyusun hierarki berdasarkan fungsi dan kedudukan setiap orang di dalamnya.

Hal tersebut bertujuan supaya aktivitas perusahaan berjalan efektif dan efisien berkat kinerja optimal pada setiap komponen itu  Tidak hanya itu saja, pimpinan juga mampu memberikan tugas kepada bawahan dengan adil dan maksimal, apabila struktur organisasi jelas dan berjalan dengan baik.

Kekacauan bisa saja terjadi pada organisasi maupun perusahaan yang tidak memiliki struktur. Pembagian tugas dari setiap komponen yang tidak jelas akan berimbas pada absennya penanggung jawab atas setiap keputusan, kinerja hingga hasil dari suatu proyek atau pekerjaan.

Jika hal itu terjadi maka perusahaan tak mampu mencapai tujuannya, bahkan merugi karena ketidakjelasan komponen di dalamnya. 

Mengapa Struktur Organisasi Penting?

Pentingnya organisasi (Foto: andalsoftware.com)

Keberadaan pembagian struktur organisasi di dalam masyarakat, organisasi maupun perusahaan, sangat penting. Tidak hanya berguna untuk mencegah permasalahan wewenang, hak dan kewajiban saja.

Struktur organisasi juga tercipta karena kebutuhan hierarki untuk menciptakan keadaan yang terkendali dalam rangka mencapai tujuan yang sama. Pekerjaan yang ada di dalam struktur organisasi terbagi, dikelompokkan dan terkoordinasi secara formal.

Ragam Bentuk Struktur Organisasi

Ragam bentuk organisasi (Foto: mediamahasiswa.com)

Terdapat enam ragam bentuk struktur organisasi yang seringkali digunakan oleh perusahaan, yaitu struktur organisasi garis, fungsional, lini dan staf, lini dan fungsional, matriks dan komite. Berikut ini merupakan penjabaran dari enam ragam bentuk struktur organisasi tersebut.

Struktur Organisasi Garis (Line Organization)

Struktur organisasi garis juga terkenal dengan nama lain, yaitu struktur organisasi lini atau line organization dalam bahasa Inggris.

Masih ada sebutan lain untuk salah satu bentuk struktur organisasi ini, yaitu  struktur organisasi bentuk lurus atau struktur pembagian organisasi bentuk jalur.

Bentuk struktur organisasi ini merupakan yang paling tua dan sudah terpakai secara meluas sejak masa perkembangan industri pertama.

Penemu struktur organisasi garis atau lini adalah Henry Fanyol, seorang ahli manajemen Prancis yang lahir di Istanbul. Tidak hanya terkenal karena penemuannya tentang struktur organisasi garis atau lini saja.

Beliau juga merupakan tokoh yang meninggalkan teori lima fungsi manajemen dan empat belas prinsip manajemen sehingga keberadaannya sangat berarti di dunia manajemen dan administrasi.

Bentuk struktur organisasi garis atau lini memiliki pembagian gambaran hierarki yang cukup sederhana. Pengertian dari struktur organisasi garis atau lini adalah salah satu bentuk hierarki yang saling terhubung secara langsung menggunakan garis wewenang atau komando vertikal.

Organisatoris lain baca ini: Evolusi Klasik Modern, Kajian Perubahan Organisasi

Penggunaan garis hubung vertikal pada gambaran struktur organisasi garis atau lini mencirikan bahwasanya alur instruksi, wewenang, dan komunikasi terlaksana secara langsung dari pimpinan ke bawahan.

Oleh karena itu, struktur organisasi garis atau lini kemudian lebih cocok untuk mengendalikan organisasi yang cakupannya masih kecil dan anggotanya tidak banyak.

Struktur Organisasi Fungsional (Functional Organization)

Struktur organisasi fungsional adalah salah satu bentuk susunan organisasi yang mengelompokkan orang atau anggotanya ke dalam komponen, bagian, jabatan atau posisi yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya.

Setiap bagian itu terisi orang atau anggota yang memiliki kemampuan dan keterampilan sama sehingga terbentuk suatu unit kerja yang akan menjalankan fungsinya di dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Penemu pembagian bentuk struktur organisasi fungsional adalah Frederick Winslow Taylor. Lebih terkenal dengan nama F. W. Taylor, beliau memiliki sebutan lain, yaitu “Bapak Manajemen Ilmiah”.

Beliau juga merupakan salah satu pimpinan intelektual dari sebuah gerakan bernama Gerakan Efisiensi. Peninggalan lain yang terkenal dari beliau adalah ide tentang metode ilmiah dalam manajemen.


Sebagai salah satu bentuk hierarki, struktur organisasi fungsional berawal dari pimpinan yang tidak memiliki bawahan yang jelas. Ketidakjelasan akan hal ini kemudian mendorong penyusunan struktur organisasi yang dapat terlaksana berdasarkan ragam dan sifat pekerjaan yang harus selesai di dalam suatu organisasi.

Setiap perintah dari pimpinan kepada anggotanya juga harus sesuai dengan fungsi suatu unit kerja yang ada di dalam organisasi itu.

Struktur organisasi fungsional dapat diterapkan pada sebuah perusahaan yang mengutamakan efisiensi dan kapabilitas fungsional dan lingkupnya masih kecil. Selain itu, bentuk struktur organisasi tersebut juga harus memiliki target yang jelas dan pasti. Pekerjaan yang terlaksana juga memiliki orientasi yang bersifat secara teknis dan pengawasannya cukup ketat. 

Struktur Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff Organization)

Struktur organisasi lini dan staf adalah hierarki yang terbentuk dari struktur organisasi fungsional dan struktur organisasi garis atau lini.

Asas komando dari struktur organisasi garis bergabung dengan keberadaan pembagian staf yang membantu kerja pimpinan membuat struktur organisasi lini dan staf pas untuk perusahaan maupun organisasi dengan skala yang besar.

Perusahaan yang menggunakan struktur organisasi lini dan staf hanya memiliki satu pimpinan saja. Di dalam pemberian instruksi, pimpinan akan memberikannya secara tidak langsung ke bawahan.

Berbeda dengan pimpinan struktur organisasi garis yang mengambil keputusan atas dasar prakarsa dan pemikiran sendiri, pimpinan pada struktur organisasi garis lini dan staf membutuhkan bantuan berupa nasihat atau masukan dari staf khusus dalam pengambilan suatu keputusan.

Struktur organisasi lini dan staf memang cocok untuk perusahaan besar dan bersifat kompleks. Dengan jumlah anggota organisasi atau pegawai perusahaan yang cenderung banyak, struktur organisasi lini dan staf juga memiliki spesialisasi.

Sayangnya struktur organisasi lini dan staf masih memiliki kelemahan. Tidak hanya muncul kemungkinan pimpinan dan staf yang menggunakan wewenang secara berlebihan.

Namun anggota atau pegawai tidak saling mengenal sehingga rasa solidaritas cenderung rendah. Rekrutmen spesialis juga bisa jadi membebani perusahaan karena biayanya yang cenderung mahal.

Struktur Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Functional Organization)

Struktur organisasi lini fungsional merupakan bentuk hierarki yang kerap menjadi pilihan menarik bagi suatu organisasi atau perusahaan dengan proyek khusus yang cenderung tidak rutin.

Sebagai salah satu bentuk hierarki di dalam perusahaan atau organisasi, struktur organisasi lini dan fungsional memiliki pimpinan tertinggi dan kepala unit yang mengepalai pejabat fungsional.

Pejabat fungsional yang ada di dalam struktur organisasi lini dan fungsional menerima wewenang dari pimpinan tertinggi dan melaksanakan unit kerja operasional.

Organisatoris lain baca ini: Evolusi Klasik Modern, Kajian Perubahan Organisasi

Selanjutnya pejabat tersebut juga bertugas untuk menyerahkan dan melaporkan hasil kerjanya kepada kepala unit, tanpa memandang tingkatan yang ada pada struktur organisasi.

Penerapan pembagian kerja berdasarkan fungsi anggota atau pegawai perusahaan menjadi ciri utama dari struktur organisasi lini dan fungsional.

Adapun beberapa unit kerja atau manajemen yang terbentuk dari pembagian tersebut, ialah manajemen keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, produksi, dan masih banyak lagi.

Bentuk struktur organisasi lini dan fungsional memiliki kelebihan dan kelemahan. Dengan sistem kinerja yang cenderung kurang fleksibel, ternyata organisasi atau perusahaan yang menggunakan bentuk struktur ini memiliki anggota atau pegawai yang solidaritas dan kedisiplinan yang tinggi.

Meskipun produktivitas tinggi karena pekerjaan terbantu berkat spesialisasi, pekerjaan atau tugas yang ada di dalamnya acap kali memberikan rasa jenuh kepada para pelaksanannya.

Struktur Organisasi Matriks

Struktur organisasi matriks atau proyek adalah gabungan dari bentuk struktur organisasi fungsional dan  struktur organisasi divisional. Keduanya tergabung dan menjadikan struktur organisasi matriks menjadi lebih baik untuk suatu organisasi atau perusahaan.

Definisi struktur organisasi matriks merupakan pembagian bentuk hierarki di dalam organisasi yang menempatkan anggota atau pegawainya ke dalam unit kerja fungsional.

Tujuan penempatan tersebut ialah untuk mengerjakan kegiatan atau tugas proyek-proyek tertentu yang sudah disepakati.

Pada bentuk struktur organisasi ini, anggota atau pegawai akan terlibat, termotivasi dan tertantang untuk mengembangkan keterampilan yang sudah mereka miliki.

Wajib tahu, struktur divisional merupakan salah satu bentuk struktur organisasi yang kerap digunakan oleh perusahaan.

Prinsip kerja dari struktur organisasi divisi operasional merupakan pengelompokan produk, layanan, pasar hingga letak geografis yang sama.

Perusahaan skala besar dan multinasional biasanya menggunakan struktur organisasi matriks. Meskipun cenderung rumit dan  memiliki dualisme kepemimpinan, bentuk struktur organisasi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih mudah.

Koordinasi yang kuat dan terjaga di dalam organisasi atau perusahaan menjadi hal yang krusial untuk mencegah kemunculan konflik antar unit karena adanya kesamaan tugas dan kepentingan ganda.

Struktur Organisasi Komite atau Dewan (Committee Organization)

Struktur organisasi komite atau dewan merupakan bentuk hierarki yang melaksanakan tugas kepemimpinan atau lainnya secara kolektif.

Pada dasarnya struktur organisasi komite atau dewan terbagi menjadi dua bagian, yaitu komite eksekutif (executive committee) dan komite staf (staff committee). Pimpinan bersifat kolektif presidium (plural executive), sementara komite bersifat manajerial.

Wewenang dan tugas dari komite eksekutif dan komite staf sangat berbeda namun saling berhubungan. Sebagai dewan, komite eksekutif memiliki wewenang lini dan bertindak secara kolektif.

Baik wewenang atau tanggung jawab dari masing-masing anggota dewan, porsinya sama sehingga asas musyawarahuntuk mencapai mufakat sangat penting.

Sementara komite staf bertindak sebagai anggota, pegawai atau orang yang hanya memiliki wewenang sebagai staf saja.

Meskipun terkotak dengan sangat jelas, anggota atau pegawai staf biasa bisa mengembangkan karirnya. Hal ini terjadi berkat adanya tour of duty.

Pelaksanaan kepemimpinan juga terlaksana secara kolektif sehingga gaya kepemimpinan yang otoriter bisa jadi hilang di sana.

Struktur organisasi komite atau dewan termasuk salah satu pembagian bentuk hierarki yang besar dan cukup kompleks. Model struktur organisasi seperti ini kerap digunakan oleh bidang usaha perbankan, asuransi serta niaga.

Hal tersebut kerap kali menyulitkan proses pembuatan keputusan karena memakan waktu yang cukup lambat serta biaya operasional yang tinggi.

Daftar Pustaka

  1. https://uma.ac.id
  2. https://hot.liputan6.com
  3. https://www.ilmu-ekonomi-id.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *