A. DEFINISI
PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Pola perilaku yang berubah atau tidak sesuai dengan harapan, norma, dan lingkungan. PPNI menekankan bahwa kondisi ini merupakan manifestasi dari ketidaksanggupan individu dalam memenuhi ekspektasi peran yang disandangnya dalam sistem sosial.
NANDA International (Herdman & Kamitsuru) Suatu kondisi di mana cara seseorang menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan harapan peran, konteks, dan norma-norma yang ada. NANDA menitikberatkan pada aspek pola perilaku individu yang menyimpang dari tanggung jawab peran yang biasanya dilakukan.
Marilyn M. Friedman (Pakar Keperawatan Keluarga) Kegagalan individu dalam melaksanakan kewajiban peran dalam keluarga atau sistem sosial akibat adanya konflik peran, ketegangan peran, atau ketidakmampuan dalam beradaptasi dengan transisi peran. Friedman melihat hal ini sebagai hambatan dalam fungsi afektif dan sosialisasi anggota keluarga.
Gail W. Stuart (Pakar Keperawatan Jiwa) Suatu bentuk respon psikososial di mana individu mengalami gangguan dalam menjalankan fungsi peran secara optimal. Hal ini sering dikaitkan dengan gangguan konsep diri, khususnya harga diri rendah, yang menghambat kemampuan seseorang untuk berinteraksi dan berkontribusi secara sosial.
Lynda Juall Carpenito Keadaan di mana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami gangguan dalam respons terhadap harapan peran yang diakibatkan oleh hambatan fisik, mental, atau situasional. Carpenito menekankan pada ketidakmampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan peran yang baru atau yang sudah ada.
B. ETIOLOGI DAN FAKTOR TERKAIT
Penyebab terjadinya diskrepansi peran ini diklasifikasikan ke dalam beberapa faktor menurut tinjauan pakar keperawatan:
Faktor Situasional Transisi peran yang mendadak (misal: kehilangan pekerjaan), adanya konflik peran, atau tuntutan peran yang saling bertentangan dalam satu waktu.
Faktor Perkembangan Kegagalan dalam mencapai tugas perkembangan yang sesuai dengan tahapan usia individu, yang mengakibatkan ketidaksiapan dalam memikul tanggung jawab baru.
Faktor Fisiologis Kelemahan fisik, penyakit kronis, atau gangguan neurologis yang menghambat kemampuan motorik dan kognitif individu dalam menjalankan fungsi sosialnya secara normal.
Faktor Psikologis Adanya gangguan citra tubuh, perasaan harga diri rendah, atau gangguan kecemasan yang membuat individu merasa tidak mampu atau enggan terlibat dalam peran sosial.
C. MANIFESTASI KLINIS (INDIKATOR DIAGNOSTIK)
Berdasarkan standar terminologi, diagnosis ini dapat ditegakkan dengan ditemukannya data mayor sebagai berikut:
Data Subjektif: Individu mengungkapkan perasaan tidak mampu menjalankan peran, merasa tertekan dengan tuntutan peran, atau melaporkan adanya konflik peran yang tidak terselesaikan.
Data Objektif:
- Kegagalan menjalankan tugas peran secara konsisten dan berkelanjutan.
- Perubahan yang signifikan pada pola interaksi sosial dengan lingkungan sekitar.
- Penurunan performa atau produktivitas baik dalam lingkungan formal maupun informal.
- Munculnya perilaku yang tidak adaptif atau menolak tuntutan peran baru.
D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Intervensi keperawatan diarahkan untuk mencapai Penampilan Peran Membaik (L.13115) dengan kriteria hasil sebagai berikut:
- Verbalisasi harapan terpenuhi meningkat.
- Verbalisasi kepuasan dalam menjalankan peran meningkat.
- Perilaku adaptif dalam menjalankan fungsi peran meningkat.
- Konflik peran dan ketegangan peran menunjukkan tren menurun.
E. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
Tindakan keperawatan yang bersifat suportif dan edukatif mencakup:
Dukungan Penampilan Peran (I.13476) Memfasilitasi pasien untuk mengidentifikasi kemampuan yang masih dimiliki dan menentukan strategi efektif dalam menghadapi perubahan atau transisi peran.
Promosi Koping (I.09312) Membantu individu dalam menilai stresor secara realistis serta mengembangkan mekanisme koping yang efektif guna mengatasi tekanan akibat peran yang dijalani.
Bimbingan Sistem Kesehatan (I.12360) Memberikan edukasi serta informasi terkait sumber daya yang tersedia di komunitas untuk mendukung optimalisasi fungsi peran individu.
F. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Penyakit keganasan organ reproduksi
- Kondisi kronis
- Pembedahan mayor
- Penyalahgunaan zat
- Cedera medula spinalis
- Sindrom keletihan kronis
- Depresi mayor
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L. J. (2017). Nursing Diagnosis: Application to Clinical Practice. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2010). Family Nursing: Theory, Research, and Practice. New Jersey: Pearson Education.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Oxford: Thieme Publishers.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Stuart, G. W. (2014). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. St. Louis, Missouri: Elsevier Health Sciences.



