A. DEFINISI
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Beresiko mengalami reaksi hipersensitivitas berlebih terhadap substansi tertentu yang dapat menyebabkan reaksi imunologi yang dapat membahayakan tubuh.
NANDA International (North American Nursing Diagnosis Association) Kerentanan terhadap respons imun yang berlebihan atau reaksi tipe I terhadap antigen lingkungan, makanan, atau obat-obatan yang dapat mengganggu kesehatan.
World Health Organization (WHO) Suatu kondisi kerentanan individu terhadap invasi zat asing (alergen) yang memicu respon sistem imun adaptif yang tidak proporsional, ditandai dengan pembentukan antibodi spesifik.
Black & Hawks Suatu keadaan klinis di mana individu memiliki predisposisi untuk mengalami reaksi hipersensitivitas cepat setelah terpapar antigen yang sebelumnya telah mensensitisasi sistem imun.
American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI) Keadaan berisiko tinggi di mana sistem kekebalan tubuh mengidentifikasi zat yang biasanya tidak berbahaya sebagai ancaman, sehingga berpotensi menimbulkan pelepasan mediator kimia yang masif saat terjadi kontak ulang.
B. DEFINISI ILMIAH
Risiko alergi didefinisikan sebagai kerentanan terhadap invasi zat asing (alergen) yang memicu respon sistem imun yang berlebihan (hipersensitivitas). Kondisi ini secara patofisiologis melibatkan produksi antibodi Imunoglobulin E (IgE) yang spesifik terhadap alergen, yang kemudian berikatan dengan sel mast dan basofil, mengakibatkan pelepasan mediator inflamasi seperti histamin.
C. FAKTOR RISIKO
Penegakan diagnosa risiko ini didasarkan pada keberadaan satu atau lebih faktor risiko berikut:
Paparan Alergen Kontak berulang dengan agen pemicu seperti makanan (kacang, makanan laut), obat-obatan (antibiotik golongan penisilin), debu, bulu binatang, atau bahan kimia (lateks).
Riwayat Keluarga Adanya predisposisi genetik atau riwayat penyakit atopik (misalnya asma atau dermatitis) dalam garis keturunan.
Hipersensitivitas Sebelumnya Pernah mengalami reaksi alergi ringan sebelumnya yang meningkatkan risiko reaksi lebih berat di masa depan.
Paparan Lingkungan Tingginya tingkat polusi atau paparan zat kimia di tempat kerja yang meningkatkan sensitivitas sistem imun.
Defisiensi Imun Kondisi sistem kekebalan tubuh yang tidak stabil atau masih dalam tahap perkembangan (terutama pada anak-anak).
D. INDIKATOR KLINIS
Meskipun merupakan diagnosa risiko (belum terjadi), perawat harus memantau tanda-tanda awal yang dapat berkembang menjadi reaksi akut:
- Integumen: Ruam kemerahan, urtikaria (biduran), atau gatal (pruritus).
- Respirasi: Bersin berulang, hidung tersumbat, sesak napas (dyspnea), atau mengi (wheezing).
- Gastrointestinal: Mual, muntah, atau kram perut setelah terpapar zat tertentu.
- Vaskular: Penurunan tekanan darah atau pembengkakan pada area wajah dan tenggorokan (angioedema).
E. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Respon Alergi Lokal maupun Sistemik Menurun, dengan kriteria hasil:
- Tidak terjadi edema lokal atau sistemik.
- Tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, napas) tetap dalam rentang normal.
- Tidak ada laporan gatal atau kemerahan pada kulit.
- Frekuensi bersin atau penyumbatan jalan napas menurun/hilang.
F. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
Tindakan utama diarahkan pada Pencegahan Alergi dan Manajemen Hipersensitivitas:
Observasi Identifikasi riwayat alergi pasien secara detail (obat, makanan, lingkungan) dan monitor tanda-tanda reaksi anafilaksis.
Terapeutik Memberikan label “Alergi” pada gelang identitas pasien, menghindari paparan alergen di lingkungan rumah sakit, dan melakukan skin test sebelum pemberian obat intravena tertentu.
Edukasi Mengajarkan pasien cara menghindari pemicu, cara membaca label kandungan makanan, serta penggunaan obat darurat (seperti injeksi epinefrin) jika diperlukan.
Kolaborasi Kolaborasi pemberian antihistamin atau kortikosteroid sesuai indikasi medis.
G. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Kondisi penurunan imunitas
- Riwayat pembedahan
- Riwayat alergi sebelumnya
- Asma
DAFTAR PUSTAKA
American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI). (2023). Allergy Prevention and Management Guidelines. Milwaukee: AAAAI Publications.
Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Medical-Surgical Nursing: Management for Positive Outcomes. 8th Edition. St. Louis, Missouri: Elsevier Saunders.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (Eds.). (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. 12th Edition. Oxford: Thieme.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
World Health Organization (WHO). (2022). International Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11): Disorders of the Immune System – Hypersensitivity. Geneva: WHO.


