SLKI merupakan bagian dari Proses Keperawatan yang menjadi acuan dan standar baku baru profesi perawat.
1. Definisi SLKI
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) merupakan instrumen baku yang disusun oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai acuan dalam menetapkan hasil atau luaran dari asuhan keperawatan.
Luaran keperawatan adalah aspek yang dapat diobservasi dan diukur pada pasien, keluarga, atau komunitas sebagai respons terhadap intervensi keperawatan. Luaran ini mencerminkan perubahan kondisi fisiologis, psikologis, sosial, perilaku, maupun spiritual setelah dilakukan tindakan keperawatan.
Dengan demikian, SLKI berfungsi sebagai parameter keberhasilan asuhan keperawatan melalui kriteria hasil yang spesifik, terukur, realistis, relevan, dan berbatas waktu.
2. Tujuan Penggunaan SLKI
Penggunaan SLKI bertujuan untuk:
a. Menyeragamkan terminologi luaran keperawatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan
b. Meningkatkan objektivitas dalam evaluasi asuhan keperawatan
c. Memberikan dasar ilmiah dalam penilaian hasil tindakan keperawatan
d. Meningkatkan akuntabilitas profesional perawat dalam praktik klinik maupun akademik
B. Komponen dan Struktur SLKI
1. Komponen Utama Luaran Keperawatan
Luaran keperawatan dalam SLKI memiliki tiga komponen utama, yaitu:
a. Label
Selanjutnya Label merupakan nama luaran keperawatan yang menggambarkan kondisi atau status pasien yang diharapkan berubah. Biasanya berupa kata benda (nomina) dan terdiri dari 1–4 kata.
b. Ekspektasi
Ekspektasi adalah arah perubahan yang diharapkan pada kondisi pasien, meliputi:
- Meningkat → untuk kondisi positif (misalnya: tingkat pengetahuan)
- Menurun → untuk kondisi negatif (misalnya: tingkat nyeri)
- Membaik → untuk fungsi atau kondisi umum (misalnya: eliminasi fekal)
c. Kriteria Hasil
Kemudian Kriteria hasil adalah indikator spesifik yang digunakan untuk menilai pencapaian luaran. Penilaian dilakukan menggunakan skala Likert (1–5), dari kondisi paling buruk hingga paling baik.
C. Klasifikasi dan Jenis Luaran Keperawatan
1. Klasifikasi Luaran Keperawatan
Berdasarkan International Classification for Nursing Practice (ICNP), luaran keperawatan diklasifikasikan menjadi, yakni:
a. Fisiologis
Respirasi, sirkulasi, nutrisi dan cairan, eliminasi, aktivitas dan istirahat, neurosensori, reproduksi
b. Psikologis
Nyeri dan kenyamanan, integritas ego, pertumbuhan dan perkembangan
c. Perilaku
Kebersihan diri, edukasi dan pembelajaran
d. Relasional
Interaksi sosial
e. Lingkungan
Keamanan dan proteksi
2. Jenis Luaran Keperawatan
Luaran keperawatan terdiri dari:
a. Luaran Positif
Menunjukkan kondisi sehat, sehingga intervensi bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan kondisi tersebut.
Contoh: bersihan jalan napas, keseimbangan cairan
b. Luaran Negatif
Menunjukkan kondisi masalah, sehingga intervensi bertujuan untuk menurunkan kondisi tersebut.
Contoh: nyeri, ansietas, keletihan
D. Kaitan SDKI, SLKI, dan SIKI (Konsep 3S)
SDKI, SLKI, dan SIKI merupakan satu kesatuan dalam proses asuhan keperawatan yang membentuk alur berpikir klinis yang sistematis.
1. Peran Masing-Masing Standar
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
Menentukan masalah, etiologi, serta tanda dan gejala pasien
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
Menentukan tujuan atau kondisi yang ingin dicapai
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
Menentukan tindakan keperawatan untuk mencapai luaran yang diharapkan
2. Alur Logika Klinis
a. Diagnosis → (SDKI)
b. Tujuan/Luaran → (SLKI)
c. Intervensi → (SIKI)
3. Analogi Hubungan
a. SDKI sebagai titik awal (masalah pasien)
b. SLKI sebagai tujuan akhir yang ingin dicapai
c. SIKI sebagai cara atau tindakan untuk mencapai tujuan
E. Penerapan SLKI dalam Praktik
1. Metode Dokumentasi
Penerapan luaran keperawatan dapat dilakukan melalui dua metode:
a. Metode Naratif
Menuliskan dengan cara deskriptif:
Setelah melakukan intervensi selama 3 jam, bersihan jalan napas meningkat dengan kriteria hasil:
- Batuk efektif
- Produksi sputum menurun
- Mengi menurun
- Frekuensi napas 12–20 kali/menit
b. Metode Skoring
Menggunakan skala 1–5 pada setiap indikator:
- Batuk efektif (5)
- Produksi sputum (5)
- Mengi (5)
- Frekuensi napas (5)
F. Ketentuan Umum dalam Standar Praktik Keperawatan
SLKI berperan dalam mendukung standar praktik keperawatan, khususnya dalam tahap perencanaan dan evaluasi.
1. Standar III: Perencanaan
Perawat menyusun rencana tindakan keperawatan berdasarkan diagnosis dengan:
a. Menetapkan prioritas masalah
b. Menentukan tujuan dan rencana tindakan
c. Melibatkan klien
d. Mendokumentasikan rencana
Hasil yang Diharapkan
- Tersusunnya rencana asuhan keperawatan
- Perencanaan mengarah pada penyelesaian diagnosis
- Terdokumentasi secara sistematis
2. Standar V: Evaluasi
Perawat mengevaluasi perkembangan pasien terhadap tujuan yang telah ditetapkan dengan:
a. Menggunakan data respons pasien
b. Melakukan validasi dan analisis data
c. Melibatkan klien dan keluarga
d. Mendokumentasikan hasil evaluasi
Hasil yang Diharapkan
- Adanya revisi diagnosis atau rencana tindakan
- Klien berpartisipasi dalam proses evaluasi
- Evaluasi menjadi dasar pengambilan keputusan
DAFTAR PUSTAKA:
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2009). Standar praktik keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2016). Standar diagnosis keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan indikator diagnostik. Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar luaran keperawatan Indonesia (SLKI): Definisi dan kriteria hasil. Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI): Definisi dan tindakan keperawatan. Jakarta: DPP PPNI.
International Council of Nurses. (2019). International classification for nursing practice (ICNP). Geneva: ICN.






