struktur organisasi PT Sido Muncul
sidomuncul (itstime.id)

Struktur Organisasi PT Sido Muncul: 2 Strategi

Diposting pada

Salah satu contoh perusahaan besar yang masih eksis hingga kini adalah PT Sido Muncul. Memiliki banyak produk unggulan, terbukti struktur organisasi PT Sido Muncul berada di tangan orang-orang yang tepat.Tika, Struktur Organisasi – organisasi.co.id

PT Sido Muncul

Sebagai produsen jamu dan obat herbal terstandar, PT Sido Muncul memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia. Ia memiliki beberapa anak usaha.

Dengan total karyawan sebanyak kurang lebih empat ribu lima ratus orang. Dari generasi ke generasi produk-produk luncuran PT ini semakin menarik minat masyarakat lokal hingga mancanegara.

Seolah-olah jaman boleh berubah namun warisan ilmu perjamuan dari perusahaan ini tidak memudar oleh zaman. Cita rasanya masuk di lidah orang tua hingga anak muda.

Tidak heran setiap kita merasa masuk angin maka produk andalan “Tolak Angin” akan menghiasi meja makan.

Bagaimana sebenarnya strategi pemasaran dari Perusahaan jamu nomor satu di Indonesia ini? Seperti apa sejarah berdirinya?


Tahun Pendirian PT Sido Muncul

Mulanya pemilik PT Sido Muncul seakan tidak pernah berpikir akan menjadi seorang peracik jamu. Dulunya beliau adalah pemilik dari pemerah susu terbesar yang bernama Melkrey di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Bapak Siem Thiam Hie dan ibu Rakhmat Sulistio memulai perjalanan rumah tangga mereka dengan merintis sebuah toko roti yang bernama Roti Muncul pada tahun 1930.

Kemudian di tahun yang sama, istrinya yang bernama ibu Rakhmat meracik jamu masuk angin pertama kali.

Cita rasa jamu miliknya sangat tepat di lidah warga sekitar hingga ia memutuskan membuka usaha Jamu di Yogyakarta pada tahun 1935. Dari sinilah godokan tolak angin mulai masuk pasar.

Adapun nama Sido Muncul memiliki arti yaitu “Impian yang Terwujud” yang berlokasi di jalan Mlaten Trenggulun Semarang.

Organisatoris lain baca ini: Organisasi Pemerintahan Daerah: 5 Tujuan dan Struktur


Profil Pendiri

Ibu Rakhmat Sulistio adalah wanita keturunan Tionghoa dengan nama asli Go Djing Nio. Ia menikah dengan Siem Thiam Hie. Mereka memiliki usaha pemerahan susu sapi yang kemudian harus berhenti beroperasi karena perang Malese di tahun 1928.

Keduanya pindah ke Solo di tahun 1930 dan membuka usaha roti dengan naa Roti Muncul. Tahun 1935, ibu Rakhmat memiliki hobi merau rempah-rempah dan kemudian membuka usaha jamu di Yogyakarta.

Kisah Selengkapnya…

Enam tahun setelah itu barulah beliau memasarkan Jamu Tujuh Angin yang berkhasiat untuk masuk angin. Ketika usahanya telah berkembang dengan baik, mereka berhenti sejenak karena agresi militer Belanda pada tahun 1949.

Mereka pun mengungsi ke Semarang dan mendirikan pabrik jamu. Mulanya di Jalan Mlaten kemudian pindah ke tempat yang lebih luas karena produk jamunya semakin dapat diterima masyarakat.

Tahun 1970, dengan berkembangnya industri jamu ini, akhirnya beliau membentuk CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul yang akhirnya berubah nama di tahun 1975 menjadi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.

Regenerasi Kepemilikan

Semakin bertambahnya usia, beliau menurunkan kepemimpinan usaha ini kepada anaknya, Desy sulistio. Beliau wafat pada 14 Pebruari 1983 dan kemudian anaknya memindahkan pabrik ke kawasan Kaligawe Semarang karena tempat sebelumnya tidak mampu memproduksi dengan skala besar.

Semakin lama PT ini smeakin berkembang dengan tingginya permintaan masyarakat. Tahun 1997 buktinya perusahaan ini berhasil mendirikan pabrik besar dengan teknologi modern di Ungaran, Yogyakarta.

Pabrik seluas 7 hektar dengan 1,5 hektar lahan agrowisata serta sisanya menjadi kawasan pendukung. Tidak terhenti sampai di situ, pada 11 Nopember 2000, PT Sido Muncul kembali meresmikan pabrik barunya yang lebih luas.

Mengantongi CPOB dan CPOTB

Peresmian kala itu oleh Menteri Kesehatan yang sekaligus memberikan penghargaan CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik) dan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Jadi perusahaan ini telah setara dengan farmasi.

Melalui sertifikt tersebut, PT Sido Muncul menjadi salah satu pabrik jamu yang memiliki standar farmasi serta menjadi satu-satunya perusahaan jamu yang memiliki standar farmasi di Indonesia.

Dengan kedua sertifikat tersebut, masyarakat menjadi semakin nyaman untuk membeli produk-produk keluaran Sido Muncul. Semua terkondisi dengan higienis dan tentunya modern.

Produk Unggulan

sidomunucl (marketeers.com)

Hingga tahun ini, struktur organisasi PT Sido Muncul terlah berhasil mengluarkan 250 produk unggulan. Mereka berupa minuman bernergi dan jamu kemasan.

Pangsa pasarnya kini telah merambah ke luar negeri. Di Indonesia, terdapat lebih dari 109 distributor yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Melalui iklan di berbagai media baik radio hingga televisi sukses mengantarkan jamu-jamuan dan minuman berenergi ini menjadi kegemaran masyarakat.

Adapun produk unggulannya antara lain Kuku Bima Energi, Tolak Angin, Tolak Linu, Alang Sari Plus, Kuku Bima Kopi Ginseng, Kunyit Asam, Jamu Komplit, Susu Jahe, dan Kopi Jahe.

Bahkan saat pandemi seperti sekarang ini, produk-produk tersebut sukses menarik perhatian sebagai penggebrak imun sehingga masyarakat mengonsumsinya setiap hari. Nama-nama produk tersebut juga telah sampai ke mancanegara.

Organisasi PT Sido Muncul

Gambar Struktur Grup PT Sido Muncul (sidomuncul.co.i)

Struktur organisasi PT Sido Muncul tidak lepas dari beberapa anak perusahaannya. Jika kita perhatikan, posisi-posisi penting justru masih dipegang oleh keluarga. 

Dengan demikian perusahaan ini akan semakin solid. Untuk bagian-bagian lainnya akan terseleksi melalui kontrak kerja hingga jenjang karir sesuai dengan lamanya waktu kerja.

Organisatoris lain baca ini : Prinsip Ekologi Organik: Definisi dan 7 Cara Bertahan

Strategi Marketing

lokasi PT sidomuncul (sidomuncul.co.id)

Mari kita ulas kembali mengenai PT Sido Muncul yang merupakan produsen jamu praktis siap minum selama berpuluh-puluh tahun. Nama panjang PT ini adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Sama halnya dengan perusahaan lainnya, ia melakukan banyak cara untuk mengenalkan produknya ke pasaran.

Strategi Langsung

Irwan Hidayat selaku Direktur Sido Muncul baru-baru ini mengajak timnya untuk memberikan produknya langsung ke masyarakat namun dengan tujuan sekaligus membantu masyarakat di tengah pandemi.

Beliau memberikan nasi bungkus beserta satu produk unggulan Sido Muncul yaitu Tolak Linu. Jadi strategi in itelah berlangsung di sebelas kota selama seminggu sekali dalam kurun waktu tiga bulan.

Pembagiannya adalah 200 hingga 250 nasi bungkus di setiap titik untuk makan siang. Adapun kota-kota tersebut adalah Bandung, Jakarta, Tangerang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Medan, Lampung, dan Malang.

Tidak tanggung-tanggung, PT Sido Muncul menggandeng pedagang nasi lokal seperti warung nasi Padang, Warung Tegal, hingga warung kecil lainnya untuk bekerjasama. Sasarannya adalah ojek online, supir taksi, supir bus, masjid, supir angkot, dan lainnya.

Jadi dalam strategi promosi ini tidak hanya mengandung konsep marketing namun juga berbagi di kala pandemi. Dana yang ia gunakan adalah dana iklan.

Bukan tidak ingin mencoba menggenjot marketing di media digital, hanya saja sasaran konsumen produk-produk Sido Muncul adalah mereka yang lebih menyukai media televisi dan berbelanja secara langsung tanpa ribet.

Melalui Media dan Menyorot Isu Lingkungan dan Pariwisata

Sebelum pandemi, Sido Muncul telah banyak mengeluarkan dana iklan untuk pariwisata maupun lingkungan hidup dengan menggandeng para tokoh terkenal dan berperan.

Bahkan perusahaan ini juga pernah membuat konsep iklan berupa layanan masyarakat. Pernah di tahun 2011 hingga 2013.

PT Sido Muncul mengeluarkan dana US$5 juta demi mempromosikan Labuan Bajo agar menjadi destinasi wisata. Efeknya adalah kini tempat tersebut mengalami peningkatan wisatawan.

Sebelumnya di tahun 2010, Labuan Bajo hanya memiliki 18 ribu wisatawan dan meningkat menjadi 180 ribu di tahun 2019.

Jadi prinsip iklan dalam perusahaan ini tidak hanya bagaimana mempromosikan produk namun juga memberikan dampak lain bagi pariwisata atau orang lain. Contohnya dengan memberi info jika katarak adalah penyakit yang bisa disembuhkan.

Penjualan di Kala Pandemi

Direktur utama PT Sido Muncul mengatakan jika penjualan produk-produk ini masih normal bahkan meningkat di kala pandemi. Inilah sebabnya rapat pengurus mengusulkan penambahan produk serta varian baru di bagian sektor jamu dan farmasi.

Jika kita tengok beberapa ke belakang, SIDO MUNCUL akhirnya membuktikan peluncuran produk baru Esemag untuk melindungi pencernaan sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi saat puasa.

Terbukti hasil penjualan lokal sekalipun terjadi perubahan prefensi prduk dapat mempengaruhi peningkatan penjualan. Di sisi ekspor terdapat penghentian pengiriman barang sejak awal bulan Maret karena lockdown di beberapa negara.

Tidak masalah karena laporan keuangan konsolidasian tahun lalu dari informasi Bursa Efek Indonesia melaporkan jika Sido Muncul mendapat kenaikan laba 10,85% sehingga jumlahnya menjadi 231,53 miliar.

Penghasilan Lini Terbanyak

Perseroan pun mengalami pertumbuhan hingga Rp 730,72 miliar yang artinya telah naik 2,39% dari kuartal tahun sebelumnya.

Banyaknya lini usaha membuktikan jika penopang pendapatan terbanyak adalah jamu dan suplemen. Barulah kemudian makanan dan minuman dan terakhir adalah segmen farmasi.

Tentunya tidak hanya Sido Muncul yang mengalami masalah dalam naik turunnya omset. Banyak pula perusahaan lain yang harus bertahan sekuat tenaga akibat pandemi.

Untung saja perusahaan ini masih memiliki produk-produk yang berguna di kala pandemi yang mana masyarakat menjadi sangat sensitif akan kesehatan mereka.

Produk-produk suplemen menjadi incaran masyarakat. Tidak hanya itu, ketika mereka merasa sedikit saja kurang nyaman, mereka akan segera mencari solusi non obat atau dengan obat bebas yang bisa mereka dapatkan di mana aja tanpa harus ke apotek.

Sekalipun di luar negeri kita tidak mengenal istilah masuk angin namun hal itu tidak mengurangi minat masyarakat mancanegara untuk mengonsumsi Tolak Angin.

Penutup

Struktur organisasi PT Sido Muncul telah berhasil mengatarkan perusahaan ini menjadi perusahaan jamu dan farmasi terbesar di Indonesia.

Tidak hanya menguasai pasar domestik, ia juga berhasil menembus pasar-pasar internasional. Melihat kembali sejarahnya.

kita menjadi paham bagaimana sebuah kerja keras dan usaha dapat menghasilkan hasil yang memuaskan. Bahkan saat ini dari generasi ke generasi dapat menikmati hasilnya.

Berbagai produk unggulan PT Sido Muncul mendapat tempat di hati masyarakat tanpa perlu terlalu banyak mempromosikannya.

Strategi marketing yang tepat dan efisien tidak hanya sekedar mempromosikan produk tapi juga mengedukasi masyarakat ternyata berdampak baik bagi kelangsungan perusahaan ini.

Daftar Pustaka

PERJALANAN PANJANG DARI SEGELAS JAMU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *