Tim sukses pemasaran politik
Debat tim sukses (Foto: koran.tempo.co)

Tim Sukses Pemasaran Politik: Desas-desus 2024

Diposting pada

Tim sukses pemasaran politik. Dua hal yang tidak dapat terpisahkan, apalagi dalam menyukseskan berbagai tujuan para anggota partai politik, agar bisa mendapatkan kekuasaan yang diincar. Berikut pembahasan tentang definisi dan desas-desus mengenai pemilihan umum 2024. Ayu Maesaroh, Konsep Organsiasi – organissi.co.id

Halo para organisator? Hari ini semoga menjadi langkah awal yang baik ya untuk kita semua, terus menyongsong masa depan, hingga masa jabatan para Penguasa dan Pemimpin tuntas, bahkan lebih dari itu.

Ya, era sekarang sudah begitu banyak fenomena politik, yang tak jarang suka membuat siapa saja pusing. Mereka-mereka yang pandai bersilat lidah. Memohon belas kasih, berakting bahkan melebihi dari para aktor dan aktris.

Rasanya geram dan kecewa terus kita rasakan dari waktu ke waktu. Beberapa pihak yang awalnya sangat dipercaya oleh rakyat, mendapatkan dukungan penuh.

Lantas mendapatkan kasus yang tidak pernah kita duga, dan kemudian memberikan rasa ragu kepada kita sebagai orang belakang yang setia dengan mereka.

Bertanya, “siapa lagi, yang dapat dipercaya?”. Apalagi dengan desas-desus berbagai kabar mengenai pemilihan umum di tahun 2024 nanti.

Sungguh, entah apa yang ada di pikiran “mereka”, padahal para rakyatnya masih enggan untuk percaya. Entah apalagi, tipu pemasaran politik, yang terlaksana oleh para tim sukses nantinya.

Tapi, apa kaitannya antara pemasaran politik dengan tim sukses? Berikut beberapa ulasannya:

Strategi Tim Sukses dari Para Parpol

Perlu kita ketahui terlebih dahulu, parpol atau partai politik, mempunyai beberapa definisi, terutama dari beberapa ahli. Secara umum, partai politik adalah sekumpulan orang.

Yang mempunyai kesamaan dalam pola pikir, tujuan, pada ranah politik. Sehingga hal tersebut yang kemudian, membuat mereka bersatu, serta membuat sebuah partai politik.

Berbeda lagi pengertiannya dari beberapa ahli, seperti:

Menurut UU RI No 31 Tahun 2002

Di dalamnya mengatakan bahwa partai politik merupakan bentuk dari organisasi politik. Kemudian terdiri atas beberapa orang berkewarganegaraan Indonesia.

Dengan mempunyai kesamaan dalam cita-cita, kehendak. Agar nantinya dapat mewujudkan kepentingan secara anggota, serta umum, dengan sukarela. Kemudian mereka akan terpilih dalam sistem yakni PEMILU.

Sigmund Neumann

Menurutnya, partai politik adalah sebuah organisasi yang terbentuk oleh beberapa aktivis dari partai politik. Yang kemudian bersatu, berusaha agar dapat merebut kekuasaan.

Serta merebut perhatian dari rakyat juga, untuk dapat melawan beberapa partai politik yang berseberangan paham dengan mereka.

Miriam Budiarto

Beliau memaparkan bahwa parpol adalah sebuah organisasi partai politik, yang mana anggotanya dapat terorganisir dengan baik.

Mengingat anggota mempunyai cita-cita, orientasi, tujuan, yang sama agar dapat memperoleh kekuasaan serta kedudukan yang ada. Untuk hal tersebut biasanya mereka akan melalui sistem konstitusional. Dengan tujuan agar dapat tercapai atas tujuan yang telah terencana.

Dari hal tersebut kemudian dapat kita simpulkan, bahwa partai politik, diibaratkan sebagai kendaraan mereka, agar dapat melenggangkan diri ke ranah yang lebih penting dalam kehidupan sosial. Yakni menjadi pejabat negara.

Tidak heran kemudian berbagai strategi “marketing” secara politik sering terpakai. Beberapa strategi tersebut seperti menggunakan analisis SWOT.

Untuk melihat prosentase peluang dari kemenangan partai. Kemudian ada strategi lain yang sampai detik ini masih menjadi satu hal paling mutakhir.

Yakni dengan memanfaatkan berbagai media sosial, lalu membicarakan berbagai isu-isu kemanusiaan atau keadilan, guna dapat meraih perhatian dari para masyarakat yang ada.


Tim Sukses dan Marketing Politik

Tim sukses pemasaran politik adalah
Marketing politik (Foto: republika.co.id)

Hingga pada akhirnya, antara kedua hal tersebut seperti tidak terpisahkan. Sebuah tim sukses, tidak akan pernah bergerak, jika tidak ada trik-trik yang kemudian dapat melenggangkan diri ke kekuasaan yang diinginkan.

Bahkan, sebelum adanya era demokrasi seperti pada awal tahun 2004 silam di Indonesia. Aktivitas marketing politik rasanya sudah ada sejak sangat lama.

Kita lihat dari sejarahnya saja. Dalam beberapa buku seperti yang terkandung dalam judul buku Marketing Politik “Antara Pemahaman dan Realitas”, karya Dr. Firmanzah yang terbit pada tahun 2007.

Memberikan gambaran bahwa hal tersebut memang sudah ada. bahkan sejak tahun 1700-an. Untuk pertama kalinya di tahun tersebut, marketing politik digunakan di Prancis.

Selang beberapa tahun, yakni tepatnya pada 1800-an, seorang pakar periklanan yakni Charles Barker, menciptakan iklan khusus marketing politik yang bisa digunakan ketika akan kampanye.

Organisatoris lain baca ini: Organisasi Paguyuban: Pengertian Dan Manfaat

Dari hal tersebut, tim sukses serta berbagai strategi pemasaran politik pun terus berkembang. Hingga akhirnya pada tahun 1900-an awal.

Untuk pertama kalinya media penyiaran digunakan sebagai media kampanye, untuk menyuarakan berbagai tujuan, langkah, dan hal lain yang terkait strateginya nanti ketika terpilih menjadi seorang pemimpin di wilayah tersebut.

Ialah Margarette Thacher, ia melakukan hal tersebut ketika ingin menjabat seorang Perdana Menteri di Inggris, pada tahun 1979, dan berhasil.

Dari pemaparan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa kaitannya antara tim sukses dengan pemasaran politik, begitu erat. Tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lain.

Tim sukses adalah orang yang akan mengeksekusi berbagai langkah yang nantinya akan terumuskan. Sementara marketing politik, adalah rumusan tersebut yang terancang sedemikian rupa, serta nantinya tersepakati secara bersama oleh para eksekutor.


Urutan dalam Penyusunan Tim Sukses

Sejalan dengan hal tersebut, adapun beberapa urutan penyusunan terkait dari tim sukses, ketika akan menggelar kampanye.

Dalam pengurutannya, harus sesuai dengan keahlian dari masing-masing. Sehingga strategi bisa berjalan lancar, serta sesuai dengan target yang ada. Kita ambil contoh saja dari urutan tim sukses pada tahun 2019 silam.

Yakni dari kubu Jokowi – Ma’ruf Amin, yang sekarang menjadi Presiden dan Wakil Presiden, dan akan berakhir masa jabatannya di tahun 2024. Berikut ulasannya:

1. Direktur Perencanaan, yang dulu di pegang oleh Ario Bimo dari PDIP

2. Bagian masalah konten yang bertanggungjawab adalah Agus Sari, dari PSI

3. Untuk Komunikasi Politik, yang memegang pertanggungjawabannya adalah Saur Hubarat, NasDem

4. Media serta Sosmed, dijalankan oleh Yadi Hendriyana, dari parpol Perindo

5. Direktur Kampanye, dipegang oleh Beni Ramdani, Hanura

6. Bagian Pemilh Muda, ialah berasal dari Adi Kusuma, yakni parpol PKPI

7. Hukum dan Advokasi, terpegang oleh Irfan Pululung, PPP

8. Penggalangan dana dan jaringan, ialah Hajriyanto Thohari, Golkar

9. Logistik serta APKB, pemimpinnya ialah Marsma TNI, serta Usro Harahap, Golkar.

10. Saksi, yakni berasal dari parpol PDIP, Arif Wibowo

11. Relawan, yakni Marwan Jafar, PKB.

Itulah contoh struktur tim sukses pemasaran politik di tahun 2019, yang menginginkan Jokowi – Ma’ruf menjadi seorang Pemimpin dan Wakil Pemimpin di Indonesia. Strategi mereka, berhasil kemudian.


Kenapa Dikatakan Sebagai Pemasaran Politik?

Kemudian akan ada pertanyaan, kenapa hal tersebut dinamakan sebagai pemasaran politik, atau nama lainnya adalah marketing politik?

Kita pahami terlebih dahulu, terlepas”marketing” tersebut dikaitkan dengan politik. Marketing atau pemasaran dalam ilmu ekonomi dan bisnis.

Adalah salah satu cara untuk seorang pengusaha, yang ingin tujuan mereka tercapai melalui beberapa produk yang mereka pasarkan.

Kemudian untuk mendapatkan berbagai perhatian dari masyarakat atau konsumen mereka, dimulailah dengan membuat citra yang bagus dari produk tersebut.

Dengan mengunggulkan berbagai kelebihan yang ada, serta berbagai penawaran jika produk atau jasa yang mereka tawarkan kepada konsumen, tidak sesuai dengan apa yang telah dikatakan.

Hal tersebut hampir sama dengan marketing dari politik. Mereka yakni para anggota parpol, tergabung dalam sistem tim sukses, dan merencanakan berbagai strategi marketing politik yang dapat terlaksana.

Organisatoris lain baca ini: 4 Wadah Organisasi Internal Kampus Paling Terkenal

Mulai dari melakukan berbagai kampanye, pendekatan kepada masyarakat agar mendapatkan perhatian dari mereka. Kemudian menciptakan citra diri yang baik, dan lainnya.

Hal tersebut bertujuan agar memberikan konsep yang baik kepada masyarakat tentang diri mereka secara tidak langsug di alam bawah sadar mereka.

Yang nantinya hal tersebut akan berpengaruh pada pemilihan umum, tentang pemantapan diri, siapa yang akan mererka pilih.

Itulah mengapa beberapa cara tersebut terkenal dengan nama pemasaran politik, atau sering dinamakan strategi marketing politik.


Desas-desus Calon Presiden 2024

Capres 2024 (Foto: liputan6.com)

Tidak heran jika kemudian desas-desus untuk Pilpres tahun 2024 nanti, sudah beredar. Bahkan dari berbagai laman pemberitaan, tidak tanggung-tanggung dalam menggaungkan hal tersebut.

Beberapa desas-desus tersebut seperti yang dilansir di liputan6.com, yang terbit pada tanggal 14 September 2021. Mengatakan bahwa nantinya, dalam Pilpres tahun tersebut akan terbagi beberapa kluster yang menguat.

Yang pertama ada kluster dari Parpol, kemudian yang selanjutnya dari pihak menteri. Ketiga dari kluster daerah, dan terakhir dari Ulama.

Mengingat beberapa orang yang kemudian dulunya menjadi seorang pemimpin, kini telah “dirangkul” oleh Presiden Jokowi.

Dan jika terpecah, maka hal tersebut bisa saja terjadi. Ada beberapa kandidat yang kemudian menjadi perwakilan dari kluster tersebut. Untuk kluster Parpol ada Airlangga Hartarto, kemudian Prabowo Subiyanto, dan sebagainya.

Kedua pada wilayah Menteri, ada Erick Thohir, serta Sandiaga Uno, yang menjadi wajah di bagian ke dua tersebut. Lalu yang ketiga ada kluster dari Daerah.

Wajah yang terkenal adalah Ganjar Pranowo, selaku Gubernur Jawa Tengah, kemudian Anies Baswedan, selaku Gubernur DKI Jakarta, dan sebagainya.

Hingga yang terakhir yakni Ulama. Yang paling terkuat adalah Wakil Presiden kita, ialah Kyai Ma’ruf Amin. Yang sekarang masih menjabat.

Penutup

Itulah beberapa pembahasan mengenai tim sukses pemasaran politik. Dengan berbaga poin pembahasan yang ada. Dapat kita simpulkan.

Bahwa hal tersebut pada dasarnya adalah merujuk kepada tujuan merebut kekuasaan, dengan strategi yang digunakan oleh orang-orang yang berkepentingan.

Dan rasanya hal tersebut seperti sudah tidak asing lagi, ketika hal tersebut terjadi pada setiap periode pemilihan Presiden dan wakilnya, serta para pejabat yang ada.

Tinggal kita sebagai masyarakat yang nantinya akan menjadi bidik secara besar-besaran dari mereka, tentang menanggapi hal tersebut.

Tim sukses tidak akan pernah habis merancang berbagai strategi pemasaran politik, ketika hal tersebut gagal. Terus mencari, hingga nantinya tujuan mereka dapat tercapai dengan baik.

Serta mendapatkan hati dari para rakyatnya pun bisa terebut sesuai dengan rencana yang ada.

Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi.

Daftar Pustaka:

  1. s3pi.umy.ac.id
  2. id.wikipedia.org
  3. seputarilmu.com
  4. nasional.kontan.co.id
  5. nasional.sindonews.com
  6. Nyimas Latifah Letty Aziz, “Peran Marketing dalam Dunia Politik” , hal. 128

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *