Demam panggung
(Foto: kotasurabaya.jurnalisindonesia.id)

Demam Panggung: Pengertian Dan 5 Cara Mengatasi

Diposting pada

Demam panggung pada umumnya pernah siapapun rasakan. Perasaan tersebut muncul karena cemas, takut, dan khawatir saat akan tampil di depan khalayak umum, penonton dan kamera. Adakah cara untuk mengatasinya? Simak pada artikel yang satu ini.Fifih Fauziyah, Komunikasi Organisasi – organisasi.co.id

Tidak hanya pemula, kalangan profesionalpun dapat alami demam panggung. Hal demikian wajar, tidak harus malu dan menyalahkan Anda sendiri.

Berdasarkan istilah medis, rasa cemas ketika berbicara di hadapan banyak orang atau glossophobia, merupakan sebuah ketakutan sosial paling banyak manusia alami.

Meskipun wajar, bukan berarti tak ada cara mengatasinya. Seseorang dapat merasa tegang ketika harus bicara di depan banyak kalangan.

Sangatlah wajar, bahkan kalangan professional sudah memiliki jam terbang yang tinggi juga ada kalanya mereka mengalami hal demikian.

Ciri yang mengalami grogi diantaranya yaitu tubuh serta suara gemetar, detak jantung cepat, muka memerah, nafas menjadi lebih pendek, sakit perut dan pusing.

Hal demikian hadir karena respon alami tubuh, disebut pula dengan fight or flight, adanya adrenalin yang terpacu ketika individu sedang merasa terancam.

Meski grogi ini tidak memberi ancaman secara nyata, namun dapat membuat mematung serta membuat pikiran kosong secara mendadak ketika Anda di depan khlayak umum.

Seringkali, hal demikian bisa membuat seseorang untuk memilih menghindari bicara di kahlayak umum. Apalagi jika belum pernah sama sekali, atau pernah alami pengalaman yang memalukan karena grogi.


Demam Panggung Adalah

Perasaan grogi dapat ditemukan terhadap olahragawan sekalipun, pada kasusnya merasa takut bahwa mereka membayangkan prestasi yang didapatkan lebih rendah dan tidak sesuai dengan harapan penonton.

Beberapa akibat dari rasa grogi inipun yaitu tremor pada tangan serta kaki, mulut kering, dan diare.

Perasaan grogi inipun  bisa menimpa siapapun, dari pemula hingga veteran. Berbagai kalangan memakai beta blocker agar dapat menghatasi hal demikian.

Berdasarkan American Psychologi Association, mengartikan hal ini adalah perasaan cemas maupun takut pada pencapaian seseorang saat tampil.

Merasa cemas apakah penonton melihatnya sesuai ekspetasi ataukah tidak, seperti, main musik, berbicara di depan banyak orang atau depan kamera.

Istilah kecemasan sosial seringkali kita dengar, khususnya yang berhubungan dengan tampill depan khlayak umum maupun melakukan sesuatu saat pertama kali.

Grogi ini bisanya terjadi saat seseorang sedang takut dan cemas ketika sosialisasi serta interaksi bersama kalangan lain.

Berdasarkan ahli psikomosomatis dan psikiater, gejala kecemasan ini awal gejalanya yaitu adanya benjolan pada tenggorokan, keringat, jatung berdebar-debar, gemetar, otot tegang, mual, nyeri maupun pusing.

Terdapat pula perasaan ingin lari, adanya perasaan bersalah serta selalu ingin terhindar saat harus menampilkan diri pada khalayak umum maupun saat menjadi titik pusat perhatian orang-orang.

Pengidap kecemasan inipun seringkali menghindari dari kalangan yang ia anggap memiliki kedudukan lebih tinggi darinya meski ia masih keluarga atau kerabat misalnya paman maupun bibinya.

Kecemasan secara intens terus menerus bisa mempengaruhi kesehatan fisiknya maupun dikenal oleh psikosomatik, merupakan keluhan fisik timbul serta pengaruh dari emosi atau pikiran, karena bukan oleh penyebab fisik, misalnya infeksi atau luka.


Demam Panggung Arti Kiasan

Pasti seringkali mendengar maupun melihat istilah, di dunia maya maupun nyata. Seperti apa sih kiasan arti dari istilah tersebut?

Arti kiasan rasa cemas dan grogi tersebut berdasarkan KBBI yaitu kiasan perasaan yang tidak senang atau gugup ketika ada di pentas atau panggung.

Panggung secara konteks dapat berbeda-beda, tidak mesti pada panggung dengan literal namun penonton banyakpun termasuk.

Organisatoris lain baca ini: Teori & Bentuk Komunikasi Persuasif

Kondisi rasa cemas ini awal mulanya terdapat ketakutan dan menunjukan performasi ataupun situasi interasional bersama kalangan lain.

Kondisi tersebutpun dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas hidup secara individu, fungsi social, serta relasi bersama komunitasnya.


Penyebab dan Ciri Gerogi

Jika merasa takut dan cemas pada kinerja dan fokus ke kritikan orang-orang, malu, serta dihina, perasaan tersebut dapat kita kategorikan istilah fobia sosial.

Sebagian besar kalangan masyarakat rupanya seringakali merasa cemas serta gugup saat siap bicara maupun tampil di khalayak ramai.

Banyak pula diantara kalangan merasa takut serta panik ketika menjadi perhatian orang banyak.

Misalnya penyanyi sekelas Adele juga pernah menderita rasa panik tersebut, ketika mengadakan konser, di Amsterdam, ia megakui sangat takut akhirnya keluarlah dari pintu.

Bahkan pernah di kota lain juga ia muntah, namun mampu atasi rasa takutnya. Oleh karena itu, ketakutan serta panik ketika akan menampilkan diri di khalayak umum, dapat terjadi kepada siapapun.

Entah anak kecil sampai kalangan dewasa bisa saja meski jam terbangnya cukup sering.

Akibatnya, banyak penampilan yang menutupi rasa takutnya dari pasangan, keluarga, teman dekat karena malu serta takut yang ia anggap tidak professional.

Penyebab-penyebab

Sama halnya dengan rasa takut saat berbicara depan banyak kalangan, kecemasan ini disebabkan karena stress serta takut sehingga tidak mampu penuhi ekspetasi audien.

Maka itu harus menghadapi rasa takut serta panik dengan menerima apa adanya diri kita serta tidak harus membuktikan diri terhadap banyak orang.

Hal yang harus kita ingat mengenai rasa cemas saat di depan umum, yaitu tidak ada satupun yang sempurna serta tidak ada seorangpun berharap demikian. Maka itu, bukan masalah saat Anda membuat kesalahan di atas panggung.

Ciri demam panggung

Ciri-ciri yang menandai rasa grogi dan cemas ternyata berbeda sedikit dengan fobia. Pada umumnya, fobia ini tidak jarang menghambat kemampuan diri seseorang bekerja.

Namun, rasa panik tersebut muncul karena aundien maupun tampil di pangung, ternyata dapat menghadirkan berbagai ciri di bawah ini. Meski demikian, setiap kalangan mempunyai reaksi unik serta berbeda.

  • Denyut nadi, jantung dan nafas cepat
  • Mulut serta tenggorak mengering
  • Bibir, tangan, lutut serta suara bergetar
  • Tangan keluarkan keringat dingin
  • Mual serta tidak enak pada perut
  • Penglihatan berubah

Ciri-ciri di atas banyak yang munculnya berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sebelum audisi dilakukan.

Jika seringkali mengalami hal demikian, saat tanggal tampil semakin dekat, ciri di atas akan muncul semakin memburuk.


Cara Mengatasi Demam Panggung dalam Pandangan islam

Definisi demam panggung
(Foto: lpm.paradigma.org)

Cara mengatasi grogi berdasarkan pandangan islam adalah sesuatu yang bisa efektif membuat tampil sangat confedence.

Nerveus adalah hal manusiawi terutama untuk kalangan yang tidak biasa tampil di khlayak umum. Khususnya bagi orang yang memiliki sifat pemalu, seperti menjadi sifat gen atau bawaan yang melekat serta cenderung sulit kita atasi.

Maka itu membutuhkan cara untuk mengatasi setidaknya bisa menghilangkan sifat nerveus tersebut.

Percaya diri

Pertama yaitu percaya diri, orang tidak percaya diri tidaklah mudah mengatasi nerveusnya karena begitu sibuk memikirkan tampilannya.

Apabila ingin hilangkan rasa cemas tersebut, hilangkan rasa tidak PD pada diri Anda. Anda jangan memikirkan penampilan ketika bicara, seperti wajah kurang sempurna.

Surat Al-Imran ayat 160 menyampaikan rasa percaya diri yang harus kita pertahankan, dan tetap untuk selalu bertawakal.

Bersikap santai dan tenang

Orang yang tidak jelas saat mengucapkan kata-kata, karenahal tersebut menjadi tidak tenang bahkan cenderung cepat seperti mengejar sesuatu.

Padahal sebetulnya kita bawa santai saja dengan mengatur nafas, tarik nafas sedikit-dikit ketika akan mengucapkan.

Tetap bertawakal kepada Allah sehingga apapun yang menimpa kepada kita, hidup kita dan perasaan kita hanyalah dari Allah. Tetap berserah diri dan minta perlindungannya berdasarkan surat At-Taubah ayat 51.

Memahami hal tersebut merupakan sikap positif

Dada akan terasa berdebar-debar, bibir bergetar dan lainnya itu Anda harus memahami bahwa semuanya hanya sebuah dorongan untuk meluapkan dari diri Anda.

Sedikitpun tidak masalah terhadap energi tersebut. Harus salurkan secara positif, seharusnya menjadi bahan untuk mendorong persentase maupun pidato dengan baik.

Berpikir positif

Apabila berpikir negative, maka pikiran biasanya akan terbebani rasa takut untuk membuat kesalahan, cemas jika melakukan kekonyolan, khawatir akan gagal serta banyak bayangan negatif lainnya.

Tidak ada sesuatu hal yang harus Anda takutkan. Dan surat lain yang menjelaskan adanya rasa cemas, khawatir, dan takut, ditegaskan pula pada surat Al-Anfal ayat 9-10, saat itu pula Allah akan memberi bantuan sehingga siapapun akan memperoleh kemenangan.

Mengerahkan energi

Mengerahkan energi, lepaskan energi dari ‘kekangan’, jika audiens memberikan appalus terhadap pembicara sebelum Anda, kerahkanlah energi Anda dengan memberi applaus tidak kalah meriah.

Berdiri secara sigap. Jalanlah dengan mantap dan tegap. Hembuskanah nafas sampai lepas, maupun turut tepuk tangan untuk menyambut applaus audiens.

Lakukan apapun dengan tegas. Biarkanlah energinya mengalir pada gerakan Anda.

Mengatasi Demam Panggung saat Presentasi

Pernahkah merasa hal ini ketika menyampaikan materi persentasi? Hal demikian adalah hal yang pasti siapapun pernah mengalaminya.

Apabila masih sering nerveus atau grogi, tidak perlu khawatir, karena banyak orang-orang mengalami hal demikian. Berikut cara mengatasi grogi saat persentasi.

Persiapan

Persentasi yang baik adalah persentasi yang sudah persiapkan dengan matang. Persiapan itu penting, selain dapat mendukung kesuksesan, persiapan ini dapat membuat menjadi lebih PD, tenang dan santai.

Organisatoris lain baca ini: Pidato: Pengertian, 3 Jenis, Tujuan dan Istilah

Yang Anda persiapkan yaitu penetapan tujuan, penguasaan serta penyusunan materi, mengalasi audiensi, pembuatan media menarik.

Datang lebih awal dan mengenal lingkungan presentasi

Hal ini bisa dilakukan bagi siapapun yang melakukan persentase di tempat yang baru, apalagi jika audiens nya belum Anda kenal. Sehingga memiliki kesempatan mengenali serta merasakan suasananya.

Berpikir positif

Sebagai pembicara yang telah melakukan persiapan, rasa percaya dirinya akan meningkat, namun tidak menjamin 100% grogi tersebut hilang. Karena kadang ketika telah di ruangan, saat semua audiens hadir, tiba-tiba groginya muncul.

Persepsikan audiens adalah teman / sahabat

Apabila hal tersebut karena berbicara di depan orang-orang lebih tinggi, jangan sampai merasa rendah, jika Anda merasa Anda paling bodoh bahkan merasa tidak sekelas bersama mereka. Cobalah ubah persepsinya, anggap sebagai teman belajar, sahabat, maupun teman sharing.

Perlihatkan pose menunjukan rasa PD lebih tinggi

Apabila mampu memperlihatkan pose yang menunjukan kita ini berdaya dan merasa PD Selama 2 menit maka hal demikian dapat mengurangi rasa stress maupun gugup.


Mengatasi Demam Panggung saat Pidato

(Foto: esqtraining.com)

Gugup adakalanya sering teralami oleh orang yang berpidato. Baik menyampaikan sambutan maupun ketika akan khotbah, ataupun aktivitas berbicara lainnya.

Berikut kita temukan cara agar dapat mengatasi kegugupan saat akan berpidato.

Persiapan dan latihan

Lakukanlah persiapan, apabila tidak nyaman saat berbicara di khalayak umum, harus belajar untuk menjadi nyaman. Berlatihlah, bisa di depan keluarga maupun teman, sehingga mereka bisa mengevaluasi Anda.

Kuasai materi

Selama persiapan, siapkanlah topik pembicaraan, jangan pernah bicara mengenai tema yang tidak Anda kuasai.

Pelajarilah bahan maupun materi persentase dengan baik. Pastikanlah menguasai materi. Apabila masih belajar, bisa menggunakan contekan poin-poin.

Terdapat empat cara untuk menguasai materi, yaitu :

  • Menghafal – memorizing
  • Mencatat ‘contekan’ – using notes
  • Menggunakan alat media – using visual aids as notes
  • Naskah lengkap dan membaca – reading complete text

Daftar Pustaka:

  1. Cara menghilangkan gerogi dalam islam
  2. Jenis kecemasan
  3. Definisi
  4. Cara mengatasinya
  5. Tindakan preventifnya
  6. Mengatasi gugup saat public speaking
  7. 7 cara atasi gerogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *