GANGGUAN RASA NYAMAN (D.0074)

A. DEFINISI

PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Perasaan kurang senang, lega, dan sempurna dalam dimensi fisik, psikospiritual, lingkungan, dan sosial. Definisi ini menjadi standar legal-formal dalam praktik keperawatan di Indonesia yang menekankan pada aspek holistik manusia.

Katherine Kolcaba Suatu keadaan di mana kebutuhan dasar manusia akan kelegaan (relief), ketentraman (ease), dan transendensi (transcendence) tidak terpenuhi secara adekuat pada keempat konteks pengalaman (fisik, psikospiritual, sosiokultural, dan lingkungan).

Bacaan Lainnya

NANDA International Perasaan kurang senang, lega, dan sempurna dalam dimensi fisik, psikospiritual, lingkungan, budaya, dan/atau sosial. NANDA menekankan bahwa gangguan ini dapat muncul sebagai respons terhadap stimuli berbahaya maupun kondisi transisi kehidupan.

Potter & Perry Suatu kondisi di mana individu mengalami sensasi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh hilangnya kontrol terhadap lingkungan atau respons tubuh terhadap penyakit, yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan antara kondisi fisik dan emosional.

Lynda Juall Carpenito Keadaan di mana individu mengalami atau berisiko mengalami perubahan dalam tingkat kenyamanan yang disebabkan oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, yang bermanifestasi pada ketidakmampuan untuk rileks atau merasa tenang.

    B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)

    Munculnya gangguan ini disebabkan oleh berbagai faktor yang mengganggu homeostasis kenyamanan individu, antara lain:

    1. Gejala Penyakit: Manifestasi klinis dari patofisiologi penyakit yang sedang diderita.
    2. Kurang Pengendalian Situasional: Ketidakmampuan pasien dalam mengontrol kondisi di sekitar atau intervensi medis yang diterima.
    3. Ketidakadekuatan Sumber Daya: Kurangnya dukungan finansial, sosial, maupun pengetahuan yang memadai.
    4. Gangguan Stimulus Lingkungan: Faktor eksternal seperti kebisingan, suhu yang tidak sesuai, atau pencahayaan yang berlebihan.
    5. Efek Samping Terapi: Respon sekunder dari tindakan medis seperti kemoterapi, radiasi, atau penggunaan medikasi tertentu.
    6. Gangguan Adaptasi Kehamilan: Perubahan fisiologis dan psikologis selama masa gestasi.

    C. INDIKATOR KLINIS (TANDA DAN GEJALA)

    Untuk menetapkan diagnosis ini, praktisi keperawatan harus mengidentifikasi indikator berikut:

    Data Subjektif:

    Pasien mengekspresikan keluhan tidak nyaman secara verbal.

    Data Objektif:

    Adanya manifestasi perilaku berupa kegelisahan, iritabilitas, atau perubahan respon otonom.

    D. LUARAN KEPERAWATAN

    1. Penurunan skor skala ketidaknyamanan.
    2. Reduksi perilaku gelisah.
    3. Peningkatan kesejahteraan fisik dan psikologis.

    E. INTERVENSI KEPERAWATAN STRATEGIS

    Berdasarkan standar intervensi, tindakan difokuskan pada tiga pilar utama:

    Manajemen Nyeri (I.08238)

    Melakukan identifikasi komprehensif menggunakan parameter PQRST (Precipitating, Quality, Region, Severity, Time) serta memberikan teknik non-farmakologis seperti distraksi atau imajinasi terbimbing untuk memodulasi persepsi nyeri di sistem saraf pusat.

    Pengaturan Posisi (I.01019)

    Menempatkan pasien pada kesejajaran tubuh (body alignment) yang optimal. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan mekanis pada area spesifik tubuh serta meningkatkan perfusi sirkulasi jaringan.

    Terapi Relaksasi (I.09326)

    Menggunakan teknik peregangan atau pengaturan napas untuk menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis. Intervensi ini efektif dalam menurunkan kadar hormon stres, sehingga tercapai relaksasi otot dan penurunan kecemasan.

    F. KONDISI KLINIS TERKAIT

    Beberapa kondisi atau penyakit yang sering menyebabkan pasien mengalami gangguan rasa nyaman antara lain:

    1. Penyakit kronis.
    2. Keganasan (kanker).
    3. Kondisi pasca pembedahan.
    4. Kehamilan.
    5. Proses persalinan.
    6. Kondisi lingkungan yang tidak kondusif (misalnya, ruangan terlalu bising, terlalu panas/dingin, pencahayaan kurang/berlebihan)

    DAFTAR PUSTAKA

    Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis (15th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.

    Kolcaba, K. (2003). Comfort Theory and Practice: A Vision for Holistic Health Care and Research. New York: Springer Publishing Company.

    NANDA International. (2021). Nursing Diagnoses: Definitions and Classification 2021-2023 (12th ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.

    Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

    Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

    Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). Fundamentals of Nursing (10th ed.). St. Louis, Missouri: Elsevier.

    Pos terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *