NAUSEA [D.0076]

A. DEFINISI

PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Nausea didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman pada bagian belakang tenggorokan atau lambung yang dapat mengakibatkan muntah. PPNI menekankan bahwa kondisi ini merupakan respon subjektif yang memerlukan intervensi manajemen gejala yang tepat.

NANDA International (Herdman & Kamitsuru) Nausea adalah fenomena subjektif dari sensasi tidak menyenangkan pada bagian belakang tenggorok dan lambung, yang dapat atau tidak dapat menghasilkan muntah. Diagnosis ini berfokus pada pengalaman sensori pasien yang mengganggu kenyamanan.

Bacaan Lainnya

Bulechek, Butcher, Dochterman, & Wagner (Pakar NIC) Mual merupakan suatu sensasi seperti gelombang yang tidak menyenangkan di bagian belakang tenggorok, epigastrium, atau seluruh abdomen yang mungkin menyebabkan dorongan untuk muntah. Penekanan diberikan pada sifat sensasi yang fluktuatif (seperti gelombang).

Lynda Juall Carpenito Nausea digambarkan sebagai keadaan di mana individu mengalami sensasi yang sangat tidak menyenangkan, yang sering dirujuk ke tenggorokan atau perut, yang mungkin atau mungkin tidak disertai dengan pengeluaran isi lambung (muntah).

Marilynn E. Doenges Nausea adalah perasaan subjektif yang tidak menyenangkan dan sangat mengganggu, sering kali disertai dengan gejala otonom seperti pucat, berkeringat, dan takikardia, yang berfungsi sebagai sinyal peringatan adanya gangguan pada sistem gastrointestinal atau sistem tubuh lainnya.

    B. ETIOLOGI (PENYEBAB)

    Penyebab mual sangat kompleks dan dapat dikategorikan menjadi beberapa faktor utama:

    1. Gangguan Gastrointestinal: Iritasi lambung, distensi lambung, tumor terlokalisasi, atau gangguan pada pankreas dan esofagus.
    2. Neurologis/Pusat: Peningkatan tekanan intrakranial (TIK), meningitis, atau mabuk perjalanan (motion sickness).
    3. Metabolik/Biokimiawi: Gangguan fungsi ginjal (uremia), diabetes melitus (ketoasidosis), atau kehamilan.
    4. Psikologis: Rasa takut, kecemasan, atau paparan terhadap stimulus visual/aroma yang tidak menyenangkan.
    5. Iatrogenik: Efek samping pemberian obat-obatan (misalnya kemoterapi, opioid) atau prosedur pembedahan (anestesi).

    C. INDIKATOR DIAGNOSTIK

    Berdasarkan standar keperawatan nasional dan internasional (NANDA-I), kriteria untuk menegakkan diagnosis ini meliputi:

    Gejala dan Tanda Mayor

    Subjektif:

    Mengeluh mual, merasa ingin muntah, dan tidak berminat makan.

    Gejala dan Tanda Minor

    Subjektif:

    Merasa asam di mulut, sensasi panas atau dingin, serta sering menelan.

    Objektif:

    Salivasi meningkat, pucat, berkeringat (diaporesis), takikardia, dan pupil dilatasi (akibat aktivasi sistem saraf simpatis).

    D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

    Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Tingkat Nausea (L.08065) menurun dengan kriteria hasil:

    1. Keluhan mual menurun.
    2. Perasaan ingin muntah menurun.
    3. Nafsu makan membaik.
    4. Frekuensi menelan berkurang.
    5. Pucat dan diaporesis menurun.

    E. INTERVENSI

    Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi mual meliputi:

    Observasi

    Identifikasi faktor pencetus mual (mis. makanan, bau, obat), monitor asupan nutrisi, dan monitor mual secara objektif (frekuensi dan durasi).

    Terapeutik

    Kendalikan faktor lingkungan yang menyebabkan mual (mis. bau tidak sedap, kebisingan), berikan makanan dalam jumlah kecil tapi sering, serta berikan makanan yang menarik dan tidak beraroma tajam.

    Edukasi

    Anjurkan penggunaan teknik non-farmakologis untuk mengurangi mual (seperti relaksasi, imajinasi terbimbing, atau akupresur pada titik P6), serta anjurkan istirahat dan tidur yang cukup.

    Kolaborasi

    Pemberian antiemetik (obat mual) jika diperlukan sesuai indikasi medis.

    F. KONDISI KLINIS TERKAIT

    1. Meningitis
    2. Labirintis
    3. Uremia
    4. Ketoasidosis diabetik
    5. Ulkus peptikum
    6. Penyakit esofagus
    7. Tumor intraabdomen
    8. Penyakit meniere
    9. Neoroma akustik
    10. Kanker
    11. Glaukoma

    DAFTAR PUSTAKA

    Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., & Wagner, C. M. (2013). Nursing Interventions Classification (NIC). Singapore: Elsevier.

    Carpenito, L. J. (2017). Nursing Diagnosis: Application to Clinical Practice (15th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.

    Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nurse’s Pocket Guide: Diagnoses, Prioritized Interventions and Rationales (15th ed.). Philadelphia: F.A. Davis Company.

    Herdman, T. H., Kamitsuru, S., & Lopes, C. T. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021-2023 (12th ed.). New York: Thieme Medical Publishers.

    Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

    Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

    Quigley, E. M., Hasler, W. L., & Parkman, H. P. (2001). AGA Technical Review on Nausea and Vomiting. Gastroenterology, 120(1), 263-286.

    World Health Organization (WHO). (2018). Palliative Care: Symptom Management. Geneva: WHO Press.

    Pos terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *