NYERI MELAHIRKAN [D.0079]

A. DEFINISI

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengalaman sensorik dan emosional yang bervariasi dari tidak menyenangkan menjadi sangat berat yang berkaitan dengan kontraksi miometrium, dilatasi serviks dan desensus janin selama persalinan.

International Association for the Study of Pain (IASP) Suatu bentuk nyeri akut yang bersifat transien namun memiliki intensitas tinggi, yang timbul akibat stimulus mekanis pada struktur reproduksi selama proses kelahiran, dan sangat dipengaruhi oleh persepsi kognitif serta kondisi emosional ibu.

Bacaan Lainnya

Lowdermilk, Perry, Cashion, & Alden Manifestasi dari interaksi antara faktor fisiologis, seperti iskemia uterus dan peregangan jaringan, dengan faktor psikososial yang unik pada setiap individu, yang muncul sebagai respon terhadap dinamika persalinan.

World Health Organization (WHO) Bagian integral dari proses persalinan yang bersifat fisiologis, namun memerlukan manajemen yang tepat untuk memastikan pengalaman persalinan yang positif serta mencegah dampak negatif dari stres fisik yang berlebihan pada ibu dan janin.

Reeder, Martin, & Koniak-Griffin Kombinasi dari nyeri viseral pada kala satu persalinan dan nyeri somatik pada kala dua, yang disebabkan oleh perubahan fisik pada serviks, segmen bawah rahim, dan peregangan pada dasar panggul.

    B. FISIOLOGI NYERI MELAHIRKAN

    Nyeri persalinan dibagi menjadi dua komponen utama berdasarkan tahapannya:

    Tahap I (Nyeri Viseral) Disebabkan oleh dilatasi serviks dan peregangan segmen bawah rahim. Impuls nyeri ditransmisikan melalui segmen saraf torakal 10 hingga lumbal 1 (T10-L1).

    Tahap II (Nyeri Somatik) Disebabkan oleh peregangan jaringan perineum, vagina, dan tekanan pada struktur dasar panggul saat janin turun. Impuls ditransmisikan melalui saraf pudendus pada segmen sakral 2 hingga sakral 4 (S2-S4).

      C. PENYEBAB (ETIOLOGI)

      Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap intensitas nyeri meliputi:

      1. Dilatasi serviks (pembukaan).
      2. Ekspulsi janin (pengeluaran bayi).
      3. Kontraksi uterus yang kuat dan teratur.
      4. Peregangan jaringan paravaginal.
      5. Tekanan pada kandung kemih dan rektum.

      D. KRITERIA DIAGNOSIS

      Berdasarkan indikator klinis, diagnosis ini ditegakkan apabila ditemukan:

      Gejala Subjektif

      • Pasien mengeluh nyeri, melaporkan kontraksi yang semakin sering, serta merasa tertekan pada area perineum.

      Gejala Objektif

        • Ekspresi wajah meringis atau tegang.
        • Respon otonom (misalnya: peningkatan tekanan darah, takikardia, atau perubahan pola napas).
        • Fokus menyempit (hanya pada nyeri).
        • Posisi tubuh yang protektif atau perilaku distraksi (mis. mengerang, menangis).

        E. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

        Target utama intervensi adalah Tingkat Nyeri Menurun (L.08066) dan Kontrol Nyeri Meningkat (L.08063), dengan kriteria hasil:

        1. Keluhan nyeri menurun secara bertahap.
        2. Meringis menurun.
        3. Kemampuan menggunakan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri meningkat.
        4. Ketegangan otot menurun.

        F. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)

        Intervensi dirancang untuk meningkatkan kenyamanan ibu dan memastikan kemajuan persalinan yang aman:

        Manajemen Nyeri (I.08238)

          1. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, dan intensitas nyeri secara berkala.
          2. Fasilitasi teknik non-farmakologis seperti teknik pernapasan dalam, massage (pijat) lumbal, kompres hangat/dingin, atau hidroterapi.
          3. Ciptakan lingkungan yang tenang dan mendukung.
          4. Pemberian Analgetik (I.08243)
          5. Kolaborasi pemberian analgetik atau anestesi epidural/intratekal sesuai indikasi medis dan keinginan pasien setelah menjelaskan risiko/manfaat.
          6. Edukasi Persalinan (I.12437)
          7. Jelaskan prosedur persalinan dan sampaikan bahwa nyeri adalah bagian fisiologis yang dapat dikelola.

          DAFTAR PUSTAKA

          International Association for the Study of Pain (IASP). (2021). Pain Management in Labor and Delivery: Global Guidelines. Washington, DC: IASP Press.

          Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., Cashion, K., & Alden, K. R. (2019). Maternity & Women’s Health Care (12th ed.). St. Louis, Missouri: Elsevier.

          Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

          Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

          Reeder, S. J., Martin, L. L., & Koniak-Griffin, D. (2011). Maternity Nursing: Family, Newborn, and Women’s Health Care (18th ed.). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

          World Health Organization (WHO). (2018). WHO Recommendations on Intrapartum Care for a Positive Childbirth Experience. Geneva: World Health Organization.

          Pos terkait

          Tinggalkan Balasan

          Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *