A. DEFINISI
PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Pengalaman sensorik atau emosional tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat yang berlangsung lebih dari 3 (tiga) bulan.
International Association for the Study of Pain (IASP) Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan, atau menyerupai yang berhubungan dengan, kerusakan jaringan aktual atau potensial. IASP menekankan bahwa nyeri kronis adalah kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai derajat faktor biologis, psikologis, dan sosial.
NANDA International (Herdman & Kamitsuru) Suatu pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan yang muncul dari kerusakan jaringan aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian rupa; awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas apa pun dari ringan hingga berat, terjadi secara konstan atau berulang tanpa akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan berlangsung lebih dari 3 bulan.
Lynda Juall Carpenito Keadaan di mana seorang individu mengalami nyeri yang menetap atau intermiten yang berlangsung selama lebih dari 6 bulan (beberapa literatur terbaru menyesuaikan ke 3 bulan). Carpenito menyoroti dampak nyeri terhadap gaya hidup, kemampuan fungsional, dan konsep diri individu.
Marilynn E. Doenges Suatu situasi klinis di mana nyeri terus berlanjut melampaui waktu penyembuhan yang diharapkan atau berhubungan dengan kondisi kronis. Doenges menekankan perlunya evaluasi terhadap pola perilaku adaptif maupun maladaptif yang dikembangkan pasien sebagai respon terhadap nyeri yang berkepanjangan.
B. KRITERIA DIAGNOSIS (INDIKATOR KLINIS)
Berdasarkan standar keperawatan, diagnosis ini dapat ditegakkan apabila ditemukan tanda dan gejala berikut:
Tanda dan Gejala Mayor
Subjektif:
- Mengeluh nyeri (berlangsung lebih dari 3 bulan), merasa depresi atau tertekan.
Objektif:
- Tampak meringis, bersikap protektif (misalnya menghindari posisi tertentu), serta kewaspadaan yang meningkat.
Tanda dan Gejala Minor
Subjektif:
- Anoreksia (penurunan nafsu makan).
Objektif:
- Perubahan pola tidur, ekspresi wajah nyeri yang khas (masker wajah), hingga keterbatasan aktivitas sehari-hari yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup.
C. ETIOLOGI DAN FAKTOR TERKAIT
Penyebab nyeri kronis bersifat multifaktorial, meliputi:
- Kondisi muskuloskeletal kronis (misalnya arthritis, nyeri punggung bawah).
- Kerusakan sistem saraf (nyeri neuropatik).
- Infiltrasi tumor atau efek samping pengobatan kanker.
- Gangguan fungsi organ (misalnya nyeri viseral kronis).
- Faktor psikososial yang memperberat persepsi nyeri (katastrofisasi nyeri).
D. INTERVENSI UTAMA DAN STRATEGI MANAJEMEN
Manajemen nyeri kronis memerlukan pendekatan multidisiplin yang bertujuan untuk memutus siklus nyeri dan meningkatkan kemandirian pasien:
Manajemen Nyeri (I.08238)
Identifikasi Karakteristik Nyeri: Menggunakan instrumen PQRST (Provocative, Quality, Region, Severity, Timing). Teknik Non-farmakologis: Pemberian terapi komplementer seperti teknik relaksasi napas dalam, Guided Imagery, terapi musik, atau stimulasi saraf transkutaneus (TENS). Edukasi Strategi Meredakan Nyeri: Mengajarkan pasien cara mengontrol nyeri secara mandiri di rumah.
Pemberian Obat Analgesik
Kolaborasi pemberian analgesik sesuai dengan tangga nyeri WHO (WHO Pain Ladder), mulai dari non-opioid hingga opioid sesuai tingkat keparahan.
Terapi Relaksasi
Mengurangi ketegangan otot dan kecemasan yang sering kali memperburuk intensitas nyeri kronis.
E. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Kondisi klinis (mis. arthritis reumatoid
- Infeksi
- Cedera medula spinalis
- kondisi pasca trauma
- Tumor
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito-Moyet, L. J. (2021). Handbook of Nursing Diagnosis. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2019). Nursing Care Plans: Guidelines for Individualizing Patient Care Across the Life Span. Philadelphia: F.A. Davis Company.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021-2023. Oxford: Wiley-Blackwell.
International Association for the Study of Pain (IASP). (2020). IASP Announces Revised Definition of Pain. Diakses dari https://www.iasp-pain.org.
Raja, S. N., et al. (2020). The Revised International Association for the Study of Pain Definition of Pain: Concepts, Challenges, and Compromises. Pain, 161(9), 1976–1982.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
